Transmigrasi Belvia

Transmigrasi Belvia
105


__ADS_3

Semua berkumpul di markas Ravestrack kecuali Mika dia sudah berpamitan kepada Hana untuk pulang ke mansion Delvin agar tidak ada yang curiga padanya terutama Delvin.


"Dasha jadi lo disuruh sama Kalandra buat jaga markas, gue kira lo ikut war di lapangan, wah lo kenapa posesif gitu sama Dasha gue curiga nih sama kalian berdua" goda Hana sambil menaik turunkan kedua alisnya.


Kalandra merasa di tatap oleh Hana seketika gugup dia tidak tahu mau jawab apa. "K-karna dia cewe sendirian ya gue suruh tinggal di markas daripada ikut war sendirian lagian disana banyak cowo dan gak ada cewenya sama sekali" ucap Kalandra mencoba menutupi raut wajah gugupnya.


"Padahal gue juga ingin ikut war lho kak Hana daripada di markas hanya bisa bengong doang sama yang lainnya" kesal Dasha padahal ia ingin melihat kejadian saat war di lapangan.


"Iya Kalandra gak asik, gue juga ikut ke lapangan malah Dasha lo umpetin ke markas biar gak ikut war" kompor Hana sedikit melirik ke Kalandra yang udah mendengus kesal.


"Eh bukan di umpetin ya, emangnya dia barang di umpetin" dengus Kalandra.


Ddrrrtt...ddrrrrttt...


Ponsel mereka berdering bersamaan ternyata pesan dari group.


Group Gibah bapak-bapak


Abercio πŸ“¨


Astaghfirullah eh assalamualaikum


AdrianπŸ“¨


Lo beli makanan dimana sih nyet? beli makanan udah kek dari sabang sampek merauke lama bener ngantri pesawat lo.


Abercio πŸ“¨


Bentar, lagi ngesot di kusir


AgamπŸ“¨


Hah? lo ngesot di kusir cok? 😲


KalandraπŸ“¨


Hebat bener di suruh beli makanan malah ngesot πŸ™„


Adrian πŸ“¨


Temen lo itu


Abercio πŸ“¨


Anjir, ngantri di kasir cok 😭


gue silit ketok


Agam πŸ“¨


Lo ngapain anjir sil*it apaan cok 😧


Kalandra πŸ“¨


Nih, anak dari tadi ngetik aneh mulu


Adrian πŸ“¨


wkwkwk bokong lo kremian Yo? kok di ketok 🀣


Abercio πŸ“¨


Kamvret! gue salah ketik dodol πŸ™„


tipes mulu jaran gue


KalandraπŸ“¨


Jaran apaan cok? gue gak tahu, lo kena tipes bang?


Agam πŸ“¨


Jaran kuda berarti kuda nya Abercio tipes mulu katanya.


Abercio πŸ“¨


Heh! saleh lagi deh gue , bukan itu cok tapi


Typo mulu heran gue nag itu yang gue maksdu


Adrian πŸ“¨


πŸ‘ typo mulu lo , buruan udah di tunggu nih jangan salah belok lo nanti lo malah di tonggal eh tinggal godain cewe cantok eh cantik lagi, kan gue jadi ikutan lo tylo typo mulu kek lo


AgamπŸ“¨

__ADS_1


Gak Abercio gak Adrian sama-sama kang typo 🀣


Kalandra πŸ“¨


Itulah kalo udah sejantung jadi sama-sama ikut typo mereka 🀭


Abercio πŸ“¨


Kamvret, gue normal tameng


Berak gue lagu.


Adrian πŸ“¨


Anjir, lo berak di mane Yo? lo ngapain berak di sono, mules lo buruan pulang di sini ada wc. lagi berak malah nyanyi 🀦


Kalandra πŸ“¨


Anjay, berak di lagu in cok agak lain nih anak 🀣


Agam πŸ“¨


Bukan temen gue anjir 😭😭


Abercio πŸ“¨


Bukan berak anjir tapi bentar gue lahi ngantro πŸ™


Agam πŸ“¨


Dahlah gue ngakak sampek ngikik gara-gara typo lo mulu


AdrianπŸ“¨


Mungkin keyboard ponselnya perlu di bongkar biar gak typo πŸ”ͺ


Kalandra πŸ“¨


Anjir emoticon lo anjay ngeri bro psikotes lo


AgamπŸ“¨


psikopat Kalandra bukan psikotes, sejak kapan psikotes mainannya belati ama pisau πŸ™„


Adrian πŸ“¨


motong daging ayam aja tangan gue gemeter apalagi motong tubuh orang bisa pingsan gue


Abercio πŸ“¨


Gue otw markisa


AgamπŸ“¨


Lah kan nih anak malah belok malah otw markisa bukannya markas


Kalandra πŸ“¨


Dah lah gak bener nih orang.


🌼🌼🌼🌼🌼


Brivan berjalan menuju penjara ruang bawah tanah dan ia membuka pintu ruangan penjara. Di sana ada Algav dengan keadaan yang sangat mengenaskan sekali badan penuh luka sayatan tidur di lantai yang dingin tanpa baju dan celana hanya memakai boxe*r. Dan bau anyir dimana-mana bekas darah Algav masih menempel di lantai itu. Badan pun kurus kering Algav tidak mau makan ngapain di kasih makan bentar lagi juga dia akan mati pikirnya.


"Ambilkan air se ember dan beri cuka sama perasan jeruk nipis" pinta Brivan kepada anak buahnya. Brivan duduk di kursi kayu dengan menyilangkan kakinya.


"Baik tuan"


Setelah itu anak buah Brivan kembali dengan membawa se ember air dengan campuran cuka dan jeruk nipis.


"Ini tuan" meletakkan embernya di lantai.


Brivan pun mengambil ember tersebut lalu menyiramkan ke tubuh Algav agar dia bangun.


"Arrrrrghhhh...perihhhhh" pekik Algav membuka matanya setelah mendapatkan siraman rohani.


Luka sayatan di sekujur tubuhnya terasa perih akibat terkena air campuran cuka dengan jeruk nipis. Algav mendongakkan kepalanya menatap Brivan.


"B-bunuh g-gue langsung, gue udah capek hidup" ucap Algav yang menatap wajah Brivan ia berharap hari ini ia akan mati di tangan Brivan.


"Ck. Tidak semudah itu anak muda, kamu akan saya bikin hidup menderita dulu sebelum ajal menjemput mu,ikut saya" Brivan tarik paksa Algav yang tangannya masih terikat dengan rantai.


"Mau di bawa kemana gue" sentak Algav tiba-tiba tangannya di tarik keluar dari ruangan lembab itu.


Brivan tidak menjawabnya ia terus menarik Algav ke sebuah ruangan khusus seperti ruangan operasi, disana Brivan menghentikan langkahnya. Algav bingung kenapa dia membawanya ke sini ada apa?

__ADS_1


"Masuk" suara berat barington Brivan menyuruh Algav masuk ke dalam ruangan tersebut.


Akhirnya Algav masih ke ruangan itu dan Brivan mengikutinya dari belakang, setelah itu Brivan menutup pintunya. Dan ternyata di sana ada Agler dan Darren yang sudah menunggunya. Algav mengernyitkan dahi ia menatap sekeliling ruangan, ruangan tersebut seperti ruangan operasi yang ada di rumah sakit lengkap dengan alat-alat operasi nya.


"Tidur di atas brankar" perintah Darren.


"Hah? ini mau apa,kenapa gue di suruh tidur?" tanya Algav dengan wajah cengo nya.


"Ck, gak usah banyak omong kamu" ucap Brivan menarik kasar tangan Algav yang banyak luka itu sehingga Algav meringis akibat lukanya tersenggol tangan Brivan.


Setelah Algav membaringkan tubuhnya di atas brankar, Agler mengambil suntikan yang berisi obat bius total untuk menyuntikkan ke tubuh Algav. Algav melihat Agler memegang suntikkan hendak di suntikan ke tubuhnya, Algav geleng-geleng ia trauma dengan suntikan semenjak Hana menyuntik obat aneh ke dalam tubuhnya.


"Heh, pria tua lo mau apa hah! jangan coba-coba nyuntik gue lagi pria tua" sentak Algav yang udah ketakutan terpaksa Darren dan Brivan memegang kedua tangan dan kaki Algav agar tidak memberontak saat Agler menyuntikkannya.


Setelah di suntik Algav langsung tertidur, Agler langsung memasangkan sarung tangan dan mengambil alat-alat operasi untuk membelah perut Algav sesuai permintaan dari Hana untuk mengambil satu ginjal yang akan Hana kirimkan sebagai kenangan kepada tunangan Algav.


Agler lulusan kedokteran sebelum menikah dengan Bunda Jasmine sempat bekerja di rumah sakit miliknya sendiri dan setelah menikah Agler di suruh menggantikan posisi ayahnya sebagai Ceo di perusahaan nya yang berada di Australia dan terpaksa ia melepas jabatannya sebagai seorang dokter ahli bedah dan kini menjabat sebagai CEO. Agler akan merobek perut Algav di bantu dengan kedua sahabatnya itu Darren dan Brivan. Agler berharap Kalandra akan meneruskan cita-cita ayahnya sebagai dokter ahli bedah bukan sebagai Ceo biarlah nanti anaknya Kalandra yang akan menggantikan dirinya sebagai Ceo.


Agler sudah menggunakan jas putih khas dokter itu semakin mempesona ketampanan seorang Agler,adik ipar dari Darren.


Agler memulai untuk membelah isi perut Algav dengan alat-alat operasi. Hanya Agler yang paham mengenai ini Darren dan Brivan hanya membantu saja. Darren dan Brivan mereka berdua hanya psikopat yang haus akan darah mana ngerti hal beginian, paling juga asal tebas saja tanpa berpikir nyawa orang.


Agler mengangkat satu ginjal Algav dan meletakkan di atas penampan stainless dan setelah itu Agler menjahit kembali perut Algav.


"Kirim langsung" ucap singkat Agler sambil menyerahkan ginjal Algav ke tangan Brivan.


Brivan langsung keluar dari ruangan tersebut sambil membawa ginjal Algav untuk di kirimkan ke alamat tunangan Algav sesuai permintaan dari Hana.


🌼🌼🌼🌼🌼


Ting tong!


"Anjing, siapa yang ganggu tidur siang gue hah!" Tiara baru saja ingin tidur siang tapi ia di kejutkan oleh suara bel rumah.


Tiara sendirian di rumahnya hanya ada para maid dan pekerja lainnya, sedangkan mama dan papanya sibuk mencari uang.


Ting tong!


"Shitt,siapa sih yang bertamu gak lihat apa gue lagi tidur siang" omel Tiara sambil melangkahkan kakinya menuruni anak tangga menuju pintu rumah.


"Dimana para maid kok mereka gak bukain pintunya"


Ceklek!


Tiara membuka pintu ternyata bukan tamu yang memencet bel rumahnya melainkan tukang kurir, Tiara menatap kang kurir yang sedang membawa paket besar di tangannya. Tiara mengernyitkan dahi ia merasa tidak membeli apa-apa di toko online, apalagi kedua orang tuanya tidak pernah beli barang online.


"Maaf, dengan nona Tiara?" tanya kang kurir.


"Iya pak tapi saya gak pesan paket, mungkin bapak salah alamat" tolak Tiara ia tidak merasa membeli barang online.


Kang kurir melihat alamat rumah yang tertera di paketnya tersebut. "Ini benar kok alamatnya dan tidak salah nona, coba anda lihat sendiri" kurir tersebut memperlihatkan kepada Tiara.


"Hm" bergumam setelah melihat alamat dan namanya ada di tulisan paket.


"Benar kan?" tanya kembali kurir.


"Iya"


"Tolong tanda tangan di sebelah sini,nona" kurir menunjukkan kolom bawah untuk meminta tanda tangan Tiara.


Tak butuh lama Tiara mendatangani paket tersebut.


"Terimakasih nona" pamit kurir paket.


Tiara langsung menutup pintunya kembali dan ia membawa paket itu ke kamarnya.


"Ini paket besar sekali, kira-kira isinya apaan sih! perasaan gue gak beli apa-apa deh" kini Tiara sudah berada di kamarnya dan duduk di atas ranjang sambil menatap paket tersebut.


Tiara membuka paket itu dengan gunting yang ada di atas nakas.


Sreeek!


Setelah menggunting bungkus paket dengan gunting Tiara membuka isi paketnya. Tiara meraba mencari isi paket tersebut dengan tangannya. Ia mengerutkan keningnya tangannya merasa lengket seperti cairan kental. Ia mengangkat tangannya untuk mengeluarkan isi paket.


Deg!


Tiara membelalakkan matanya melihat apa yang ia pegang di tangannya sendiri yang berlumuran darah segar mengalir di tangannya.


"Aaarrrrrghhhhh g-ginjal" Tiara shock melihat ginjal manusia di depan matanya sendiri.


Tiara melemparkan jauh ginjal tersebut hingga terkena pintu kaca balkon kamarnya. Tiara melihat ada kertas di dalam kardusnya, ia membuka kertas itu dan membacanya.


Bagaimana kejutan gue hm? indah bukan? oh ya, itu ginjal dari tunangan lo Algav jangan lupa di pajang ya di kamar lo, besok gue kirim ginjal bagian satunya lagi, dan besoknya lagi gue kirim jantungnya gue nyicil ya kirim bagian organ tunangan lo itu nanti kalo udah terkumpul baru deh lo susun semua tuh organ tunangan lo. Bernafaslah sepuas-puasnya sebelum lo cod sama malaikat maut.


Begitulah isi pesan yang tertera di keras yang penuh dengan bercak darah, tangan Tiara langsung bergetar hebat jadi barusan ginjal Algav ia benar-benar sangat shock dan ia tidak mau mati muda. Tiara tidak tahu siapa yang mengirim paket tersebut. Gue harus kabur dari sini batin monolog Tiara .

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2