
"Cukup" teriak Kivandra.
Kivandra menyuruh sepuluh preman untuk berhenti melakukan adegan panas. Dengan terpaksa para preman tersebut berhenti dan langsung merapikan pakaian mereka.
Sedangkan Ayu, Marina dan Lexi sekarang dalam keadaan polos tanpa penutup kain sehelai benang pun di tubuh mereka alias naked. Ayu, Marina dan Lexi terkulai lemah setelah pergulatan panas mereka apalagi cairan lucknut membasahi seluruh tubuh mereka bahkan berceceran di lantai yang dingin ini.
Para preman langsung pergi meninggalkan ruangan tersebut, Kivandra dkk termasuk Red melihat mereka dalam keadaan polos bukannya bikin nafsu tapi malah bikin jijik melihat pemandangan tersebut. Abercio malah ingin muntah melihat banyaknya cairan lucknut dimana-mana.
"Lo ingin hukum mereka duluan Lang?" pertanyaan itu keluar dari mulut Kivandra membuat Galang langsung menoleh ke arah Kivandra setelah itu Galang melirik sekilas ke Hana.
"Hm gue ingin beri mereka pelajaran" ujar Galang yang sedari tadi menahan emosi rasanya tangan ini sudah gatal sekali ingin menonjok wajah mereka.
"Lakukan segera" ucap Kivandra sambil tersenyum tipis sekali.
Galang langsung berjalan menuju mereka yang sedang bersandar di dinding yang dingin dan lembab. Galang membasahi bibir dengan lidahnya sendiri.
Bugh!
Galang menonjok rahang Lexi dengan keras membuat sudut bibir Lexi mengeluarkan darah segar.
Bugh!
Galang menonjok perut Lexi hingga terpental ke sudut tembok,Lexi mengeluarkan darah dari mulutnya.
Uhuk!
Lexi menyeka sudut bibirnya dan terkekeh kecil.
"Sssh...bunuh gue sekarang daripada gue disiksa seperti ini"ucap Lexi sambil meringis kesakitan bagian perutnya.
"Tenang aja sebentar lagi permohonan lo akan segera di kabulkan,sampah seperti lo ini gak pantas hidup di bumi"sentak Galang sambil mencengkram kuat dagu Lexi.
Setelah itu Galang melepaskan cengkraman dari dagu Lexi, Galang beralih ke arah Ayu dan Marina yang masih terkulai lemah di pojok kanan tembok tanpa sehelai benang pun di tubuh mereka.
"Hei,b*tch! bagaimana rasanya di gilir banyak orang huh?"Galang berjongkok dihadapan mereka berdua, Galang menatap jijik mereka berdua melihat sisa-sisa cairan lucknut ada di tubuh mereka berdua.
"Ini karma buat kalian karena kalian udah menjebak adek gue dengan memasukkan obat lucknut itu untung aja adek gue pintar gak mudah masuk kedalam jebakan kalian tapi malah kalian yang kena karma instan dari rencana kalian ini"lanjutnya.
Plak!
Plak!
Galang menampar pipi Ayu dan Marina dengan kuat hingga membuat sudut bibir mereka mengeluarkan darah.
"Ops! sorry tangan gue licin jadi gak sengaja pipi kalian kena tamparan dari gue"senyum miring Galang.
"Le-lepasin kita" ucap lirih Ayu sambil menundukkan kepalanya.
"Iya nanti kalian akan dilepaskan tapi di neraka bukan disini"desis Galang setelah itu Galang langsung berdiri dan membalikkan badannya berjalan menghampiri Kivandra dkk kembali.
Kivandra berdiri dan merogoh sakunya untuk mengambil pisau lipat miliknya. Kivandra berjalan menghampiri Lexi sambil memainkan pisau lipatnya.
"Angkat dia dan ikat dia di tiang" perintah Kivandra kepada Delvin dan Kalandra.
Mereka berdua pun segera menghampiri Kivandra dan langsung mengangkat tubuh Lexi dan mengikatnya dengan rantai di tiang yang sudah di siapkan.
Kini kedua tangan dan kedua kaki Lexi sudah terikat dengan rantai di tiang besi.
Delvin dan Kalandra memundurkan langkahnya agar Kivandra leluasa untuk bergerak.
Kivandra berjalan menghampiri Lexi yang sedang menunduk kebawah keadaannya sekarang sudah sangat lemas sekali dan deru nafasnya tersengal-sengal.
Kivandra mendongakkan kepala Lexi dengan kuat sehingga Lexi meringis kesakitan.
"Bastard"
Bugh!
Kivandra menonjok perut Lexi dengan keras membuat Lexi menyemburkan darah lewat mulutnya. Wajah Kivandra terkena cipratan darah dari mulut Lexi, Kivandra langsung membersihkan wajahnya dengan sapu tangan. Kivandra masih mendongakkan kepala Lexi dengan keras.
"Red ingin bermain bersama" senyum miring Kivandra menoleh ke arah Red yang sudah menyiapkan belati untuk mencabik-cabik daging mangsanya.
"Hihihi ini yang gue tunggu"sambung Red sambil berjalan menuju Kivandra.
__ADS_1
"Wah, baru kali ini gue lihat sepasang kekasih sama-sama gilanya" celetuk lirih Adrian sambil geleng-geleng kecil.
"Betul itu, gue aja gak bisa membayangkan bagaimana anak mereka nantinya emak dan bapaknya sama-sama mempunyai jiwa iblis bayangin aja udah ngeri kalo mereka udah nikah dan punya anak pasti anak mereka lebih kejam dari emak dan bapaknya" sambung Abercio yang mendapat anggukan dari empat tuyul kecuali Delvin hanya diam saja.
"Yang pasti nanti anaknya jauh lebih tampan dari bapaknya dan pasti anaknya dijadikan bahan rebutan di kalangan para remaja cewek, bapaknya aja banyak yang suka bagaimana dengan anaknya nanti dijamin lebih tenar daripada bapaknya sendiri" lanjut Kalandra.
Back to Kivandra dan Red...
Red mengusap-usap pipi Lexi dengan pelan menggunakan belati kesayangannya itu.
Wajah Lexi penuh dengan luka lebam akibat tonjokan dari Galang dan Kivandra.
"Bagaimana kalo gue tambahin luka lo di wajah jadi wajah lo semakin tampan dengan sedikit cairan merah di wajah lo"suara dingin Red.
"Jawab"pekik Kivandra sambil menarik kepala Lexi membuat kepala Lexi mendongak ke atas.
"Sssh... b-u-n-u-h g-u-e" ucap Lexi dengan suara terbata-bata dan sedikit ringisan.
"Bunuh orang langsung tanpa menyiksa terlebih dahulu itu gak asik sekali bagi gue asal lo tahu"
Sreeeekkkk!!!
Sreeeekkk!!!
Red merobek pipi kanan dan pipi kiri Lexi sehingga Lexi terpekik keras menahan rasa sakit.
"Sssssh... Aaaarrrrghhhhh ba*ngsat pipi gue" pekik Lexi.
Red menyentuh darah yang menetes di pipi Lexi dengan jari telunjuk dan menjilati darah tersebut hingga habis.
Anggota inti Ravestrack yang melihat Red langsung bergirik ngeri Red benar-benar seperti vampir yang suka minum darah manusia pikir mereka.
"Dipikir Red darah itu sirup marjan atau selai strawberry apa,ngeri deh gue lihatinnya" ujar Abercio ia benar-benar ngeri melihat Red yang sedang menjilati darah Lexi.
"Mungkin dia sodaranya vampir yang doyan sama darah, apa dia gak takut darah tinggi kebanyakan minum darah manusia"sambung Agam.
Pletak!
Kalandra menabok kepala Agam."Gak gitu juga konsepnya Asep".
Back to Red...
"Hihihihi gue suka alunan rintihan seseorang"
"Kivandra gue ingin lo potong kedua kuping Lexi" Lexi langsung melotot dan dia langsung geleng-geleng kepala ke arah Kivandra tapi sayangnya Kivandra langsung menyeringai.
Tak butuh waktu lama Kivandra langsung menarik kuping Lexi dan memotongnya dengan menggunakan pisau daging.
Sreeeekkkk!!!
Sreeeeek!!!!
"Aaaaaarrrrrghhhh...Ba*ngsat" teriak Lexi
Darah segar langsung mengalir deras dan menetesi lantai yang dingin.
Teman-teman Kivandra langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain mereka meringis melihat kuping Lexi di potong oleh Kivandra mereka reflek memegangi kedua kuping mereka secara bersamaan. Ayu dan
"Hihihi gue suka banget dengan apa yang lo lakukan Kivandra"pekik Red sambil tersenyum tipis.
"B-u-n-u-h g-u-e l-langsung" suara terbata-bata Lexi.
Red dan Kivandra tidak menghiraukan perkataan Lexi.
"Ini buat lo yang udah berani menjebak Hana" ucap Red sambil menusuk-nusuk perut Lexi menggunakan belatinya.
"Ssssh... m-maaf" ucap Lexi dengan nafas sedikit melemah.
Ctak!
Ctak!
Seketika darah mengucur deras dari perut Lexi membuat nafas Lexi semakin melemah dan tubuh Lexi benar-benar sudah tidak berdaya lagi.
Ayu dan Marina menangis dalam hatinya melihat Lexi disiksa oleh Red dan Kivandra sungguh mereka sangat kejam sekali.
__ADS_1
Kivandra mengambil revolver dan mengarahkan ke dahi Lexi, Kivandra Menarik pelatuknya akan mengaktifkan pin tembak, menjalankan senjatanya. Sebuah pin pelepasan membuka silinder dan memutarnya keluar dari laras pistol.
Dorrr!
Kivandra menembak tepat di dahi Lexi dan Lexi langsung merenggang nyawa setelah disiksa oleh Red dan Kivandra.
Red mengeluarkan isi perut Lexi terutama bagian ginjal dan jantung Red akan menjualnya di pasar gelap.
Kini giliran mereka berdua Ayu dan Marina, Red menatap tajam kearah mereka berdua membuat nyali mereka menciut dan sangat takut untuk mati sekarang dan juga mereka berharap Hana akan melepaskan dan memaafkannya.
Red sangat bosan dengan mangsanya ia ingin sekali mengirimkan mereka berdua langsung ke neraka.
Tanpa berlama-lama Red langsung mengambil samurai dan Kivandra menyeret Ayu terlebih dahulu secara paksa agar mendekat ke Red.
Sreeeeekkkkkkkk!!!!!
Tanpa aba-aba Red menebas kepala Ayu dengan samurainya dan kepala Ayu menggelinding ke arah teman-temannya mereka yang melihat ada kepala di depan mata langsung melotot dan menganga lebar.
Apalagi Marina langsung Shock melihat sahabatnya langsung mati dan kepala Ayu terlepas dari tubuh Ayu sendiri.
Dibawah kaki Red dan Kivandra tergenang darah yang sangat banyak dari tubuh Lexi dan Ayu.
Kivandra menatap tajam Marina membuat tubuh Marina semakin gemetar dan memundurkan tubuhnya ke pojok tembok yang dingin. Kivandra langsung saja menyeret Marina ke depan agar dia bisa leluasa mengeksekusi tubuh Marina.
"goodbye b*itch" desis Kivandra dan ia langsung menebas kepala Marina,kaki dan juga tangan Marina tanpa butuh waktu lama.
Sreeeeeekkkk!!!!
Ctakkk!!!!!
Penampilan Red dan Kivandra kini penuh dengan bercak darah mereka terutama baju keduanya sekarang berubah menjadi warna merah akibat cipratan darah dari ketiga kudanil tersebut.
Para tuyul meneguk ludahnya terasa berat melihat aksi kejam Red dan Kivandra secara live sungguh pasangan gila menurut mereka.
"Pak bos sama Red motong tubuh orang udah kek motong ayam, ngeri deh gue" celetuk Abercio.
"Apalagi bagian motong kepala kek gampang banget tuh,kek bukan kepala manusia tapi kepala bebek" sambung Agam.
"Boleh nih pinjam Red buat nagih utang ke temen yang sering amnesia kalo disuruh bayar utang, kalo ngajak Red mungkin mereka langsung bayar utang gue" sahut Kalandra.
"Dih, temen lo doyan banget ngutang udah kek warung hobi kasbon mulu" cibir Galang.
"Suruh anggota lainnya bereskan ketiga mayat mereka dan buang ke kandang singa" perintah Kivandra kepada Delvin.
"Dan lagi upload video mereka ke forum kampus agar semua warga kampus tahu kelakuan mereka dan satu lagi bikin rekayasa kematian mereka" lanjutnya.
"Siap bos" balas Delvin langsung pergi dari ruangan sana.
"Kalian semua pulang ini udah hampir magrib atau kalian ingin tinggal diruangan ini" ucap Kivandra sambil menaik turunkan kedua alisnya.
Mereka menatap Kivandra dan Red secara bergantian seketika mereka langsung bergirik merinding ya kali kita tinggal disini yang ada kita dihantui oleh arwah penasaran Lexi, Ayu dan Marina batin mereka bersamaan.
"Mending kita pulang aja deh bos, kita juga belum pada mandi nanti ortu kita pada nyariin kita semua" alibi Abercio yang langsung diangguki oleh keempat tuyul.
"Yaudah kalian pulangnya hati-hati" ucap Kivandra dan langsung diangguki oleh kelima tuyul.
...----------------...
Di Apartemen Alan Pardew asisten pribadi Hana alias Belvia, Alan telah kembali dari luar kota setelah mengurusi beberapa masalah yang ada di cabang kota lain.
Alan yang sedang sibuk menata isi kulkas dia baru saja pulang dari supermarket yang ada di lantai bawah apartemennya.
Tok
Tok
Tok
Suara bel apartemen terdengar oleh Alan, Alan mengernyitkan dahinya ia berpikir malam-malam begini siapa yang datang ke apartemennya tidak mungkin nona Hana dia tidak suka datang ke sini saat malam hari dia pasti akan datang kesini saat pagi atau siang hari.
Alan berjalan menuju pintu apartemen ia lupa tidak melihat layar yang ada di dekat pintu untuk mengetahui siapa yang datang ke apartemennya melainkan ia langsung membuka pintu apartemen.
Ceklek!
Alan seketika mematung melihat siapa yang berdiri didepannya sekarang ini.
Deg!
__ADS_1
......................