Transmigrasi Belvia

Transmigrasi Belvia
96


__ADS_3

Kalandra mengerjap-ngerjapkan matanya ia baru saja bangun dari tidurnya. Dasha meletakkan Kalandra di sofa ruang tv karena di apartemen hanya ada satu kamar saja tidak mungkin Dasha meletakkan Kalandra di kamarnya.


"Eungh, gue dimana njir" ucapnya sambil memegang kepalanya yang masih terasa pusing efek dari semalam minum alkohol.


Kalandra duduk di sofa dan mengedarkan pandangannya ke sekeliling,ia kebingungan melihat tempat ini tampak asing baginya. Tidak mungkin gue di culik tante-tante jelmaan kuntilanak kan? pikirnya.


Kalandra meraba seluruh tubuhnya ia ingin memastikan apa tubuhnya masih aman atau tidak. Ternyata masih aman hanya saja semua kancing kemeja sudah terlepas semua, ia bingung siapa yang melepas semua kancing kemejanya. Padahal ia sendiri yang melepaskannya saat ia tidur dan meracau tidak jelas mungkin dalam keadaan mabok berat.


Ceklek!


Kalandra menoleh ke belakang ia terkejut melihat sosok gadis yang baru saja keluar dari kamar dengan pakaian lengkap seragam sekolah. Hah? anjir gue kenapa ada di apartemen anak sekolah mana cewe lagi, entar gue dikiranya om-om pedo suka sama bocil batin meringis Kalandra sambil menatap gadis tersebut.


"Sudah bangun om?"tanya Dasha dengan melenggang pergi ke arah dapur.


"Om?" beo Kalandra sambil menunjuk dirinya sendiri.


"Iya lo kan om siapa lagi kalo bukan lo, masak gue sih" ketus Dasha sambil membuka kulkas untuk mengambil tomat, telor, dan selada.


"Njir, emang gue setua itu kah? perasaan wajah gue masih kelihatan muda gak tua-tua amat, malah di panggil om sinting nih bocil" dalam hati Kalandra.


Dasha mengambil roti dan teflon untuk menggoreng telor ia menyiapkan semua bahan untuk membuat sandwich ia lebih suka sarapan pagi dengan sandwich. Kalandra menatap Dasha yang sedang membuat sandwich, mata Kalandra tidak pernah mengalihkan pandangannya ke arah lain ia terus-menerus menatap ke arah Dasha.


"Om, kamu suka sandwich gak? kalo suka gue akan buatin sekalian" tanya Dasha.


Kesadaran Kalandra tersentak oleh perkataan Dasha.


"Hm, suka" jawab singkat Kalandra.


"Njir, irit banget kalo ngomong" gumam lirih Dasha.


Kalandra berjalan menghampiri Dasha yang tengah sibuk menyiapkan sarapan. Kalandra duduk di kursi yang dekat dengan meja dapur. Posisi seperti ini udah kayak suami menunggu sarapan dari istrinya, sayangnya Dasha masih sekolah SMA.


"Lo yang nolongin gue di club?" tanya Kalandra sambil menatap punggung Dasha.


"Hm, iya om kalo bukan gue yang nolong lo, mungkin lo udah di angkut sama tante-tante jelmaan terus di bawa ke hotel deh" celetuk asal Dasha.


"Lo masih SMA ngapain ada di club, mana lo cewe lagi" sahut Kalandra.


Dasha membalikkan badannya dan meletakkan sandwich ke piring dan memberikan kepada Kalandra.


"Gue ke sana ingin nyari hiburan, bosan di rumah melulu, makan om".


Kalandra mendengus lagi-lagi dia panggil Kalandra dengan sebutan om.

__ADS_1


"Gue masih muda umur gue 20 tahun panggil gue kak Kala jangan om, nama lo siapa? kelas berapa lo?" tanya Kalandra.


"Nama gue Dasha Alberta Betrino gue kelas 12 om eh kak Kala" jawab Dasha sambil mengunyah sandwich.


Pintar juga masak nih cewe batin Kalandra yang udah mengunyah sandwich buatan Dasha.


"Oh, lo anaknya tuan Betrino pengacara yang terkenal itu ya? dan nyokap lo itu desainer terkenal juga?" ucap Kalandra yang udah menghabiskan sandwich nya.


Dasha terkejut bagaimana bisa Kalandra tahu tentang pekerjaan orang tuanya padahal ia dan orang tuanya baru saja pindah ke ibukota.


"Kok lo bisa tahu kak?"


"Ya bisalah, kepo lo" Dasha mendengus mendengar ucapan Kalandra.


Kalandra berdiri dari tempat duduknya dan ia ingin langsung pulang dari apartemen Dasha, ia akan pergi ke club dulu untuk mengambil motor Ducati nya sebelum pulang ke mansion dan siap-siap untuk ke kampus apalagi ada kuliah jam sepuluh pagi.


"Makasih ya udah nolongin gue dan kasih gue tumpangan di apartemen lo apalagi gue di kasih makanan, nanti gue bayar jasa lo Dasha, gue pulang dulu karena hari ini gue ada kuliah pagi" Kalandra mengucapkan terimakasih kepada Dasha yang udah menolongnya.


Mungkin kalau Kalandra bercerita kepada teman-temannya pasti akan menertawakan Kalandra terutama Abercio dia pasti paling kencang ketawanya, kalau Kalandra di tolong sama bocah SMA saat dalam keadaan mabok apalagi bocah itu cewe pasti mereka akan cepuin Kalandra habis-habisan.


"Kakak gak mau bareng sama gue kak? biar Dasha anterin kakak sekalian gue mau berangkat sekolah" sambung Dasha.


"Tidak perlu, nanti lo telat gara-gara nganterin gue, lagian gue mau ke club ngambil motor gue disana lalu gue balik ke rumah" sahut Kalandra ia udah merapikan penampilannya yang tadinya acak-acakan.


"Yaudah kak, hati-hati ya semoga kita bisa bertemu lagi kak"


"Ck. nomer lo tulis di ponsel gue" decak Kalandra melihat kelemotan gadis SMA itu.


Dasha baru paham apa maksud dari Kalandra setelah Kalandra berbicara, Dasha pun mengambil ponsel Kalandra yang bermerk samsung z fold 2 itu dan mengetikkan nomor ponsel Dasha kedalam ponsel Kalandra.


"Udah kak, udah gue kasih nama Dasha cantik" ucapnya sambil memberikan ponsel Kalandra.


Kalandra membelalakkan matanya, hah? Dasha cantik? dih, nih anak pedenya udah tingkat benua kali ya.


"Yaudah gue pulang" pamit Kalandra sambil memasukkan ponselnya kembali ke dalam saku.


Kalandra pun melangkahkan kakinya keluar dari apartemen Dasha. Dasha tidak menjawab ucapan Kalandra ia hanya menatap punggung kekar Kalandra.


"Ternyata tuh cowo lembut banget mana baik lagi, tampan juga sih, gue kira dia gak paham bahasa Indonesia dari tampangnya aja blasteran bule malah fasih bahasa Indonesia mungkin dia udah lama tinggal disini, gue penasaran dimana rumahnya dan dia dari keluarga mana,aish.. kenapa gue jadi mikirin plus kepo sama tuh cowo, dahlah gue berangkat sekolah dulu" gumam Dasha, ia juga pergi dari apartemennya dan langsung memesan taxi online untuk pergi ke sekolah.


...****************...


Hana ,Alula dan Tania sudah berkumpul di tempat parkir bersama anggota Ravestrack dan anggota Devils. Sebelum masuk ke kelas masing-masing mereka menyempatkan waktu untuk mengobrol walaupun di tempat parkir, semua menatap kagum ke gerombolan geng motor apalagi banyak yang menatap iri ke arah Hana dkk yang bisa berbaur dengan kedua anggota geng motor yang terkenal di ibukota.

__ADS_1


Mereka menatap aneh ke arah Tiara yang baru saja keluar dari mobil, yang bikin mereka menatap aneh ke Tiara adalah pakaian Tiara yang kurang bahan apalagi sexy sepertinya pakaian seperti itu tidak cocok untuk di gunakan di kampus,cocoknya untuk ngej*lang di club.


Semua kedua anggota geng motor tersebut mendengus tidak suka sama penampilan Tiara, biasanya laki-laki akan tergiur dan nafsu ketika melihat penampilan cewe itu terlihat sexy dan montok tapi ini tidak berlaku bagi kedua geng motor besar ini bagi mereka kelihatan jijik rasanya ingin muntah.


Tiara berjalan mendekati Kivandra yang sedang bersama Hana, Tiara sengaja memasang wajah imut nya agar Kivandra melirik ke arah Tiara, tapi sayangnya Kivandra malah semakin fokus dengan istrinya.


 "Hai, Kivandra dan Hana kenapa kalian gak nungguin gue" ucap Tiara dengan suara centilnya.


Alula dan Tania kesal dengan tingkah Tiara ada apa dengan nih bocah kenapa jadi kek tante gir*ang.


"Lo cuman nyapa Kivandra dan Hana doang Ra? kita-kita gak lo sapa? dan lo kenapa ke kampus dengan pakaian seperti itu Tiara, lo mau kuliah atau manggung sih" ceplas ceplos Alula menatap aneh Tiara.


"Ck, sorry gue lupa, emang gak boleh gue pake baju seperti ini hah? baju gue ini jarang gue pake jadi daripada di lemari terus ya gue pake, bagus gak Kivandra?" suara Tiara dengan nada sinis.


Kivandra menelisik penampilan Tiara dari bawah sampai ke atas ia langsung menaikkan satu alisnya. "Lo mau kuliah kan? atau lo mau jual diri" kata pedas yang keluar dari mulut Kivandra. Semua yang mendengar perkataan dari Kivandra menahan ketawa rasanya ingin ketawain Tiara saat ini juga.


"Beb, jangan gitu nanti Tiara ngambek terus marah" ucap Hana dengan sedikit membela Tiara agar seperti drama sungguhan.


"Eh, Ra baju lo kayak pernah gue lihat deh, ah itu baju lo sama persis yang di pake sama si mince pengamen banci yang ada di perempatan jalan raya sana, jangan-jangan lo sama tuh mince belinya yang ada tulisan buy 1 get 1 ya Ra?" celetuk asal Abercio dengan mulut lemesnya.


Tiara geram sedari tadi dia di bully dengan perkataan pedas dari mereka, ia melirik ke Kivandra kok dia tidak membela gue dan memarahi anggotanya malah bermesraan dengan Hana. Kenapa harus Hana Hana dan Hana sih,kan gue lebih cantik dari dia. Gue harus merebut Kivandra dari Hana, masih status pacar aja masih bisa putus apalagi sudah menikah pasti bisa cerai donk! entah pikiran macam apa itu Tiara mungkin otak dia udah geser ke lutut.


"Dahlah kita ke kelas yok, nungguin Kalandra malah tuh anak gak nongol-nongol, lo yang serumah gak berangkat bareng bos sama tuh anak? kenapa berangkat nya sendiri-sendiri biasanya juga bareng" ucap Agam menoleh ke Kivandra.


"Dia masih molor jadi gue tinggal dia" bohong Kivandra ia masih ingin merahasiakan pernikahan mereka, kalau mereka mempublikasikan pernikahannya nanti musuh mereka pasti akan segera menghancurkannya dan rencana mereka akan sia-sia.


"Pantas saja, pasti dia habis mabar deh! dahlah tinggal aja tuh anak gak penting juga" ujar Abercio langsung berdiri dan ingin melangkahkan kakinya ke kelas.


Kivandra dan Hana juga beranjak dari sana berjalan menuju kelas Hana, ia akan mengantarkan Hana ke kelasnya terlebih dahulu sambil bergandengan tangan. Tiara yang melihat itu langsung geram dan hendak ingin menyusul mereka tiba-tiba tangannya di tahan oleh Adrian.


"Lo mau jadi setan diantara mereka berdua? katanya kalo ada orang yang sedang berduaan yang satunya itu setan, tapi kalo lo mau nyusul mereka ya silahkan aja. Berarti lo setannya kalo lo berdiri diantara mereka berdua" sindir Adrian dengan senyuman miring.


Ck!


Tiara kesal dan menghentakkan kakinya ke bawah, kenapa sih semua teman-temannya tidak ada yang mendukung dirinya dekat dengan Kivandra.


"Gue mau ke kelas" nada ketus Tiara dengan memberikan tatapan tajam ke Adrian setelah itu dia langsung pergi meninggalkan mereka semua.


Alula dan Tania hanya geleng-geleng melihat kelakuan aneh Tiara. Apalagi dua anggota geng motor sudah ketawa keras betapa kejamnya mulut Adrian bisanya dia ngatain Tiara setan.


...****************...


Thanks for reading 🤗🥰😍

__ADS_1


...Style Tiara ke kampus hari ini...



__ADS_2