
"Ma-maksud mama apa?" cicit Winter dengan terbata-bata.
"Mama udah tahu semuanya kalo jiwa putri satu-satunya mama sudah tiada dan Hana tiba-tiba menarik jiwa mu kedalam tubuhnya ,maafkan putri mama ya Belvia karena Hana kamu jadi berada di dalam raga putri mama. Mama sudah mengikhlaskannya hiks walaupun itu sulit, dan sekarang mama sudah menganggap mu sebagai putri mama sendiri" papar mama Lika sambil menyelipkan anak rambut Hana.
Deg!
"Ma-ma tahu darimana?" cicit Winter
"Mama dengar saat kamu berbicara sendiri dan akhir-akhir ini sikap kamu berbeda dengan dulu dan mama tanya sama bang Raka soal kamu Bel, ternyata bukan hanya mama saja yang tahu tapi bang Raka juga.Mau kan jadi anak mama walaupun jiwa kamu bukan Hana putri kandung mama." papar mama Lika.
"Mau ma, tapi mama panggil Belvia itu Hana jangan Belvia karena Belvia sudah mengikhlaskan kehidupan Belvia yang dulu dan memulai kehidupan yang baru di tubuh Hana mah" balas Winter tersenyum manis.
"Baiklah" sahut mama Lika.
Flashback on
Mama Lika hendak mengetuk pintu kamar yang kebetulan pintu kamarnya sedikit terbuka, mama Lika tidak sengaja mendengar ucapan Belvia a.k.a Hana didalam kamar dengan Raka. Detak jantung mama Lika serasa berhenti ia membelalakkan matanya mengetahui fakta yang sebenarnya jadi selama ini di tubuh anaknya itu bukan lagi jiwa Hana melainkan jiwa Belvia, lalu kemana jiwa Hana anakku ,Lalu siapa Belvia?kenapa dia masuk kedalam tubuh Hana batin mama Lika.Lalu mama Lika memundurkan langkahnya kebelakang meninggalkan pintu kamar Hana.
Setelah Raka keluar dari kamar Hana, Raka masuk ke dalam kamarnya. Mama Lika mengetuk pintu kamar anak sulungnya itu.Raka terkejut kenapa malam-malam begini mama ada di sini batinnya.
"Mama boleh masuk,bang?" tanya mama Lika.
"Boleh mah"balas Raka
Mama Lika masuk kedalam kamar anak sulungnya, ia duduk di sofa.
"Ada apa mah, malam-malam begini kekamar abang" celetuk Raka.
"Apa sebenarnya yang terjadi bang? apa benar di dalam tubuh Hana itu bukan jiwa asli Hana adek kamu bang melainkan jiwa Belvia? kalo benar lalu kemana jiwa putri satu-satunya mama itu?" rentetan pertanyaan dari mama Lika.
Deg!
Bagaimana bisa mama tahu soal itu batin Raka
"Bang?" tanya mama Lika.
Ucapan mama Lika membuyarkan kesadaran Raka.
"Ekhm, itu mah..gimana ya bang Raka jelasinnya" ucap Raka sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal itu.
"Udah bilang yang sejujurnya, mama ingin tahu semuanya" balas mama Lika.
"Baiklah mah" Raka menghembuskan nafas panjangnya.
"Yang di bilang mama itu benar, jadi didalam tubuh Hana itu jiwa Belvia bukan lagi jiwa Hana adek kandung bang Raka atau anak mama sendiri, ini semua berawal dari anak pungut itu mah yang menyebabkan jiwa Hana pergi. Yera mendorong tubuh Hana dari rooftop sekolah sebenarnya Hana sudah tak bernyawa saat itu juga tapi tiba-tiba Hana menarik jiwa Belvia ke dalam tubuhnya saat Belvia mengalami kecelakaan mobil. Hana ingin balas dendam ke Yera dengan meminta bantuan jiwa Belvia. Kata Belvia Hana nggak mungkin kembali lagi dia sudah senang di surga sana dia sudah nggak merasakan kesengsaraan lagi, abang juga punya salah banyak kepada Hana abang terlalu bodoh gampang percaya dengan omongan anak pungut itu. Bang Raka berharap mama bisa menerima jiwa Belvia yang berada di dalam tubuh Hana sebagai anak mama sendiri" jelas Raka.
Mama Lika sudah meneteskan air matanya mendengar ucapan dari Raka anak sulungnya.
"Hiks ini semua gara-gara papa, coba saja dulu papa tidak membawanya pulang dan mengangkatnya sebagai anak pasti Hana masih bersama kita bang hiks mama tidak becus menjaga putri mama hiks" isak tangis mama Lika.
Raka menghampiri mama Lika lalu memberikan pelukan hangat. Raka menepuk pelan punggung mamanya.
"Jangan menangis mah, ini sudah suratan takdir. Beruntung tubuh Hana masih ada walaupun jiwanya bukan jiwa Hana melainkan jiwa Belvia. Mama mau kan anggap dia anak mama" suara lembut Raka.
"Tanpa kamu minta mama sudah menganggap Belvia sebagai anak mama sendiri, mama sudah curiga semenjak dia bangun dari koma bang. Di lihat dari sikapnya sangat berbeda sekali, tapi mama berusaha berfikir positif" tutur mama Lika.
"Tapi papa dan Galang masih membencinya mah" cicit Raka lirih.
"Nanti mereka akan segera menyesalinya sudah menyia-nyiakan anaknya dan adek satu-satunya" mama Lika berusaha tegar.
Flashback off
...----------------...
__ADS_1
Malam hari ini perusahaan Hawthorne group mengadakan acara ulang tahun perusahaannya semua kolega bisnis dan tamu penting di undang dalam acara tersebut termasuk keluarga Hareklees, Lexander dan Bratajaya.
Sejak siang Winter alter ego jiwa Belvia tidak pulang ke mansion melainkan ke apartemennya yang dulu. Dia akan bersiap-siap untuk datang ke acara perusahaannya.
"Dimana Hana? dari siang dia belum kelihatan? kita akan segera pergi ke acara ulang tahun perusahaan Hawthorne" ucap papa Dekkan yang sudah memakai jas berwarna abu-abu.
"Hana belum pulang pah, katanya dia mau nginap di rumah Alula" balas Raka.
"Ck, anak itu selalu saja menyusahkan selalu bermain-main nggak seperti Yera setelah pulang sekolah langsung belajar nggak keluyuran terus menerus" gerutu papa Dekkan
Yera tersenyum smirk sangat tipis sekali bahkan orang lain tidak mengetahuinya.
"Marahin saja pah nanti kalo dia pulang, palingan juga dia pasti ngej*l*ng sama cowok lain pah" mulut pedas Galang.
"GALANG" sentak mama Lika.
"Jaga ucapan lo" desis Raka menatap tajam ke Galang
"Tapi benar yang di bilang bang Galang kalo kak Hana pasti pergi ke club dan menggoda om-om disana" polos Yera.
"Dan lo gak usah fitnah adek gue, kalo lo masih sayang sama nyawa lo" desis Raka.
"DIAM! anak nggak tahu diri itu nanti papah beri hukuman agar dia nggak menjadi anak pembangkang" ucap papa Dekkan.
"Pah! Hana bukan anak pembangkang, anak pungutmu lah yang menyebabkan semuanya ini" ucap mama Lika melanjutkan kalimat terakhirnya didalam hatinya.
"Sudah, kamu diam saja Lika! ayo kita berangkat ini sudah jam 7 malam" ucap papa Dekkan.
Tangan Raka mengepal erat menahan emosi rasanya ingin menonjok wajah papanya yang sudah keterlaluan.
Dengan terpaksa mereka mengikuti papa Dekkan menuju mobil.Papa Dekkan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju hotel Hawthorne.
Keluarga Lexander dan keluarga Bratajaya sudah berada di hotel Hawthorne.Kivandra dan Kalandra berkumpul dengan meja anggota inti Ravestrack.Sedangkan Tania dan Tiara berada didepan meja Ravestrack, Alula tidak datang karena dia ada keperluan jadi dengan ini Hana menjadikan alasan untuk pergi menginap ke rumah Alula.Mereka belum tahu kalau pemilik perusahaan Hawthorne adalah Belvia a.k.a Hana kecuali Kivandra dan Delvin. Sedangkan mama Lika dan Raka belum walaupun mereka sudah tahu jiwa Belvia yang berada di tubuh Hana tapi mereka tidak tahu soal identitas asli Belvia.
Semua lampu di matikan,Belvia a.k.a Hana berjalan menuju depan panggung dengan gaun mewahnya.
Tap
Tap
Tap
...~Ilustrasi Hana~...
Saat Hana sudah berada di atas panggung, semua lampu menyala.
Klak!
"Kenapa dia berada diatas sana" batin papa Dekkan dan Galang
"Ngapain Hana diatas sana, jangan bilang kalo dia..nggak mungkin" batin Yera sambil menggelengkan kepalanya.
"Hana ngapain?"batin Raka.
"Belvia eh Hana ngapain nak" gumam mama Lika .
"Bos, bu bos ngapain disana" Abercio membelalakkan matanya.
"Bu bos lagi ngereog, bedebah lo gak lihat bu bos sedang berdiri" Adrian memukul kepala Abercio
Puk!
__ADS_1
"Ya gue juga tahu ogeb! tapi gue tanya ngapain bu bos berdiri disana" balas Abercio.
"Dia pemilik perusahaan Hawthorne group" ucap singkat Kivandra membuat para sahabatnya dan Kalandra menjatuhkan rahangnya.
"Gue gak salah dengar kan bos?" celetuk Agam.
"Hm" singkat Kivandra.
"Anjay, bu bos ternyata kolongan" ucap Abercio.
Puk!
"Lo demen banget mukul gue yan" ketus Abercio.
"Abisnya lo bikin kesel gue terus, bu bos itu konglomerat bukan kolongan" dengus Adrian.
"Suka-suka gue ya, mau kolongan kek mau kong- hmmmph" ucapan Abercio di potong oleh Adrian yang sedang memasukkan cabe kedalam mulut Abercio.
Hoek!
"Bangsul, pedas ogeb!" kesal Abercio.
"Berisik" sentak Kivandra.
"Tuh, diam kalian" ucap Kalandra.
"Selamat malam semuanya, sebelumnya saya ucapkan terimakasih atas kedatangan anda semua di acara ulang tahun perusahaan Hawthorne group, langsung saja saya akan memperkenalkan diri sebagai pemilik baru Hawthorne group menggantikan ibu Belvia setelah beliau meninggal dunia.Sekian dulu perkenalkan dari saya dan silahkan menikmati jamuan dari kami sekian dan terimakasih" ucap Winter alter ego.
Deg!
Semua orang terkejut mendengar perkataan dari Hana terutama keluarga Hareklees dan Bratajaya.Apalagi Yera sudah iri dengki terhadap Hana.
"Apa aku nggak salah dengar? jadi Hana pemilik perusahaan Hawthorne group no 1 di dunia? sejak kapan dia bisa berbisnis? bukannya dia suka menghambur-hamburkan uang" monolog papa Dekkan.
"Hana pemilik perusahaan ternama? gue nggak nyangka" ucap Galang yang masih terkejut.
"Jerk! bagaimana bisa dia menjadi pemilik Hawthorne group" Yera mengepalkan tangannya.
"Astaga, jadi identitas Belvia pemilik asli Hawthorne group,kenapa gue gak tahu soal ini" gumam Raka lirihnya.
"Jadi identitas Belvia pemilik perusahaan Hawthorne group,semoga kamu bisa membalas kematian Hana nak" batin mama Lika.
"Hana pemilik Hawthorne group? kenapa gue menyia-nyiakan dia lebih memilih sampah" gumam Leon menatap kagum melihat penampilan Hana semakin cantik rasanya ingin segera memilikinya.
Sedangkan Hana sudah tersenyum miring melihat reaksi keluarga Hareklees mendengar kalau dirinya adalah pemilik perusahaan Hawthorne group.Akankah ada drama menarik setelah ini batin Hana menyeringai.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
Hari ini update 1511 kata ❤️
Thanks for reading 🤗 ❤️😘
Maaf kalo bosen skip saja ya 🤗
...----------------...
...~Kivandra~
__ADS_1
...