
...Happy Reading...
...🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂...
"Mah, gimana udah mendingan?" tanya Hana yang melihat mama Lika bersandar di kepala brankar.
"Udah sayang, gimana Galang Hana? apa Galang udah bangun?" cerca mama Lika, Hana menatap mama Lika dengan wajah sendu.
"Mama mau lihat bang Galang gak? Hana anterin mama ke sana" mama Lika langsung menganggukkan kepalanya.
"Mama sanggup jalan mah? atau Hana panggilkan suster buat bawa kursi roda buat mama" tanya Hana melihat mama Lika yang sudah duduk di tepi brankar.
"Tidak perlu Hana mama udah baik-baik saja kok, kita ke Galang mama ingin lihat, dimana Kivandra dan Kalandra Hana?" mama Lika tidak melihat Kivandra dan Kalandra di dalam ruangannya.
"Mereka udah pulang mah, Hana suruh mereka pulang dulu nanti pagi akan kesini lagi kasihan mereka gak bisa tidur disini" balasnya sambil memegang lengan mama Lika yang mau turun dari brankar.
Mama Lika hanya tersenyum tipis saja,mereka berdua keluar dari ruangan inap menuju ruangan ICU dimana Galang terbaring lemah disana dalam keadaan koma dan kaki kanannya dibalut dengan gips.
Sesampainya didepan ruangan ICU Hana berhenti sejenak dan menoleh ke mama Lika. "Mama saja yang masuk, Hana tunggu disini mah" mama Lika hanya menjawab dengan anggukan kecil.
Mama Lika masuk ke ruangan ICU sendirian dan Hana menunggu di luar ruangan karena didalam sana hanya satu orang saja yang boleh masuk kedalam ruangan ICU.
Suara mesin ekg terdengar cukup nyaring di keheningan ruangan ICU.
"Anak nakal masih betah hm tidurnya, gak mau bangun bentar lagi pagi lho,abang gak mau kuliah?mama sedih lho denger abang kecelakaan kenapa sih abang gak dengerin kata mama jangan ikut balapan motor lagi,abang gak sayang apa sama mama? mama hanya punya kalian bertiga sayang cukup Hana adek mu yang asli pergi meninggalkan kita bang,abang jangan ikutan ya masih ada Belvia adek abang yang satunya Belvia benar-benar butuh abang ,tolong bangun ya bang" ucap mama Lika yang duduk disebelah brankar Galang dengan meneteskan air matanya.
Mama Lika melihat Galang yang terbaring lemah di brankar dengan berbagai alat medis di tubuhnya betapa sesak dada mama Lika melihat anaknya yang berjuang antara hidup dan mati. Ia tidak mau kehilangan anak lagi,cukup Hana saja yang pergi untuk selamanya walaupun mama Lika juga belum bisa melupakan putri satu-satunya itu.
Mama Lika menyingkirkan anak rambut Galang yang menutupi matanya,mama Lika mengusap kepala Galang dan tersenyum tipis tanpa disadari mama Lika disudut matanya Galang mengeluarkan air mata.
"Mama keluar dulu ya bang,nanti mama kesini lagi. Cepet bangun ya bang" ucap mama Lika sambil mencium kening Galang.
Tes!
Sudut matanya Galang meneteskan air mata tanpa disadari oleh mama Lika. Mama Lika pun keluar dari ruangan ICU dan menghampiri Hana yang tengah ketiduran di kursi penunggu depan ruangan ICU.
Mama Lika yang melihat Hana tertidur di kursi ia sangat kasihan sekali rela menahan rasa kantuk demi menjaga dan menemani mamanya. Mama Lika duduk disamping Hana dan menyandarkan kepala Hana di bahu mama Lika dan juga ia memeluk tubuh Hana, Hana merasa terganggu saat tidur tiba-tiba membukakan matanya dan menoleh ke samping ternyata mama Lika sudah selesai menemui Galang.
"Tidur Hana,kamu juga ngantuk kan? sini letakan kepala kamu diatas paha mama, pake paha mama sebagai bantal" ucap lembut mama Lika.
Hana ingin protes tapi mama Lika langsung menarik lengan Hana untuk membaringkan tubuhnya di kursi dengan paha mama Lika sebagai bantalnya.
"Sudah nurut sama mama, pake jaketmu buat selimut. Kamu tidur aja di paha mama" sambung mama Lika.
"Terus mama gak tidur dong, kalo Hana tidur di paha mama"
Mama Lika berdecak," Sudah Hana nurut sama mama" mama Lika memberikan tatapan menghunus ke Hana.
"Ya mah" seketika Hana langsung nurut mama Lika.
"Good girl" ucap mama Lika sambil mengusap rambut Hana.
__ADS_1
...----------------...
Ditempat lain tanpa sepengetahuan anggota Devils dan Ravestrack, Galen diam-diam datang ke markas Alaska sendirian tanpa disadari oleh teman-teman lainnya.
Dia membawa korek dan satu dirijen bensin untuk membakar markas Alaska saat pukul 03:00 dini hari kebetulan di markas Alaska sedang kosong tidak ada penghuni didalam markas tersebut.
Galen menuangkan bensin ke sekeliling markas Alaska sebelum itu ia meretas jaringan cctv yang ada di markas Alaska agar aksi balas dendamnya lancar tanpa hambatan.
Setelah itu Galen menyalakan korek api dan tersenyum miring."Goodbye Alaska"
Dan seketika markas Alaska terbakar api mulai membesar dan mungkin saat pagi hari markas Alaska sudah roboh gara-gara kebakaran yang disengaja oleh Galen.
Setelah membakar markas Alaska Galen pergi dari sana dan ia langsung pergi ke markas Devils tidak mungkin ia kembali ke kosannya.
Sesampai di markas Devils Alvaro tengah khawatir memikirkan Galen tiba-tiba menghilang entah pergi kemana anak itu.
"Lo bisa diam gak Al, mondar-mandir udah kek setrikaan aja lo" celetuk David pusing melihat Alvaro yang sedari tadi mondar-mandir di depan pintu markas.
"Gue khawatir sama Galen dia pergi kemana, gue takutnya dia datang ke markas Alaska dan baku hantam seorang diri tanpa mengajak anggota lainnya"
"Semoga aja Galen gak gegabah dalam bertindak,mana kita hanya bertiga saja Galang masih koma dan Leon masih di Belgia belum balik lagi dan Galen tuh anak kemana sih bikin orang khawatir, jangan sampai dia benar-benar datang ke kandang musuh sendirian cari mati tuh anak,dikira stock nyawa dia ada banyak apa" gerutu David.
Tap
Tap
Tap
"Kenapa?" tanya singkat Galen.
"Lo abis darimana nyet,tuh Alvaro udah kek emak-emak nungguin anaknya gak pulang-pulang. Jangan bilang lo abis dari Alaska" ucap David memicingkan matanya.
"Hm" jawab singkat Galen lalu ia duduk di sofa.
"Kesel aing udah ngomong panjang kali lebar jawabannya tetap Hm, gini nih kalo freezer dikasih nyawa ngomong aja irit bener padahal kalo gak bayar" gerutu David.
Brak!
Alvaro menggebrakan meja David langsung terperanjat.
"Anjing lo mau bikin jantung gue gelinding apa" ucapnya sambil mengusap dadanya.
Alvaro tidak memperdulikan ucapan David ia ingin tahu apa yang dilakukan oleh Galen ke markas Alaska.
"Lo ngapain ke sana sendirian, lo mau bunuh diri hah? jangan bertindak gegabah Len, Galang masih juga belum sadar jangan lo nyusul kek Galang bisa-bisa gue tambah setres. Kita harus menyusun rencana yang matang untuk membalaskan atas kecelakaan Galang kepada mereka" jelas Alvaro.
"Tumben bijak" gumam lirih David yang mendengar perkataan Alvaro.
"Bakar Alaska" jawab singkat Galen.
"Hah" ucap David ia melongo apa yang dimaksud oleh Galen bakar? Alaska?.
Alvaro menyenggol lengan David."Apa maksudnya Galen lo tahu gak?"
__ADS_1
"Lah lo tanya gue? terus gue tanya siapa dong? gue aja gak paham sama omongan tuh freezer, kalo ngomong irit bener bikin gue mikir udah kek pelajaran fisika" sentak David.
Alvaro memutar bola mata malasnya."Maksud lo apa Len, kalo ngomong jangan di singkat disini gak ada Leon ataupun Galang yang suka menerjemahkan ngomongan lo"
"Gue abis bakar markas Alaska" jawabnya dengan jelas dan singkat.
"Hah? ya salam lo bakar markas Alaska serius?" mata melotot Alvaro dan David.
Gila!
"Didalam markas ada orang gak? kalo ada, bisa-bisanya lo bunuh orang Len" Galen hanya mengedikan bahunya saja.
Lagi-lagi Alvaro melotot bisa-bisanya Galen gak tahu ada orang atau tidak di dalam markas Alaska dan langsung membakarnya. Ini gila sih!
"Ya baguslah Galen bakar tuh markas penyok, salah sendiri main curang" ucap santai David.
Alvaro ingin mengatakan sesuatu tapi ia melihat Galen sudah melangkahkan kakinya ke anak tangga menuju kamarnya.
"Galen" panggil Alvaro
"Tidur" jawab singkat Galen tanpa menoleh ke belakang dan tanpa berhenti ia terus berjalan ke kamarnya.
Alvaro hanya berdecak kesal dengan Galen kapan dia bisa ngomong panjang gak irit bicara bikin capek harus mikir setiap dia ngomong.
"Lah, David kemana? kok udah ilang aja tuh anak" Alvaro clingak-clinguk mencari David ternyata David sudah pergi ke kamarnya yang ada dilantai bawah.
...----------------...
Ada seorang laki-laki yang barusan masuk kedalam mansionnya ia tinggal sendirian bersama beberapa maid dan satpam mansion.
"Den, tuan besar baru saja pulang dari Belanda" ucap maid melihat anak majikannya baru pulang.
"Papah pulang? akhirnya papah pulang setelah sepuluh tahun lamanya,dimana papah bi" ucap seorang laki-laki menatap bibi maid.
"Ada di ruangan kerja den"
Anak laki-laki tersebut langsung pergi ke ruangan kerja papahnya ia senang melihat papahnya kembali entah kenapa papahnya tiba-tiba pergi ke Belanda setelah ia lulus sekolah SD.
Ceklek!
"Papah" panggilnya.
Pria paruh baya menoleh ke sumber suara disana ada anak laki-lakinya yang tengah memanggil namanya. Pria paruh baya tersebut tersenyum tipis dan merentangkan kedua tangannya.
"Do you miss papa my son" suara berat barington pria paruh baya.
"Yes daddy I miss you so much" ucapnya sambil memeluk papahnya.
Maafkan papah yang udah pergi jauh darimu boy, ini semua demi keluarga kita dan papah juga terkejut kalo kamu berteman dengan pemilik Hawthorne setelah anaknya meninggal saya rasa Hawthorne akan bangkrut ternyata tidak malah ganti kepemilikan yang jauh lebih muda dari anaknya maaf papah boy,papah terpaksa memanfaatkan kamu untuk menghancurkan Hawthorne group kembali batin pria paruh baya yang sedang memeluk anaknya.
...----------------...
...Thanks for reading...
...🌈🌈🌈🌈🌈🌈🌈🌈...
__ADS_1