
🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼
Mika lari menghampiri Hana yang sudah pingsan di atas aspal.
"Hana bangun" ucap Mika sambil menepuk-nepuk pipi Hana.
Tak lama Mika mendengar suara derap langkah kaki yang menghampiri mereka.
"maaf nona kami terlambat" ucap salah satu bodyguard Brivan sambil membungkukkan badan mereka.
"Ck, singkirkan semua mayat mereka dan bawa nona Hana ke rumah sakit terdekat sekarang" perintah Mika kepada bodyguard Brivan.
"Baik nona"
Hana pun di bawa ke rumah sakit oleh Mika dan beberapa bodyguard Brivan.
"Maaf Hana kami terlambat datang kenapa lo menyuruh tuan Brivan untuk menarik semua bodyguard bayangan yang di tugaskan untuk jaga lo Hana, semoga lo gak apa-apa Hana kalo lo kenapa-kenapa gue kena hukuman tahu gak sih lo" ucap Mika dengan memangku tubuh Hana.
Mobil berhenti di depan rumah sakit Hawt hospital petugas dan suster sudah siap dengan brankar didepan pintu rumah sakit. Bodyguard dan petugas rumah sakit langsung membukakan pintu mobil dan mengangkat tubuh Hana dan meletakkannya di atas brankar.
Suster langsung mendorong brankar ke ruang IGD. Mika langsung mengikuti dari belakang, sebelumnya ia menghubungi Kivandra dan lainnya. Brivan sedang otw menuju rumah sakit. Sedangkan Darren mungkin akan terlambat ia ingin menemui seseorang terlebih dahulu.
Tap
Tap
Tap
Terdengar derap langkah kaki seseorang yang tak jauh dari sana menghampiri Mika yang tengah menunggu di depan ruang IGD.
"Gimana istri gue Mika?" tanya Kivandra ia datang bersama Kalandra dan Galang. Kivandra datang dengan wajah khawatir.
Saat Mika memberikan kabar Kivandra sedang berada di kampus ia langsung pergi setelah selesai jam kuliah sedangkan teman yang lainnya Kivandra menyuruh untuk menjaga Sagara di mansion Hawthorne, karena Galang ikut ke rumah sakit ia sangat mengkhawatirkan adeknya itu, Raka? dia tidak bisa datang ke rumah sakit posisinya dia kebetulan lagi perjalanan bisnis ke Bangkok. Kivandra tidak mungkin membawa Sagara ke rumah sakit jadi Kivandra menyuruh Abercio dan lainnya menjaga Sagara.
"Masih di tangani oleh dokter Karla, lo jangan khawatir gue yakin Hana pasti baik-baik saja hanya luka di bagian lengannya saja" ucap Mika ia ingin menenangkan pikiran Kivandra agar tidak terlalu cemas.
Kalandra menepuk pundak sepupunya itu agar lebih tenang.
Tak lama kemudian mereka mendengar suara pintu IGD terbuka dan dokter Karla keluar dari ruangan IGD.
"Dengan keluarga pasien?" tanya dokter Karla.
Kivandra langsung bangkit berdiri dan berjalan ke arah dokter Karla. "Gimana keadaan istri saya dokter?"
Dokter Karla tersenyum lebar membuat Kivandra dan yang lainnya bingung. "Selamat ya tuan muda Lexander anda sebentar lagi akan menjadi orang tua, saya harap anda dan istri anda bisa menjaga kandungannya, usia kandungan saat ini sekitar 8 minggu tuan muda, Alhamdulillah kondisi nona Hana dan kandungannya baik-baik saja"
Seketika semua orang yang di sana mencoba mencerna semua ucapan dari dokter Karla. "Maksudnya dokter, istri saya sedang hamil dok?" tanya Kivandra dengan tatapan tidak percaya sungguh beritahu gue kalau ini benar-benar nyata.
Dokter Karla pun hanya menganggukkan kepalanya saja dan tersenyum lebar. Dokter Karla pamit kepada Kivandra.
"Nona muda akan segera di pindahkan ke ruang vvip, dan luka di lengannya sudah di obati dan di jahit, kalo begitu saya pamit tuan muda kalo ada apa-apa bisa langsung hubungi saya" pamit dokter Karla langsung di jawab dengan anggukan dari Kivandra.
"Bang, coba lo tampar gue ,ini bukan mimpi kan? berarti gue bakal punya ponakan dong" ucap lirih Kalandra ia benar-benar tidak percaya kalau dirinya akan segera menjadi om muda.
Plak!
__ADS_1
Galang menampar keras pipi Kalandra. "Woi, KDPT bang lo sakit bener, lo beneran nampar gue bang mana kenceng lagi"protes Kalandra.
"Lo yang nyuruh nampar ya jadi gue tampar dong, sorry emang tenaga gue segitu, KDPT apaan tuh" ujar Galang.
"KDPT itu kekerasan dalam pertemanan bang gitu aja gak tahu" gaya songong Kalandra.
Tak hanya Kivandra saja yang merasa bahagia setelah mendengar kabar bahagia itu, Galang, Kalandra dan Mika sudah sangat bahagia sekali apalagi nanti yang lainnya mendengar kabar ini pasti mereka sama-sama bahagia. Tapi Kivandra dan Hana masih menyembunyikan status mereka dari semua orang mereka akan mengpublikkan status mereka nanti saat ulang tahun pernikahan orang tua Kivandra.
🌼🌼🌼🌼🌼
Darren menghentikan mobilnya di depan RJ group ia keluar dari mobil dan melangkahkan kakinya ke dalam RJ group.
Tap
Tap
Tap
Darren menghentikan langkahnya didepan resepsionis. Karyawan wanita yang menatap Darren sempat senyum menggoda didepan Darren namun sayangnya Darren tidak menanggapinya.
"Ada yang bisa saya bantu tuan?" tanya salah satu karyawan resepsionis dengan sedikit senyum genit.
"Saya ada perlu dengan tuan Rajendra, apa dia ada di ruangannya?" suara dingin Darren.
Karyawan wanita tersebut sedikit gugup mendengar suara dingin Darren betapa sangat berdamage tuan Darren ditambah lagi dengan suara dinginnya membuat jantung para wanita ketar ketir.
"A-ada tuan, apa tuan sudah mempunyai janji?"
"Hm, sudah boleh saya ke ruangannya"
Darren pun langsung melebarkan jalannya menuju lift.
Sedangkan karyawan resepsionis masih saja berbicara tentang tuan Darren setelah tuan Darren pergi dari sana.
"Pesona tuan Darren emang gak ada tandingannya, sudah berumur tapi masih kelihatan tampan dan sangat hot rasanya gue ingin berada di bawah tuan Darren" ucap salah satu karyawan resepsionis.
"Lo gak usah jadi pelakor deh, tuan Darren itu sangat setia sama istrinya mana istrinya cantik banget daripada lo cuman remahaan kerupuk jengkol"
"Ck, lo selalu saja tidak mendukung gue untuk mendapatkan sugar daddy" decakan kesal salah satu karyawan resepsionis.
Darren telah sampai dilantai 10 lantai khusus ruangan Ceo. Ia melebarkan langkahnya menuju ruangan Ceo.
Tok
Tok
Tok
"Masuk" suara berat Rajendra dari dalam ruangan.
Ceklek!
Rajendra menoleh ke arah pintu ia terkejut siapa yang datang ke kantornya tanpa di undang.
__ADS_1
"Darren, tumben lo datang ke kantor gue hm?" kekehan kecil Rajendra.
"Gue gak suka basa-basi, gue kesini hanya ingin memberikan peringatan kepada lo, jangan pernah sentuh menantu gue kalo lo gak mau cepat menemui malaikat maut" ancam Darren.
Prok ... Prok... Prok...
Rajendra bukannya menjawab malah bertepuk tangan. "Wow, gue gak nyangka lo sampai turun tangan dan memberikan ancaman ke sini ke kantor gue hanya gara-gara pacar anak lo itu hm? emang special apa sih yang udah lo sebut menantu lo itu? bahkan Tiara anak gue lebih baik dari pacar anak lo itu Darren, pacar anak lo itu terlalu liar dan wanita macam apa dia sukanya main senjata tajam apalagi belati dan suka balapan motor liar dia sungguh sangat tidak cocok sebagai menantu keluarga Lexander, yang cocok itu anak gue Darren dia sangat cocok bersanding dengan Kivandra bukan Hana ayah kandungnya saja doyan selingkuh dan cerai pasti dia akan mengikuti jejak ayahnya" ejek Rajendra dengan gaya sombongnya.
Bugh!
Darren mendekati Rajendra dan memberikan bogem mentah tepat di rahangnya sehingga sudut bibir Rajendra terluka mengeluarkan darah.
"Sekali lagi kalo lo menghina menantu gue, gue gak akan segan untuk merobek mulut lo itu dan membuat perusahaan lo jadi bangkrut" tatapan tajam Darren.
"Haha bangkrut? kalo lo bisa bikin perusahaan gue jadi bangkrut Ren, ingat di belakang gue masih ada orang yang lebih berkuasa lo pasti tidak akan bisa melawannya" sombong Rajendra.
Rajendra dan teman-temannya itu belum tahu siapa Darren, Agler dan Brivan sebenarnya.
"Kalo lo mau Hana aman lebih baik lo turutin apa yang gue mau kalo enggak gue akan terus membuat dia celaka" lanjutnya.
"Ck, emang lo pikir gue akan takut dan menuruti semua perintah lo Rajendra, asal lo tahu tentang anak lo itu yang namanya Tiara tidak sebaik apa yang lo katakan lebih baik lo lebih fokus mengawasi anak lo bisa jadi dia bermain dengan orang terdekat lo" setelah mengucapkan Darren langsung pergi dari sana.
Brakkkk!!!
Rajendra melemparkan semua barang yang berada di meja kerjanya. "Bastard, kenapa dia gak takut sama sekali dengan ancaman gue, apa maksudnya tentang anak gue? bermain dengan siapa? gue harus cari cara lagi agar Kivandra menikah dengan Tiara dengan begitu jaringan kekuasaan gue semakin kuat dan bertambah banyak hahaha" tawa licik Rajendra.
Sungguh miris anak dan bapak sama-sama sinting otaknya perlu di tukar tambah. 😮💨
...****************...
Dasha datang ke mansion Hawthorne saat masuk ke dalam mansion soalnya pintu mansion terbuka lebar tanpa di ada orang satupun.
Dasha shock melihat pemandangan di ruang tamu Dasha langsung menyemburkan tawanya melihat wajah anggota Ravestrack penuh dengan coretan spidol. Ini semua ulah Sagara mereka bermain dengan Sagara, demi Sagara bahagia mereka rela wajah serta badan mereka yang mulus harus tercoret dengan spidol mana Sagara memakai spidol permanen lagi. 🤣🤣🤣🤣
"Anjir, banyak badut dadakan semua disini hahaha" gelak tawa Dasha membuat para tuyul menoleh ke arah pintu.
Dasha tak pake lama ia mengambil ponsel yang berada di dalam sakunya ia langsung memvideo mereka lalu ia mengunggahnya kedalam group chat.
"Jiangkrik tenan lo ngapain rekam kita heh, hapus gak lo" protes Adrian bangkit berdiri mengejar Dasha yang tengah berlari.
"Sayangnya gue udah kirim video ke group, sorry ya ops! haha" tawa Dasha.
"Yo kejar Dasha setan yo ambil ponselnya, nih semua gara-gara setan kecil udah bikin wajah kita kek gini mana pake spidol permanen lagi" decakan dari Agam ikut mengejar Dasha, Dasha langsung menghindari dari kejaran mereka bertiga.
Sedangkan Delvin dan Sagara hanya menonton mereka berempat.
"Meleka sepelti anak TK ya om, saling kejal-kejalan"geleng-geleng Sagara sambil memakan cemilan
Delvin hanya terkekeh kecil, melihat tingkah temannya itu.
...----------------...
...----------------...
Thanks for reading 🤗❤️🤗
__ADS_1