
"Bang Kala maaf terlambat" ucap Dasha sambil nafas ngos-ngosan.
"Jangan lari,cil" balas Kalandra melihat Dasha lari ke arahnya.
"Hehe.. Dasha takut abang pergi gara-gara Dasha telat datangnya" Dasha mencebikkan bibirnya.
Kalandra mengacak-acak rambut Dasha betapa lucunya bocil yang satu ini. "Abang gak akan pernah pergi sayang" goda Kalandra.
"Aish ..apa sih bang, pake sayang-sayang segala udah berapa wanita yang di panggil sayang sama abang?" ucap Dasha menyingkirkan tangan kekar Kala dari atas rambutnya.
"Mmm...ada berapa ya?" Kalandra mengetuk-ngetuk dagunya dengan jari telunjuknya."Mungkin ada satu yang baru gue panggil sayang" lanjutnya sembari tersenyum miring.
Dasha langsung menekuk wajahnya setelah mendengar ucapan Kalandra, "Dasar buaya rawa" umpat Dasha lirih.
Kalandra pun langsung tertawa setelah mendengar umpatan dari Dasha. "Gue bukan buaya rawa ya,asal lo tahu kalo gue itu tipe cowo yang sangat setia"
"Preettt...jaman sekarang masih percaya ada cowo yang masih setia? bullshit banget deh" kekehan Dasha sembari mengejeknya.
"Gak percaya? mau bukti hm?" ucap Kalandra dengan suara beratnya.
Dasha pun tanpa di sadari langsung mengangguk sambil menatap wajah tampan blasteran Kalandra.
Kalandra semakin mendekat dengan Dasha setelah itu dia memiringkan kepalanya dan mencium bibir Dasha hanya 10 detik.
Cup!
Membuat Dasha membulatkan matanya dan tubuhnya menegang, tidak disangka Kalandra akan mencium bibirnya, sedangkan Kalandra tersenyum miring menatap wajah cengo Dasha sembari membersihkan sisa salivanya di sudut bibir Dasha menggunakan ibu jarinya.
"AHHHH.... FIRST KISS GUE ABANG" teriak Dasha tepat di dekat telinga Kalandra membuat telinga Kalandra langsung berdenging.
"Kamvret kuping gue budeg cil, kalo lo teriak mana suara lo cempreng gitu" usap-usap kupingnya sendiri.
"Habisnya abang udah berani nyuri first kiss Dasha, ini kan buat suami Dasha, nanti suami Dasha dapetnya bekas dong" ucap Dasha sembari merucutkan bibirnya.
"Hehe...tenang saja suami lo itu gak bakalan dapet bekas Dasha, malah dia udah ambil yang pertama" terkekeh kecil Kalandra melihat wajah gemesnya Dasha.
"Hah..kok bang Kala bisa tahu emang bang Kala udah tahu calon suami Dasha? siapa emang bang? Dasha ingin tahu siapa dia" ucap polos Dasha.
"Bisa-bisanya gue suka sama cewek polos modelan kayak gini sih, emang cinta itu aneh gak memandang fisik dan sifat seseorang" ucap Kalandra di dalam hatinya sembari geleng-geleng kepala.
Dasha yang melihat Kalandra yang sedang geleng-geleng kepala langsung bertanya kepadanya. "Abang kenapa? abang pusingkah?" tanya Dasha.
"Nggak kok, abang gak pusing beneran deh" balas Kalandra tersenyum manis.
__ADS_1
"Terus kenapa?" tanya Dasha sambil mengerjap-ngerjapkan matanya.
Cup!
Lagi-lagi Kalandra mencium bibir mungil Dasha, dan Dasha langsung memukul lengan kekar Kalandra.
"Aaarrgh...abang kenapa sih, demen banget nyuri ciuman bibir Dasha, kan bibir Dasha udah gak suci lagi bang" rengekan Dasha.
"Maaf bocil habisnya kamu gemesin deh, pengen gue makan" balas Kalandra dengan terkekeh-kekeh.
"Huft...emangnya Dasha ini makanan bang, Dasha kan manusia bang" protes Dasha mencebikkan bibirnya.
"Iya iya bocil... oh ya lo tadi minta ketemu sama gue, emang mau ngomong apa?" wajah serius Kalandra menatap wajah Dasha.
Deg!
Seketika Dasha menegang ia bingung mau ngomong darimana agar Kalandra paham tentang kondisi kesehatannya.
"Dasha" panggil Kalandra dengan suara berat.
Dasha mendongakkan kepalanya dan menatap wajah tampan blasteran Kalandra, Dasha menghela nafas dengan berat sekali.
"Sepertinya ada masalah yang sangat berat ya?" tanya Kalandra dengan tatapan yang serius.
Dasha pun menjawab dengan anggukan kepala. "Kalo Dasha pergi jauh abang Kala marah tidak?"
"Maaf" cicit Dasha ia langsung menundukkan kepalanya.
"Hei, Dasha kenapa bilang maaf hm?" ucap lembut Kalandra sembari memegang dagu Dasha dan mendongakkan dagunya dan menatap ke arah Kalandra.
"Dasha enam bulan lagi akan pergi dari sini bang, dan Dasha tidak akan pernah kembali lagi bang" balas Dasha dengan sedikit matanya sudah berkaca-kaca.
Kalandra yang menatap wajah Dasha seketika menarik tubuh Dasha dan memeluknya sembari mengusap-usap punggung Dasha.
"Kalo mau nangis, nangis saja gak apa-apa gue siap menjadi sandaran buat lo Dasha karena gue gak suka melihat lo meneteskan air mata" ucap Kalandra dengan suara serak
Dasha seketika langsung menangis sesenggukan di pelukan Kalandra sedangkan Kalandra menepuk-nepuk punggung Dasha memberikan ketenangan baginya.
Setelah beberapa menit kemudian Dasha sudah tenang dan telah berhenti menangis, Kalandra pun merenggangkan pelukannya dan menatap wajah memerah Dasha akibat menangis barusan, apalagi hidungnya sangat merah.
Kalandra mengusap sisa air mata yang ada di pipi chubby Dasha.
"Udah?" tanya Kalandra , Dasha pun menjawab dengan anggukan kepala.
__ADS_1
"Jangan menangis lagi ya janji ini tangisan yang terakhir, oke?" suara serak Kalandra.
"I-iya bang,tapi maaf Dasha gak bisa menepati janji bang" ucap Dasha dan di teruskan dalam hatinya.
Kalandra mengacak-acak rambut Dasha betapa gemasnya bocil ini. "Yaudah kalo belum siap buat bercerita gak apa-apa kok, abang akan selalu siap menunggu lo bercerita"
Dasha langsung geleng-geleng kepala ia tidak mau menundanya lagi. "Bang Dasha sakit" ucap lirih Dasha.
"Sakit?" beo Kalandra.
"Iya Dasha lagi sakit bang" balas Dasha.
"Sakit apa Dasha? lo sakit demam atau pilek hm?" suara berat Kalandra.
"Bukan bang, Dasha sakit kanker darah" jawab Dasha dengan sedikit takut.
Deg!
Seketika tubuh Kalandra mematung mendengar perkataan dari Dasha.
"Gue gak salah dengar kan Dasha? atau lo salah ngomong? Kalandra mencoba memastikannya kembali, semoga saja dia saja mendengar atau Dasha salah ngomong.
Dasha langsung geleng-geleng kepala."Dasha nggak salah dengar bang, dan Dasha juga nggak salah ngomong kok, Dasha emang terkena kanker darah udah stadium tiga bang dan umur Dasha tinggal enam bulan lagi" ucap Dasha dengan wajah sendunya.
Tes!
Seketika air mata Kalandra menetes membasahi pipinya dan Kalandra meraup wajahnya dengan kasar.
"Aaarrghhhhhhhh....kenapa lo baru ngomong sekarang Dasha" pekik Kalandra membuat Dasha langsung menangis, Kalandra seketika sadar melihat Dasha menangis ia langsung menarik tubuh Dasha dan memeluknya.
"M-maaf" cicit lirih Kalandra sembari menangis dalam diam.
Setelah itu Kalandra merenggangkan pelukannya dan menatap wajah sendu Dasha."Abang akan bantu lo buat sembuh dari penyakit jahanam itu, abang yakin lo pasti akan segera sembuh Dasha"
Dasha pun menggelengkan kepalanya. "Dasha gak bisa sembuh bang, umur-
"Ssstt...jangan bilang seperti itu lagi Dasha gue gak suka, kita sama-sama berjuang ya buat menyembuhkan penyakit lo itu" Kalandra menyela kalimat Dasha sembari menempelkan jari telunjuknya ke bibir Dasha.
Tes!
Darah keluar dari hidung Dasha seketika Kalandra di buat panik. "Dasha hidung lo keluar darah banyak" pekik Kalandra.
Brug!
Setelah itu Dasha jatuh pingsan di pelukan Kalandra, Kalandra langsung shock dan panik melihat Dasha pingsan.
__ADS_1
"Dasha" pekik Kalandra.