Transmigrasi Belvia

Transmigrasi Belvia
82


__ADS_3


...Happy Reading...


...🔪🔪🔪🔪🔪🔪🔪🔪...



Di gedung yang menjulang tinggi disinilah seorang pria paruh baya menghentikan mobilnya didepan perusahaan Bratajaya group.


Pria paruh baya keluar dari mobil dan melangkahkan kakinya ke dalam gedung Bratajaya group.


Tap


Tap


Tap


Pria paruh baya menghentikan langkahnya didepan resepsionis ia bertanya kepada karyawan resepsionis untuk menanyakan pemilik perusahaan Bratajaya group.


"Nona, apa tuan Ghani ada?" tanya pria paruh baya dengan penampilan jas hitam dan celana hitam.


"Tuan Ghani ada di ruangannya tuan,apa tuan sudah ada janji?" balas karyawan resepsionis.


"Sudah, saya boleh langsung ke ruangan presdir Ghani?"


"Boleh silahkan tuan" jawabnya sambil tersenyum kepada pria paruh baya.


Pria paruh baya tersebut langsung menganyunkan kakinya ke ruangan presdir yang ada di lantai paling atas sendiri.


Ting!


Bunyi lift telah tiba di lantai paling atas pintu lift terbuka dan pria paruh baya langsung melangkahkan kakinya pergi menuju ruangan presdir. Setelah sampai didepan pintu ruangan presdir ia mengetuk pintu.


Tok


Tok

__ADS_1


Tok


"Masuk" suara berat seseorang dari dalam ruangan.


Ceklek!


Pria paruh baya membukakan pintu dan berdiri di ambang pintu ruangan presdir. Ghani menoleh ke arah pintu ingin melihat siapa yang datang, Ghani terperanjat melihat seseorang yang sudah lama ia tidak melihatnya. Ghani langsung berdiri dan menyambut temannya itu.


"Sam" panggil Ghani berjalan menghampiri Sam memberikan pelukan hangat kepada Sam.


"Apa kabar lo kapan lo pulang dari belanda? lo harusnya gak perlu melarikan diri ke belanda, gue aja masih tetap disini untungnya polisi tidak menemukan bukti apapun untungnya kita bermain bersih tanpa debu sekalipun" ucap Ghani sambil mempersilahkan duduk Sam.


Sam pun duduk di sofa yang ada di ruangan itu.


"Lo mau minum apa Sam?" tanya Ghani kepada Sam.


"Wine pake es kalo ada, cuaca di Indonesia sangat panas jadi perlu yang segar" balasnya.


"Oke" Ghani mengambilkan Wine di lemari dekat meja kerjanya, dan ia juga mengambil dua gelas untuknya dan untuk Sam.



"Bagaimana kabar lo kawan" tanya Sam sembari meneguk satu sloki wine.


"Ya seperti yang lo lihat Sam, sepertinya ada yang ingin lo katakan" Ghani menatap wajah Sam sepertinya dia ingin mengatakan sesuatu padanya.


"Apa lo tahu dimana Dekkan berada? gue cari dia gak ketemu dimana dia"


"Aish, gue lupa beri tahu lo tentang Dekkan" membuat Sam mengernyitkan dahinya.


"Ada apa dengannya Ghan" tanya Sam ingin segera mengetahuinya.


Ghani menghela nafas dengan berat."Dia depresi berat dan stroke dia sekarang ada di rumah sakit jiwa dan Dekkan juga sudah bercerai dengan Lika".


Sam membulatkan matanya mendengar ucapan dari Ghani."Lo gak bercanda kan? kenapa bisa terjadi sama Dekkan dan kenapa dia bercerai?" cerca Sam dengan berbagai macam pertanyaan.


"Panjang deh ceritanya,nanti gue ceritain ke lo kalo ada waktu panjang,itu juga karena kebodohan Dekkan sendiri" balas Ghani menyalahkan sikap bodohnya Dekkan.

__ADS_1


"Apa dia benar-benar gila Ghan, gue takut kalo dia menceritakan kasus masa lalu yang melibatkan kita kepada orang lain, bisa-bisanya kita akan ketahuan dan masuk penjara. Kita harus membunuh Dekkan sebelum orang lain mengetahuinya dan juga Hawthorne group sekarang di pimpin sama temannya Belvia besar kemungkinan bisa jadi temannya itu mengetahui kasus pembunuhan keluarga Hawthorne Ghan" papar Sam yang mulai ketakutan kalau suatu saat kasus 10 tahun yang lalu itu terbongkar.


"Tenang, gue kenal sama pemilik Hawthorne group dia adalah temannya Leon yang hampir saja menikah dengan Leon, namanya Hana gue rasa dia tidak akan mengetahui kasus itu karena gue tahu anak itu Sam dia gak terlalu pintar dan gak mungkin menyelidiki kasus 10 tahun yang lalu, asal bukti-buktinya sudah kita singkirkan dengan bersih dijamin dia gak akan tahu Sam dia hanya mengurus perusahaannya saja gak lebih" jelas Ghani.


"Kenapa Leon batal menikah dengannya, kalo saja Leon tidak batal pasti Hawthorne group ada di genggaman kita Ghani, lo bodoh sekali. Atau kita harus membujuk Leon agar menikah dengan Hana kembali, dimana Leon sekarang"


Sebenarnya Ghani juga ingin menikahkan Leon dengan Hana agar Hawthorne bisa menjadi milik keluarga Bratajaya tapi dia keduluan sama keluarga Lexander yang memiliki kekuasaan diatas keluarga Bratajaya. Jadi dia tidak bisa apa-apa kecuali ada dukungan dari keluarga yang setara dari Lexander.


"Tapi sekarang Hana adalah calon menantu dari keluarga Lexander Sam, gue gak bisa apa-apa lo tahu sendiri bagaimana kekuasaan dan kekuatan dari keluarga Lexander itu mereka terkenal keluarga yang sangat kejam dikalangan para musuhnya. Bisa-bisanya keluarga gue dibantai oleh keluarga Lexander Sam" jelas Ghani ia tidak mau mengorbankan keluarganya.


Sam hanya berdecak kesal ia harus memikirkan sesuatu untuk menghancurkan Hawthorne group.


"Kita pikirkan itu nanti Ghan, yang penting lo suruh Leon mendekati Hana lagi sampai Hana kembali suka sama Leon begitu dia suka dan cinta dengan begitu Hana akan terlepas dari Lexander kita bisa dengan mudahnya menghancurkan Hawthorne group, gue yakin anak itu tidak pintar tapi bodoh" senyum miring Sam.


"Hm, nanti gue bicarakan dengan Leon minggu depan Leon akan sampai di Indonesia katanya ia ingin pindah ke kampus Lexander entah kenapa dia tiba-tiba ingin pindah kuliah di Indonesia malah tidak betah di Belgia"


"Nah, itu bagus buat melancarkan rencana kita kalo Leon kuliah di Indonesia, nanti kita akan berdiskusi lagi dengan Bara, tunggu Bara pulang dari perjalanan bisnisnya"


Benar juga apa yang dikatakan oleh Sam dengan begitu gue bisa menguasai harta Hawthorne group batin Ghani senyum smirk.


...****************...


"Besok bawa Dekkan ke markas ingat jangan sampai ada yang tahu alihkan semua cctv yang ada di rumah sakit jiwa" perintah Brivan kepada anak buahnya.


"Siap pak bos" balas serentak anak buah Brivan.


Brivan saat ini sedang berada di bangunan tua yang ia sebut markas Cosa Nostra ,markas tersebut dibangun sejak ia masih SMA bersama Darren ayah kandung Kivandra dan ada lagi satu yang ikut bergabung dengan Brivan dan Darren,dia masih ada di Australia belum bisa pulang ke Indonesia.


Brivan sama halnya dengan Darren sama-sama kejam tidak pandang bulu dengan musuhnya entah dia laki-laki atau perempuan langsung mereka tebas hingga tak tersisa jika mereka benar-benar mengusik kehidupan Brivan dan Darren. Beda dengan yang satunya kejam tapi masih punya jiwa manusiawi, tapi sekali dia kesal dia akan langsung menembakkan peluru ke tubuh musuhnya.



Brivan sedang menyelidiki siapa yang ikut dalam sabotase kecelakaan yang merenggut nyawa istrinya,dan sopir pribadinya 10 tahun yang lalu, untungnya dirinya dan Belvia selamat dalam kecelakaan maut tersebut mungkin ini takdir dari Tuhan untuk bisa mengungkapkan kebenaran kasus 10 tahun yang lalu.


Brivan memerintahkan kepada anak buahnya untuk membawa Dekkan ke markas, ia ingin mengintrogasi Dekkan apa yang terjadi saat itu dan siapa dalang semuanya dibalik tragedi kecelakaan maut dirinya. Setelah ia mengetahui siapa saja yang ikut andil Brivan akan membunuh Dekkan karena dipastikan seseorang akan mencari keberadaan Dekkan sebelum itu terjadi Brivan terlebih dahulu membunuh Dekkan.


......................

__ADS_1


__ADS_2