
Saat ini di kediaman nenek Hana semua sedang menikmati sarapan pagi di meja makan hanya ada suara dentingan sendok.Mama Lika masih enggan untuk pulang ke mansionnya apalagi disana masih ada mantan sahabatnya.
"Nyonya besar di luar sana ada tuan Dekkan nyonya" Bibi Iyem berjalan menuju meja makan.
Semua menghentikan aktivitas sarapannya dan menoleh ke arah Bibi Iyem,Mama Lika hanya menghela nafas mendengar suaminya datang lagi kesini.
"Usi-
"Biar aku saja mah yang nemuin mas Dekkan" mama Lika menyela kalimat Nenek Fitria.
Sedangkan Raka, Galang dan Hana saling melirik satu sama lain, mereka cemas dengan mamanya takut terjadi keributan di pagi hari.
Tap
Tap
Tap
Mama Lika berjalan menghampiri Dekkan yang sedang duduk di ruang tamu.
"Ada apa mas datang kesini" to the point Lika yang masih berdiri didepan Dekkan.
Dekkan langsung menoleh ke Lika dan beranjak dari tempatnya.
"Mas kesini untuk menjemput kamu dan anak-anak pulang ke rumah kita Lika" balas Dekkan menatap rindu wajah Lika.
Dekkan sangat merindukan istrinya ia sudah berulang kali membujuk Lika agar pulang bersamanya,tapi sayangnya Lika tetep kekeh tidak ingin pulang kalau Melisa masih ada di mansion nya.
"Mas aku udah kasih tahu kalo jawaban aku akan tetap sama dengan yang kemarin, kalo kamu belum juga mengusir Melisa aku dan anak-anak gak akan pulang ke rumah. Kamu kenapa membawa mereka ke mansion kita dan memberikan tumpangan kepada mereka tanpa izin aku mas?" cerca Lika,ia sudah gedek sama kelakuan Melisa kemungkinan dia punya rencana untuk menghasut dan merebut suaminya seperti dulu dia merebut mantan pacarnya.
Tanpa mereka sadari di balik tembok ada tiga tuyul yang sedang menguping siapa lagi kalau bukan Raka,Galang dan Hana.
"Ck, kenapa anaconda masih aja numpang di rumah kita" Galang mencebik kesal mendengar kalau Melisa dan putrinya masih saja numpang di rumahnya.
"Sepertinya papa menyembunyikan sesuatu dari kita jadi kenapa papa gak mengusir mereka dari rumah kita" tebak Raka sambil menatap tajam papanya.
"Emang apa bang?" tanya Hana yang berpura-pura tidak tahu apa-apa.
"Entahlah, nanti abang akan selidiki itu"
Back to Dekkan...
Dekkan meraup seluruh wajahnya ia merasa frustasi Dekkan benar-benar bingung saat ini ia ingin mengusir wanita itu tapi ia tidak bisa mengusirnya begitu saja karena ia sudah janji kepada Melisa. Dekkan pikir kenapa Lika masih saja dendam dengan Melisa menurutnya Melisa sudah berubah bukan Melisa seperti dulu lagi.Dekkan ingin menyuruh Lika untuk berdamai dan memaafkan kesalahan Melisa tapi dia tetap kekeh akan membenci wanita ular itu wanita yang jago manipulasi semua keadaan.
"Tolong berdamailah sama masa lalu Lika, maafkan Melisa mungkin dia sudah berubah menjadi lebih baik dari yang dulu Lika" ucap Dekkan berharap penuh kepada Lika semoga dia mau memaafkan Melisa.
"Sekali gak ya tetap enggak mas, kamu kenapa tetap kekeh memintaku untuk memaafkannya?apa Melisa memberikan sesuatu yang sangat berharga kepadamu mas?" tebak Lika memicingkan matanya.
"Tidak Lika dia tidak pernah memberikan sesuatu kepada mas, mas pernah dibantu sama dia jadi mas hanya sekedar balas budi saja Lika dan dia juga bersikap baik kepada mas Lika mas yakin Melisa tak akan bersikap jahat lagi kepadamu"
"Oh jadi kamu sangat berharap mas kalo Melisa memberikan sesuatu kepada mu gitu?selalu saja kamu membela wanita ular itu mas dan aku masih bingung sama kamu mas kenapa kamu selalu bersikap ketus kepada Hana anak kandungmu sendiri dia butuh kasih sayang seorang ayah bukan sikap jahat dari ayahnya sendiri mas gak abis pikir aku sama kamu mas kamu bisa bersikap lembut sama anak pungut kamu itu tapi kenapa kamu gak bisa bersikap lembut dengan anak kandung mu sendiri mas" papar Lika dengan menahan rasa emosi dan kesal.
"Shitt, bukan seperti itu Lika-
Lika mendorong tubuh Dekkan keluar dari rumah orang tuanya.
"Sudahlah mas lebih baik mas Dekkan keluar dari mansion ini jangan lagi kesini lagi sebelum mas mengusir wanita ular itu" bentak Lika.
Brak!
Lika menutup pintunya dengan keras membuat Dekkan yang berada di luar terperanjat.
"LIKA" teriak Dekkan dari luar pintu sambil menggebrak pintu secara brutal.
Brak!
Brak!
Brak!
Sedangkan dibalik pintu Lika meneteskan air matanya rasanya seperti dejavu saat waktu Lika bersama Juan Gautama disaat Melisa juga merebut Juan darinya. Kenapa Melisa selalu merebut apa yang Lika miliki.
__ADS_1
Ketiga tuyul melihat kejadian seperti itu semuanya merasa kasihan kepada mamanya didalam benak mereka betapa bodohnya papa terhasut omongan wanita berkepala dua itu.
Boleh tukar gak papah Dekkan dengan papah Lee Jong Suk gedek banget deh gue monolog batin Hana.
Rasanya pengen gue jual tuh papah ke toko ijo batin Galang.
Hati mama pasti sakit banget mama pasti takut kalau kejadian masa lalu terulang kembali batin Raka.
Mereka sama-sama tengah sibuk dengan pikirannya sendiri.
Merasa usahanya sia-sia saja Dekkan membalikkan badannya dengan lunglai kembali ke mobil rasanya berat sekali pulang sendiri tanpa istri dan anak-anaknya.
"Tuan kok udah pulang gak jadi bertemu dengan nyonya Lika" ucap satpam mansion yang melihat Dekkan berjalan keluar gerbang dalam keadaan kusut.
Dekkan tak menghiraukan perkataan satpam mansion ia terus melangkahkan kakinya ke mobil.
Kasihan banget tuan Dekkan gak berhasil membawa pulang istri dan anak-anaknya batin satpam sambil geleng-geleng.
Dekkan menancapkan gas mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju mansion Hareklees.
Dekkan tidak menyadari bahwa ponselnya tertinggal di meja ruang tamu mansion Nenek Fitria.
Dekkan telah sampai didepan gerbang mansionnya, satpam rumah langsung membuka gerbangnya.Mobil langsung masuk ke pekarangan mansion ia memakirkan mobilnya di garansi.
Dekkan keluar dari mobil dan menutup pintu mobil lalu ia berjalan menuju pintu mansion.
Ceklek!
Dekkan butuh minuman untuk meredakan emosi nya saat ini, tanpa berlama-lama Dekkan langsung berjalan ke arah dapur.
Disana ada Melisa sedang duduk di meja makan sambil menikmati buah anggur layaknya nyonya pemilik mansion.
"Darimana mas?" ucap Melisa melihat Dekkan datang.
Dekkan menghela nafasnya lalu menarik kursi yang ada didepan Melisa ia ikut duduk disana.
"Habis bujuk Lika untuk kembali kesini" ucap Dekkan dengan nada lesu.
"Aku ambilkan minum ya mas biar mas gak lesu lagi" ujar Melisa langsung beranjak dari tempatnya ia berjalan menuju dispenser untuk mengambil air minum.
Melisa menyeringai menatap segelas air di depannya, tanpa ba-bi-bu Melisa memasukan bubuk pe*rangsang kedalam air minum lalu ia aduk-aduk agar Dekkan tidak curiga.
"Minum dulu mas biar segeran dikit" ucap Melisa menyodorkan segelas air minum di atas meja makan.
"Hm thanks Mel"
Glek!
Sudut bibir Melisa terangkat sedikit melihat Dekkan meminum air tersebut.
Tidak menunggu lama Dekkan merasakan seluruh tubuhnya gerah dan panas seperti ada sesuatu didalam tubuhnya.
Sepertinya obat itu udah bekerja batin Melisa melihat Dekkan membuka kancing kemeja hitamnya.
"Kamu kenapa mas?" Melisa berpura-pura polos.
"Badan aku gerah dan panas Mel, apa AC nya kurang dingin"
ucap Dekkan sambil melepaskan kemeja hitam dari tubuhnya.
Glek!
Melisa menelan salivanya ia melihat badan atletis Dekkan walaupun ia sudah berumur tapi Dekkan selalu menjaga tubuhnya agar tetap sehat dan kuat apalagi Dekkan memiliki delapan roti sobek daripada anak-anak laki-laki nya yang hanya memiliki enam roti sobek.
"Lika" panggil Dekkan, Dekkan menatap Melisa seolah Melisa adalah Lika.
Dekkan melihat tubuh Melisa sangat sexy apalagi dua balon seperti meronta-ronta ingin di keluarkan dari sangkarnya.
"Sejak kapan kamu kelihatan sexy Lika" rancau Dekkan berhalusinasi jika Melisa adalah Lika.
"Mas aku Melisa bukan Lika istrimu mas" Melisa masih berdiri di samping Dekkan yang masih duduk.
__ADS_1
Dekkan langsung berdiri dan menarik tengkuk Melisa dan menciumi bibir Melisa, Melisa berpura-pura memberontak padahal dalam hatinya ia bersorak kegirangan rencananya kali ini berhasil sebentar lagi ia akan tidur dengan Dekkan dengan ini pasti Dekkan akan menikahi dirinya dan menceraikan istrinya yang gak berguna itu.
"emmmmh.." desah Melisa dengan mengalungkan kedua tangannya ke leher Dekkan.
Tangan Dekkan sibuk membuka kancing daster Melisa sambil menciumi bibir Melisa.
Dekkan langsung berpindah menciumi leher putih mulus Melisa dengan memberikan tanda kepemilikan disana.
Tak lupa tangannya menjama*hi kedua balon tersebut membuat Melisa mendesa*h kenikmatan atas permainan Dekkan.
Dekkan mengangkat tubuh Melisa untuk duduk di atas meja makan.
Dekkan merentangkan kedua kaki Melisa dengan lebar agar tongkat sakti Dekkan leluasa masuk ke dalam goa surgawi.
Keadaan Melisa saat ini tanpa sehelai benang atau dalam keadaan naked sedangkan Dekkan setengah naked hanya bagaian atas doang yang naked.
Saat hendak memasukkan tongkat saktinya tiba-tiba dihentikan oleh suara teriakan yang Dekkan rasa familiar dengan suara itu.
Melisa sudah tahu kalau yang teriak itu adalah Lika tapi ia berpura-pura tidak mengetahuinya.
Dekkan menoleh kebelakang ia terperanjat melihat Lika dan Raka sudah berdiri disana, Dekkan kembali menatap perempuan yang ada didepannya. Dekkan langsung shock ternyata Melisa bukan Lika yang hampir saja ia tiduri.
Dekkan langsung memundurkan langkahnya dan meresletingkan celananya kembali dan memungut kemejanya yang ada di lantai.
"L-lika mas bisa jelasin" ucap Dekkan dengan nada gagap
"Tutup mata mu bang" Lika menyuruh Raka untuk menutup matanya agar tidak ternodai oleh adegan panas itu tapi sayangnya sudah sangat terlambat entah bagi Raka ini musibah atau Jack pot baginya.
Lika langsung lari ke arah Melisa melemparkan bajunya ke arah Melisa.
Plak!
Plak!
Lika menampar keras Melisa dan suaminya, kedua kalinya hati Lika amat terasa sakit sekali dan kedua kalinya mantan sahabatnya menghancurkan hidup Lika lagi.
"Lika"ucap Dekkan lirih
Tadinya Lika dan Raka kesini hanya ingin mengembalikan ponsel Dekkan tapi sayangnya mereka malah melihat tontonan adegan panas di mansionnya sendiri.
"Mas kita cerai, besok aku urus perceraian kita dan kamu Melisa selamat udah dua kali menghancurkan hidup ku" setelah mengatakan itu Lika langsung keluar dari mansionnya ia sangat tidak sanggup lagi berada di dalam mansion.
"LIKA" teriak Dekkan.
Dekkan ingin mengejar Lika namun langkahnya di hentikan oleh Raka.
Raka meninju rahang Dekkan berkali-kali dan meninju perut Dekkan hingga Dekkan terjatuh ke lantai.
"Mulai sekarang hubungan anak dan ayah putus, Raka tidak mau lagi mengakui tuan Dekkan adalah papah kandung Raka sendiri dan jangan harap bisa menginjakkan kaki ke mansion Nenek Fitria dan juga jangan ganggu mama"
Raka menoleh ke arah Melisa yang sedang menutupi badannya dengan bajunya.
"Dan lo sangat murahan sekali dan gatal dengan suami orang, gue harap karma akan segera datang menjemput lo"
Setelah itu Raka pergi dari sana dan menyusul mamanya yang udah ada didalam mobil.
Hati Raka hancur berkeping-keping melihat kelakuan papa kandungnya yang selama ini ia banggakan.
Papanya berselingkuh bahkan berhubungan badan didepan matanya sendiri ini sungguh memuakkan.
Tanpa mereka ketahui ada seseorang dibalik layar pengintai seseorang tersenyum miring melihat kejadian tersebut.
"Nikmatilah hidup lo sebelum gue kirim ke jurang neraka b*tch"
Akhirnya aku berhasil memisahkan mereka berdua batin Melisa menyeringai tipis sekali.
...----------------...
Maaf kalo episode kali ini penuh dengan umpatan dan emosi para readers hehehe 😁✌️ ...
Happy Reading
...~Hana~...
__ADS_1