
Happy Reading
🏍️🏍️🏍️🏍️🏍️🏍️🏍️
Hana merebahkan punggungnya di sandaran sofa sambil menemani mama Lika menonton TV sembari menunggu Galang pulang dari balapan motor,Hana tadinya ingin ikut melihat Galang tanding balapan motor dengan ketua Alaska tapi ia tidak mau mama Lika kesepian di rumah sendirian meskipun ada para maid dan satpam di rumah.Kasihan kalau ditinggal anaknya pergi semua dan tidak ada yang menemaninya,terpaksa Hana mengalah dan menemani mama Lika. Rasanya dejavu seperti dulu lagi sebelum mommy dan daddy Belvia meninggal ia selalu menemani mereka menonton TV saat malam hari,tanpa disadari air mata Hana menetes membasahi pipinya.
Tes!
"Kamu nangis Hana?" tanya mama Lika menoleh ke samping Hana yang duduk bersebelahan.
"Ah, enggak mah ini kelilipan debu mah jadi keluar air mata"dusta Hana ia nggak mau membuat mama Lika sedih.
"Jangan dikucek makanya jadi keluar airnya kan,sini mama tiupin biar debunya hilang" ucap lembut mama Lika.
"Udah gak ada debunya mah, Hana udah gak apa-apa kok"ucapnya sambil senyum tipis.
Tiba-tiba ponsel Hana berbunyi...
Drrrttt... drrrttt....
"Alhamdulillah kalo udah ilang, ponsel kamu bunyi tuh siapa tahu dari Kivandra" ucap mama Lika beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju dapur namun saat berjalan tidak sengaja mama Lika menyenggol figura foto Galang dan terjatuh ke lantai.
Pyar!!
Hana belum sempat membuka ponselnya tiba-tiba di kejutkan oleh suara pecahan kaca sama halnya mama Lika jantungnya langsung berdegup kencang setelah melihat figura foto Galang terjatuh ke lantai.
"Mama" teriak Hana langsung lari menghampiri mama Lika yang sedang memegang dadanya yang terasa nyeri.
Hana memapah mama Lika untuk duduk di kursi meja makan dan memberikan minuman air putih agar mama Lika tenang dan tidak shock lagi.
"Mama duduk dulu dan minum air putih mah biar tenang, Hana mau bersihin pecahan kaca dulu" pinta Hana sambil mengusap punggung mama Lika.
Tangan Hana dicekal oleh mama Lika."Hana perasaan mama kenapa jadi gak tenang begini coba kamu hubungi bang Galang sama bang Raka,mama takut kalo mereka terjadi sesuatu".
"Iya nanti Hana hubungi abang Galang dan abang Raka mah, Hana beresin ini dulu ya mama duduk aja jangan kemana-mana mah" pintanya kepada mama Lika yang diangguki oleh mama Lika.
Hana pun langsung membersihkan pecahan kaca figura foto Galang yang berserakan di lantai.
"Apa yang terjadi sama lo bang" gumam lirih Hana.
Lagi-lagi ponsel Hana berbunyi saat Hana tengah membersihkan pecahan kaca.
Dddrrtt....ddrrrrrtt...
"Hana ponsel kamu bunyi, coba kamu lihat siapa tahu dari abang kamu" ucap mama Lika.
Hana langsung membuang pecahan kaca ke dalam plastik hitam lalu membuangnya ke tempat sampah, setelah selesai Hana langsung menghampiri mama Lika yang ada di ruang tengah.
"Ada apa mah?" tanya Hana yang baru saja datang dari arah dapur.
"Ponsel kamu bunyi siapa tahu dari abang kamu" ucapnya sambil menunjuk ke sofa dimana ponsel Hana ada disana.
"Dada mama masih nyeri mah? atau mau ke rumah sakit mah"sambung Hana sambil berjalan ke arah sofa.
"Tidak perlu Hana nanti juga reda sendiri" tolak mama Lika ia tidak mau merepotkan anak-anaknya.
Hana duduk disofa dan membuka pesan chat dari Kivandra.
Kivandra:
Galang ada dirumah sakit Hawthorne sekarang buruan kesini.
Deg!
Hana mematung setelah membaca chat dari Kivandra apa yang terjadi kenapa Galang ada di rumah sakit? bagaimana Hana bilang kepada mama Lika kalau Galang ada di rumah sakit,kondisi mama Lika saat ini sedang tidak baik-baik saja dada mama Lika masih kelihatan nyeri dilihat dari mama Lika sedang memegang dadanya sambil meringis. Hana sangat bingung sekali saat ini.
"Ada apa Hana" ucap mama Lika saat Hana terus saja menatap kearah mama Lika.
"Eum...anu mah" ucap Hana dengan menggaruk tengkuknya.
"Anu apa Hana ngomong yang jelas mama gak ngerti kamu ngomong apa"
Gimana mau jelasinnya gue benar-benar takut kalau dada mama Lika tambah nyeri, duh gimana dong!
"Hana" tegur mama Lika membuyarkan lamunan Hana.
__ADS_1
"Ah, iya mah kita ke rumah sakit sekarang mah" ucap Hana langsung mengajak mama Lika ke rumah sakit.
Mama Lika langsung menampilkan wajah bingung ada apa ini kenapa Hana malam-malam begini ngajak ke rumah sakit.
"Nyeri dada mama udah mendingan Hana gak perlu ke rumah sakit" tolak mama Lika.
"Syukurlah kalo udah mendingan tapi bukan itu yang Hana maksud, tapi bang Galang masuk rumah sakit kata Kivandra barusan"
Mama Lika langsung membulatkan matanya ia sangat shock mendengar perkataan dari Hana, badan mama Lika langsung oleng untungnya Hana langsung menahan tubuh mama Lika agar tidak terjatuh.
"Mama nggak apa-apa? mama istirahat aja ya biar nanti bibi yang menemani mama, Hana akan ke rumah sakit dulu nanti kalo mama udah mendingan mama bisa ke rumah sakit nanti Hana temani" Hana benar-benar khawatir dengan keadaan mama Lika saat mendengar Galang masuk ke rumah sakit.
"Mama baik-baik saja Hana,ayo kita ke rumah sakit sekarang kamu coba hubungi bang Raka" pinta mama Lika.
"Apa mama yakin mau ikut Hana ke rumah sakit mah?" tanya sekali lagi Hana.
"Iya Hana, anterin mama ke kamar mama mau ganti baju dulu" ucapnya.
"Baik mah" balas Hana ia pun memapah mama Lika pergi menuju kamar mama Lika.
...----------------...
Sedangkan disisi lain tepatnya di rumah sakit mereka sedang menunggu di depan ruang operasi Galang sedang di tangani oleh dokter Karla.
Bugh!
Galen meninju tembok rumah sakit dengan keras.
"Ini semua salah gue coba saja kalo gue gak menerima ajakan dari Alaska pasti Galang saat ini sedang baik-baik saja" Galen meraup seluruh wajahnya secara kasar.
Semua anggota inti Devils dan anggota inti Ravestrack duduk dan menunggu didepan ruangan operasi.
Alvaro melihat Galen meninju dinding rumah sakit ia langsung berdecak kesal tidak ada gunanya dia meninju dinding Galang nasi sudah menjadi bubur.
"Stop Len, lo malah menyakiti dirimu sendiri lebih baik kita berdoa semoga Galang baik-baik saja dan nanti kita balas mereka atas kecelakaan ini" sergah Alvaro menghampiri Galen yang ingin meninju dinding lagi.
"Yang dibilang Alvaro itu benar lebih baik lo duduk dan berdoa jangan bikin tangan lo terluka" sambung Adrian.
"Hm, udah" balas singkat Kivandra.
"Delvin dan Agam sedang menyelidiki arena balap motor semoga ini benar sesuai dugaan kita kalo mereka benar-benar curang" ucap Abercio.
Ceklek!
Semua orang disana langsung menoleh kearah pintu ruangan operasi, dokter Karla membuka pintu tersebut dan berdiri didepan mereka.
"Bagaimana kondisi Galang,dok?" tanya Alvaro yang cepat-cepat ingin tahu kondisinya.
Dokter Karla menatap satu persatu orang-orang yang sedang berdiri didepannya.
"Galang saat ini sangat membutuhkan banyak darah karena dia kehilangan banyak darah saat datang kesini dan sayangnya stock darah langka pasien di rumah sakit ini tidak ada" jawab dokter Karla.
"Ambil saja darah saya dok, kebetulan darah saya sama dengan Galang" suara berat Kivandra semua menoleh kearah Kivandra.
"Baiklah, kalo begitu ikut saya" ucap dokter Karla.
"Thanks ya Vandra udah dua kali lo mau bantuin menyelamatkan Galang" ucap Alvaro sambil menepuk bahu Kivandra.
"Hm, gue ke sana dulu ya nanti kalo Hana datang bilang saja gue lagi donorin darah" ujar Kivandra yang diangguki oleh semua teman-temannya.
Kivandra pun mengikuti dokter Karla masuk ke dalam ruangan operasi. Mereka pun kembali duduk didepan ruang operasi. Tak lama kemudian suara langkah kaki seseorang mendekati mereka.
Tap
Tap
Tap
"Gimana kondisi Galang dan apa yang terjadi" ucap Hana yang datang bersama mama Lika semua orang menoleh kearah Hana.
"Galang masih ada di ruangan operasi Hana, Kivandra juga sedang mendonorkan darahnya ke Galang karena dia banyak kehilangan darah ini semua gara-gara Alaska gue yakin mereka curang dan menyelakai Galang waktu balapan motor" jelas Agam.
Mama Lika yang mendengar perkataan Agam langsung tubuhnya lemas dan bergetar dadanya merasakan nyeri melihat anaknya terbaring di atas ranjang operasi.
__ADS_1
Bruk!
Mama Lika hampir saja terjatuh kalau saja Hana tidak gesit menangkap tubuh mama Lika. Hana dibantu sama Kalandra memapah mama Lika untuk duduk di kursi.
"Mama baik-baik saja kan?" ucap Hana sedikit memberikan pelukan hangat kepada mama Lika.
Mama Lika menangis ia sangat khawatir dengan keadaan Galang ia tidak mau lagi di kehilangan anaknya cukup Hana saja yang pergi jangan ada lagi yang pergi dan meninggalkan dirinya.
"Mama khawatir Hana sama bang Galang, apa bang Raka udah kamu kasih kabar mengenai kondisi Galang" suara parau mama Lika sambil punggungnya di usap oleh Hana.
"Kita berdoa ya mah buat bang Galang semoga abang baik-baik saja,bang Raka besok pagi udah sampai ke rumah mah dan katanya langsung ke rumah sakit" ucap Hana untuk menenangkan mama Lika.
Tak butuh waktu lama pintu ruangan operasi dibuka oleh dokter Karla.
Ceklek!
"Keluarga pasien" panggil dokter Karla.
Hana berdiri dan menghampiri dokter Karla. "Bagaimana keadaan Galang dokter"
Semua teman-temannya merapatkan diri didepan dokter Karla.
Kalandra memegang lengan mama Lika agar tidak terjatuh dan sedikit mengusap bahu mama Lika agar tetap tenang.
"Keadaan tuan Galang saat ini mengalami koma dan kaki kanan tuan Galang mengalami patah tulang dan tidak bisa untuk berjalan secara normal" papar dokter Karla.
Deg!
Semua terkejut mendengar penjelasan dari dokter Karla apalagi mama Lika seperti dihantam batu besar jantungnya merasa terkejut melihat keadaan anaknya akibat kecelakaan saat balapan motor.
Mama Lika mendengar perkataan dari dokter Karla langsung jatuh pingsan untungnya ada Kalandra langsung sigap menangkap mama Lika.
Brug!
"Mama" pekik Hana semua menoleh ke mama Lika dan terkejut mama Lika sudah pingsan di pelukan Kalandra.
"Lebih baik nyonya Lika bawa ke ruangan vvip nona muda Hana biar suster yang akan membantunya" saran dari dokter Karla.
"Baiklah, Kalandra tolong bantu mama ke ruangan vvip ya" pinta Hana yang diangguki oleh Kalandra.
Kalandra langsung membawa mama Lika bersama dua suster ke ruangan vvip.
"Nona Hana tuan Galang akan dibawa ke ruangan ICU" kata dokter Karla.
"Kapan Galang akan sadar dari koma dok? kenapa Galang bisa koma" cerca Hana.
"Bahwa tuan Galang mengalami koma karena terjadi pendarahan di otak nona, tentang kapan tuan Galang akan sadar saya juga tidak tahu nona bisa saja besok, sebulan,satu tahun atau dua minggu.Semoga tuan Galang bisa cepat bangun dari komanya nona muda" jelas dokter Karla.
"Baiklah dok, terimakasih" balas Hana dengan wajah sedihnya.
Dokter Karla kembali ke ruangan operasi untuk membawa Galang ke ruang ICU.
Alvaro melihat Galen ingin pergi langsung menahan tangan Galen."Lo mau pergi kemana"
"Lepaskan Al,gue harus memberi perhitungan kepada Alaska gara-gara mereka Galang koma dan gak bisa jalan seperti normal lagi" desis Galen sambil mengepalkan tangannya.
"Jangan gegabah Len, kalo lo gegabah pasti usaha lo akan sia-sia lebih baik kita merencanakan sesuatu untuk membalaskan dendam atas kecelakaan Galang" saran Alvaro.
"Benar itu yang dibilang sama Alvaro, jangan gegabah tunggu kabar dari Delvin dan Agam" sambung Abercio.
"Kalian lebih baik pulang dulu saja biar gue yang menjaga Galang dan juga ada Kivandra yang masih ada di dalam ruangan, lihatlah wajah kalian dan baju kalian ini udah hampir subuh kalian pulang dan tidur dulu nanti kalian kesini" ucap lirih Hana.
"Benar itu kita lebih baik pulang dulu dan besok pagi kita kesini lagi"ajak Adrian kepada yang lainnya.
Galen langsung pergi dari sana dan disusul oleh Alvaro ia takut kalau Galen mengamuk ke markas Alaska tanpa rencana yang matang bisa-bisanya nanti dia di keroyok oleh anggota Alaska.
"Kita pulang dulu ya Hana, titip Galang kalo ada apa-apa langsung hubungi kita" ujar Abercio yang diangguki oleh Hana.
Semua teman-temannya pun langsung pergi dan meninggalkan Hana yang masih berdiri didepan ruangan operasi. Dia harus pergi ke ruangan vvip dulu untuk menemui mama Lika ia juga khawatir dengan keadaan mama Lika. Disana juga ada Kivandra yang rebahan di brankar sebelahan dengan brankar mama Lika yang masih pingsan. Kalandra duduk di sofa sambil memainkan ponselnya.
Hana mengirimkan pesan kepada Alan untuk menyelidiki kejadian balapan motor malam ini di jalan Bangunsari Timur.
Saat Hana melangkahkan kakinya ke ruangan vvip tiba-tiba Hana seperti melihat siluet bayangan daddynya, seketika berhenti dan menatap ke arah lorong rumah sakit yang sangat sepi sekali. Hana langsung geleng-geleng kepala ia mencoba untuk menyingkirkan pikiran yang tidak mungkin.
"Apa gue sangking kangennya sama daddy sampai gue melihat siluet bayangan daddy barusan di lorong ini" ucap Hana sambil melirik ke jam tangan yang menunjukkan pukul 02:35 dini hari.
......................
__ADS_1