Transmigrasi Belvia

Transmigrasi Belvia
57


__ADS_3


Brummm...


Brummm...


Kivandra berboncengan dengan Hana menggunakan motor sportnya membuat semua penghuni kampus ada yang menatap kagum dan ada juga yang menatap iri dan sinis.



Marina melihat Kivandra tengah berboncengan dengan Hana membuat ia semakin geram rasanya ingin sekali membunuh wanita itu.


"Semakin mesra aja tuh maba sok cantik" celetuk Ayu berdiri di samping Marina sambil bersedekap dada.


"Gak ada yang bisa memiliki Kivandra selain gue, gue harus segera menyingkirkan pelakor sok centil itu" Marina memandang Hana dengan senyum miring.


"Apa yang akan lo lakukan?" tanya Ayu menoleh ke Marina.


"Nanti kita lihat saja" Marina menyeringai tipis.


"Ayo kita ke kelas" lanjutnya, Marina dan Ayu pun menganyunkan kakinya ke kelas mereka.


Sementara di tempat parkir Kivandra membukakan helm milik Hana sudah kebiasaan sejak mereka duduk di bangku SMA.


Hana terkekeh kecil setelah melepaskan helmnya."Sepertinya fans berat mu rasanya ingin menerkam aku sayang melihat kamu datang bersama cewek"


"Biarin saja mereka hanya iri dengki" balas Kivandra dengan nada cuek.


"Wui,bu ketu sama pak ketu udah datang nih" ucap Abercio menghampiri mereka bersama anggota inti Ravestrack.


"Belum datang yang datang jin qorinnya" celetuk Hana menatap malas Abercio.


"Ck,tak patut tak patut" ucap Abercio menirukan suara kartun anak kembar kepala botak yang gak tamat TK.


"Kelas" ucap Kivandra sambil menggenggam tangan Hana.


Kivandra langsung mengantarkan Hana ke kelasnya dan diikuti oleh anggota inti Ravestrack di belakang mereka seperti pasukan bodyguard.Membuat para penghuni kampus berdecak kagum dan ada juga yang iri melihat Hana di kelilingi para cogan seperti ratu.


"Gue akan rebut semua milik lo" ucap Cindy melihat Hana lewat didepannya sambil mengepalkan tangannya.


Sesampainya didepan pintu kelas Hana, Kivandra mencium kening Hana membuat para kaum hawa terpekik melihat sikap manis Kivandra yang tidak pernah mereka lihat setahun belakangan ini.


Cup!


"Belajar yang rajin ya sayang, agar anak-anak kita nanti kayak mommy nya" ucap Kivandra memandangi wajah cantik Hana.


Hana yang mendengar perkataan Kivandra langsung salting dan pipinya memerah seperti tomat busuk.


"Aish, masih pagi boo kenapa kamu bikin jantung aku mleyot"balas Hana sambil memegang dadanya.


"Barusan kamu panggil aku apa beb?" Kivandra yakin ia tidak salah dengar.


"Boo" ucap ulang Hana.


""Apa gak denger aku beb" bohong Kivandra ia ingin mendengar panggilan lucu itu lagi.


"Boo, aih..udah sana nanti kamu telat masuk lho" Hana mendorong tubuh Kivandra untuk segera pergi dari kelasnya.


"Yaudah beb, aku ke kelas dulu ya nanti kita ketemu di kantin" Kivandra mengacak rambut Hana.


"Bos lo kalo bucin gak tahu tempat ya, gue malu sob lihat semua mata tertuju ke arah kita" bisik Adrian ke Agam.


"Ho'o sepertinya penyakit bucin pak bos udah level akut gak bisa di tolong" balas Agam dengan anggukan kecil.


"Cabut" pinta Kivandra kepada teman-temannya.


Kivandra dkk langsung pergi meninggalkan kelas Hana mereka menuju ke kelasnya masing-masing.Di tengah perjalanan mereka saling mengobrol.


"Lo kenapa daritadi diem tingkah lo gak bisanya lo, bisulan lo yo?" tanya Adrian sedari tadi ia melihat tingkah Abercio yang tidak seperti biasanya.


Abercio hanya menggelengkan kepalanya saja tanpa bersuara.


"Kebelet boker lo? kecirit?" celetuk Agam dan Adrian yang mendengar itu ia langsung menyemburkan tawanya.


"Hahaha anjir lo kecirit yo? buruan sana ke kamar mandi daripada nanti adonan lo keluar disini"


"Bangsul emang kalian, gue lagi gak nahan boker gue lagi mikirin mobil gue kamvret" kesal Abercio


"Emang mobil lo kenapa?di angkut sama rentenir?" sahut Agam penasaran


"Rentenir sejak kapan sultan ngutang?" sombong Abercio.


"Beh, sombong banget! terus mobil lo kenapa? roda mobil lo jadi segitiga gitu?" celetuk Adrian ia juga bingung ada apa dengan mobilnya Abercio.


"Ck, mobil gue abis di tabrak sama cewek jadi-jadian mobil gue penyok parah terus dia malah minta ganti rugi sama gue kamvret kan emang" dengus Abercio.


"Wah, tuh cewek minta di uleg dijadiin seblak mamang rapael nih! terus sekarang dimana cewek yang nabrak lo"


"Kabur dia malah dia ninggalin nih kartu nama" Abercio merogoh sakunya dan memperlihatkan kartu nama cewek yang tadi saling nabrak kepada mereka.


"Namanya Mika udah kek kedelai hitam yang di jaga seperti anaknya sendiri" celetuk Adrian melihat kartu namanya.


Pletak!


Delvin menggeplak kepala Adrian dari belakang.

__ADS_1


"Bego, itu Malika bukan Mika" ucap Delvin ia langsung membelokkan ke arah kelasnya.


"Sssh...apa bedanya sama-sama huruf M dan akhiran Ka" Adrian meringis tenaga pukulan Delvin sangat tidak main-main.


"Lo sebelum lahir pas pembagian otak lo dimana?" Agam gak habis pikir dengan Adrian yang begonya keserempet kereta.


"Jajan cilok mungkin" jawab santai Adrian.


"Yolo yolo halal gak kalo gue jedotin kepala lo ke tembok biar otak lo waras" ujar Abercio


"Ck, emangnya gue gila apa"Adrian berdecih kesal.


Kivandra melihat teman-temannya yang daritadi berceloteh tidak jelas hanya geleng-geleng kepala.


"Udah kalian masuk ke kelas sana nanti kalian bisa telat berantem mulu"


"Siap pak bos" ucap bersamaan setelah itu mereka berpencar ke kelas masing-masing.


...****************...


"Cupu" teriak Ayu melihat mahasiswi cupu yang sedang membawa minuman.


Mahasiswi cupu itu menoleh ke arah Ayu dan Marina dengan badan gemetar ia takut kalau mereka membully lagi terpaksa ia berjalan menghampiri mereka.


"A-apa?" tanya cupu


"Pergi dan belikan kita tiga minuman di kantin, buruan cupu" ucap Marina dengan suara ketus.


"D-duitnya mana?"


"Yaelah pake nanyak segala, ya pake duit lo lah cupu kita gak punya duit" bohong Ayu.


"T-tap-


Marina mendorong tubuh cupu dengan kasar sampai ia terjatuh."Udah sana mau kita bully lo lagi cupu?"


Mahasiswi cupu berusaha berdiri dan membersihkan rok nya dari debu."G-gak"


"Yaudah sono buruan pergi" usir Ayu dengan melototkan matanya.


"I-iya" mahasiswi cupu pun pergi dari sana menuju kantin.


Marina dan Ayu tersenyum miring entah apa yang direncanakan oleh mereka berdua.





"Pacar lo ganteng juga ya" celetuk Cindy sedang menyandarkan tubuhnya ke tembok sambil kedua tangannya di tekuk didepan dada.


"Emang kenapa kalo ganteng? mau daftar jadi pelakor lo, gak jauh beda sama tante kuntilanak" ucap Hana.


Cindy merasa geram mendengar ucapan dari Hana,ia melangkahkan kakinya ke Hana ia ingin menampar Hana tapi dengan cekatan Hana menangkis tangan Cindy dan memelintir tangan Cindy dengan kuat Cindy meringis kesakitan.


"Asssh... le-lepasin H-hana"


Hana menghempaskan tangan Cindy dengan kasar, Cindy langsung memegang tangannya.


"Dasar cewek jadi-jadian akan gue aduin ke om Dekkan" Cindy menatap nyalang Hana.


"Silahkan aja kalo lo mau aduin gue gak bakalan takut sama ancaman lo itu" ucap Hana menyenggol tubuh Cindy dengan keras sampai Cindy terhuyung-huyung saat ia hendak pergi dari kamar mandi.Cindy yang tidak siap pun akhirnya terjengkang.


"Anjing"umpat Cindy yang udah duduk di lantai basah.


"Aaarghhh....awas lo Hana gue akan bikin perhitungan sama lo"pekik Cindy yang udah berdiri ia kesal dengan Hana membuat celananya basah.





Drrrttt...drrtt...


Ponsel Hana berbunyi ia merogoh sakunya dan mengambil benda berbentuk pipih itu,Hana melihat ada pesan chat dari Alan sekretaris pribadinya.


Alan : Nona ada tuan Dekkan datang ke kantor katanya ingin sekali bertemu dengan anda sekarang ini tuan Dekkan marah-marah di kantor anda.


"Bastard! beraninya pak tua bau tanah bikin kekacauan di kantor gue" Hana geram melihat kelakuan pak tua.


Hana harus cepat-cepat ke kantornya tapi ia tidak membawa kendaraan tadi pagi ia nebeng dengan Kivandra. Dan kebetulan ada Raka lewat membawa buku tebal sepertinya dia sedang melakukan bimbingan skripsi. Hana berjalan menghampiri Raka yang sedang berjalan ke arah gedung B.


"Bang Raka" teriak Hana berlari kecil menuju Raka.


Raka pun menoleh ke sumber suara dan menghentikan langkahnya.Raka menaikkan satu alisnya seolah dia bilang 'apa'.


"Lo kesini naik apa bang?" to the point Hana.


"Mobil kenapa?"


"Boleh pinjem gak, gue harus ke kantor sekarang buru-buru banget"


"Ada masalah kantor lo?"

__ADS_1


"Hem, pak tua bikin ribut di kantor gue"


"Kok bisa?" ucap Raka mengernyitkan dahi


"Mungkin ini gara-gara gue narik para investor ke perusahaan gue bang, makanya pak tua marah dan ngacak-ngacak kantor gue"


"Yaudah nih kuncinya kabarin lagi kalo dia masih bikin ribut kantor lo" Raka menyerahkan kunci mobil kepada Hana.


"Thanks ya bang, nanti gue balikin gak gue jual kok tenang aja"ucap Hana ia langsung pergi meninggalkan Raka yang masih berdiri disana.


Dibalik mereka berdua ada dua manusia ondel-ondel yang melihat Hana dan Raka sedang mengobrol.


"Cewek miskin itu berani banget deketin pewaris keluarga Hareklees emang bener-bener b*tch!"sinis Marina.


"Semua cowok tampan dan tajir ia deketin bener-bener gak punya malu tuh cewek miskin, tapi kita mau ngasih pelajaran sama dia malah udah pergi gimana dong?" ucap Ayu melirik ke Marina.


"Kita lanjut besok, gue udah gak sabar lihat dia di tendang dari kampus ini bisa-bisanya cewek miskin kek dia kuliah disini heran gue" balas Marina yang masih geram.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Siang Nona" sapa salah satu karyawan Hawthorne group.


"Hm" singkat Hana


Hana menganyunkan langkah kakinya dengan terburu-buru menuju ruangannya.


Ceklek!


Dekkan menoleh ke arah pintu."Akhirnya kamu datang juga"


"Ada perlu apa anda datang kemari tuan Dekkan" suara dingin Hana sambil duduk di kursi kebesarannya.


"Ck, bisakah kamu membawa para investor kembali ke perusahaan papa Hana" to the point Dekkan.


"Maaf tidak bisa tuan Dekkan, itu akibatnya kalo anda membawa uler didalam rumah tangga anda sendiri" ketus Hana.


"Maksud mu apa Hana? jangan kurang ajar sama papa mu sendiri"sungut Dekkan.


"Ck, saya kurang ajar itu semua karena anda tuan Dekkan apa anda ini sedang bercanda heh? coba anda ingat-ingat lagi sikap anda dulu sampai sekarang apa anda udah menjadi ayah yang baik terhadap putri anda selama ini hm?"


"Dan anda seorang CEO terkenal kepintarannya dan yang katanya gak mudah mempercayai orang lain tapi nyatanya zonk lebih mudah percaya sama omongan orang lain sebelum mencari kebenarannya terlebih dahulu bahkan rela menyakiti putri kandungnya sendiri dibanding anak pungut yang udah lama mati" sindir Hana dengan suara meninggi.


Hati Dekkan merasa tersentil mendengar ucapan Hana ia akui emang selama ini tidak bersikap selayaknya seorang ayah terhadap Hana tapi dengan ego nya ia menepis semua perasaan bersalah kepada Hana ia selalu terbayang-bayang dengan Juan dan Lika, Dekkan berpikir kalau Hana adalah bukan anak kandungnya melainkan anak dari Juan mantan temannya.


"Ck, anak kandung? apa kamu anak kandung saya Hana? kamu itu anak haram yang seharusnya gak di lahirkan, bersyukurlah kalau saya masih bersedia membiayai dan merawat kamu dari kecil sampai dewasa tapi kamu malah berani melawan saya, seharusnya saya membuang kamu ke panti asuhan.Saya masih ingat dengan sikap saya ke kamu Hana karena setiap saya melihat kamu rasanya saya melihat seseorang yang saya benci, Yera lebih baik dari kamu yang selalu membantah dan membuat onar." papar Dekkan


"Bego, lihat saja nanti kalo anda sudah mengetahui semua kebenarannya jangan sampai anda mengemis-ngemis meminta maaf kepada saya karena HANA YANG DULU SUDAH LAMA MATI" ucap Hana dengan sedikit teriak di akhir kalimat.


Deg!


Kenapa hatiku terasa sakit mendengar kalimat itu batin Dekkan.


"Alan suruh tuan Dekkan keluar dari ruangan saya" geram Hana menyuruh sekretarisnya untuk mengusir tua bangka.


"Hana apa-apaan kamu malah mengusir papamu sendiri" bantah Dekkan.


"Mari tuan Dekkan saya antar keluar" ucap Alan yang udah membuka pintu ruangan Ceo.


"HANA" pekik Dekkan.


Brak!


Hana menggebrakan meja ia sangat jengkel dengan sikap Dekkan rasanya ingin mutilasi pak tua bangka itu.


"Bisakah anda keluar dari ruangan saya, saya tidak mau berdebat lagi dengan anda jangan sampai saya mengeluarkan belati saya untuk mengusir anda" suara dingin Hana menatap tajam Dekkan.


Dekkan langsung dibuat bergirik ngeri menatap mata Hana bagaikan silet.


"Ck, baiklah saya akan pergi tapi tolong kembalikan para investor ke perusahaan saya" setelah itu Dekkan keluar dari ruangan itu


"Alan" panggil Hana ia duduk kembali dan merasa gerah lalu melepaskan tiga kancing kemeja.


"I-iya nona" balas Alan dengan suara terbata.


"Suruh cabang Hawthorne membeli 65% saham Hareklees atas nama Lika Nurmala kalo mereka tidak mau ancam mereka sampai mereka menyerahkan sahamnya."


"Baik nona saya akan lakukan segera" balas Alan


"Bagus, saya ingin membuat perusahaan itu dialihkan atas nama mama Lika, karena mama Lika berhak mendapatkannya"





"Kamu mau pergi kemana lagi? kenapa kamu bersikap seenaknya di rumah orang hah!" ketus Dekkan melihat Melisa yang udah berpenampilan rapi dengan pakaian sexy.


"Mas Dekkan ini kenapa biasanya juga aku seperti ini, kan mas Dekkan sendiri yang nyuruh kita tinggal disini. Aku mau pergi sama temen-temen aku mas, Dah dulu ya mas ini udah terlambat aku" ucapnya lalu Melisa melenggang pergi begitu saja dari sana.


"AAARGHHH BEDEBAH SEMUANYA..." teriak Dekkan suaranya menggema seisi ruangan mansion.


......................


...~Trio tuyul :Abercio,Adrian,Agam~...

__ADS_1



Thanks for reading 🤗❤️😘


__ADS_2