Transmigrasi Belvia

Transmigrasi Belvia
102


__ADS_3

Ddrrrt...drrt..


Ponsel Hana berbunyi saat dia masih bersama dengan daddy Brivan. Hana langsung membuka ponselnya dan membaca chat dari Alula. Hana shock melihat isi chat Alula, kenapa bisa dia di hadang sama begal, Brivan melihat perubahan raut wajah Hana, Brivan mengerutkan keningnya apa yang terjadi dengannya.


"Ada apa nak?" tanya Brivan.


"Ah, teman aku dad, sepertinya dia terkena masalah" jawab Hana menatap daddy Brivan.


"Masalah? masalah apa? siapa temanmu itu"


"Alula dad, dia katanya di hadang sama begal di jalan merpati" ucap Hana sambil memperlihatkan isi chat Alula kepada Brivan.


Brivan melihat isi pesan yang ada di ponsel Hana, Brivan langsung merogoh ponselnya yang ada di dalam saku celana.


"Tunggu bentar, nak"


"Ada apa pah?" Hana bingung kenapa ia di suruh menunggu.


Bukan menjawab Brivan langsung menelepon seseorang yang berada di seberang sana, setelah selesai Brivan menutup panggilan teleponnya. Brivan menatap wajah Belvia setelah itu melirik ke arah pintu.


Ceklek!


"Tuan" panggil Mika yang baru saja datang. Brivan tadi menyuruh Mika untuk segera datang ke sini bersama beberapa anak buahnya kebetulan Mika masih berada di sekitar mansion Hawthorne.


"Mika" beo Hana melihat Mika berada di mansionnya setelah itu menoleh ke daddy Brivan.


"Duduklah" pinta Brivan kepada Mika.


Brivan paham Hana pasti kebingungan melihat Mika ada di sini,Mika pun duduk di sebelah Hana.


"Belvia, daddy suruh Mika ke sini untuk menyamar sebagai kamu. Daddy tahu soal chat itu, itu bukan dari teman mu Alula barusan Mika sudah memata-matai markas Alaska dengan suruhan anak buah Mika, dia akan menjebak kamu jadi daddy menyuruh Mika untuk menggantikan mu nanti kita kesana bareng daddy, dan daddy akan menyelamatkan mata-mata dari Ravestrack Algav akan membunuhnya tepat di depan Ravestrack dan Devils, anak buah daddy sudah bersiap di posisi mereka kamu tenang saja. Apa kamu mau memainkan suatu permainan dengan daddy?" senyum miring Brivan.


Hana membulatkan matanya bagaimana bisa Brivan menyiapkan semuanya ini dan tanpa sepengetahuan Hana dan Kivandra. Ah, apa Hana lupa kalau daddy nya itu seorang mafia.


"Apa Mika gak keberatan dad? nanti dia terluka gimana?" tanya Hana.


"Saya tidak akan terluka nona, tenang saja nona saya akan baik-baik saja"


"Aish...gak perlu berbicara formal dengan gue didepan daddy, lo udah gue anggap sebagai sahabat gue sendiri bukan sebagai atasan dan bawahan" sentak Hana ia tidak suka kalau Mika berbicara formal kepadanya.


"Baiklah"


"Pinjamkan Mika hoodie yang selalu kamu pakai nak, buat dia pakai postur tubuh Mika dengan mu itu sama daddy yakin Algav pasti tidak akan tahu soal itu, dan kamu Mika pake masker jangan lupa untuk menutupi wajah kamu" pinta Brivan


"Baik tuan"


Hana pun langsung beranjak berdiri dan pergi menuju kamarnya untuk mengambil hoodie hitam, saat naik ke anak tangga tiba-tiba mama Lika menanyakan sesuatu padanya.


"Apa yang terjadi Hana?apa ada masalah? kenapa di depan mansion banyak orang yang berpakaian serba hitam" ucap Lika dengan wajah paniknya.


Hana langsung menghentikan langkahnya dan Hana tersenyum lebar agar mama Lika tidak semakin panik."Semua baik-baik saja mah, di luar sana anak buahnya daddy jadi mama gak perlu khawatir ya, mama belum ke rumah sakit mah?"


"Alhamdulillah kalo begitu, mama sangat khawatir sekali kalo terjadi sesuatu padamu nak, ini mama nunggu bang Raka katanya mau jemput mama" mama Lika akhirnya menghembuskan nafas panjangnya.


"Bang Raka mau kesini mah?"


"Iya katanya ada sesuatu yang penting bang Raka ingin ngomong sama daddy kamu nak"


"Daddy? emang mau ngomong apa mah?" Hana menautkan kedua alisnya.


"Entahlah mama sendiri gak tahu" mama Lika mengedikan bahunya.


Kenapa bang Raka ingin berbicara dengan daddy? apa ada masalah dengan mereka? entahlah.


"Hana ke kamar dulu ya mah" pamit nya setelah itu Hana pergi ke kamarnya.


🐾


🐾


🐾


Abercio yang tengah duduk santai sambil memainkan pisau lipatnya. Tiba-tiba tengah di kejutkan dengan beberapa orang yang masuk ke markas dengan pakaian serba hitam ,topi hitam dan masker hitam.

__ADS_1


"Kalian siapa? kalian maling ya? kalo maling kenapa gak pake sarung malah ini pakaian nya serba hitam mana pake masker lagi, perasaan covid udah kelar deh kenapa pada pake masker apa kalian sedang pilek?" ucap Abercio ia heran kenapa ada pasukan serba hitam datang ke markas Ravestrack.


Kivandra berjalan dari dalam markas menghampiri Abercio yang tengah berbicara dengan anak buah Brivan. Kivandra mendelik melihat siapa yang tengah diajak berbicara dengan Abercio.


Sedang apa mereka ada disini? kenapa mereka tahu kalo ini markas Ravestrack, apa jangan-jangan daddy Brivan yang mengirimnya ke sini, ada apa daddy mengirimkan banyak pasukan ke sini, apa daddy tahu kalo bentar lagi akan terjadi peperangan antar tiga geng motor batin Kivandra masih menatap ke arah luar markas sambil terus melangkah keluar markas.


"Ekhm ..ada apa ini?" tanya Kivandra ia berpura-pura tidak mengenal mereka.


Abercio menoleh ke belakang ternyata sudah ada Kivandra yang berdiri di belakang nya. "Ini loh bos tiba-tiba ada orang serba hitam datang ke sini udah kek mau demo aja, mana pake masker semuanya" ucapnya sambil menunjuk kearah mereka.


Ddrrrttt...


Ponsel yang ada di genggaman tangan Kivandra bergetar dan berbunyi, Kivandra langsung melihat ke ponselnya ternyata ada chat dari daddy Brivan mertuanya, ia membuka isi chatnya.


Daddy Brivan 📨


Daddy kirim anak buah daddy buat bantu kalian,nanti daddy dan Belvia akan ke situ setelah urusan daddy dan Belvia selesai karena ada tikus yang harus kami urus dulu.


Setelah Kivandra membaca isi chatnya ia langsung menutup ponselnya dan memasukkan kembali ke dalam saku. Kivandra menatap ke arah anak buah daddy Brivan.


Kalo begini pasti kita akan menang , makasih daddy mertua batin Kivandra tersenyum tipis sekali tanpa ada yang tahu.


"Woi, mereka siapa bos?" teriak Abercio tepat di telinga Kivandra.


Kivandra langsung mengusap telinganya betapa kurang ajar Abercio teriak kencang padahal Kivandra ada di sampingnya.


Kivandra menatap tajam ke Abercio. "Lo punya berapa stok nyawa hm?"


Abercio menyengir dan tersenyum lebar. "Hehe berjanda bos yaelah, maaf deh bos"


Kivandra tidak menanggapi ucapan Abercio ia langsung mengalihkan pandangannya ke anak buah daddy Brivan.


"Kalian langsung saja masuk dan disana akan ada seseorang yang akan membantu kalian"


"Baik tuan muda" ucap serentak anggota Costa Nostra .


Kivandra menghela nafas panjang lagi-lagi mereka memanggil tuan muda di depan temannya. Sedangkan Abercio semakin pusing di buatnya mendengar ucapan orang-orang serba hitam itu.


"Tuan muda?" cicit Abercio.


"Tapi-


"Mau bantah hm? udah bosen hidup hm?" Kivandra menyela kalimat Abercio, Abercio langsung geleng-geleng dia gak mau mati muda dulu sebelum merasakan pacaran dan menikah.


Abercio langsung lari ke dalam markas sebelum nyawanya habis di tangan Kivandra.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hana dan daddy Brivan sudah di tempat lokasi tepatnya di jalan merpati mereka mengawasinya dari jarak jauh agar tidak ketahuan. sedangkan Mika turun dari motor Hana dia meminjam motor Hana agar lebih menyakinkan bahwa kalo Mika adalah Hana. Mika memakai masker hitam dan hoodie hitam milik Hana.


Mika berjalan dan berdiri di depan motor Hana, disisi lain di dalam mobil Hana mengerutkan keningnya benar saja disini sangat sepi benar apa yang dibilang dengan daddy Brivan kalau chat tersebut hanya untuk menjebaknya untung dia gak gegabah untuk datang sendirian ke sini.


Tidak lama kemudian ada suara mobil van dan berhenti di seberang jalan sana tepatnya dekat dengan posisi Mika saat ini.


Mika tahu mereka pasti akan menculiknya dan membawanya ke suatu tempat. Sesuai perintah dari tuan Brivan ia ingin Mika sedikit melawannya setelah itu ia akan sengaja berpura-pura lemah kehabisan tenaga dan dengan itu mereka pasti akan menyeretnya masuk kedalam mobil tersebut.


"Siapa kalian" teriak Mika


"Hahaha jangan banyak omong kamu nona, lebih baik ikut kita kalo nona ingin tetap aman" perintah salah satu orang suruhan Algav.


Cuih!


Mika meludah didepan mereka. "Gue gak sudi ikut kalian"


Mereka geram berani sekali cewe itu meludah didepannya.


"Baiklah kalo nona ingin bermain kasar"


Setelah itu Mika dan mereka saring menyerang, Mika tahu salah satu dari mereka mencoba memukul tengkuk kepala Mika, Mika hanya diam ia ingin mengikuti permainan mereka.


Bugh!


Mika jatuh pingsan di tangan mereka, lalu mereka membawanya masuk ke dalam mobil van dan langsung pergi meninggalkan tempat tersebut menuju gedung terbengkalai yang tak jauh dari perkotaan.

__ADS_1


Sedangkan disisi lain di dalam mobil yang tak jauh dari tempat kejadian.


"Ikuti mobil mereka" ucap Brivan memerintahkan sopirnya untuk mengikuti mobil yang ada didepannya.


Brummmm....


Sesampainya di gedung terbengkalai mobil Brivan berhenti dengan jarak yang lumayan jauh dari tempat lokasi, mereka melihat Mika di bawa oleh mereka ke dalam gedung terbengkalai.


Tak lama kemudian ada seorang laki-laki masuk kedalam gedung tersebut. Hana mendelik melihat sosok yang tak asing baginya.


"Luffy? kenapa dia ada disini? bukannya Algav?" Hana menoleh ke arah daddy.


"Luffy dia dendam dengan mu nak, dia akan membalas dendam atas kematian ibunya dan adiknya, Algav dan anggota Alaska sudah berada di lapangan mereka akan mulai bentar lagi, sedangkan Luffy kesini untuk memberikan pelajaran terlebih dahulu sebelum Algav datang, lebih baik kita masuk ke dalam gedung lalu setelah itu kita pergi ke lapangan"


Hana dan Brivan keluar dari mobil dan diikuti oleh anak buahnya.



Anak buahnya memberikan kode kepada anggota lainnya yang udah stand by di gedung tersebut.


Tap


Tap


Tap


Hana dan Brivan mengendap-ngendap dan diikuti oleh beberapa anak buah di belakangnya, dan yang lainnya sudah berada di posisi masing-masing.


Hana melumpuhkan dua penjaga yang berada di depan gedung. Hana mengikuti langkah kaki Brivan dari belakang dengan memegang pistol untuk berjaga-jaga.


Bodyguard Brivan memberikan kode lewat earphone yang ada di telinga mereka masing-masing, Hana dan Brivan menaiki anak tangga ke lantai atas disana ada sekitar 30 orang yang menjaga ruangan tersebut.


Hana dan Brivan dengan lincah melawan semua orang tersebut. Dan di bantu beberapa bodyguard Brivan.


Bugh!


Brak!!!!


Bugh!!!


Diruangan lain Mika di sekap oleh Luffy di ruangan yang sangat minim pencahayaan.



Mika berpura-pura masih tertidur padahal ia sudah bangun daritadi, dan ia tahu Luffy sedang berjalan menghampirinya.


Tap


Tap


Tap


"Hahaha ternyata gampang sekali menculik lo j*lang" desis Luffy sambil mencengkram kuat dagu Mika, Luffy mengangkat dagu Mika hingga menatap ke arahnya.


Luffy berdecak kesal kenapa dia memakai masker di saat seperti ini, seketika Luffy melepas masker tersebut saat masker sudah terlepas Luffy membelalakkan matanya.


Mika membuka kedua matanya dan menatap tajam ke arah Luffy, Mika tersenyum miring.


"SIAPA LO, DIMANA HANA HAH!" teriak Luffy semakin mencengkram kuat dagu Mika, Mika bahkan tidak merasakan sakit dia sudah terbiasa.


Mika bukannya jawab malah menyeringai dan tertawa licik.


"Bodoh" desis Mika.


"BASTARD! kalian berani menipu gue" pekik Luffy ia tidak terima Luffy langsung menampar keras wajah Mika hingga sudut bibirnya mengeluarkan darah.


Mika sedang berusaha melepaskan ikatan tali pada tangannya dengan bantuan gelangnya yang ada pisau lipat yang terselip di gelangnya.


Setelah selesai talinya terpotong Mika langsung menendang tubuh Luffy hingga terpental ke tembok hingga terdengar ringisan yang keluar dari mulut Luffy.


Brak!


Hana menendang pintu ruangan tersebut disana Hana melihat Luffy sudah duduk di lantai dengan mengeluarkan darah dari mulutnya, Hana berucap syukur melihat Mika baik-baik saja.

__ADS_1


Setelah itu Brivan mengintruksikan kepada anak buahnya untuk menyuntikkan cairan ke tubuh Luffy dan membawanya ke markas. Brivan, Hana dan Mika mereka langsung pergi ke lapangan, untuk menangkap Algav.


...----------------...


__ADS_2