Transmigrasi Belvia

Transmigrasi Belvia
87


__ADS_3


...Happy Reading...


...🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂...


Mika mengernyitkan dahi melihat arah jalan berbeda menuju markas Costa Nostra sepertinya gue pernah ke jalan sini deh,kalo gak salah arah menuju Ravestrack batin Mika.


Bruuummmmmm......


Abercio menghentikan motornya di depan markas Ravestrack dan melepaskan helmnya. Mika masih setia duduk diatas motor Abercio dengan wajah bengong di balik helm full face.


"Lo gak mau turun? betah peluk gue hm?" ucap Abercio sambil melihat kedua tangan Mika yang masih setia melingkar di pinggang kekar Abercio.


Mika langsung gelagapan dan melepaskan tangannya dari pinggang Abercio, ia pun turun dari motor Abercio dan melepaskan helmnya.


Ck! dasar kaum hawa sama aja betah banget kalo peluk cowo gak mau di lepas Abercio menggerutu dalam hati.



Agam yang sedang berdiri di samping motor melihat Abercio datang bersama cewe cantik yang pernah ia temui saat di pasar malam itu.


"Lo nyulik anak perawan Yo?" celetuk Agam.


"Sembarangan siapa yang nyulik dia, yang nyulik dia bukannya untung malah apes soalnya dia galak banget" sambung Abercio.


Plak!


Mika yang mendengar itu langsung memukul kepala Abercio dari belakang.


Ssshh... Abercio meringis dan mengusap kepala belakangnya.


Busyet dah! nih anak tenaganya benar-benar hulk 11 12 sama Hana batin Abercio.


"Lah lo kok bisa sama dia sih?" tanya Adrian yang baru saja datang dari dalam markas.


"Gue nemu dia di pinggir jalan kasihan dia duduk di pinggir jalan sambil nangis-nangis, makanya gue pungut dia daripada diambil sama satpol pp" celetuk asal Abercio sambil duduk di sebelah Agam.


Mika langsung mendelik apa? dia bilang apa barusan? enak saja emangnya gue ODGJ apa, sembarangan tuh mulut minta di cabein batin kesal Mika.


"Gila lo yang bener aja, masak cewe secantik Mika duduk di pinggir jalan sambil nangis lo kira dia ODGJ apa" balas Agam dengan matanya melotot.


"Tanya sendiri sama orangnya" Abercio mengedikan bahunya.


"Sembarangan kalo ngomong mulut lo perlu di tampol kek nya lemes bener tuh mulut" ketus Mika menatap tajam Abercio.


"Nah, ini baru gue percaya kalo yang ngomong Abercio gue gak percaya soalnya dia banyak sesat nya dan sering bohong" ucap Agam langsung mendapatkan anggukan dari Adrian.


Bugh!


Abercio melemparkan bantal ke arah Agam. "Anying lo semua kalian semua juga sesat"


Agam dan Adrian langsung ketawa emang benar anggota Ravestrack gak ada yang normal kecuali ketuanya sendiri.


Mika hendak melangkahkan kakinya pergi dari sana tiba-tiba suara Abercio menghentikan langkahnya.

__ADS_1


"Lo mau kemana?" tanya Abercio.


Mika membalikkan badannya menatap Abercio."Gue mau pergi ke rumah Hana malah lo ajak ke markas"


"Yaudah gue anterin lo ke rumah Hana abisnya lo gak bilang mau kemana ya gue langsung bawa lo ke markas" sahut Abercio langsung beranjak dari tempat duduknya.


"Gak usah, gue udah pesan taxi online" tolak Mika sambil menunjukkan pesanan taxi online yang ada di ponselnya kepada Abercio.


"Oh yaudah deh, lumayan gue gak perlu buang bensin lagi" ucapnya setelah itu Abercio masuk kedalam markas takut di lemparin panci sama Mika.


Sedangkan dua temannya hanya menganga lebar mendengar berdebatan antara mereka.


"Bedebah sialan dasar belatung api" pekik Mika sambil berkacak pinggang ala emak-emak.


Mika merasa kedua temannya Abercio menatap kearahnya langsung menatap tajam kedua temannya itu.


"Apa lo lihatin gue, gue colok tuh mata" ucapnya setelah itu pergi dari sana menuju taxi online yang sudah datang didepan markas Ravestrack.


Adrian dan Agam langsung bergirik ngeri amit-amit deh gue punya bini galak kek gitu batin mereka bersamaan.


...****************...



"Lah, kalian udah sampai? kok gak masuk ke dalam markas" ucap Hana yang barusan saja datang.


"Lo habis darimana Hana? kita nungguin Mika sama om Darren" balas Kalandra.


Hana menatap mereka secara bergantian. "Gue habis dari rumah sakit, lah Mika belum datang juga? gue kira dia udah datang, terus kemana tuh anak"


Hana langsung menatap sinis dan menyenggol tubuh Kalandra, Kalandra yang belum siap langsung terjungkal dan Hana pun menertawainya.


"Hahaha rasain tuh,enak gak ciuman sama lantai dingin jontor gak tuh bibir" tawa sinis Hana.


"Yuk beb, kita masuk ke dalam gak usah ajak Kala" ejek Hana sambil menggandeng lengan kekar Kivandra.


Kivandra hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah kekasihnya dengan sepupunya itu. Mereka pun meninggalkan Kalandra yang masih duduk di lantai.


"Kamvret untung lo pacarnya abang gue kalo gak udah gue pites lo" gerutu Kalandra yang masih duduk di lantai.


"Ssshhh... encok dah pinggang gue, bangsul bener tuh Hana" ucap Kalandra seraya memegang pinggangnya.


Tap


Tap


Tap


Darren menganyunkan kakinya ke dalam markas saat tiba di depan pintu markas ia melihat Kalandra yang sedang duduk di lantai depan pintu markas.


"Ngapain kamu duduk lesehan didepan pintu Kala? disana ada kursi malah milih lesehan di depan pintu lagi, minggir om mau masuk kamu menghalangi jalan orang aja" ujar Darren menggeser tubuh Kalandra agar bisa masuk ke dalam markas.


Kalandra langsung mendelik mendengar perkataan dari om Darren, siapa juga yang mau duduk lesehan di depan pintu ini semua gara-gara menantu kesayangan om itu Kalandra berdecak kesal.


"Shitt, om Kala-

__ADS_1


"Udah lebih baik kamu masuk ke dalam aja jangan duduk di sini" Darren menyela kalimat Kalandra, Darren pun langsung pergi ke dalam markas tanpa menunggu Kalandra.


Kalandra mendengus apes banget deh hari ini, dimana-mana gue mulu selalu di nistain mana sama keluarga sendiri.


Kalandra pun berdiri dan membersihkan jas hitam dan celananya dari debu.


Puk!


Puk!


Puk!


Kalandra pun melangkahkan kakinya menuju ruangan khusus Costa Nostra .



Ceklek!


"Kalian gak setia kawan malah ninggalin gue" ucap Kalandra mencebikkan bibirnya ia pun berjalan menuju sofa langsung mendaratkan bokongnya.


Hana sebenarnya ingin ketawa tapi ia hanya bisa menahannya saja melihat wajah kesal Kalandra betapa lucunya dia.


"Habisnya kamu malah duduk lesehan didepan pintu, emangnya kamu mau ngapain Kala" ucap Darren duduk di single sofa.


"Siapa juga yang duduk di sana, tuh gara-gara menantu kesayangan om jadi Kala jatuh di dorong sama tuh anak, encok pinggang gue jadinya" kesal Kalandra sambil merucutkan bibirnya.


"Terus tuh kenapa bibir mu di maju-majuin ke depan begitu mau om karetin tuh mulut pake karet gelang hm?" sahut Darren.


"Aish, jangan lah om nanti bibir gue jadi monyong 5 cm gak enak buat ciuman sama cewek cantik nantinya"


Darren mendelik ponakannya sungguh omes sekali otaknya itu mirip banget kek adiknya itu benar-benar mirip.


"Cium-cium masih bocil aja udah mau cium anak gadis orang, awas saja kalo om lihat kamu cium anak orang om akan tendang kamu pulang ke habitat asal kamu Kala" ujar Darren.


Gila, gue di bilang bocil gak boleh cium cewe cantik apa kabar sama Kivandra anaknya om Darren sendiri dia bahkan lebih parah dari gue, sering nyosor sama Hana Kalandra menggerutu dalam hatinya.


Ceklek!


Tap


Tap


Tap



Pria paruh baya baru saja melangkahkan kakinya ke dalam ruangan siapa lagi kalau bukan Brivan pria paruh baya yang masih kelihatan muda dan kekar itu siapa sangka umurnya sudah berkepala lima.


"Maaf terlambat tadi ada sedikit kendala, kita tunggu Mika datang karena hanya dia yang bisa menjelaskan kepada kalian semua dan dia baru saja mendapatkan informasi terbaru mengenai orang yang terlibat dalam kecelakaan 10 tahun yang lalu" suara berat barington Brivan duduk di sofa single.


Semua menoleh ke sumber suara ternyata yang datang adalah daddynya Belvia, ketiga anak usia tanggung remaja itu menatap kagum melihat ketampanan dan badan kekar Brivan benar-benar 11 12 sama seperti Darren, Belvia saja sampai bengong menatap daddynya sendiri. Coba saja kalau Brivan bukan daddynya pasti udah dijadiin sugar daddy eh! kenapa gue jadi mikirnya gitu.


......................


__ADS_1


Thanks for reading 🤗🥰🤗


__ADS_2