
Hari berganti hari bulan berganti bulan begitu juga para semua tuyul telah memiliki kesibukan sendiri dan jarang berkumpul seperti biasanya. Terutama Hana di bulan terakhir ini tepatnya sembilan bulan umur kehamilan Hana sebentar lagi ia akan melahirkan buah hatinya.
Saat Hana sedang ingin melangkahkan kakinya ke anak tangga tiba-tiba ia merasakan rasa sakit di perutnya.
"Ssshh...perut gue sakit" rintih Hana.
Mama Lika yang sedang berjalan dari arah dapur melihat Hana yang kesakitan sembari memegang perutnya.
"Astaghfirullah, Hana sayang kamu kenapa?" pekik mama Lika langsung lari ke arah Hana.
Mama Lika melotot melihat ketuban menetes dari bawah Hana. "Astaga sayang kamu mau melahirkan, ayo kita kerumah sakit, sebentar mama panggilkan bibi" ucap mama Lika sambil memegang tubuh Hana yang hampir pingsan.
"Bi,tolong panggilkan pak Slamet suruh bantu bawa nona Hana ke dalam mobil" teriak mama Lika.
"Iya nyonya" balas asisten rumah tangga yang langsung lari tergopoh-gopoh mencari pak Slamet.
Pak Slamet langsung berlari ke arah majikannya untuk membantu memapahkan Hana bersama mama Lika menuju mobil yang sudah disiapkan oleh pak Slamet.
"Semoga lancar proses melahirkan nona Hana ya Allah,aamiin"ucap bibi asisten rumah tangga menatap kepergian majikannya.
🐾
🐾
🐾
Setelah sampai dirumah sakit semua perawat dan dokter sudah berada di depan pintu utama rumah sakit Hawt.
Semua petugas rumah sakit langsung sigap membawa tubuh Hana ke brankar rumah sakit.
Gludug...gludug...
Suara brankar rumah sakit menggema di sepanjang loro rumah sakit, perawat mendorong brankar ke ruang operasi. Brivan dan Kivandra baru saja datang berlari tergopoh-gopoh menghampiri mama Lika yang sedang menunggu di depan ruang operasi.
"Mah/sayang" ucap mereka bersamaan.
Lika menoleh ke arah suaminya dan menantunya yang sedang berjalan menghampiri dirinya.
"Gimana Hana mah?" tanya Kivandra.
"Hana ada didalam Vandra" balas Mama Lika.
"Hana pasti akan baik-baik saja, kita doakan dia sama-sama semoga Hana dan bayinya selamat" ucap Brivan sembari mengusap-usap pundak Kivandra agar Kivandra tidak terlalu khawatir dengan Hana.
Ceklek!
Suara pintu ruangan operasi dibuka oleh perawat.
"Suami nyonya Hana?" ucap perawat,semua menoleh ke arah perawat.
"Saya suaminya" balas Kivandra.
"Silahkan masuk kedalam ruangan operasi tuan" ucap perawat sembari membuka pintu ruang operasi.
Setelah itu Kivandra langsung menganyunkan kakinya menuju ruang operasi. Ruang operasi itu terasa ramai oleh suara Hana
yang sedikit merintih menahan sakit. Kivandra terus menemani
di sisi sang istri sebagai penguat di sela rasa sakit Hana. Wanita hamil itu berpegangan pada kedua tangan kekar Kivandra sambil terus menarik nafas sesuai dengan aba-aba dari dokter.
__ADS_1
"Sayang" panggil Kivandra dengan wajah cemasnya.
"Ssshh... s-a-k-i-t sayang" rintihan Hana dengan suara lirih.
"Gigit lengan aku sayang ,lakukan semua hal yang bisa mengurangi rasa sakit mu sayang" balas Kivandra dengan suara lembutnya.
Kivandra tidak sadar kalau ada yang menetes dari matanya dan membasahi pipinya. Kivandra cengeng dan bersikap lembut itu hanya berlaku kepada istrinya dan mommynya.
Kivandra terus menerus menciumi seluruh wajah istrinya yang terlihat pucat itu. Melihat istrinya kesulitan menahan rasa sakit, membuat Kivandra semakin khawatir dan tidak tahu harus berbuat apa, sesakit itukah melahirkan anak.
"Nyonya, ini bisa dimulai. Tarik nafas dalam, nyonya" ucap dokter Song.
Hana melakukan hal sesuai dengan instruksi dari dokter Song.
Keadaan didalam ruangan semakin mencekam dan tegang, saat dokter memandu Hana untuk segera mengejan. Kivandra pun terlihat cemas dan sangat khawatir melihat raut wajah sang istri kala sedang mengejan. Berusaha mengeluarkan bayi
didalam perut istrinya.
"Lagi nyonya, kepalanya sudah kelihatan, tarik nafas...mengejan"
"Aaaa..."
Tess...
Setetes air mata akhirnya lolos dari pelupuk mata Kivandra.
Melihat perjuangan istrinya untuk melahirkan si buah hati.
Wajah pucat berganti menjadi memerah, berlanjut seperti itu
setiap Hana mengejan. Ingin sekali Kivandra membagi dan mengambil alih seluruh rasa sakit Hana, tapi rasanya itu tidak mungkin.
"Aaaa..."
"Oek....oek...oek"
"Alhamdulillah bayinya lahir, dia sangat tampan sekali nyonya"
Kivandra menarik nafas lega melihat putranya telah lahir dengan selamat. Kivandra menatap wajah pucat Hana, yang penuh dengan keringat. Kivandra mengusap keringat di wajah istrinya. Hana tersenyum lega ketika sang buah hati telah lahir di dunia.
"Dok, bayi saya sehat kan?" tanya Kivandra.
"Alhamdulillah bayi anda sangat sehat sekali tuan"
"Alhamdulillah"
"Sayang, makasih ya udah melahirkan anak kita" ucap Kivandra
sembari mengecup kening Hana.
Cup!
Suara tangis bayi menggema di seluruh ruangan operasi,sampai terdengar di luar ruangan tersebut.
Membuat para orang tua dan sodara Kivandra sangat tidak sabar untuk melihat si pemilik suara tangisan bayi.
"Eh, ponakan Kala sudah lahir dad?" tanya Kalandra yang duduk di sebelah mommy Anara.
Orang tua Kalandra sudah kembali lagi ke Australia sedangkan Kalandra masih tersangkut di Indonesia.
"Sepertinya sudah Kal, dilihat dari suara tangisannya dia laki-laki yang kuat seperti Kivandra" balas Darren.
__ADS_1
"Wah, Kala ingin cepat-cepat melihatnya apa dia akan setampan Kala" celetuk Kalandra.
Pletak!
Brivan menyentil dahi Kalandra.
"Yang jelas tampan cucu ku daripada kamu Kalandra"
"Sssh...sakit om" Kalandra meringis.
Para orang tua dan Kalandra berdiri di depan pintu ruangan,mereka sangat tidak sabar untuk melihat bayi tampan yang barusan lahir di dunia.
"Aish...kenapa lama sekali sih, Kala sudah tidak sabar" pungkas Kalandra.
"Sabar son, bentar lagi mereka akan keluar, tunggu saja" balas Darren ia juga tidak sabar ingin segera bertemu dengan cucu pertamanya.
"Hana butuh perawatan meski bayi sudah di lahirkan. Sabarlah,sebentar lagi mereka akan keluar, dan juga bayinya pasti lagi di bersihkan" jelas mommy Anara.
"Begitu kah? kenapa dia gak membersihkan dirinya sendiri saja mom, daripada nunggu di bersihkan jadi lama kan" cetus Kalandra.
"Heh, dia masih bayi emangnya kamu baru lahir udah bisa langsung manjat pohon kelapa" celetuk asal Darren.
Kalandra melotot mendengar ucapan Darren."Ngadi-ngadi nih daddy, mana bisa bayi baru lahir udah langsung manjat pohon mana pohon kelapa lagi"
"Kamu juga ngadi-ngadi kok masak bayinya Hana baru saja lahir udah disuruh bersih-bersih sendiri,emang dia bayi hulk"
"Lah kan emang bayi hulk dad, emaknya aja udah kayak Juggernaut ya mungkin anaknya itu hulk"
Mommy Anara , mama Lika dan Brivan hanya geleng-geleng mendengar perdebatan antara Kalandra dengan Darren.
Ceklek!
Perawat membuka pintu ruangan dan mendorong keranjang bayi keluar dari ruangan mereka langsung menghampiri perawat, perawat meringis kikuk melihat wajah tampan Darren, Brivan dan Kalandra menatap seorang perawat yang baru saja keluar bersama bayi dengan wajah datar mereka.
"Ya ampun dia sangat tampan sekali kali ini gue insecure deh melihat ketampanan seorang bayi" celetuk asal Kalandra menatap bayi tampan yang berada di keranjang bayi.
Perawat itu hanya tersenyum kikuk mendengar ucapan Kalandra.
"Dia benar-benar keturunan Lexander" sambung Darren.
"Enak saja dia juga keturunan Hawthorne" Brivan tidak terima dengan perkataan dari Darren.
"Gimana dengan anak saya sus?" tanya mama Lika.
"Alhamdulillah nyonya Hana baik-baik saja nyonya Lika, sebentar lagi mereka akan menyusul ke ruangan vvip" balas perawat.
Semua bernafas lega mendengar Hana baik-baik saja setelah melahirkan.
•
•
•
Kini semua ada diruangan Hana dan juga bayi nya sudah di adzanin oleh Kivandra selaku ayah kandungnya.
"Hana siapa nama anak mu? kenapa dia sangat tampan sekali dari gue ini sangat tidak adil" ucap Kalandra terpana dengan ketampanan anaknya Hana.
Hana dan Kivandra saling tatapan setelah itu Kivandra menatap kearah Kalandra.
"Casey Jaegar Lexander"
__ADS_1