Transmigrasi Belvia

Transmigrasi Belvia
47


__ADS_3


"Lo ngapain Hana Al? kenapa lo ikat dia?" sentak pria itu menatap sengit Alister.


"Itu bukan urusan lo,lebih baik lo pergi dari sini"bentak Alister.


"Ini urusan gue karena Hana adalah teman gue disekolahan gue nggak bisa lihat Hana di sekap oleh kalian,lepasin dia atau gue lapor ke polisi" ancam pria tersebut.


"Ini bukan di sekolahan lo, dan disini lo bukan lagi ketos jadi udah cukup lo pergi dari sini Aris"bentak Alister .


Sepupu Alister adalah Aris yang satu sekolahan dengan Hana yang selalu menghukum Hana jika Hana terlambat masuk sekolah siapa lagi kalo bukan ketos Aris.


"Gue nggak akan pulang sebelum Hana pulang bersama gue Al, lepasin dia ini termasuk kriminal" sentak Aris hendak menghampiri Hana tapi ditahan langsung sama Alister.


"Bastard!!" teriak Alister.


Bugh!


Alister membogem mentah rahang Aris hingga sudut bibir Aris mengeluarkan darah segar,Aris menyeka sudut bibirnya ia tersenyum miring lalu terkekeh kecil.


"Lo berani memukul sepupu lo sendiri Al, Lo bukan Alister yang gue kenal sejak kecil" ucap Aris sambil tawa kecil.


"Persetan sepupu! Gue udah muak sama lo gue selalu dibanding-bandingkan dengan lo sama bunda, lo selalu di puji didepan bunda sedangkan gue bunda aja nggak pernah peduli sama gue,dan lo selalu saja ikut campur urusan gue,lo hanya sekedar sepupu gue bastard! gue tahu lo suka sama Hana kan? cewek cantik itu yang ada di wallpaper ponsel lo kan? hahaha asal lo tahu cewek yang lo suka sebentar lagi akan gue tidurin gue suka body cewek itu, gimana masih mau suka sama dia?" ejek Alister.


Bugh!


Aris langsung meninju rahang Alister dengan pukulan keras.


"Kalo lo berani menyentuh dia, gue nggak segan-segan bunuh lo" ancam Aris.


"Haha seorang Aris yang sopan, pintar dan culun pastinya mau bunuh orang hebat sekali, emang lo bisa bunuh gue demi j*l*ng kek dia?asal lo tahu dia udah dicicipi oleh Kivandra ketua Ravestrack lo pasti tahu kan siapa Kivandra kakak kelas lo juga" sinis Alister, Alister ingin memancing kemarahan Aris tapi tanpa sepengetahuan Alister malah membangkitkan jiwa iblis Red yang masih duduk di belakang Alister.


"BASTARD" bentak Aris.





Sedangkan di mansion Hareklees Galang mencari Hana di kamarnya,membuat Raka dan mama Lika mengernyitkan dahinya.


"Hana" teriak panggil Galang


Tok


Tok


Tok


"Hana buka pintunya" teriak Galang yang masih mengetuk pintu kamar Hana.


"Lo ngapain ngetuk pintu kamar Hana?" tanya Raka datang bersama mama Lika.


"Gue ingin bertemu dengan Hana bang" balas Galang.


"Emang kamu nggak ketemu sama Hana di sekolahan?" tanya mama Lika.


"Enggak mah, Galang nggak ketemu sama Hana di sekolahan"jawab Galang yang hendak mengetuk pintu kamar Hana tapi dicegat oleh ucapan Raka.


"Hana belum pulang daritadi" celetuk Raka.


Galang menoleh ke Raka,"Bukannya dia udah pulang duluan ya bang?"


"Kalo dia udah pulang Mama sama abang Raka pasti lihat Hana ada di rumah, tapi dia belum pulang sama sekali" jawab mama Lika.


"Mungkin dia main ke rumah Alula, Hana biasa main ke sana" lanjut mama Lika.


"Lo ngapain nyari Hana tumben, mau lo bentak-bentak lagi hm?" curiga Raka.


"Gue ingin minta maaf sama Hana gue udah jadi abang terburuk bagi dia, apa maaf gue akan di terima sama Hana bang?" tanya Galang.


"Percuma lo minta maaf sama Hana, karena Hana sudah lama pergi meninggalkan kita semua" balas Raka dengan suara lirihnya.


"Maksud lo apa bang? Hana masih ada bersama kita dia nggak pergi kemana-mana" bingung Galang


"Yang sekarang ini bersama kita hanya tubuh Hana saja sedangkan didalam tubuhnya terdapat jiwa orang lain lebih tepatnya bukan jiwa Hana, jiwa Hana sudah lama pergi semenjak jatuh dari rooftop penyebab utama kematian Hana adalah Yera dialah yang mendorong Hana hingga kita kehilangan dia selamanya" jelas Mama Lika.


Galang di buat semakin bingung oleh mama Lika dan bang Raka.


"Mama nggak bohong kan? perpindahan jiwa itu hanya ada di novel mah, dunia fiksi sedangkan kita ini berada di dunia nyata itu nggak mungkin terjadi"geleng-geleng Galang


"Mama nggak bohong lang, ini kenyataan dan ini terjadi sama Hana dia menarik jiwa orang lain untuk masuk kedalam tubuhnya Hana ingin membalaskan dendam melalui jiwa orang lain" papar Raka.


"Siapa jiwa orang lain yang masuk kedalam tubuh Hana bang? apa jiwa Hana akan kembali jika balas dendam itu sudah selesai?" tanya Galang yang sudah meneteskan air matanya.


"Jiwa Hana nggak akan pernah kembali lang, dia sudah bahagia di alam sana bertemu dengan kakek, yang ada di dalam tubuh Hana adalah jiwa Belvia umurnya 19 tahun pewaris tunggal keluarga Hawthorne dulu dia kecelakaan mobil dan merenggang nyawa tapi Hana menariknya untuk masuk kedalam tubuhnya dan tubuh Belvia kini sudah di kubur, dia juga nggak bisa kembali lagi kedalam tubuh aslinya. Jadi lo anggap dia sebagai adek kandung lo sendiri, karena dia kita masih bisa lihat Hana ya walaupun bukan lagi jiwa Hana melainkan jiwa Belvia.Tapi lo terlambat lang, Hana sudah pergi lo nggak bisa meminta maaf kepada Hana langsung" jelas Raka


"Hiks hiks gue bukan abang yang baik bagi Hana bang, hiks gue udah keterlaluan sama Hana bang hiks, pasti gara-gara gue dia nggak mau pulang dan pergi bang hiks hiks" tangis pecah Galang.


"Udah lo percuma nangis sekarang Hana nggak akan mendengar apa lagi melihat lo menangis, jadi terimalah Belvia sebagai adek kandung kita, apa lo menerimanya? kalo lo mau menebus kesalahan lo semua bantu dia lang" tanya Raka.


Galang hanya menjawab dengan anggukan kepala ia masih saja menangis sesenggukan hingga ingusnya keluar.


Tiba-tiba...


"Spada! paket! oh paket!" teriak Abercio yang berada diambang pintu ruang tamu.


"Bang, kamu pesan paket?"tanya mama Lika


"Nggak mah, abang nggak pesan paket" jawab Raka.


"Lah, itu ada suara kang paket" ucap mama Lika


"Mungkin Hana yang pesan mah" sahut Raka.


"Coba kamu lihat ke sana bang" pinta mama Lika.


"Iya mah, abang kesana dulu" balas Raka.


Galang sudah berhenti menangis tapi ia malah cegukan terus menerus tidak bisa berhenti membuat mama Lika menoleh ke arah Galang.


"Kamu turun gih minum air putih yang banyak biar cegukan kamu cepat hilang" pinta Mama Lika manatap Galang.


"I-ya ngik mah ngik"ucap Galang yang masih cegukan.


Raka berjalan menghampiri pintu ruang tamu disana ada Abercio sedang berdiri celingukan seperti maling dengan memakai jaket Ravestrack.


"Kang paket ya? paket dari siapa mang?" tanya Raka secara tiba-tiba.


Abercio terperanjat mendengar suara bas barington yang ngatain dirinya kang paket.


"Kambing, ganteng gini dibilang kang paket mana panggilannya mamang" dengus Abercio sambil membenarkan jambul khatulistiwa.


"Lah terus situ siapa kalo bukan kang paket?" tanya Raka kembali.


"Kenalin gue pangeran Abercio yang sangat tampan mempesona membuat para gadis menjerit melihat ketampanan gue" sombong Abercio.


"Nggak penting perkenalan lo dam gue nggak mau kenalan sama lo, lo ngapain kesini?" to the point Raka.


Abercio tepok jidat ia sampek lupa kalo kesini ingin menyampaikan sesuatu yang penting.


"Gini Hana sudah pulang belum om?" tanya Abercio.


"Om? gue bukan om lo, Hana belum pulang lo siapanya Hana kenapa nyari Hana?" ucap Raka memicingkan matanya menelisik penampilan Abercio.

__ADS_1


Ganteng sih tapi sayang otaknya sengklek sebelah batin Raka.


"Gue temennya bang, ciyus Hana belum pulang? wah,gaswat nih berarti benar Hana di culik" ucap Abercio


"Apa? tadi lo bilang Hana diculik?" kaget Raka mendengar ucapan Abercio.


"Siapa yang diculik bang?" tanya mama Lika datang bersama Galang yang ada dibelakangnya.


"Hana mah, kata alien ini Hana diculik mah" ucap Raka menoleh ke mama Lika.


Bugh!


Mama Lika terjatuh ke lantai mendengar Hana di culik dada mama Lika terasa berdenyut kencang mama Lika memegang dadanya yang masih berdenyut kencang.


"Mama"pekik dua tuyul bersamaan.


Raka mengangkat tubuh mama Lika ke sofa,Galang pergi mengambil air putih untuk mama.


"Mah, minum dulu supaya tenang" pinta Galang menyodorkan segelas air putih.


Glek glek!


"Siapa yang nyulik Hana bang?" tanya mama Lika kembali.


"Sepertinya Yera yang nyulik Hana tante" bukan Raka yang menjawab melainkan Abercio yang masih berdiri didepan pintu.


Raka dan Galang langsung mengepal erat tangan mereka mendengar Yera yang menculik Hana.


"Lagi-lagi dia ingin menyelakai Hana" batin dua tuyul bersamaan.


"Panggil polisi cepat bang agar Yera cepat di tangkap bang, anak itu harus segera di beri pelajaran mama nggak mau kehilangan anak mama lagi" isak tangis mama Lika.


"Lebih baik jangan lapor polisi tante, saya yakin Hana bisa mengatasinya, bang dan Galang lebih baik kalian ikut gue ke tempat Hana di culik, anggota Ravestrack udah jalan kesana." balas Abercio.


"Tapi tetap lapor polisi bang nanti Hana kenapa-kenapa sama ular itu dia sangat berbahaya bang" pinta mama Lika.


"Tante nggak tahu yang paling berbahaya saat ini itu Hana bukan Yera, mungkin Yera sebentar lagi akan pindah alam karena udah berani mengusik ajudan malaikat maut" batin Abercio.


"Iya mah, mamah di rumah saja ya sama simbok, Raka sama Galang mau ke tempat Hana, doain ya mah. Nanti kalo terjadi sesuatu abang langsung ngasih kabar ke mama, tunggu abang pulang bersama Hana mah" balas Raka.


"Hati-hati bang jaga adek kamu bang, Galang bantu abang kamu" sahut mama Lika.


"Siap mah" ujar Galang.


Kini mereka bertiga langsung pergi menuju tempat penyekapan Hana gedung tua.


"Lindungilah anak-anak saya ya Tuhan" mama Lika berdoa dalam hatinya.


...****************...


Brag!


Hana terlepas dari ikatan tali tambang dan seketika kursi kayu jadi rusak,Hana masih memejamkan matanya.


Empat tuyul langsung membalikkan badannya ke arah Hana mereka terkejut dan melongo melihat Hana sudah berdiri dan kursi kayu sudah tidak berbentuk, seketika udara disana semakin mencengkram dan dingin membuat bulu ketiak mereka berdiri.


Dengan perlahan Hana membuka kedua matanya yang sudah berubah menjadi merah pekat kali ini Red sangat marah besar terhadap mereka bertiga terutama Yera kali ini Red akan mengirimkan Yera ke neraka.


Deg!


Empat tuyul langsung bergirik ngeri menatap mata merah pekat milik Red, tiba-tiba pergerakan mereka menjadi sangat berat.


"Hihihi" tawa Red yang membuat mereka semakin ketakutan.


"Hihihi sengsara lalu mati hihihi" tawa keras Red semakin menggelegar di seluruh gedung tua.


Tap


Tap


Tap


Srek!


Red menarik kencang rambut Davira menyeretnya hingga Davira terpekik kencang merasakan pedihnya jambakan pedas dari Red.


"Aaarghh... Sa-sakit" pekik Davira.


Seolah tuli Red tak melepaskan tangannya dari rambut Davira malah semakin kencang ia menariknya.


"Aaargh, kepala gue sakit hiks" teriak Davira yang sudah merasakan pening di kepalanya.


Red menarik kencang rambut Davira lalu ia melemparkan Davira ke dinding dengan kencang.


Brag!


Yera berteriak kencang melihat tubuh Davira menghantam dinding dengan keras. Alister dan Aris hanya melotot dan meneguk ludahnya terasa berat.


"Sssh... s-a-k-i-t hiks le-lepasin" suara lemah Davira tubuhnya seperti patah semua kepala Davira mengeluarkan darah segar mengalir deras.


Red berjalan menghampiri Davira yang masih tergeletak di tanah.


Grep!


Red memegang kaki Davira lalu menyeretnya kembali ke tengah-tengah.Tubuh Davira sudah lemas kaku rasanya ia ingin segera mati saja daripada di siksa.


Red menginjak kaki Davira dengan keras hingga berbunyi 'Krek' di pergelangan kaki Davira, Red tersenyum miring.


"Hihihi mati hihihi" tawa Red.


Alister dan Aris merasa ngilu mendengar suara renyah bunyi 'krek' berasal dari tulang Davira.


"B-u-n-u-h g-u-e" ucap Davira dengan nafas tersengal-sengal.


Red lagi-lagi membanting tubuh Davira ke atas arah bekas kaca disana.


Brag!


"Aaarghh" pekik Yera menatap tragis tubuh Davira dipastikan semua tulang Davira sudah patah.


Red mengeluarkan belati dari dalam sakunya ia memutarkan belati tersebut sambil menghampiri tubuh Davira.


Davira sudah tergeletak lemas tak berdaya semua tubuh Davira sudah berselimutkan darah segar sekujur tubuhnya.


"Hihihi mata hihihi congkel hihihi"


Red mencongkel kedua mata Davira menggunakan belatinya.


Ctak!


Ctak!


Aris rasanya ingin muntah melihat Red mencongkel mata Davira dengan santai tanpa rasa takut.


Alister sudah ketar ketir melihat aksi kejam Red, apalagi Yera sedari tadi dia menangis.


Dua bola mata Davira berhasil terlepas dari tubuh Davira kini Davira tidak memiliki kedua bola mata. Red menyeringai sambil memainkan dua bola mata Davira bak seperti mainan lato-lato.


"Hihihi gue suka mainan ini"


Glek!


Aris dan Alister menelan salivanya mata mereka langsung menuju ke arah bawah perut mereka, mereka langsung menutupnya dengan kedua tangannya. Davira sudah tidak bersuara lagi, nafasnya makin melemah.


Red mengambil pistol dibalik kaos kakinya yang ia pakai,tanpa ba-bi-bu Red langsung menembak dahi Davira sebanyak empat kali terakhir tepat di jantungnya.

__ADS_1


Dor!



Davira sudah tidak bernyawa lagi tubuh dia sangat mengenaskan tanpa kedua bola matanya.


"Hihihi mati" ucap Red memiringkan kepalanya ke arah Yera bak senyum iblis. Membuat Yera semakin ketakutan dia tak bisa kabur dari sana.


Dor!


Red tahu Yera berusaha kabur dari Red menembak kaki Yera dua kali tembakan seketika Yera terjatuh langsung membuat Red semakin ketawa kencang.


"Bener-bener iblis" beo Alister


Tap


Tap


Tap


Srek!


Red menyeret tubuh Yera, Yera memohon-mohon kepada Red untuk memaafkannya tapi sayangnya Red saat ini sedang tuli dia takkan mendengar ucapan dari Yera.


Red mencengkram kuat dagu Yera hingga kuku Red menancam ke kulit mulus Yera.


"Hihihi sengsara lalu mati hihihi mati dari atas gedung ini seperti lo dorong Hana hihihi" desis Red.


Red mengusap-usap pipi mulus Yera menggunakan belatinya lalu ia mengukir di pipinya dengan tulisan 'bastard'.


Srek!


"aarghh, sssh.... s-a-k-i-t" ringisan Yera.


Tiba-tiba sekumpulan para tuyul datang saat Red sedang menyiksa Yera, Red tidak peduli ada orang datang dia sedang asyik bermain dengan mainannya seperti anak kecil.


Deg!


"Dia Red?" tanya Adrian yang baru saja datang


"Sepertinya Red" balas Agam


"Red siapa?" tanya Aris yang menatap ke Adrian.


Semua tuyul dengan kompak menoleh ke arah ketos Aris.


"Heh, lo ngapain disini? jangan bilang lo disini juga lagi hukum setan yang terlambat" sahut Abercio.


"Ck, gue kesini karena ingin nolongin Hana yang disekap oleh dia Alister dan dua gadis" balas Aris.


"Lah dimana yang satunya?" tanya Adrian menoleh ke kiri dan ke kanan.


"Davira tuh disana tubuhnya dia sudah mati, matanya di congkel sama Hana di buat lato-lato" jawab Aris.


Semua tuyul bergirik lirik langsung menutup rapat bagian bawah mereka. Sadis batin mereka bersamaan.


"Kita harus cegah Hana buat bunuh orang lagi gue takut dia masuk penjara" ucap Raka yang hendak menghampiri Hana tapi di cegah sama empat tuyul.


"Jangan bang dia bukan Hana tapi Red lebih tepatnya alter egonya, jangan ganggu dia kalo nyawa bang Raka ingin aman dia akan membunuh siapa saja yang mengganggu dia lebih baik kita jaga jarak saja lebih aman, biarkan Yera mati bang pasti abang ingin kan Yera mati untuk menebus semua dosa dia ke Hana? kita tunggu Delvin datang bersama Kivandra bang" balas Adrian sambil memegang lengan Raka.


"Sejak kapan Hana memiliki alter ego?" lirik Raka ke Adrian.


"Sebenarnya itu bukan alter ego milik Hana tapi milik Belvia ada dua alter ego yang selalu ikut Belvia didalam tubuhnya dulu, yang pertama Winter dia tidak seganas Red bang Winter masih bisa mengontrol diri sedangkan Red lebih ganas dan kejam dia tidak pandang bulu siapa musuhnya" papar Adrian.


Raka dan Galang membulatkan matanya mereka terkejut mendengar ucapan Adrian.


Back to Red...


Setelah Red menyiksa tubuh Yera hingga Yera tergeletak lemas penuh dengan darah, Red seolah menghipnotis Yera untuk terjun bebas dari gedung tua ini. Dengan susah payah Yera bangkit dengan keadaan tubuh penuh sayatan kaki kirinya bengkok ulah Red, Yera berjalan dengan terseok-seok menuju tepi gedung tua.


Tap


Tap


Tap


Semua tuyul membulatkan matanya melihat Yera berjalan terseok-seok menuju tepi gedung tua berada di lantai atas.


"Dia ngapain?" bisik Abercio ke telinga Kalandra.


"Red menghipnotis Yera untuk terjun dari gedung ini sebagai balas dendam kematian Hana" tebak Kalandra.


"Red benar-benar sadis membayar kematian seseorang dengan cara yang sama" balas Abercio.


Yera langsung terjun bebas dari lantai atas gedung tua hingga jatuh kebawah ia memejamkan matanya.


Bugh!


Tubuh Yera jatuh mengenaskan tanpa berbentuk kepalanya menghantam batu gede yang meruncing perutnya tertusuk besi. Semua tuyul langsung berlari melihat tubuh Yera dari atas, semua tuyul meringis ngeri menatap betapa hancurnya tubuh Yera.


"Dek, kematian mu udah dibalaskan sama Red. Abang harap kamu bisa tenang di alam sana" monolog batin Raka masih menatap tubuh Yera.


"Dek, Yera sudah mati karena Red yang sudah bantu balaskan dendam kematian mu dek dengan cara yang sama, maafkan abang dek yang sudah banyak kesalahan" batin Galang sedikit meneteskan air matanya.


Pekikan suara Alister membuat semua tuyul membalikkan badan mereka ke arah Red yang sedang mengangkat tubuh Alister,semua menganga lebar.


Brak!


Red membanting tubuh Alister ke tembok dengan keras,membuat Alister mengeluarkan banyak darah dari mulutnya.


Krak!


Red menarik tangan kiri Alister hingga terlepas dari tubuhnya, Alister terpekik kencang merasakan sakitnya tangan terlepas dari tubuhnya. Sedangkan semua tuyul yang melihatnya bergirik ngeri benar-benar iblis cantik batin mereka bersamaan.


"Yolo yolo itu red gampang banget kek narik tulang ayam goreng" lirih Abercio yang wajahnya udah kelihatan pucat.


Red membuka sembarang potongan lengan tangan Alister, darah langsung mengalir seperti pancuran di tubuh Alister,nafas Alister tersengal-sengal.


Tanpa disengaja pistol terjatuh dari saku Red dan jatuh tepat didepan Alister, Red yang sedang membelakangi Alister tiba-tiba Alister menyeret tubuhnya sendiri untuk menjangkau pistol tersebut untuk menembak Red tapi pergerakan Alister di ketahui oleh Galang secepat kilat Galang berlari ke arah Red dan berteriak.


"Awas Red belakang lo" teriak Galang


Dor!


Tepat Galang teriak Red membalikkan badannya ia sudah melihat Galang memegang dadanya yang penuh darah ia sempat terkejut dengan tindakan Galang yang bisa membahayakan dirinya.


Bukan hanya Red saja Yang terkejut tapi semua para tuyul terkejut, apalagi Raka ia berteriak memanggil nama Galang.


"Bawa dia ke rumah sakit sekarang" teriak Red yang masih menahan tubuh Galang, dengan gerakan cepat Raka langsung menggendong tubuh Galang ke mobil yang diikuti oleh Agam dan Abercio.


Red menatap tajam ke arah Alister tanpa ba-bi-bu ia menyeret Alister ke tepi gedung lalu ia melemparkan tubuh Alister dari atas gedung ke luar gedung.


Brak!


Alister mati dengan mengenaskan tubuhnya tertusuk besi lancip dibawah sana.


Ref memejamkan matanya sekujur tubuhnya penuh dengan darah, Hana gue udah membalaskan dendam atas kematian lo batin Red.


"R-red l-lebih baik kita ke rumah sakit sekarang" ucap Kalandra yang gugup ia takut sama Red.


"Hm" singkat Red.


"Selamat tinggal sepupu gue semoga lo tenang disana" batin Aris.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2