
Bruuummmmmm....
Ckiiiitttt!
Mereka menghentikan motor dan mobil mereka didepan gedung tua. Red turun dari motornya dan berjalan menghampiri gedung tua dan diikuti oleh Kivandra, Kalandra, Galang dan Raka di belakangnya.
Tuk
Tuk
Tuk
Keempat tuyul di buat merinding berjalan di belakang Red Winter auranya sangat pekat dan dingin berasa sedang bersama setan 😈.
Krieeett!
Semua orang yang ada di dalam gedung menoleh ke sumber suara Brivan, Darren dan Agler terkejut melihat kedatangan Kivandra, Kalandra, Galang dan Raka bersama seseorang di berjalan di depan mereka. Mata tajam Red Winter nampak berkilat saat terkena pantulan cahaya lampu remang-remang gedung. Semua orang yang melihatnya tertegun melihat wajah ngeri Red Winter , apalagi dengan mata merah darah yang menyala milik Red tidak akan ada yang mampu menatapi mata tersebut.
"Setelah sekian lama gue bisa melihat Red Winter bergabung lagi, apa ini artinya akan ada pertumpahan darah dan Lorenzo akan segera mati, tunggu dia bawa apa di tangannya?" gumam Brivan mengerutkan keningnya melihat benda yang diselimuti darah segar mengalir di tangan Red Winter.
"Makhluk apa itu? kuntilanak gak mungkin kaki dia nampak berjalan di tanah, alien? sangat tidak mungkin lagi terus apa dong, masak kuyang sih kan tubuhnya masih ada tapi serem juga matanya bikin gue sakit mata cok kalo natap tuh mata" celetuk Agler.
"Mungkin dia mbahnya kuntilanak lihat saja rambutnya udah ubanan udah di pastikan umurnya udah tuwir" sambung asal Darren.
Brivan yang mendengar langsung mendengus, "Itu alter ego Belvia dan itu rambut bukan uban ya seperti rambut kita yang udah ubanan para aki-aki , dia Red dan Winter di dalam tubuh Belvia mereka sedang mengambil ahli tubuhnya, mereka sangat berbahaya jika di satukan seperti itu".
"Hai Brivan sudah lama kita tidak bertemu " aura pekat Red Winter terpancar dari tubuhnya.
"Winter Red?" cicit Brivan.
"Yes, itu kami"
"Hana dan calon anaknya gimana?" cemas Brivan di lihat dari wajahnya sangat mengkhawatirkan anaknya dan calon cucunya itu.
Bagi orang lain kalau Red tersenyum itu malah terkesan menyeramkan membuat orang yang disekitarnya bergirik ngeri, saat ini Red tersenyum didepan Brivan. "Tenang saja mereka baik-baik saja, Elijah yang menjaga calon anaknya Hana, pasti kau tahu siapa Elijah kan?" senyum Smirk tercetak di sudut bibir Winter.
Deg!
Jantung Brivan berdebar kencang bukan berdebar seperti rasa jatuh cinta kepada seseorang melainkan dia sangat khawatir kalau Elijah yang menjaga calon cucunya, ya Brivan sempat mengenal siapa Elijah dia lebih mengerikan dari Red kalau Red adalah dewi kegelapan menyukai darah, Winter adalah dewi kehancuran sedangkan Elijah dia mempunyai taring meskipun wajah Elijah sangat tampan,raja dari segala raja dunia kegelapan dia lebih suka meminum darah dan jantung manusia dia tidak lebih dari mesin penghancur, untuk membunuh musuhnya dia tidak perlu memakai belati atau pisau hanya perlu sekali tarikan ia bisa mengeluarkan jantung dari dalam tubuh musuhnya. Elijah tidak bisa membedakan mana yang musuh mana yang bukan musuh saat mode mengerikan, dia akan membabat habis semua orang yang berada di sekitarnya.
Makanya Brivan sangat khawatir dengan calon cucunya apa dia bisa mengendalikan Elijah ketika dia sudah lahir ke dunia.
"Ya gue kenal dengan Elijah, apa itu tidak akan apa-apa?" cemas Brivan.
"Dia pasti akan bisa mengendalikan Elijah tenang saja kawan, dan pegang ini Brivan" Red menitipkan jantung Leon ke tangan Brivan. Tanpa ragu Brivan langsung menerimanya.
Darren dan Agler menganga lebar mendengar percakapan dan bergirik ngeri mereka melihat seperti jantung manusia ada di tangan Brivan tangan siapa Elijah?.
"Ssssttt.. siapa Elijah lo kenal gak? dan itu seperti jantung manusia bukan" tanya Agler.
"Kang cendol kali, jantung ayam mungkin" balas asal Darren.
Lorenzo menatap jengah mereka malah mereka asyik mengobrol sendiri. Disamping Lorenzo ada Bara asisten Lorenzo dan Ghani ayah Leon tapi dimana Sam dan Rajendra mereka sedang ada masalah karena Tiara dan Ratna jadi mereka tidak ikut untuk war dengan Brivan dkk, Sam malah pergi ke luar negeri untuk menenangkan dirinya bagaimana tidak tiba-tiba dia mendapatkan kabar yang mengejutkan kalau Tiara anaknya membuat dirinya setres dan depresi sedangkan Rajendra melampiaskan dengan kerja non stop di kantor tanpa pulang ke rumah.
"Woi, kalian mau sampai kapan ngobrol?" teriak Lorenzo dia belum tahu siapa Red Winter baginya dia makhluk aneh yang datang kesini.
"Dan lo siapa? kenapa lo ke sini, disini tidak ada pesta Halloween asal lo tahu" maki Lorenzo.
Sedangkan yang lainnya sudah menahan ketawa ingin menyemburkan tawa mereka tapi mereka lebih sayang dengan nyawa mereka.
Tuk
Tuk
Tuk
__ADS_1
"Hihihihihi bau darah bau kematian gue suka" desis Red memiringkan kepalanya menatap tajam Lorenzo.
Glek!
Ghani dan Bara merasa ngeri menatap mata Red, apalagi Lorenzo sebenarnya dia juga takut dengan Red tapi dia mencoba untuk menyingkirkan rasa takutnya.
Red tahu Lorenzo akan berjalan menghampiri dirinya seketika Red langsung mengunci pergerakan Lorenzo. Lorenzo berusaha menarik kakinya ke depan untuk melangkah tapi tidak bisa di gerakan.
"Shiit, ada apa dengan tubuh gue" ucap lirih Lorenzo sambil menatap kakinya yang masih berdiam diri di tempat.
Bara dan Ghani melihat Red Winter berjalan menghampiri Lorenzo, mereka berdua memundurkan langkahnya yang tadinya di samping Lorenzo dengan langkah lebar langsung menjauh dari Lorenzo. Lorenzo yang tahu dengan kedua sahabatnya itu memundurkan langkahnya ke belakang langsung menegur ke temannya itu.
"Kalian kenapa? kalian ngapain mundur hah!" bentak Lorenzo.
Ghani dan Bara hanya geleng-geleng kepala tanpa bersuara wajah mereka langsung pucat dan pias melihat Red Winter semakin mendekati Lorenzo.
"Lorenzo" desis Winter jarak dengan Lorenzo cukup dekat dengan Winter Red.
Deg!
Entah kenapa menatap mata Red kepala Lorenzo langsung sakit. Winter cengkeram kuat leher Lorenzo saat Lorenzo tidak siap.
Tangan Lorenzo berusaha menggerakkan untuk menyingkirkan tangan Winter dari cengkeraman lehernya tapi sayangnya dia tidak bisa Red masih mengunci pergerakan Lorenzo.
"L-lepaskan g-gue" ucap Lorenzo dengan nafas tersengal-sengal.
Winter semakin kuat mencekik leher Lorenzo dan seketika langsung melempar tubuh Lorenzo ke tembok yang berada di belakang Bara dan Ghani.
Braaaakkkkkkk!
Suara nyaring menggema di seluruh ruangan gedung tua.
Semua orang meringis ngilu menatap Lorenzo apalagi dua temannya itu sempat shock melihat tubuh Lorenzo di lempar melewati mereka.
"Gergaji mesin" pinta Red kepada salah satu anggota Costa Nostra.
Red sempat melihat gergaji mesin yang ada di gudang pabrik gula ia menyuruh anggota Costa Nostra untuk membawanya lumayan buat senjata memotong daging manusia.
Anggota Costa Nostra langsung memberikan gergaji mesin kepada Red.
Semua penghuni di sana menatap bingung kenapa Red butuh gergaji mesin untuk apa?
"Red mau nebang pohon? kenapa dia butuh gergaji?" tanya Kalandra yang masih menatap Red dari kejauhan.
"Buat mencacah daging lo Kalandra" goda Galang sambil cekikikan.
Kalandra udah merinding disko malah dia membayangkan dagingnya di cacah oleh Red betapa sadisnya dia.
"Ngadi-ngadi lo setan" sentak Kalandra seraya menggeplak kepala Galang.
"Kamvreeet" umpat Galang.
Back to Red.
Red menyalakan gergaji mesin anggota Costa Nostra sudah mencolokkan kabelnya tanpa disuruh Red karena ia ingin aman nyawanya.
Red berjalan perlahan menuju Lorenzo yang masih duduk lemah di lantai. Bara dan Ghani lagi-lagi menyingkir dari sana.
Setelah Red mendekat ia langsung menganyunkan gergaji mesin mengarahkan kedua kaki Lorenzo. Lorenzo terpekik merasakan kedua kakinya terpotong oleh mesin gergaji.
Kreessss!!!!!
"Arrrrrghhhh....."
Semua orang langsung menutup matanya mereka tidak berani melihat aksi Red memotong kaki Lorenzo dengan mesin gergaji. Kalandra langsung memuntahkan isi perutnya seketika amnesia eh anemia langsung.
__ADS_1
Darah bercucuran seperti air mancur keluar deras hingga wajah Red terkena cipratan darah Lorenzo, ia menjilati darah yang ada di wajahnya.
"Hihihi gue suka darah...hihihi.. ini akibatnya lo udah membuat Elena meninggal" desis Red dengan gergaji masih menyala.
"A-ampun m-maaf" suara tersengal-sengal Lorenzo dengan mata sayu nya.
"Hahahaha maaf lo bilang? minta maaf lah nanti saat lo udah di neraka" suara dingin Winter menginjak leher Lorenzo.
Lorenzo memejamkan matanya merasakan sakitnya leher di injak oleh Winter. Winter melepaskan injakan nya dari leher Lorenzo ia tidak mau Lorenzo langsung mati begitu saja minimal ia ingin merasakan Lorenzo tersiksa di dunia terlebih dahulu.
Kreees!!
Red kembali menganyunkan gergaji mesin ke arah kaki kanan Lorenzo.
"Aaaarrrrghhhhh.....sshh..."
Cr0t... darah langsung mengucur kemana-mana bahkan tembok terkena cipratan. Red menjilati jari tangannya yang terkena cipratan darah Lorenzo.
"B-u-n-u-h g-u-e" suara lemah Lorenzo.
"Sepertinya gue ingin tahu isi kepala lo itu apa, jangan-jangan isi kepala lo itu kosong tidak ada isinya hm? gimana kalo gue potong kepala lo, apa lo masih hidup?" tebak Winter.
Lorenzo kini hanya pasrah saja apa yang akan dilakukan oleh Red Winter, dia tidak cukup kuat untuk melawan iblis seperti Red ini.
Kreees!!!
Sepertinya Winter berubah pikiran ia memotong perut Lorenzo terlebih dahulu dengan gergaji mesin. Lagi-lagi Kalandra memuntahkan isi perutnya melihat isi perut Lorenzo keluar dari dalam perut Lorenzo ketika Winter menggergaji perut Lorenzo apalagi darah mengucur deras seperti air mancur.
Semua orang tidak sanggup melihat aksi kejam Red Winter, ada yang membalikkan badannya ada juga yang menutup matanya. Sedangkan Kivandra dan Brivan masih setia menatap dan melihat Red Winter menghabisi nyawa Lorenzo.
"Kenapa kamu kalo ngidam seperti ini sangat berbeda dengan ibu hamil yang lainnya sayang, aku sangat khawatir dengan anak kita" batin Kivandra.
Lorenzo langsung menghentikan nafasnya saat Winter menggergaji perut Lorenzo.
"Ck, gak seru udah mati" decak Winter.
Red menggergaji kepala Lorenzo ia ingin melihat isi kepala dia.
Kreeesss!!!!!!
Red berjongkok dan mengobrak-abrik isi kepala Lorenzo semua otak ia keluarkan tanpa rasa takut. Setelah itu ia beralih ke isi perut Lorenzo ia juga mengobrak-abrik isi perut Lorenzo mengambil ginjal ia menatapnya dan langsung membelah ginjal tersebut menjadi dua bagian.
"Ck, gak layak di jual ternyata" decak kesal Winter.
Mata red berbinar-binar melihat jantung yang masih menempel di perut Lorenzo ia langsung mengambil jantung Lorenzo, menghirup aroma darah segar dari jantung Lorenzo, Red menjilati jantung lorenzo lebih tepatnya menghabiskan bekas darah yang menyelimuti di sekitar jantung Lorenzo.
Setelah itu Red melempar asal jantung itu ke sembarang arah.
Red menyalakan kembali gergaji mesin dan memotong kecil-kecil tubuh Lorenzo menjadi beberapa bagian, lumayan bisa dibikin sop daging sama daging geprek sambal ijo.
Setelah itu ia membalikkan badannya memiringkan kepalanya menatap Ghani dengan senyum iblisnya.
Deg!
...----------------...
Mau lagi?...😝😝
...~Visual Elijah versi gepeng~...
...~Visual Asli Red versi gepeng~...
...~Visual Winter~...
__ADS_1