Transmigrasi Belvia

Transmigrasi Belvia
59


__ADS_3


Kalandra sudah berhenti dan menunggu didepan mansion Hareklees, ia melepaskan helm dan mengeluarkan benda berbentuk pipih dari saku celananya. Kalandra mengirim chat kepada Hana kalau dia sudah sampai didepan mansionnya.


Kalandra : Gue dah nyampe


Brummmm....


Tak lama kemudian Kalandra mendengar suara derum motor sport dari arah belakang,ia menoleh ke belakang ternyata suara motor Hana yang baru saja datang. Hana memakirkan motornya di belakang motor Kalandra,lalu Hana turun dari motornya ia berjalan menghampiri Kalandra. Penampilan Hana sama seperti Kalandra serba hitam dengan masker hitam.


"Sorry terlambat" ucapnya singkat.


Kalandra mencebik kesal."Hm, katanya gak boleh terlambat tapi lo sendiri yang telat,bangsul!"


"Kalo gak ada urusan mendadak ya gue gak bakalan datang terlambat"


Kalandra memutar bola mata malasnya."Ya ya cewek selalu saja benar".


"Lo bisa manjat tembok kan?" tanya Hana


Kalandra mengernyitkan dahinya kenapa Hana bertanya seperti itu."Lah,ngapain manjat tembok kita bisa lewat gerbang mansion lo, manjat tembok udah kek maling aja"


"Emang mau maling kita,mana ada maling lewat gerbang rata-rata pasti manjat tembok"


Mata Kalandra langsung melotot sempurna mendengar perkataan."Lo mau maling dirumah sendiri Hana? baru kali ini gue denger ada orang yang mau maling dirumah sendiri, emang lo mau maling apa? Tv,laptop,atau perhiasan? tapi lo udah sultan ngapain maling Hana".


Kalandra tidak habis pikir kenapa Hana mau maling dirumahnya sendiri mending maling di rumahnya Kivandra disana banyak barang berharga lumayan dijual lalu bagi dua hasilnya.


Sebelum itu motor mereka udah diamankan terlebih dahulu biar tidak ada yang mencurigainya.


"Udah jangan banyak cincong lo, ikutin aja gue ini demi masa depan seseorang mumpung yang punya rumah lagi gak ada di rumah kecuali tante kuntilanak sama anaknya" celetuk Hana.


"Eh,siapa lagi tuh tante kuntilanak dan anaknya jangan bilang mereka beneran setan, kok serem banget rumah lo angker" Kalandra bergirik merinding.


"Emang udah angker dari dulu banyak setannya, dan tante kuntilanak dan anaknya bukan sekedar setan tapi iblis siap menangkap lo raaawrr.." canda Hana yang udah tertawa kecil.


"Bangsul,canda lo gak lucu" Kalandra mencebik kesal.


Entah kenapa Kalandra sama hantu saja takut tidak malu apa sama otot gede dan badan gedenya batin Hana sambil geleng-geleng kepala.


"Gue duluan ya, setelah itu baru lo manjat tembok" ucap Hana


Tanpa menunggu jawaban dari Kalandra, Hana langsung memanjat tembok rumahnya dengan sekali lompatan. Kalandra dibuat sampai melongo melihat kelincahan Hana dalam ahli memanjat.


Bugh!


Hana mendarat sempurna di balik tembok rumahnya.


Gila! Maling profesional batin Kalandra sambil geleng-geleng.


"Woi, buruan jangan diem doang lo" ucap Hana di balik tembok.


Ucapan Hana membuyarkan kesadaran Kalandra."Ck,bawel lo udah kek cewek".


Kalandra melemparkan tasnya terlebih dahulu dari tembok luar lalu setelah itu ia memanjat tembok dan mendarat sempurna.


Bugh!


"Gimana bisa kan gue" sombong Kalandra mengedipkan matanya.


Hana tidak menjawabnya hanya berdecak kesal dengan sikap Kalandra.Saat mereka sudah ada di halaman rumah Hana untungnya satpam rumah langsung ketiduran karena sebelum Hana kesini ia sudah menyuruh maid di mansion Hareklees untuk memberikan obat tidur kedalam minuman satpam yang jelas Hana memberikan uang tip untuk maid tersebut agar rencananya berjalan lancar.


"Lo duduk di sebelah sana, buka laptop lo nanti dan alihkan cctv di mansion ini lo cukup awasi dibalik layar dan gue yang masuk kedalam mansion, ini gue pinjemin alat komunikasi pasang di telinga lo" ucap Hana menyuruh Kalandra untuk duduk di pojokan sana agar tidak terlihat oleh cctv luar.


"Lo lewat mana?nanti satpam rumah lo bangun gimana?" takut Kalandra kalau ketahuan.


"Tenang aja dia udah gue kasih obat tidur biar ngorok sampai pagi,baik kan gue Kal"jawab santai Hana.


Kalandra membulatkan matanya mendengar perkataan Hana.


"Gila,pantes aja dari tadi sepi kirain gue gak ada yang jaga ternyata yang jaga udah dibikin ngorok sama lo,gak abis pikri deh gue di luar nurul"


"Eh,tunggu lo mau lewat mana?" Kalandra mencengkal tangan Hana sebelum Hana pergi.


"Balkon kamar gue tuh di atas" Hana menunjukkan ke arah jendela balkon kamarnya dengan dagunya.

__ADS_1


Kalandra mengikuti arah pandang Hana setelah itu matanya melotot gila aja dia mau manjat balkon dikira manjat tebing.


"Lo masih waras kan Hana? lo bukan kucing yang punya sembilan nyawa,mending lo lewat pintu depan aja deh"


"Kalo pintunya gak di kunci ya gue lewat pintu Kalandra, udah deh lo diem aja sesuai tugas lo gue yang beraksi lo hanya awasi saja lewat monitor jaga kalo tuan rumah pulang"


Kalandra mencebik kesal terpaksa ia menuruti perkataan Hana."Ya yang penting lo aman awas saja kalo lo jatuh gue gak mau tanggung jawab"


"Hm"


Kalandra langsung duduk di posisinya sedangkan Hana sedang berjalan menuju balkon kamarnya setelah itu ia melemparkan tali dan jangkar ke batas pagar balkon kamarnya, setelah merasa jangkar tersebut berhasil tersangkut kuat di pagar balkon Hana langsung mengikatkan tali itu ke pinggang Hana.


Hana memanjat tembok yang tinggi seperti sedang bermain panjat tebing ia sangat jago untuk melakukan seperti ini karena ia sebelum berpindah jiwa dulu Belvia pernah menjadi juara 1 lomba panjat tebing waktu sekolah SMA.


Kalandra tengah sibuk mengotak-atik jaringan cctv di mansion Hareklees ia akan merekayasa cctv seolah tidak terjadi apa-apa. Kalandra lebih jago dalam hal hacker daripada Delvin dan Adrian, Makanya dulu Kivandra terus mendesaknya untuk bergabung dengan Ravestrack tapi Kalandra terus saja menolaknya katanya ia takut bosan kalau jadi anggota geng motor alasan yang aneh sekali menurut Kivandra.


Bugh!


Hana mendaratkan kedua kakinya ke lantai balkon kamarnya. Hana tersenyum puas melihat ia berhasil menaklukkan tembok tinggi mansion Hareklees.


"Kala" panggil Hana lewat earphone.


"Iya Hana kenapa" jawabnya lewat earphone.


Mereka sama-sama berkomunikasi lewat earphone.


"Keadaan didalam gimana, aman kah?"


"Aman tapi ada cewek yang sedang turun ke lantai bawah sepertinya dia sedang mencari makanan di kulkas,cewek itu siapa sih?"


"Itu anaconda gak penting, baiklah gue udah di dalam kamar gue dan gue akan mengendap-ngendap ke ruangan kerja tetap lo awasi"


Anaconda? siluman kah? Kalandra langsung berpikir yang tidak-tidak.


Tap


Tap


Tap


Hana berjalan mengendap-endap menuju ruang kerja yang berada di lantai bawah, ia menoleh ke kiri dan ke kanan siapa tahu ada tante kuntilanak lewat. Hana melihat Cindy yang sedang mengambil mie instan di lemari dan telor di kulkas, Hana bersembunyi dulu di balik lemari besar menunggu Cindy berjalan ke dapur.


Setelah Hana melihat Cindy sudah tidak ada di ruang tengah ia langsung berjalan kembali mengendap-ngendap ke ruangan kerja.


Ceklek!


Hana membuka ruangan kerja menggunakan kata sandi seperti biasanya untung saja Dekkan tidak mengganti kata sandi ruangan kerja jadi hal ini mempermudah Hana untuk masuk kedalam ruangan tersebut.


Hana menutup kembali pintu itu agar tidak ada yang masuk, Hana mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan itu.


Hana langsung mencari dokumen kepemilikan perusahaan dan dokumen mansion Hareklees ke seluruh rak lemari buku.


"Aish, dimana tuh dokumen ini udah sepuluh menit gak ketemu-ketemu" Hana menggerutu dalam hatinya.


Hana memicingkan matanya ke atas lemari disana ada kotak persegi yang agak gede, ia curiga kalau tuh dokumen di sembunyikan didalam sana.


Hana langsung mengambil kursi kayu lalu ia letakan di atas meja kerja, Hana naik ke atas meja lalu ia naik lagi ke atas kursi ia langsung mengambil kotak persegi itu lalu ia membukanya ternyata benar seperti dugaan Hana didalamnya ada dokumen penting yang Hana cari, ia mengambil dokumen itu lalu ia menutupnya kembali dan meletakkan kembali kotak persegi itu lalu ia turun dari sana.


Bugh!


Hana mengembalikan kursi kayu ke semula biar tidak ada yang curiga.


Kalandra kembali berkomunikasi lewat earphone ia memberitahu bahwa ada suara mobil yang masuk ke halaman mansion.


"Hana sepertinya ada suara mobil tuan Dekkan"


"Shitt..gue akan segera keluar" umpat Hana sambil memasukkan dokumen itu kedalam tasnya.


"Ruang tengah aman Kalandra?" tanya Hana lewat earphone.


"Ada cewek yang tadi lagi makan didepan tv, dan tuan Dekkan baru saja keluar dari mobil, hati-hati Hana"


"Kamvreet,oke"


Hana keluar dari ruangan kerja sebelum itu ia menghapus sidik jarinya pada pintu tersebut agar Dekkan tidak mencurigai kalau ada orang yang sempat masuk kedalam ruangan kerja.

__ADS_1


Hana terkekeh kecil dalam hatinya gue berasa kek maling beneran deh!


Hana melakukan roll depan agar Cindy tidak melihat bayangan seseorang dari layar tv yang tidak dinyalakan. Cindy sedang menonton drakor di ponselnya ia duduk di bawah sofa beralaskan karpet.


Saat Hana hendak berdiri dan bersembunyi sementara di balik lemari ia di kagetkan suara Kalandra.


"Kambing" umpat Hana dalam hatinya.


"Tuan Dekkan sudah berjalan ke dalam mansion sekarang ia sedang membuka pintu"


Ceklek!


Saat Cindy menoleh ke sumber suara ia langsung berjalan tanpa suara ke lantai atas menuju kamarnya.


"Enak sekali dia hidup enak di mansion orang tunggu saja sebentar lagi gue akan beri pelajaran sama lo" batinnya menyeringai.


Tap


Tap


Tap


Ceklek!


Hana membuka pintu kamar lalu ia tidak lupa mengunci pintunya kembali agar tidak ada yang masuk kedalam kamarnya, dan ia mengantongi kunci kamarnya kedalam saku celana.


Hana membuka jendela balkon kamar lalu menutupnya kembali ia mengikat kembali tali tersebut ke pinggangnya.


Hana turun perlahan-lahan ke bawah sambil melihat atas dan bawah.


Bugh!


Hana turun ke bawah dengan sempurna tanpa bersuara ia menarik kembali jangkar yang diikat di tali tambang tersebut yang masih menggantung di pagar balkon lalu ia menggulungnya dan menyimpannya kedalam tas.


"Tuan Dekkan keluar lagi sepertinya ada barang yang ketinggalan didalam mobil"


Hana yang mendengar perkataan Kalandra barusan ia langsung bersembunyi di balik tembok.


Hana menghembuskan nafasnya hampir saja Hana ketahuan.


Setelah mendengar derap langkah kaki Dekkan yang udah masuk kedalam mansion ia langsung keluar dari balik tembok,Hana menyuruh Kalandra untuk kesini.


"Udah ambil dokumennya Hana?" tanya Kalandra yang baru saja datang.


Hana terperanjat ia tidak mendengar suara kaki Kalandra tiba-tiba saja Kalandra sudah ada didepannya. Kalandra manusia atau jaelangkung bukan sih batin Hana.


"Lo terbang kesini? kok gue gak denger suara kaki lo"


"Emang gue burung bisa terbang? gue jalan pelan-pelan biar gak ketahuan kalo ada orang di luar ogeb" yang diangguki oleh Hana.


"Yaudah yuk pulang, urusan kita udah selesai thanks ya bro udah bantuin gue jadi maling malam ini" ucap Hana sambil terkekeh kecil.


"Santai aja Hana selama gue masih hidup gue akan tetap membantu lo kapan pun asal lo traktir gue hahaha, kita ambil dulu motor kita di mansion sebelah" tawa kecil Kalandra.


Motor mereka terparkir di mansion sebelah yang udah kosong tidak berpenghuni.


Hana dan Kalandra memanjat tembok kembali mereka harus cepat pergi dari sana sebelum satpam rumah bangun.


Bugh!


Mereka berhasil keluar dari mansion Hareklees, Hana dan Kalandra langsung melakukan high five (tos) sebagai tanda keberhasilan setelah itu mereka berjalan menuju motor mereka.


Mereka udah menaiki motor sport masing-masing dan berpamitan untuk pulang ke rumah, karena waktu udah menunjukkan pukul 02.00 malam hari.


"Lo hati-hati Hana jangan lewat jalan yang sepi" ucap Kalandra dibalik helm full face.


"Hm, lo juga hati-hati thanks sekali lagi"


"Oke"


Mereka sama-sama menancapkan gas motornya dengan kecepatan tinggi dan saling berlawanan arah, Hana ke utara sedangkan Kalandra ke selatan.


Hana tersenyum miring di balik helm full face ia tidak sabar melihat Dekkan tidak mempunyai apa-apa, ia harus segera mengurus dokumen ini.


......................

__ADS_1


...~Visual Algav~...



__ADS_2