
Sinar matahari mengintip di celah-celah tirai jendela membuat Hana terusik ia membuka matanya dengan perlahan merasa perutnya di tindih benda berat ia menoleh ke samping ternyata tangan Kivandra masih memeluk dirinya. Hana menyingkirkan tangan Kivandra dengan pelan, ia menyibakkan selimut dari tubuhnya. Hana nampak terkejut melihat seluruh tubuhnya dalam keadaan naked apalagi melihat banyak jejak di bagian dadanya kemerahan. Betapa buasnya Kivandra semalaman benar-benar membuat dirinya kewalahan Kivandra menggempur dirinya sebanyak 4x terakhir jam 3 pagi baru bisa tidur, ini juga masih sangat ngantuk sekali.
Hana meringis merasakan perih dan sakit di bagian bawahnya hendak berdiri dan melangkahkan kakinya ke kamar mandi, benar-benar ngilu dan sakit apa di bagian bawah sana luka akibat pisang tanduk milik Kivandra? pikir Hana dengan pikiran polosnya.
"Aaarrgh...sssshh" ringisan Hana menahan rasa ngilu dan perih.
Kivandra mendengar suara pekikan Hana langsung bangun dan duduk di pinggir ranjang. "Sayang ada apa? kamu sakit?" suara serak Kivandra khas bangun tidur.
Hana menoleh ke Kivandra dengan wajah sebalnya." Ya gue sakit gara-gara lo terlalu minta banyak" kesal Hana enak banget jadi cowo main tancap saja tidak merasakan rasa perihnya setelah di colok beberapa kali.
"Ya maaf sayang, habisnya semalam punya kamu bikin ngegigit dan bikin ketagihan jadi maaf kalo aku khilaf meminta terus menerus, aku kamu sayang jangan gue lo" cicit Kivandra sungguh tidak tega melihat istrinya kesakitan emang ini semua gara-gara pisang tanduk yang gak lihat situasi main minta lagi.
Plak!
Hana memukul paha Kivandra." Khilaf kok minta berkali-kali dasar cowo semuanya sama kalo berurusan dengan hawa nafsu, aku mau mandi" Hana hendak berjalan tiba-tiba ia merasa melayang ternyata Kivandra menggendong Hana dengan bridal style tanpa sehelai benang pun di tubuh mereka sama-sama dalam keadaan naked apalagi pisang tanduk Kivandra masih setia menggantung bebas di tempatnya.
"Aaaarrrrghhhhh.... aku mau mandi Kivandra turunkan aku, aku gak mau terjadi lagi di kamar mandi punyaku masih sakit kalo kamu lupa" pekik Hana.
"Ssttss..Diam atau kita akan melakukannya lagi di kamar mandi kalo kamu gak nurut, kita hanya mandi bersama tidak akan lebih kalo kamu gak cerewet" ucapnya yang masih menggendong Hana ke dalam kamar mandi.
"Dasar mesum" gumam Hana ia sudah berada di bathtub lalu Kivandra menyalakan air dan menuangkan sabun kedalam bathtub. Hana melebarkan matanya melihat Kivandra ikut masuk ke dalam bathtub.
"Heh, mau ngapain?kenapa ikutan masuk, keluar sana Kivandra!" mata melotot Hana.
Kivandra berdecak ia langsung mengambil busa untuk menggosok punggung Hana, Kivandra menarik tangan Hana untuk membalikkan badannya. "Udah diam nurut sama suami mu ini, aku hanya ingin menggosokkan punggung kamu, suami idaman kan kapan lagi bisa menggosokkan punggung kamu" ucapnya sambil menggosok punggung Hana.
Hana tersentak mendapatkan punggungnya di gosok oleh Kivandra. "Gimana enak tidak mandi bersama suami apalagi punggung kamu di gosok sama suami" ucap Kivandra tangannya sambil merab*a bagian buah melon kembar dengan sedikit me*remas.
"Aaah....jangan kelewat batas kamu Kivandra, aku capek kalo di gempur terus" tidak sengaja Hana mend*esah membuat pisang tanduk yang tadinya sedang tidur langsung bangkit berdiri.
"Shitt, kamu udah membangunkan singa mungil sayang kamu harus bertanggung jawab untuk menidurkannya kembali" bisik Kivandra seketika Hana melotot sangat murahan sekali pisang tanduk milik Kivandra.
Hana benar-benar tidak akan percaya lagi sama omongan suaminya kalau diajak mandi bersama hanya untuk sekedar mandi tidak lebih itu hanya fiktif belaka saja yang ujung-ujungnya terjadi tawuran juga. Betapa lelahnya Hana hari ini ia sangat ingin meliburkan diri untuk tidak datang ke kampus. Ini semua gara-gara bapak Kivandra entah kenapa sejak menikah dia menjadi sangat mesum sekali dimana sifat yang dingin sebagai ketua Ravestrack benar-benar berubah.
πΎ
πΎ
πΎ
Mama Lika sedang menyiapkan sarapan pagi diatas meja kebetulan daddy Brivan sudah datang ke mansion Hawthorne ia akan memberikan sesuatu kepada Hana dan lainnya. Brivan sudah duduk di kursi meja makan.
Tap
Tap
Tap
"Pagi mamah, eh ada daddy Brivan pagi dad" sapa Galang menoleh ke arah Brivan yang tengah mengunyah tempe goreng sembari menunggu yang lainnya datang.
Brivan dan Lika mengernyitkan dahi mereka melihat Galang datang dari kamarnya yang ada di lantai 2 bersama anak kecil di samping Galang.
"Kamu sama siapa bang? kenapa ada anak kecil" tanya mama Lika.
__ADS_1
Galang menarik kursi untuk Sagara, ia mengangkat tubuh Sagara dan mendudukkan Sagara ke kursi tersebut lalu Galang duduk di sampingnya udah seperti ayah dan anak.
"Abercio semalam mengantarkan bocil ini kesini katanya dia menemukan bocil ini saat Abercio sedang makan ketoprak dan dia tidak tahu siapa orang tuanya disana tidak ada orang yang tengah mencarinya, jadi dia membawanya kesini mah" jelas Galang.
Mama Lika langsung menutup mulutnya dan meneteskan air mata betapa kasihan sekali anak kecil itu. "Nama kamu siapa sayang" tanya mama Lika tersenyum lebar menatap wajah gembul Sagara.
"Sagaya oma" jawab Sagara.
Mama Lika menatap Sagara betapa gemasnya Sagara mama Lika mencubit pipi Sagara dengan pelan sangat gembul sekali.
Brivan sedari tadi hanya menyimak saja sambil menatap bocah gembul itu, mengingatkan dirinya pada jaman Belvia yang masih balita mirip dengannya.
"Mah, Hana dan Kivandra belum juga turun?" tanya Galang ia tidak melihat adik perempuan dan suami dari adiknya itu.
"Mereka masih ada di kamar bang, coba kamu panggilkan mereka untuk turun karena ada hal penting yang harus kita bicarakan,bilang saja daddy Brivan datang" pinta mama Lika.
"Nah, itu mereka turun" Galang menunjuk ke arah tangga melihat Hana dan Kivandra turun dari lantai 2.
Semua mengikuti arah pandang Galang kali ini ada yang beda dari Hana, kenapa cara jalannya sangat berbeda seperti habis di suna*t.
"Nak, kamu kenapa kok jalannya agak ngangkang gitu hm?" tanya mama Lika melihat cara jalannya Hana berbeda tidak seperti biasanya.
Kivandra yang mendengar langsung menundukkan kepalanya ini semua gara-gara dirinya tidak bisa menahan hasratnya kalau di dekat Hana. Galang sudah menyemburkan tawanya melihat cara berjalannya Hana, Hana langsung bersemu merah pipinya benar-benar sangat malu. Apalagi Brivan daritadi senyum-senyum mencurigakan sambil menatap anaknya dan menantunya itu.
"Ah, mama ini gimana sih! masak gak tahu kalo Hana itu habis-
"Galang jangan bicara vulgar di depan anak kecil" Brivan langsung menyela kalimat Galang.
Galang tepok jidat dia lupa kalau masih ada Sagara disini, ucapan Brivan membuat Hana dan Kivandra menoleh ke arah anak kecil yang sedang duduk di kursi sebelah Galang.
"Dia siapa bang?" tanya Hana menoleh ke Galang.
"Kata Abercio nemu bocil ini pas dia lagi makan ketoprak semalaman dan membawanya kesini kata dia lo yang rawat dia Abercio katanya gak bisa rawat anak kecil" celetuk santai Galang.
Hana membulatkan matanya ia tidak salah dengar kan?
"Apa gak ada orang yang nyariin dia bang?"
"Abercio udah menunggu lama disana tapi gak ada yang meras kehilangan anak, ya akhirnya dia bawa kesini dan dia bahkan manggil Abercio dengan sebutan papah" ucapnya sambil makan bakwan.
"Jangan-jangan anaknya Abercio bang" tebak Hana.
Galang hanya manggut-manggut saja."Bisa jadi".
"Bukan, Abercio walaupun dia selalu tebar pesona dan playboy dia tidak akan pernah bermain seperti itu sebelum menikah, Abercio walaupun punya mantan banyak dia kalo pacaran sekedar iseng aja gak lebih dari seminggu dia udah mutusin pacarnya lalu dia cari lagi terus kayak gitu gak pernah serius menjalin hubungan dengan lawan jenis,jadi gak mungkin dia anaknya Abercio" bantah Kivandra ia tahu sifatnya Abercio karena dia sering menginap di mansionnya sejak kecil.
"Oh, jadi kenapa dia panggil papah ke Abercio?" tanya polos Hana, Kivandra dan Galang hanya mengedikan bahu mereka.
Hana mendengus lalu menatap ke Sagara."Nama kamu siapa?"
"Sagaya kak" balas Sagara dengan mulutnya yang masih sibuk mengunyah makanan dimata Hana sangat menggemaskan sekali.
"Lucu banget sih kamu, panggil kak Hana ya" Hana mengacak-acak rambut Sagara.
__ADS_1
"Giliran sama gue panggilnya om tapi sama Hana kak, dasar bocil.ck" decak Galang menatap Sagara dengan tatapan musuhan.
"Ayo sarapan dulu kita, setelah ini tunggu di ruang keluarga bentar lagi bang Raka akan kesini" ucap mama Lika di tengah-tengah keributan mereka.
Mereka pun langsung menikmati sarapan pagi hanya ada suara dentingan sendok dan garpu. Seperti keluarga yang sangat lengkap pagi ini.
Setelah mereka selesai sarapan, Hana dan lainnya duduk di ruang keluarga jangan lupa Sagara ikut duduk di tengah-tengah Hana dan Kivandra. Raka baru saja datang sebelum pergi ke kantor ia menyempatkan diri untuk datang ke mansion Hawthorne atas permintaan dari mama Lika. Raka juga kaget ada anak kecil di mansion darimana asalnya, setelah itu Galang menjelaskan semuanya kepada Raka, Raka pun mengerti.
"Mah, dad ada apa ini kenapa kita suruh berkumpul disini?" tanya Hana ia jadi bingung sendiri.
Mama Lika bukannya menjawab malah senyum-senyum sendiri sangat mencurigakan apalagi sedikit melirik ke Brivan.
"Dad?" tanya Hana menoleh ke daddy, daddy Brivan pun menghela nafas dengan pelan.
"Jadi mama kalian setuju menerima lamaran dari daddy Brivan" suara berat barington Brivan.
Mereka semua langsung melongo dan loading lama sepertinya belum mencerna apa yang diucapkan oleh Brivan.
"Maksudnya daddy Brivan?" tanya Galang masih dengan wajah cengo nya.
"Mama dan daddy akan segera menikah mungkin minggu besok hanya akad saja tidak pakai resepsi karena identitas daddy masih daddy sembunyikan dulu" jelas daddy Brivan.
Keempat tuyul langsung shock dan melotot benarkah mereka akan menikah? apa ini semua hanya mimpi? benar-benar di luar planet pluto.
"Ciyus dad?" tanya Hana sekali lagi untuk memastikannya.
"Ciyus mi apa? ya kamu pikir daddy berjanda eh bercanda Bel?" sewot Brivan bisa-bisanya Hana tidak percaya sama daddy nya sendiri.
"Percaya kok dad, kita hanya shock saja dan sekarang kita bahagia akhirnya mama Lika menemukan pasangannya kembali semoga kalian bahagia selalu dad" ungkap Hana ia merasa bahagia bisa mempersatukan mereka yang bentar lagi dalam ikatan pernikahan.
Galang dan Raka tanpa di sengaja meneteskan air mata betapa senangnya melihat mama nya mempunyai pasangan hidup kembali. Semoga ini awal kebahagiaan mereka.
...----------------...
Di tempat lain ada seorang gadis tengah selesai latihan menembak di markas Costa Nostra siapa lagi kalau bukan Mika. Ponsel Mika berdering ia lekas mengambil ponselnya ia melihat siapa yang menelpon dirinya ternyata pegawai ART yang di tugaskan untuk memata-matai kakak angkatnya di rumah mertuanya. Mika dan kakak angkatnya sama-sama tinggal di panti asuhan Mika sudah menganggapnya seperti kakak perempuannya sendiri, selalu bersama-sama kemana mereka pergi, Mika selalu di bantu oleh kakaknya itu. Dan berakhirlah Mika di culik oleh perdagangan anak di bawah umur ketika Mika sedang bermain di luar. Untung saja ada Brivan dan menyelamatkan Mika membawanya ke markas dan menjadikan nya anggota Costa Nostra . Kakak perempuan Mika menikah dengan anak orang kaya tapi sayangnya kehidupan kakaknya tidak bahagia dia selalu saja di rendahin oleh mertuanya mengingat status mereka sangatlah berbeda. Saat suami kakak dari Mika pergi ke kantor, disitulah mertua kakak Mika selalu dianggap seperti pembantu dan pada akhirnya dia hamil, mertuanya mengancam untuk menggugurkan kandungan tersebut kalau tidak dia akan di usir dari rumah itu, betapa sial nasib kakaknya Mika berbeda dengan kehidupan Mika beruntungnya Mika bertemu dengan Brivan.
"Halo" πsuara Mika mengangkat telepon
"Maaf, non nyonya membawanya ke panti asuhan" suara wanita paruh baya di seberang sana.
"Apa?" pekik Mika tangan bawah sudah mengepal kuat urat leher timbul ia sangat geram dengan sikap mertua kakaknya itu.
"Berikan alamatnya saya akan pergi kesana dan mengambilnya" suara tegas Mika.
"Baik non"
Setelah itu Mika mengakhiri pembicaraan lewat telepon.
"Aku bersumpah akan membuat kalian menyesal dan membayar semuanya atas kematian kakak ku" sumpah Mika dengan tangan sudah terkepal kuat di bawah sana sungguh miris kehidupan kakaknya tersebut.
Mika harus pergi ke panti asuhan untuk menjemput seseorang dan mulai sekarang dia akan mengurusinya.
......................
__ADS_1
Menurut kalian siapa yang akan Mika jemput di panti asuhan? π€