
Michel dan Raka tiba di rumah sakit dan membawa Miftah ke ruang UGD Miftah masih saja betah tidur saat Tiba di UGD Michel dan Raka berusaha membangunkan Miftah tapi hasilnya nihil Miftah masih betah dalam tidurnya sampai dokter datang
" pasien tidurnya pules dok dia sakit apa ya" ucap Raka pegang rambutnya Miftah
dokter mengecek kondisi Miftah dan langsung geleng geleng kepala sambil pegang bahunya Michel dan Raka bersamaan
" inalillahi pasien sudah meninggal dunia selama dibawa kesini" ucap dokter pelan
" astaghfirullah apa dok anda jangan bercanda Dok" bentak Raka pegang kerah bajunya dokter
" pasien sudah enggak ada nadinya bapak bapak ikhlaskan pasien pergi dan disegerakan pemakaman nya" lanjut dokter iba melihat kedua pria tampan didepannya nangis kehilangan
" ini enggak mungkin sayang bangun jangan tinggalkan aku Miftah bangun sayang" teriak Raka memeluk tubuh Miftah yang sudah kaku
" tolong bersih kan jenazah disini saja dok selama bodyguard kita mempersiapkan menyolatkan jenazah dan pemakamannya" ucap Michel enggak menyangka Miftah meninggal dunia
" baiklah akan saya proses pemandian jenazah permisi" lanjut dokter langsung pergi
" Miftah terimakasih atas kenangan yang kamu berikan diakhir kehidupan kamu sangat manis dan terimakasih pengorbanan kamu untuk melindungi Sisil dari satria selamat jalan Miftah semoga tenang disana" ucap Michel memeluk jenazah Miftah yang pergi dengan senyum manisnya
" pantas tadi dibilang ucapin isi hati ternyata terakhir kalinya Miftah mau dengarkan lagi terimakasih sayang atas perlakuan manis kamu ke aku selama status kita seperti ini tapi perlakuan kamu sangat manis seperti istri sungguhan mengurus keperluan aku dan memuaskan nafsong aku dan kamu rela berkorban terimakasih sayang mau berubah lebih baik karena aku terimakasih dan selamat jalan kamu perempuan satu satunya yang membuat aku bangga dan terharu" lanjut Raka enggak bisa menahan air matanya membasahi kedua pipinya
suster membawa jenazah Miftah untuk dibersihkan membuat Raka dan Michel pelukan saling menguatkan dan menjadikan Miftah wanita beruntung dimiliki selama ini, Michel memerintahkan bodyguard untuk mengurus pemakaman dan minta warga setempat untuk membantu solat jenazah
" selama beberapa hari saya enggak memperhatikan kondisi Miftah yang kurang sehat" ucap Raka menyesal
__ADS_1
" apa karena dari liburan dari korea itu yah kata kamu kan Miftah kedinginan dan ngurusin saya di rumah sakit kurang tidur pula" ucap Michel menyesal dan enggak menyangka
" sepertinya sih Michel karena Miftah semakin pucet saat itu" lanjut Raka menyesal dan enggak tahu kalo Miftah segitunya enggak kuat dingin
" kita telefon Sisil dan viona soal ini Raka" lanjut Michel menghapus air matanya di wajahnya
" cowok ganteng bisa nangis juga" ledek Raka mendapatkan tonjokan pelan dari Michel
" saya juga manusia Raka cowok juga bisa nangis kehilangan orang yang berarti dalam hidup kita" lanjut Michel kesal
Raka menghubungi Sisil dan viona kalo Miftah meninggal dunia viona dan Sisil langsung siap siap untuk datang ke pemakaman Miftah dan terakhir kalinya melihat Miftah sebelum di kebumikan
" ayah ijinkan kalian pergi ditemani bodyguard yah" ucap Eriko yang melihat anak anaknya nangis
" assalamualaikum ayah" ucap Viona mencium telapak tangan nya Eriko
" waalaikumsalam" jawab Eriko
Sisil dan viona duduk di kursi belakang dan ditemani sama supir dan bodyguard yang duduk didepan dan bawa mobil
" enggak menyangka Miftah meninggal secepat ini padahal tadi baru ketemu kita" ucap Sisil sambil nangis
" iyah sil Miftah perempuan yang baik yah dia engga pernah marah dan kesal" ucap Viona mengingat hari hari bersama Miftah
" bener apa lagi pas diminta jebak satria buat gulet Bareng Miftah dengan baiknya rela berkorban dan apartemen nya kita pakai buat gelut dia enggak marah" lanjut Sisil semakin nangis kehilangan Miftah
__ADS_1
kini mobil Sisil dan viona sampai di masjid didekat apartemen Miftah, Raka dan Michel meluk Sisil dan Viona menangkan dua wanita kesayangan nya
" kita harus ikhlaskan kepergian Miftah sayang" ucap Michel meluk Sisil
" Iyah sayang Miftah pergi dengan keadaan tenang dia perempuan baik" ucap Sisil memeluk Michel
" bagaimana kalo kita foto didekat jenazah Miftah terakhir kalinya buat kenangan" ucap Raka menyesal selama ini enggak ada foto bareng Miftah
" bukannya enggak boleh ya kita foto bareng jenazah bikin engga tenang" ucap Viona
" engga apa apa deh terakhir kalinya nanti kain kafannya kita edit biar lebih bagus fotonya" ide Raka masih mau foto bareng
" baiklah hayo" lanjut viona pasrah
Sisil, Viona, Michel,dan Raka foto terakhir kalinya bareng Miftah dengan terbungkus rapih dengan kain kafan setelah berfoto-foto terakhir kalinya Sisil, viona Michel mencium kening Miftah terakhir kali begitu juga dengan Raka
" selamat jalan cinta selamat jalan kasih sayang yang kamu berikan ke aku selama ini i love you sayang" ucap Raka lirik sambil mencium kening Miftah terakhir kalinya
Michel dan Raka membantu masyarakat mengangkat jazad Miftah ke keranda untuk dibawa ke pemakaman umum, Raka yang membawa keranda membuat Raka nangis mengingat kebersamaan bareng Miftah terakhir kalinya dan mengantarkan jasad Miftah ke tempat peristirahatan terakhirnya, jasad Miftah perlahan dimasukkan kedalam liang lahat Raka membantu masyarakat awalnya dilarang tapi rasa cinta Raka ingin memberikan perhatian akhir ketemu sama Miftah sebelum dikebumikan
" selamat jalan sayang selamat jalan cinta ku i love you sayang" ucap Raka lirik perlahan memasukan tanah menutupi jasad Miftah terakhir kalinya
" terimakasih Miftah atas semuanya terimakasih atas perhatiannya dan kebaikan nya ke kita semua" ucap Sisil lirik sambil meluk Michel sambil nangis-nangis
" maafkan aku sayang enggak mewujudkan keinginan kamu untuk kita bersatu sayang maafkan aku" batin Raka sedih
__ADS_1