TTM CEO Tampan

TTM CEO Tampan
peresmian kampus cinta


__ADS_3

Raka, Michel, Sisil, Viona, Eriko,dan Elma mendengarkan laporan keuangan dari rektor kampus membuat Michel dan Sisil tersenyum bahagia karena pendapatan kampus berkembang dengan pesat dan pembangunan kosan pun sudah dimulai perusahaan Sisil memang luar biasa dalam hal pembangunan mampu membangun gedung maupun rumah dalam waktu singkat tenaga ahli yang digunakan pun cukup banyak pembangunan bisa dilakukan dua puluh empat jam dengan dua sift, fasilitas yang bergadang dan fasilitas jaminan kesehatan yang diberikan selalu membuat client selalu puas dengan pembangunan yang dilakukan perusahaan Sisil, kini Eriko sudah melepaskan sepenuhnya sama Sisil dan Viona yang mampu menjalankan perusahaan dengan baik apa lagi sekarang Sisil dan Viona disibukan dengan aktifitas kampus yang mereka dirikan membuat Sisil dan Viona dengan semaksimal mungkin membagi waktu untuk menjalankan aktivitas yang dilakukan nya


sambutan demi sambutan di berikan dari dinas pendidikan, walikota, gubenur, rektor kampus dan terakhir kata sambutan yang diberikan Sisil dan Michel sebagai akhir sambutan dari pemilik kampus cinta


" terimakasih kepada semua pihak yang mau menjalankan kampus cinta sementara dengan baik memberikan kepuasan dan kepercayaan kepada orang tua mahasiswa bahwa anak anaknya bisa berprestasi di kampus ini dan memberikan keamanan dan kenyamanan untuk mahasiswa yang mau kost di tempat ditempat kita selama dua tahun ini" ucap Michel bahagia


" semoga dengan adanya kampus cinta ini kita bisa mengurangi pengangguran dan perusahaan saya sama perusahaan Michel siap memberikan fasilitas bekerja di Perusahaan kita dengan kwalitas yang dibutuhkan perusahaan untuk mahasiswa yang kita didik di universitas cinta ini dengan bismillah kita berdua dengan ini menyatakan kampus cinta resmi dibuka dengan fasilitas yang kita berikan" ucap Sisil bahagia


Sisil dan Michel bersama sama menggunting pita dan mendapatkan tepuk tangan meriah dari tamu undangan yang hadir di universitas cinta, setelah pengguntingan pita selesai dilanjutkan pemotongan tumpeng yang diberikan ke Eriko salah satu orang yang mendukung biaya pembangunan kampus ini atas nama Sisil


" terimakasih ayah dan bunda atas dukungannya selama ini buat karir sisil" ucap Sisil bahagia menyuapin Eriko dan Elma bergantian


" semoga kampus ini bisa berguna untuk bangsa kita dan mengurangi pengganguran setiap lulusan dari kampus ini" ucap Elma Bangga sama anaknya


acara peresmian kampus dilanjutkan acara makan makan dan ramah tamah sama tamu undangan


" selamat sisil dan Michel kampus kalian bener bener mewah sesuai desain yang dibuat Sisil dulu" puji Viona bangga


" terimakasih vi atas pujiannya ini juga karena kerja keras kamu dan Raka yang mau kerja cepat buat mendirikan kampus sementara" uucap Sisil meluk Viona haru


" kita berempat emang keren dan selalu kompak" ucap Raka yang masih kepikiran ucapan Eriko


" setelah dari sini kita rayain peresmian ini berempat yah mumpung masih siang" modus Michel


" siap pak Michel yang terhormat" ledek Viona membuat Sisil dan Raka terkekeh


acara peresmian pun akhirnya selesai juga tamu undangan pun sudah meninggal kan universitas cinta kini tinggal Eriko, Elma, Sisil, Viona, Raka, Dan Michel yang masih asik ngobrol


" ayah kita mau jalan jalan berempat merayakan peresmian kampus boleh kan" ucap Sisil berharap diijinkan


" boleh tapi pulangnya jangan diatas jam sepuluh yah" ucap Eriko yang selalu berusaha memberikan anaknya kebebasan dan kebersamaan


" terimakasih ayah" lanjut Sisil dan Viona bersama


Michel, Raka, Sisil,dan Viona jalan jalan keliling kota, aksi gulet panas didalam mobil sudah menjadi kebiasaan berempat dimana pun dan kapan pun selalu menyempatkan gulet panas berempat didalam mobil dan gantian, Michel memeluk Viona sambil memaju mundurkan pinggangnya dengan pelan membuat Viona melayang merasakan pergerakan pinggangnya Michel yang begitu lembut

__ADS_1


" aaaahhh sayang" desa han Viona menikmati pergerakan yang diberikan Michel


" mantap sayang sensasi gulet didalam mobil uuuhhh luar biasa" desa han dan godaan Michel membuat Viona semakin mende sah menikmati pergerakan pinggangnya Michel yang selalu membuatnya melayang


" Aahahh sayang" desa han Viona lembut


Cairan pun akhirnya dimasukkan kedalam pangkal pahanya Viona


" Terima sayang aku selalu puas" ucap Michel mencium keningnya Viona


Viona perlahan membersihkan badannya dengan tissue basah dan handuk kering setelah selesai Viona merapihkan bajunya begitu juga dengan Michel


Mobil Raka memasuki apartemen Michel yang asli dan didalam unit apartemen nya sudah disiapkan minuman dan cemilan merayakan keberhasilan pembangunan dalam waktu dua tahun tanpa kendala apapun, kini Michel Raka Sisil dan Viona masuk kedalam unit apartemen Michel dan merebahkan badan masing-masing ke kursi


" Luar biasa sensasi gulet di dalam mobil" ucap Sisil yang merasakan kenikmatan


" Itu belum seberapa sayang belum merasakan mobil jalan berliku dan tanjakan tajam Dan turunan yang lumayan jauh yah bagaimana kalo kita merasakan sensasi seperti itu berempat" ide gilanya Raka


" Bukannya enggak mau sayang kan tahu ada ayah dan bunda mana berani aku" ucap Sisil melemparkan kulit kacang ke Raka


" Kalo engga ada singa buas aku berani kalo ada takut ah menyerah aku" ucap Michel yang engga berani mencari masalah sama Eriko


" Iyah aku juga engga mau ah ada singa galak ke gunung buat melakukan gulet begitu namanya cari mati ogah" ledek Sisil yang ikutan ledek ayahnya singa galak


" Setelah orang tua kita pulang saja baru berani aku" ucap Viona yang melihat Raka terkekeh


" Ya pada payah nih" ledek Raka semakin puas


Sisil dan viona mencubit tangannya Raka saking keselnya diledek payah karena takut sama Eriko membuat Raka kesakitan tangannya dicubit berkali kali


" ampun sayang au" ucap Raka yang berusaha tangannya enggak dicubit lagi


" payah di cubit sajaa sakit mau ngelawan ayah ahahaha" ledek Sisil sambil tertawa


" sialan aku dijebak" ucap Raka yang langsung mencium Sisil dengan lembut

__ADS_1


" Woh Raka modus" ledek Michel melemparkan kulit kacang ke Raka


" Habis kesal perbandingan ngelawan pak Eriko sama di cubit" lanjut Raka m3r3m45 gunung kembarnya Sisil


" woh perumpamaan apa aja juga bebas kali kamu saja yang payah ha-ha-ha" ledek viona sambil tertawa


" aaahh sayang ampun ampun" desa han Sisil melepaskan tangannya Raka


" lagian pada rese" Rajuk Raka


" cih ngambek" ledek Michel jiji melihat cowok Rajuk didepan cewek


" uuu tayang jangan ngambek dong" goda viona


" ya sudahlah yuk lanjut pestanya" lanjut Raka yang langsung minum


Michel, Raka, Sisil,dan viona melanjutkan minumnya sambil ngobrol santai Raka kangen sekali tangannya menari dengan indah dengan bebasnya dibaadanya sisil saat setengah sadar seperti sekarang setengah sadar


" sayang aku suka melihat kamu setengah sadar" goda Raka sambil mengelus l3h3rnya Sisil


" kenapa suka sayang" ucap Sisil bingung sama ucapan Raka


" keliatan lebih seksi" lanjut Raka enggak berani jujur sebelum gulet Raka selalu mencuri foreplay setiap minum dan setengah sadar


" otak kamu sudah konselet Raka sana tidur sama guling" ledek Michel yang hampir merem


" ada dua guling hidup kenapa harus sama guling diam sih" protes Raka yang semakin setengah sadar


" aku mencintaimu Michel dan Raka kapan kita meresmikan status kita" ucap viona setengah sadar


" entahlah vi masih belum sanggup komitmen vi kalo milih kamu enggak bisa lagi gulet sama sisil begitu juga sebaliknya" lanjut Michel frustasi harus memilih


" kalo nikah sama Sisil tetep gulet sama kamu boleh enggak" lanjut Raka semakin ngelantur


" Gila kamu mana boleh" protes Sisil yang sudah habis satu botol

__ADS_1


" kita lebih baik tidur obrolan kita ngelantur aku sudah pusing" lanjut viona menarik tangannya Michel begitu juga dengan Sisil menarik tangannya Raka buat istirahat


__ADS_2