TTM CEO Tampan

TTM CEO Tampan
permintaan maaf


__ADS_3

Raka dan Miftah siap siap berangkat liburan bareng ke Korea hadiah terimakasih dari Sisil, hadiah yang menyenangkan bagi Raka dan Miftah. Raka memeluk Miftah yang lagi masukin baju baju kedalam koper membuat Miftah membalikan badannya ciuman panas pun enggak bisa. dihindari tangan Raka m3r3m45 gunung kembarnya Miftah dengan lembut bibir Raka turun ke l3h3r dan d4d4 Miftah dengan lembut membuat Miftah mende sah menikmati setiap sentu han yang diberikan Raka padanya.


" aaaahhh sayang bajunya belum selesai dirapihkan" desa han Miftah menikmati setiap sentu han yang diberikan Raka sedangkan tangan Miftah pun menari dengan indah di badannya Raka


" sayang di korea udaranya lebih dingin dari pada disini jadi kita akan saling menghangatkan sayang" bisik Raka membuat Miftah semakin nafsong mendapatkan hembusan nafas Raka yang menggoda


" iyah sayang aku akan melakukannya dengan senang hati sayang yuk gulet sayang aku sudah enggak tahan sayang" goda Miftah sambil memainkan pucuk gunung kembarnya Raka


" iyah sayang aku juga" lanjut Raka menggendong badannya Miftah yang polos


setelah di kasur Raka menurunkan Miftah dan langsung memasukkan rudalnya kedalam sarangnya perlahan memaju mundurkan pinggangnya dengan lembut membuat Miftah mengeluarkan suara merdunya membuat Miftah memeluk Raka dengan mesrah menikmati setiap sentu han yang diberikan pinggang, tangan dan bibirnya

__ADS_1


" aaahhh sayang aku suka sekali hentakan yang kamu berikan" desa han Miftah sambil merem melek menikmati pergerakan indah pinggangnya Raka


" terus sayang keluarkan suara merdu kamu aku suka mendengarnya" goda Raka semakin semangat memaju mundurkan pinggang, m3r3m45 gunung kembarnya dan menji lat l3h3r dan d4d4 nya Miftah dengan lembut


" oooohhh uffff luar biasa" desa han Raka semakin semangat menjalankan olahraga nya


cairan hangat pun keluar dan dimasukan kedalam pangkal pahanya Miftah membuat Miftah lemes merasakan sensasi luar biasa


dilain sisi, satria cuman bisa melihat kedua orang tuanya dengan tega memasukan baju bajunya kedalam tasnya selama ini satria enggak pernah bekerja dengan baik selalu seenaknya menjalankan perusahaan ayahnya, mamahnya satria cuman bisa nangis mengingat kelakuan anaknya yang selama ini enggak pernah diketahui nya


" handphone, ATM dan kunci mobil jangan kamu bawa satria" perintah ayahnya satria tegas

__ADS_1


" enggak adil ayah masa saya enggak bawa apapun selama di kampung hayo lah cuman begitu saja dibesarkan ayah jangan norak deh ayah di luar negeri kan biasa bebas" ucap satria santai sambil mengobati lukanya


" di Indonesia ada hukumnya satria jadi enggak sembarangan melakukan itu seenaknya, kamu enggak dilaporkan saja sudah bagus satria selama di kampung kamu mengurus perkebunan punya ayah kamu selama dua bulan jadi petani kamu makan dari hasil kerja keras kamu" lanjut ayahnya satria melihat satria dengan sinis


" sudahlah satria jangan macem macem kamu turutin apa yang ayah kamu inginkan, selama ini kamu juga enggak bekerja dengan baik di perusahaan" bentak mamahnya satria


" apa saya minta maaf sama Sisil dan hukumnya dimusnahkan" kata satria berusaha negosiasi


" enggak bisa satria hayo cepat jalan seenaknya kamu minta maaf terus kamu melakukan lagi tentu enggak akan biarkan" bentak ayahnya satria


" iyah ayah" lanjut satria pasrah

__ADS_1


satria selama ini kehidupannya bergantung sama orang tuanya pemasukan satria dikasih suka rela dari orang tuanya tanpa memberikan hasil yang menguntungkan bagi perusahaan dan kini menjalankan kesalahan langsung diberikan hukuman dengan seenaknya orang tua ingin kan


__ADS_2