TTM CEO Tampan

TTM CEO Tampan
keisengan Michel


__ADS_3

Michel setelah mendapatkan pengobatan dari Sisil langsung merencanakan membalas satria cowok payah yang berani berniat jaahat sama Sisil, Michel langsung jalan ke perkebunan Satria, Sisil dan Viona yang melihat Michel jalan menuju mobilnya langsung menghampiri nya membuat Michel tersenyum karena rencana nya akan semakin seru. Sisil dan Viona yang dikasih tahu Michel mau borong buah buahan hasil panen dari perkebunan Satria buat kegiatan amal langsung setuju membantunya.


" memang nya mau di bagi kemana" ucap Sisil melihat Michel yang fokus membawa mobilnya


" anak jalanan pasti mereka tidak mudah makan buah buahan jadi aku mau bagi sama mereka dan ada sedikit rezeki buat. mereka pastinya" ucap Michel tangannya m3r3m45 p4h4nya Sisil


" aahhh jangan naik keatas sayang tangannya" desa han Sisil merasa kan tangannya Michel semakin naik memainkan area sensitifnya


" habisnya bikin aku nafsong sayang gemes jadinya" ucap Michel terkekeh tangannya enggak berhenti membuat Sisil semakin mende sah Viona yang melihat kelakuan Sisil dan Michel cuman bisa nahan cemburu nya


" sudah tertular sepertinya berbagai kesesama" ledek Viona terkekeh mengalihkan pembicaraan


" tertular yang bagus enggak masalah sayang kan bagus inspirasi untuk mengingat ke sesama" lanjut Michel melihat kaca spion


Satria yang melihat kedatangan mobil ke perkebunan langsung menghampiri betapa kagetnya yang datang ternyata Sisil, Michel, dan Viona ekspresi satria jadi enggak ramah menyambut tamu yang dibencinya


" mau apa kalian kesini pergi kalian dari sini" bentak satria kesel


" begini caranya menyambut tamu enggak ramah sekali" ledek Michel tersenyum licik

__ADS_1


" ya sudah selamat datang di perkebunan kami ada yang bisa saya bantu" lanjut satria merasa jiji sok ramah ke Sisil Michel dan viona


" nah begitu lebih sopan enggak seperti tadi enggak ada sopan santun sama sekali" ledek Michel puas ngerjain satria


" kita kesini mau borong buah buahan di perkebunan disini buat berbagai" ucap Viona langsung ke niat mereka datang


" boleh silahkan masuk ke bagian marketing saja" lanjut satria berusaha ramah


" anterin lah masa kita disuruh jalan sendiri sih" ledek Michel semakin puas


" mari saya antar" lanjut satria sudah kepancing emosi


satria mengantarkan tamu laknatnya ke kantor pemasaran satria sungguh malu statusnya bukan pemilik melainkan tukang kebun karena masih masa hukumannya


" loh bukan ayahnya satria yang menyambut kami jangan jangan satria pura pura kaya ngaku ngaku perkebunan ini miliknya kasihan sekali" ledek Michel terkekeh


buuughhhh


satu tonjokan mendarat sempurna di pipinya Michel mendapatkan pukulan dadakan membuat Michel enggak bisa melawan

__ADS_1


" Satria jaga sikap kamu" bentak pengelola perkebunan.


" saya muak sama tamu ini dari tadi saya berusaha sabar mendengarkan ledekan dia, saya kalo bukan di hukum enggak penting seperti ini saya sudah usir mereka" bentak satria penuh amarah melihat Michel yang keterlaluan


" tapi kamu enggak harus memukul tamu seenaknya seperti itu satria minta maaf lah sama mereka" perintah pengelola perkebunan


" cih enggak sudi saya" bentak satria semakin emosional


" maafkan kami satria kalo begitu kami permisi" ucap Sisil merasa enggak tega ucapan Michel memang keterlaluan


" jangan pergi aku punya niat baik jangan dibatalkan karena lelaki mecum ini" ledek Michel melihat bibirnya


" saya mau beli buah apel, jeruk, mangga, dan pisang di campur sekilo sekilo tolong buat dua puluh kantong" perintah Michel melihat satria puas sudah iseng sama satria


" baik tunggu sebentar akan kami siapkan" lanjut pengelola perkebunan


" Satria tolong bungkus pesanan mereka" perintah pengelola perkebunan


" cih enggak sudi suruh yang lain saja saya cappe mau istirahat" tolak satria semakin kesal sama permainan Michel dan langsung pergi

__ADS_1


"maafkan kelakuan anak pemilik perkebunan ini sebentar akan saya siapkan dulu" lanjut pengelola perkebunan


" Iyah pak silakan" ucap Sisil singkat


__ADS_2