
Michel tertawa puas setelah didalam mobil puas mengerjai satria melihat wajah marahnya satria membuat Michel merasa puas balas dendam Sisil dan viona yang mengerti niat nya Michel cuma bisa geleng-geleng kepala nya saja
" aku sangat puas mengerjai satria itu" ucap Michel bangga
" terimakasih ya sayang sudah peduli sama aku dan menikmati ucapan kamu membuat satria malu dan kesel" ucap Sisil melihat Michel
" iyah sayang sama sama" lanjut Michel tangannya m3r3m45 p4h4nya sisil dengan lembut
" aaah sayang geli" desa han Sisil merasakan tangannya Michel
" apa lagi kalo sampai atas suara kamu semakin merdu sayang" goda Michel melihat Sisil
" iyah sayang semakin tegang sayang aku" lanjut Sisil terkekeh
Viona. yang melihat Michel menggoda Sisil ada rasa cemburu merasa diabaikan tapi Viona enggak berani protes apa lagi dirinya bisa deket sama Michel karena rencana gila Sisil bahkan sampai detik ini masih belum siap melepaskan Michel begitu saja
" kalian disini sampai kapan" lanjut Michel melihat spion
__ADS_1
" besok kita pulang sayang seperti nya ayah dan bunda yang lebih lama disini jadi perusahaan aku yang handle bareng Viona" lanjut Sisil memainkan rudalnya Michel yang terbungkus rapih
" yah hari ini enggak mendapatkan olahraga dari kalian deh" protes Michel sedih
" sabar sayang kan suasana berduka mana berani memberikan kamu olahraga sayang jadi sabar yah" ucap viona melihat Michel
" baiklah sayang aku akan sabar menunggu nya" lanjut Michel pasrah
sesampainya di rumah neneknya Sisil, viona dan Sisil membantu Elma dan saudara saudara masak buat tahlilan nanti malam, Michel memberikan ide mesen makanan di tolak Elma karena tahlilan lebih enak masakan sendiri membuat Michel pasrah menerimanya. Satria yang datang ke tahlilan bareng ayahnya sungguh kesal dipaksa bagaimana pun keluarga Sisil sudah akrab dan jadi tetanggaan dengan baik selama ini di hancurkan sama ego nya satria untungnya Eriko menerima niat baik ayahnya satria untuk ikut pengajian
" ayah lebih baik satria pulang saja yah" ucap satria masih kesel
" baik ayah" lanjut satria pasrah
Michel yang membantu merapihkan tikeer buat tahlilan melihat tamu yang enggak diharapkan datang lagi duduk santai terlihat satria enggak betah
" eh ada pak Michel apa kabar" ucap ayahnya satria basa basi
__ADS_1
" Alhamdulillah baik pak, saya baru tahu anda kenal sama sisil dan viona" ucap Michel basa basi
" iyah saya kenal sama keluarga nya Sisil dari kecil hubungan anda sama Sisil dan viona apa ya" lanjut ayahnya satria
" patner Sisil di universitas cinta di Makasar dan temennya Sisil karena selalu ketemu sama mereka selama melihat proyek yang kita jalankan dari dulu" lanjut Michel bangga sedangkan satria membuang muka
" hebat masih muda mau buka kampus buat generasi muda saat ini sebuah prestasi yang membanggakan" puji ayahnya satria
" biasa saja ayah jangan memuji berlebihan yuk pulang lah males saya disini" ucap satria sinis
" jangan begitu satria kalian kan berteman sama Sisil dan viona enggak baik bermusuhan" protes ayahnya satria
" biarkan saja pak mungkin anak anda sibuk" lanjut Michel senyum sinis
" cih munafik sekali orang ini" batin satria kesel melihat Michel pura pura enggak kenal
" yah sudah permisi kalo begitu" lanjut satria langsung pergi begitu saja di ikuti sama ayahnya yang enggak enak sama Eriko diundang justru langsung pulang
__ADS_1
" nah mereka pergi kan lebih enak jadinya enggak ada pengganggu sama sekali" batin Michel bahagia