
Raka menemani wanita nya belanja, Sisil memberikan uang untuk Miftah untuk belanja dua ratus juta, Raka juga memberikan baju untuk Miftah membuat Miftah sangat bahagia mendapatkan jalan jalan gratis seperti ini dengan puas belanja sepuasnya belanja dan makan di tanggung sama Sisil, udara dingin negara korea enggak membuat Miftah membatalkan niatnya berbelanja sesekali Raka memeluk Miftah saat merasakan badannya sangat dingin
" sayang belanja hari ini cukup dulu yah dilanjutkan besok lagi apa kamu enggak merasa dingin" goda Raka yang memeluk badannya Miftah
" iyah sayang yuk kembali ke hotel aku sudah banyak belanja hari ini" ucap Miftah bahagia memperlihatkan belanjaan nya
Raka membantu bawain belanjaan Miftah menuju hotel setelah sampai hotel Raka melancarkan aksinya bergelut sama Miftah ditengah udara dingin nya Korea membuat Raka selalu semangat melakukan olahraga favoritnya, Miftah dengan senang hati memberikan olahraga untuk Raka karena udara dingin membuat nafsongnya selalu dipuncak kepalanya selalu menginginkan nya
" sayang apa sudah enggak dingin lagi" goda Raka saat aksi gelut nya selesai
" suda sayang terimakasih yah, apa masih mau gulet lagi tongkatnya belum dilepas sayang" goda Miftah merasakan tongkat saktinya masih didalam goanya
" masih sayang lanjut yuk" lanjut Raka dengan perlahan memaju mundurkan pinggangnya dengan lembut membuat Miftah merasakan sensasi luar biasa membuat Raka tersenyum melihatnya
" sayang gelut ke dua lebih cepet yah biar lebih mantap" goda Raka semakin mempercepat pergerakan pinggangnya
" aaahhh boleh sayang cepet atau pun lambat aku suka sayang ooohhh" desa han Miftah memeluk badannya Raka yang polos
" semakin seksi suara kamu sayang ooohhh" desa han Raka sambil m3r3m45 gunung kembarnya Miftah yang licin karena keringetan membuat Raka semangat semangat
__ADS_1
" aaahhh sayang ku ooohhh" desa han Miftah menikmati setiap pergerakan pinggangnya yang diberikan Raka
akhirnya cairan hangat pun keluar dan dimasukan kedalam pangkal pahanya Miftah
" terimakasih sayang ku sangat menyenangkan aku selalu puas sayang" ucap Raka mencium keningnya Miftah yang lemes habis gulet ke dua
" aku selalu bahagia kalo kamu selalu puas sayang" ucapan Miftah lemes
dilain sisi, Viona dan Sisil masak buat makan siang bareng Michel di apartemen Michel, karena ingin bebas bertiga bahaya kalo dirumahnya Sisil takut ketahuan ART dan bodyguard sedangkan Michel sibuk memantau pekerjaan dari handphone nya membiarkan kedua wanitanya masak makanan favoritnya.
" sayang ku cumi dan udang sudah matang yuk makan" ucap Sisil menghampiri Michel yang lagi sibuk kerja
" makan kamu boleh enggak sayang" goda Michel mencium bibirnya Sisil dengan lembut
" dengan senang hati sayang asik asik sayang" lanjut Michel ceria
Michel suapin Sisil dan viona bergantian sambil membahas kampus cinta yang sudah berjalan, Michel yang memberitahukan rencanya untuk ke Makassar setiap bulan nya di anggukin sama Sisil dan Viona merasa lebih bebas disana
" boleh sayang pas kita mengecek laporan di kampus sayang sekalian jalan jalan bareng" ucap Viona minum
__ADS_1
" menyenangkan bisa jalan jalan bareng" lanjut Sisil bahagia
dududu reeret" suara handphone nya sisil
" hallo ayah dan bunda ada apa" ucap Sisil mengangkat telepon
" nenek kamu meninggal dunia sil Barusan" ucap Elma diseberang telepon
" astaghfirullah kok bisa bunda" lanjut Sisil mendadak nangis mendengarkan kabar duka
" tadi nenek habis makan minta istirahat di kamar pas bunda susul ternyata nenek sudah enggak ada nafasnya" lanjut Elma nangis
" Sisil dan viona sekarang kesana bunda jangan di makamanin dulu yah" lanjut Sisil panik Michel yang melihatnya langsung pegang tangannya Sisil
" iyah sayang bunda tunggu kalian" lanjut Elma mematikan telefon nya
" ada apa sayang kok kamu nangis" ucap Michel merangkul bahunya Sisil
" nenek aku barusan meninggal mendadak sayang sebelum meninggal nenek dikasih makan sama bunda pas bunda ke kamar lagi nenek sudah enggak bernafas lagi" ucap Sisil nangis dalam pelukannya Michel
__ADS_1
" inalillahi sil yuk kita kesana sekarang" ucap Viona nangis nenek nya Sisil juga memperlakukan viona dengan baik selalu memanjakan Viona apapun yang diberikan ke Sisil selalu Viona terima juga
Michel langsung siap siap ke rumahnya neneknya sisil, Michel berusaha menenangkan Sisil dan Viona kedua wanitanya lagi berduka kehilangan