TTM CEO Tampan

TTM CEO Tampan
hukuman satria


__ADS_3

setelah dari rumahnya Sisil membuat Satria mendapatkan pukulan demi pukulan yang diberikan ayahnya ke satria, satria yang mendapatkan siksaan dari ayahnya terduduk lemah di lantai ruang tamu mamahnya yang melihat anaknya babak belur menjadi enggak tega anaknya kesakitan tapi ya itulah resiko yang harus satria terima ayahnya terlalu ringan tangan apapun masalah dan kesalahan satria selalu memukul menganggap anak cowok harus dikerasi supaya enggak lembek menjalankan kehidupannya justru kekerasan enggak semua laki laki beranganggapan seperti itu


" apa sakit Satria" bentak ayahnya satria penuh amarah


" enggak sakit ayah ini biasa saja buat satria" ucap satria seolah menantang berusaha berdiri tiba tiba-tiba jatuh membuat mamahnya menjerit melihat anaknya luka luka


" sudah ayah jangan siksa anak kita lagi cukup pah" bentak mamahnya satria dengan menangis


" itu hukuman buat kamu satria berani sekali mau melukai perempuan baik baik Sisil bukan lawan kamu satria lihat apa yang dia lakukan awal bertemu kamu sudah berani pegang dia otomatis dia jaga jaga sama lelaki liar seperti kamu" bentak ayahnya satria semakin marah melihat kelakuan anaknya ternyata enggak sebaik di rumah ternyata lelaki bebas dan liar


" ayah akan mencabut semua fasilitas kamu satria sebagai hukuman kamu" sambung ayahnya satria kesal segala kemewahan yang satria peroleh dari bantuan ayahnya tentu dengan jabatan CEO nya saat ini


" yah jangan dong ayah jangan cabut fasilitas satria karena perempuan itu ayah kalo mau satria balas dendam sama Sisil" ucap satria nahan sakit


buggghhh


satu tonjokan mendarat sempurna di perut nya satria membuat satria meringkuk kesakitan sambil menatap ayahnya dengan kesal


" ayah enggak menyangka kamu punya hobi liar seperti ini satria ayah kira kamu anak baik baik ayah malu sama kelakuan kamu, mulai sekarang berfikir bagaimana caranya mendapatkan uang halal beraninya mencari uang haram jangan harap saat kamu ketangkap akan mendapatkan bantuan" ancam ayahnya satria serius

__ADS_1


" awalnya bunda enggak setuju anak satu satunya dihukum demi perempuan tapi ini jadi pelajaran buat kamu menghargai perempuan satria enggak seenaknya merusak mahkota perempuan sebelum halal dosa Satria dimana otak dan hati kamu bisa tega merusak mahkota perempuan seenaknya kamu" lanjut mamahnya satria dengan menangis


" maaf kan satria mah karena pergaulan pertemanan membuat satria seperti ini satria mohon jangan cabut segala fasilitas yang satria miliki" lanjut satria sambil menahan sakit


" enggak kamu akan dihukum dua bulan tinggal di rumah ART di pegunungan tanpa fasilitas apapun selama dua bulan kamu akan hidup serba kekurangan keputusan ayah enggak bisa di bantah masih untung kamu enggak dipenjara satria karena ulah kamu" lanjut ayahnya satria tegas


" astaga dua bulan tanpa fasilitas ayah mau membunuh satria" bentak satria enggak terima dua bulan jadi orang sudah


" bagus perlahan mati enggak membuat keluarga malu terus menerus, awas melarikan diri hukuman kamu akan lebih parah jangan membujuk bunda kamu hukuman kamu jauh lebih hina dan susah" ancam ayahnya satria langsung pergi diikuti sama istrinya


" sial sial semua ini karena perempuan kutu buku itu" protes satria kesal menerima nasipnya dua bulan tanpa fasilitas dan harus hidup susah


" satu Minggu tiket liburan sebagai tanda terimakasih saya bagaimana" ucap Sisil lega terbebas dari perjodohan enggak penting


" ijin dulu sama Michel semoga boleh sil" ucap Raka ragu diijinkan


" kali ini saya yang minta Raka sebagai tanda terimakasih kasih saya seminggu liburan di Korean kalian habiskan waktu berjalan jalan berdua" tawaran Sisil membuat Miftah bahagia mendengar nya Miftah rela berkorban kalo mendapatkan hadiah seperti ini


" baiklah telepon Michel sekarang" lanjut Raka pasrah karena dirinya baru kembali dari Makassar

__ADS_1


Sisil melakukan panggilan Vidio call enggak di angkat baru di angkat panggilan ke lima kali terlihat rambut Michel dan viona basah mereka sudah yakin Michel dan viona habis bergulat panas


" parah yah kalian bersenang senang disana" sindir Raka membuat Michel terkekeh


" iri yah kasihan Raka" sindir Michel sambil terkekeh


" ada apa nelepon" ucap viona merapihkan rambut nya


" saya mau minta ijin Michel biarkan Raka liburan seminggu ke korea bareng Miftah sebagai hadiah karena mereka berhasil menggagalkan perjodohan saya dan satria boleh yaah Michel kali ini saja" ucap Sisil memelas membuat Michel enggak tega


" baiklah seminggu liburan sama Miftah setelah puas sebagai gantinya saya gelut sama Miftah free selama seharian deal" negosiasi Michel tersenyum licik


" itu sih maunya kamu enggak boleh Michel kamu yang bosan sama Miftah sekarang mau gelut lagi ogah" tolak Raka kesal sama Michel licik ternyata


" kalo engga boleh ya batal ke koreanya, dua hari lagi saya pulang ke Jakarta" ancam Michel yang merasa bebas jadi cuek ngajak Miftah walaupun Viona memuaskan tapi dasarnya liar tetap saja gatel Viona berusaha sabar seenggaknya Michel bergulet sama diri nya dan Miftah saja engga ada yang lain


" dasar licik baiklah boleh seharian ya setelah pulang dari Korea" lanjut Raka pasrah


" terimakasih Michel sampai jumpa nanti ya" lanjut Miftah berusaha ramah dan enggak menunjukkan amarahnya

__ADS_1


" ya sudah saya proses liburan Raka dan Miftah" lanjut Sisil berusaha enggak cemburu


__ADS_2