
Satria yang baru bangun tidur kepalanya terasa pusing sekali karena minum obat tadi dosisnya terlalu tinggi, perempuan kencannya membantu Satria mijit kepalanya dengan lembut ada rasa kasihan melihat Satria tapi ada rasa puas karena Satria mendapatkan uang yang lebih dari cukup
" kamu masih pusing sayang" goda perempuan kencannya
" masih sayang perempuan itu bener bener beraninya mengerjai aku awas saja pembalasan aku" ancam Satria sambil pegang kepalanya
" sudahlah sayang mending cari perempuan lainnya saja tadi kamu ngelantur aku jadi tahu niat kamu lebih baik jangan hancurkan perempuan yang dijodohkan ke kamu kasih kepercayaan kalo kamu memang layak di perjuangkan" nasihat teman kencannya apa lagi inget sisil tadi kasih uang banyak dan Banyak orang yang melindungi nya
" saya sudah mengincar dia dari dulu buat jadi teman ranjang tapi selalu gagal dan ingin merebut perusahaan perempuan itu" ide licik Satria
" ya semoga beruntung yah sayang, kamu mau main lagi atau pulang" goda teman kencannya
" pulang sayang kepala aku enggak enak" lanjut Satria lemes
dilain sisi, Raka mendapatkan telefon dari Sisil akhirnya minta Sisil datang ke apartemen Miftah bareng beberapa bodyguard, saat Tiba di apartemen Sisil menceritakan semuanya dan kasih lihat Vidio panasnya Satria sama teman kencannya
__ADS_1
" menurut kamu sekarang saya harus bagaimana kok jadi takut" ucap Sisil cemas
" kamu tenang dulu sil ayah kamu kan enggak tahu pergaulan anak temennya tahunya cerita dari ayahnya doang" ucap Miftah yang merasakan ketakutan Sisil
" kita lihat dulu saja sampai mana Satria nekatnya kalo berlebihan kita laporkan dan kasih buktinya bodyguard kamu tetap waspada saja sil" ucap Raka yang geram sama yang namanya Satria
" bagaimana selama ada Satria biar saya yang godain dia demi melindungi Sisil" lanjut Miftah yang rela membantu Sisil perempuan baik baik
" kalo dia ngajak panjat pinang bagaimana aku enggak rela sayang" tolak Raka
" baiklah Miftah selama ada Satria kamu mau kan jadi asisten saya sementara tenang ada bayaran sesuai kok" lanjut Sisil sedikit lega
" oke sil besok dia pasti datang lagi dan kita ikuti permainan dia" lanjut Miftah
Raka bahagia sekali Miftah bener bener perempuan baik mau membantu orang lain
__ADS_1
dilain sisi, Michel dan Viona yang mendapatkan cerita dari Sisil jadi ikutan kesel sama Satria yang dijodohkan sama Sisil beraninya nekat memaksa Sisil untungnya Sisil dilindungi sama bodyguard jadi sisil enggak jadi di unboxing
" kita ke Jakarta sayang aku takut sisil dalam bahaya" ucap Viona sedih disaat seperti ini Sisil sendirian
" iyah sayang kita segera ke Jakarta yah aku juga enggak akan membiarkan Sisil di unboxing di luar nikah sembarangan" ucap Michel memeluk Viona
Michel langsung melancarkan aksi panasnya menenangkan Viona yang cemas memikirkan Sisil, karena rencananya membuat Viona lebih lama jauh dari sisil saat ini
dilain sisi, Satria menelfon Sisil pura pura sedih kejadian tadi dan membujuk Sisil mau berteman sama Satria lagi tentu Sisil menerimanya dengan senang hati karena sudah mempersiapkan segala sesuatunya kalo Satria berbuat nekat
" bagus polos juga sisil enggak akan saya lepaskan kamu begitu saja Sisil kamu harus jadi milik saya" batin Satria sambil tiduran di kasurnya
Sisil yang sudah selesai menerima telefon dari Satria tertawa pelan di fikir Satria Sisil masih mau berteman begitu saja melupakan apa yang dilakukan Satria tadi saat makan malam
" saya bukan cewek bodoh yang enggak tahu akal busuk cowook liar seperti kamu Satria beraninya bermain main sama saya apa lagi teman kencannya sekarang dipihak saya" batin Sisil bangga dan puas
__ADS_1