TTM CEO Tampan

TTM CEO Tampan
bergadang


__ADS_3

Sisil dan Viona yang merasa lelah seharian tapi enggak bisa tidur sama sekali, akhirnya mereka nonton drama Korea, Sisil dan Viona yang kangen sama Raka akhirnya nelefon Raka waktu di korea lebih cepat dua jam membuat Viona menelfon Raka yang ternyata habis selesai ronde ke dua rambut nya Miftha masih basah membuat Sisil dan Viona melihatnya cuman bisa geleng-geleng kepala


" woy sudah malam minta jatah parah parah" ledek Viona saat saluran telepon tersambung


" habis disini udaranya lebih dingin sih ngapain nelefon malem malem begini mau yah sayang" goda Raka yang melihat Miftha ganti baju tidur


" mau sayang sini aku kasih banyak ronde" ledek Viona terkekeh


" giliran jauh nawarin giliran deket cuman dua ronde Doang" ledek Raka terkekeh


" tapi puaskan sayang, cepetan pulang kangen nih aku" lanjut Viona yang melancarkan aksinya handphone lebih jelas memperlihatkan gunung kembarnya


" astaga Viona bener bener yah kamu" protes Raka yang membayangkan m3r3m45 gunung kembarnya Viona


" awas tongkat saktinya sayang" ledek Viona semakin puas

__ADS_1


" kalian nelefon buat iseng-iseng sama Raka yah" ucap Miftha yang duduk di pahanya Raka tangannya memeluk lehernya Raka


" iyah habisnya belum ngantuk dan kalian habis. olahraga yah sekalian saja kan ngobrol" ucap Sisil merasa geli melihat Viona godain Raka tapi mau bagaimana lagi sudah terbiasa


" oh pantas yang semangat iseng Viona awas saja setelah pulang aku balas kamu sayang aku bikin kamu lemes dalam kenikmatan yang luar biasa" ancam Raka kesel


" yayayayaa" goda Viona semakin semangat


" besok kita kembali ke Indonesia habis nya saya sakit engga kuat udara terlalu dingin disini" lanjut Miftha sedih liburan nya cuma sebentar


" sayang banget yah tapi kondisi fisik lebih penting sih Miftha dari padae maksain lama badan engga kuat kan engga bahagia jadinya" lanjut Sisil


" ya sudah kita mau tidur bay bay honey muach" goda Raka


dilain Sisi, Michel yang baru selesai bekerja memutuskan ke kamar mandi membersihkan diri dan tidur, saat jalan ke kamar satria melihat Michel dengan tatapan sinis tapi Michel yang melihatnya berusaha tenang

__ADS_1


" ada apa satria saya mau istirahat", ucap Michel membuka pintu


" saya dengar obrolan kamu sama ayah saya engga usah kasih ide dan jangan sok baik Michel saya enggak membutuhkan kebaikan kamu engga Sudi lebih baik batalkan karena saya engga akan setuju apapun ide kamu mengerti" bentak satria tegas


" ayah kamu yang minta bantuan kalo engga butuh bantuan orang lain bekerja lah yang seharusnya menjadi CEO yang profesional dan mau sukses bukan yang biasa kamu kerjakan jalan jalan dan buang buang uang engga berguna" ledek Michel sengaja


" cih suka suka saya lah mau bagaimana pun juga bukan urusan kamu, lebih baik tolak kerjasama karena saya enggak sudi dan enggak mau menerima nya" bentak satria mengepalkan tangannya


" Yang mau bekerjasama ayah kamu bukan kamu jadi enggak punya haak apapun untuk menolaknya lagian masih rahasia jadi aman kok" lanjut Michel tersenyum licik


aaarrhhh" teriakan Raka frustrasi


" permisi yah" lanjut Michel langsung masuk kedalam kamar


" Sial sial apa lagi yang bakal dilakukan Michel sama saya arggghhh" teriak satria frustasi

__ADS_1


Satria langsung masuk kedalam kamar dengan kesal karena masih masa hukumannya membuat satria enggak tahu apa rencana Michel dan ayahnya enggak berfikir anaknya bakal malu karena ayahnya berkorban sama orang lain, satria akhirnya berhasil masuk ke dunia mimpi


__ADS_2