TTM CEO Tampan

TTM CEO Tampan
pembalasan dendam Satria


__ADS_3

Michel olahraga pagi kebiasaan sehari sehari sebelum berangkat kerja, Michel melihat para ART rumahnya Satria yang sibuk bekerja, Michel melihat bunga melati langsung menghampiri tukang kebun untuk meminta dua tangkai bunga buat Sisil dan viona


" boleh tuan silahkan ambil saja" ucap tukang kebun ramah


" terimakasih pak saya cuman ingin minta dua tangkai saja" ucap Michel ramah langsung memetik bunga mawar merahnya


setelah mendapatkan bunga keinginan nya Michel langsung masukin kedalam mobil dan dicium nya bunga mawar merahnya


" bunga cantik buat wanita wanita cantik ku" batin Michel bahagia


Michel langsung menutup mobil dan langsung masuk kedalam rumah ternyata Satria dan ayahnya baru mau sarapan Michel langsung. bergabung membuat Satria males melihatnya


" habis olahraga ya" ucap ayahnya Satria Ramah


" iyah pak biar badan tetap sehat" ucap Michel dengan lahap makan masakan ART


" kamu kapan pergi dari sini jangan betah betah disini" ucap Satria sinis


" Satria jangan bicara begitu" tegur ayah nya Satria kesal

__ADS_1


" sebentar lagi juga pulang setelah mandi pak anda mau bareng sayaw ke Jakarta atau enggak" lanjut Michel. melihat ayahnya Satria


" sendiri saja Michel mau melihat perkebunan dulu sekalian antar Satria kesana" lanjut. ayahnya Satria


" memangnya Satria kerja di perkebunan pak saya baru tahu saya kira Satria ke kantor anda" lanjut Michel pura pura enggak tahu


" cih munafik" batin Satria kesal


" Satria saya hukum kerja di perkebunan selama dua bulan setelah itu baru kembali mengurus perusahaan" lanjut ayahnya Satria


" ayah jangan bicara sembarangan" bentak Satria semakin kesal


" setelah ini tidurlah Michel sementara waktu sampai saya puas unboxing Sisil perempuan sial itu membuat saya malu" batin Satria kesel


" sama sama saya minta maaf atas ucapan anak saya yang kurang baik" ucap ayahnya Satria menyesal


" pergi sana" usir Satria kesel


Michel langsung masuk kedalam mobilnya dan mulai menjalankan mobilnya dengan perlahan, mobil Michel melewati turunan tajam ingin mengurangi kecepatan mobil tiba tiba rem mobil enggak berfungsi dengan baik membuat Michel panik

__ADS_1


" astaga mobilnya kenapa remnya kenapa ini" ucap Michel panik


semakin cepat mobil melaju tanpa bisa dikendalikan mobilnya Michel menabrak pengendara mobil lain dan membuat Michel enggak sadarkan diri warga yang melihat tabrakan langsung memberikan pertolongan dan melihat kondisi mobil yang terjadi tabrakan


" woy orang kaya keluar dari mobil" bentak warga gedor gedor pintu mobilnya Michel


"......


" apa dia pingsan kita pecahkan saja kaca mobilnya" ucap warga panik


" bener bener buruan" ucap warga lainnya


warga langsung memecahkan kaca mobil dan mulai. membuka pintu mobilnya terlihat Michel mengeluarkan banyak darah dari kepalanya terbentur stir mobil


" buruan kita bawa dia ke kota mendapatkan perawatan" ucap warga panik berusaha membuka pintu disampingnya Michel dan mengeluarkan Michel dari dalam mobil dan membawanya ke rumah sakit


dilain sisi, Raka dan Miftah sudah kembali ke tanah air sudah tiba di bandara internasional Soekarno-Hatta Jakarta, Raka dan Miftah langsung jalan menuju parkiran mobil Raka mendapatkan firasat enggak enak soal Michel membuatnya menghubungi Michel tapi engga ada jawaban sama sekali sama Michel


" sayang kenapa panik begitu" ucap Miftah pegang bahunya Raka

__ADS_1


" entahlah sayang aku bingung entah kenapa aku memikirkan Michel takut dia kenapa kenapa" lanjut Raka panik dan bingung


" sudah tenang saja nanti setelah sampai di apartemen kita telepon lagi yah sayang" lanjut Miftah berusaha menenangkan Raka


__ADS_2