TTM CEO Tampan

TTM CEO Tampan
seharian menemani Raka


__ADS_3

Viona membawa mobilnya ke makamnya Miftah Viona yang masih kehilangan akhirnya mengajak Raka yang masih asik dengan lamunannya saat melihat pemakaman umum Raka melihat Viona yang duduk disampingnya


" aku rindu sama Miftah sayang jadi mau ziarah kubur apa mau turun" ucap Viona pelan melihat Raka yang masih kehilangan


Viona langsung mencium Raka direspon diam Viona memakluminya Raka walaupun diam menikmati sentu han yang diberikan Viona


" sudah jangan melamun lagi masih ada aku dan sisil yah sayang kita juga kehilangan tapi harus move on melanjutkan kehidupan kita" ucap Viona ramah langsung keluar dari mobil dan membantu Raka keluar dari mobil


Raka langsung nangis dipusarannya Miftah merasa menyesal enggak peka sama kondisi fisiknya Miftah terakhir kali ketemu, setelah dari liburan di Korea kondisi Miftah kurang sehat tapi Raka enggak terlalu memperhatikan nya, Raka dan Viona membaca doa untuk Miftah dan mencium batu nisannya Viona pun ikut nangis saat terakhir pun sama enggak menyadari kondisinya yang kurang sehat


" sayang maafkan aku yang enggak peka dan aku sangat rindu perlakuan kamu ke aku sayang tadi pas bangun tidur aku kangen kamu membangun kan aku dengan ciuman mesrah berakhir bergelut panas mandi bareng dan makan masakan kamu sebelum aku kerja sayang aku bener bener kangen kamu" ucap Raka nangis sambil meluk batu nisan Miftah


" enggak akan ada yang bisa mengurusi kebutuhan aku lagi seperti kamu sayang aku terharu kamu mau cape cape cuci baju aku dan gosok baju aku dan kasih parfum kesukaan kamu ke baju aku rindu sayang sehari tanpa kamu bagaimana hari hari aku i love you sayang" sambung Raka tulus


" sayang boleh kah aku dan sisil menempati apartemen peninggalan Miftah dan mengurusi kebutuhan kamu dan Michel kalo datang ke apartemen kita sudah diijinkan hidup mandiri" ucap Viona melihat Raka yang nangis sambil meluk batu nisan


" boleh sayang tempati lah apartemen itu aku juga bahagia kamu dan sisil juga bisa mengurusi kebutuhan aku dan Michel dan kalian mau cape cape demi kita kalian bertiga wanita baik dan rajin" puji Raka yang tersenyum melihat Viona

__ADS_1


" setelah ini kamu mau kemana sayang" lanjut Viona merangkul bahunya Raka


" jalan jalan sayang" lanjut Raka melihat Viona


" boleh sayang" lanjut Viona


" Miftah saya akan menyayangi Raka, menemani,dan mengurus kebutuhan Raka tenang yah saya melakukan nya karena status saya temen kencan nya Raka soal cinta insyaallah saya setia ke Michel enggak akan merebut cinta abadi kalian terimakasih Miftah atas kebaikan yang kamu berikan selama ini ke kita semua" batin Viona sedih


dilain sisi, Michel memesan makanan dan makan bareng berdua di ruangannya Sisil tentunya Michel minta ciuman panasnya membuatnya Sisil dengan senang hati menyambut nya


" sayang kita kunci pintu dan lakukan di kamar pribadi saja yah" goda Sisil saat mengunci pintu


Sisil membuka blazer dan kini polos didepan nya Michel yang sudah menegang tongkat sakitnya saat melihat gunung kembar dan area sensitifnya Sisil, begitu juga dengan Michel yang polos didepan Sisil membuat Sisil menelan Saliva nya melihat otot ototnya Michel yang keker membuatnya enggak sabar tangannya menari dengan indah dan menikmati aroma maskulin yang dipakai lelaki didepannya begitu juga dengan Michel menikmati aroma segar parfumnya Sisil dan mulai menji lat l3h3r dan d4d4nya sisil sedangkan tangannya m3r3m45 dengan lembut gunung kembarnya Sisil membuat Sisil sedikit mende sah supaya karyawan nya enggak ada yang denger aksi panas CEO cantik di ruangannya


dilain sisi, Viona menemani Raka makan makanan kesukaan Miftah lagi lagi Viona berusaha diam menuruti keinginan Raka yang masih berduka


" sayang berjanji lah setelah ini ikhlaskan kepergian Miftah dan kembali beraktivitas kembali yah" ucap Viona melihat Raka makan dengan lahap

__ADS_1


" Iyah sayang aku seperti ini cuman hari ini saja aku enggak mau larut dalam kesedihan karena aku harus kembali bekerja dengan baik" ucap Raka melihat Viona


" sayang aku mau makan kamu" goda Raka terkekeh-kekeh melihat gunung kembarnya Viona yang terlihat jelas


" pas di apartemen saja yah sayang tahan nafsong kamu kita nikmati jalan jalan" tolak Viona bisa bisanya lagi berduka ngajak gelut


" kamu seperti Miftah sayang kalo aku ajak diluar jawabnya begitu" lanjut Raka mellow


" bisa aja kamu" lanjut Viona enggak baper


" apa aku akan mendapatkan orang yang mencintai aku dengan tulus yah seperti Miftah walaupun diajak bebas tapi hatinya tetep buat aku" lanjut Raka pasrah


" entahlah sayang" lanjut Viona yang bingung sama ucapan Raka


" kalo sisil mencintai Michel aku tahu pas dia setengah sadar makannya diajak foreplay dia dengan senang hati melakukan nya sedangkan kamu mencintai siapa" lanjut Raka yang mulai serius


" aku nyaman sama kalian berdua tapi soal cinta aku belum menemukan untuk siapa sayang biarkan kita nikmati kebebasan kita tanpa melibatkan Hati" lanjut Viona berusaha santai dan menutupi perasaan sebenarnya ke Michel ya perlakuan Michel sangat manis dan perhatian membuatnya nyaman dan mencintai Michel sama seperti Sisil yang rela dirinya dan Sisil menjadi istrinya Michel

__ADS_1


" oh belum menentukan oh yah maaf ya obrolan enggak penting ini" lanjut Raka lega karena hatinya masih buat Miftah walaupun kehidupannya akan dijalankan bareng Sisil dan Viona dengan kebebasan


" santai saja Raka" lanjut Viona yang menanggapi obrolan Raka dengan tenang


__ADS_2