TTM CEO Tampan

TTM CEO Tampan
gunung Fuji


__ADS_3

Raka dan michel pasrah mengikuti keinginan Sisil dan viona ke rumah orang tuanya Michel, berbeda sama Sisil yang bahagia ketemu sama mertua nya Sisil dan viona masak masakan Indonesia sengaja sebelum berangkat ke Jepang sudah membawa bumbu masakan saat di hotel numpang masak tentunya di bolehkan sama koki hotel, orang tuanya Michel bahagia sekali akhirnya anaknya mau pulang juga walaupun dibujuk sama istrinya


" loh kok Sisil dan viona pakai kursi roda memangnya kalian sakit" ucap mamahnya Michel bingung


" enggak mam mereka lagi hamil sisil hamil lima bulan kalo Viona hamil sebulan mam tadi mereka habis masak kelelahan jadi kita mutusin mereka enggak boleh cape jalan kaki mam" ucap Raka yang akhirnya manggil orang tuanya Michel sebutan mami bukan lagi ibu karena bukan atasan Raka lagi


" viona hamil bukannya kalian baru nikah kemarin kan" lanjut mamahnya Michel kaget


" biasa mam enggak kuat nahan unboxing sebelum halal jadinya kecebong Raka berkembang duluan deh Michel juga sama mam kecebong nya berkembang seminggu sebelum halal sudah unboxing mam" lanjut Raka terkekeh


" kalian terlalu bebas nak untungnya pak Eriko enggak curigai kalian" protes mamahnya Michel kesel sama kebiasaan buruk anaknya


" apa sih mam enggak usah paling peduli sama anak mam yang penting tanggung jawab dan selama ini mami saja enggak peduli apapun yang saya lakukan jadi jangan komentar yang penting kita sudah halal dan sudah memiliki keturunan mam" protes Michel kesel mendengar ucapan orang tuanya yang bertingkah paling peduli


" Michel jangan begitu sama mami kamu nak kami peduli sama kamu" protes ayahnya Michel kesal sama ucapan anaknya


" niat kesini mau happy happy justru berantem jadi males lebih baik melanjutkan acara kita ke gunung Fuji" lanjut Michel kesal


" tapi sayang aku sudah masak cape cape buat makan bareng mami dan dady" ucap Sisil sedih


" ya sudahlah buat kita makan berempat dan bodyguard di gunung Fuji saja" lanjut Michel akhirnya memutar kursi rodanya Sisil dan pergi begitu saja dari rumah orang tuanya Michel


" anak itu keras sekali bikin kesalahan enggak mau ditegur sama sekali" lanjut ayahnya Michel kesel


" maaf dady dan mami kalo kehamilan kita salah karena kebebasan dalam hubungan kita" ucap viona sedih dan malu


" memang salah sayang tapi ya sudah terjadi dan kita enggak akan bahas hal ini sama Eriko kita enggak mau kalian dapat masalah lebih besar lagi nak" lanjut mamahnya Michel berusaha melindungi anaknya


" terimakasih mam atas kepedulian nya kita permisi dulu" lanjut Raka ramah


Raka dan viona akhirnya menyusul Sisil dan Michel ke mobil orang tuanya Michel yang melihat anak anaknya pulang jadi sedih merasa ucapannya bener tapi dimata anak anaknya salah

__ADS_1


dilain sisi, Michel Raka Sisil dan viona melanjutkan liburannya ke gunung Fuji, Michel yang ingin melihat bunga sakura dan mengajak Sisil ke kebun teh yang ada di gunung fuji Michel sengaja mengajak empat bodyguard untuk acara jalan-jalan bareng awalnya Raka nolak ikut ke gunung fuji akhirnya pasrah ikut karena mood untuk bahagia menikmati hanymoon nya rusak karena ucapan orang tuanya Michel


" Bagaimana sayang bagus enggak bunga sakura nya" ucap Michel yang memberhentikan jalannya ditengah tengah pepohonan yang ditumbuhkan bunga sakura


" Bagus sekali sayang terimakasih ngajak aku kesini" ucap Sisil bangun dibantu Michel


" Kita foto disini yuk tapi jangan pakai kursi roda bisa bisa bunda dan ayah curiga" ucap viona berdiri dibantu Raka


" Boleh sayang" ucap Raka mencium keningnya viona


Viona, Raka Michel dan Sisil foto berempat bergantian foto Raka dan viona begitu juga Michel dan Sisil setelah puas berfoto Michel meminta bodyguard menyiapkan makan siang bareng ditengah tengah bunga sakura yang berkembang dengan indah, viona menikmati cemilan khusus ibu hamil begitu juga dengan Sisil


" Kalian banyak makan ya jangan takut gemuk ya demi tumbuh kembang anak selama sembilan bulan di perut kalian" ucap Michel mengelus lembut perutnya Sisil


" Kita semangat cari uang untuk kehidupan kita bertiga jangan kurangi makan untuk nutrisi anak kita karena berat badan aku pasti akan marah besar yah" ucap Raka mengelus lembut perutnya viona


" Iyah sayang aku enggak akan mempermasalahkan berat badan demi anak kita nutrisi nya terpenuhi dengan baik sayang" ucap Viona yang langsung mencium bibirnya Raka


" Sayang yuk lanjutkan perjalanan kita keliling gunung Fuji yang indah ini" ucap Sisil bahagia


" Hayo sayang" lanjut Michel yang membantu Sisil duduk lagi di kursi roda begitu juga dengan Viona yang harus pasrah lebih lama duduk di kursi roda


Michel, Raka, Sisil,dan viona menikmati pemandangan indah kebun teh yang ada di gunung Fuji


" Udaranya sejuk sekali dingin sekali disini rasanya ingin gulet sayang supaya hangat" goda viona sambil terkekeh


" Disini ada penginapan memangnya kalian mau gulet disini" ucap Michel yang meladeni gombalan viona


" Boleh sayang aku sudah kedinginan sayang" ucap Sisil sedikit menggigil


" Baik kita mencari penginapan buat mengademi badan kita sebentar" ucap Raka yang melanjutkan mendorong kursi roda istrinya

__ADS_1


Akhirnya penginapan yang dicari cari dapat juga, Michel dan Raka langsung membooking dua kamar untuk istirahat sebentar. Setibanya didalam kamar Michel pelan pelan menggendong Sisil dan menurunkan sisil di kasur dan Michel membuat Sisil polos didepannya Michel langsung melancarkan aksinya perlahan memasukan rudalnya kedalam goa Sisil dengar perlahan memaju mundurkan pinggangnya dengan pelan sambil m3r3m45 gunung kembarnya Sisil dengan pelan dan lembut membuat Sisil mende sah menikmati pergerakan dan sentu han yang diberikan Michel


" Bagaimana sayang apa masih dingin" goda Michel yang memeluk Sisil sambil memaju mundurkan pinggangnya


" Aaahh sudah enggak sayang terimakasih sayang aku sudah tenang kondisi badan aku aaahh" desa han sisil sambil meluk Michel yang sama sama polos


" Aaahh udara dingin bikin aku semangat sayang olahraga gelut ini aku suka" desa han Michel semakin semangat memajukan dan memundurkan pinggangnya dengan lembut sambil m3r3m45 gunung kembarnya Sisil dan memji lat l3h3rnya sisil dengan pelan


" Aaahh ayah sayang" desa han sisil semakin menikmati setiap sentu han yang diberikan Michel


Cairan pun akhirnya dimasukkan kedalam pangkal pahanya Sisil


" Terimakasih sayang aku puas" ucap Michel mencium keningnya Sisil


" Sama sama sayang" ucap Sisil lemes lemes luar biasa


Michel membantu Sisil berdiri dan jalan kekamar mandi


Dilain sisi, Raka harus menahan emosinya saat baru berhasil membuat Viona polos Tiba tiba Viona mual dan langsung lari ke kamar mandi memuntahkan isi perutnya Raka berusaha memijit leher belakang viona dengan pelan dan memijit Bagian belakang nya Viona dengan pelan membuat Viona merasa lebih enakan


" Bagaimana sayang apa masih mual" ucap Raka memijit kepala dan lehernya Viona


" Sudah enakan sayang apa masih mau lanjut gulet nya" ucap viona pelan karena merasa enggak enak badan


" Kita bersihkan badan dan istirahat sebentar sayang habis itu kita ketemu sama Michel dan Sisil yah" lanjut Raka meluk Viona sejujurnya melihat Viona yang polos langsung membuatnya nafsong tapi harus sabar karena viona baru hamil takut keguguran kalo memaksakan nafsongnya


" Kamu yakin sayang aku enggak tega pasti kamu sudah nafsong" lanjut viona sedih


" Selama kamu hamil sembilan bulan aku akan berusaha jadi suami pengertian dalam segala hal terutama urusan nafsong sayang sudah yuk mandi dan istirahat yah" lanjut Raka yang menahan tongkat sakti nya berdenyut saat badannya nempel saat berpelukan


Raka membantu viona untuk membersihkan badan dan pelan pelan membantu viona pakai baju

__ADS_1


__ADS_2