
mobil Raka tiba di apartemen Sisil tentunya membuat Sisil dan Viona semakin gugup karena orang tuanya masih di apartemen menunggu mereka pulang karena Eriko mengerjakan pekerjaannya pakai laptopnya Sisil, Michel langsung mencium bibirnya Viona dengan lembut tangannya M3r3m45 gunung kembar nya Viona dengan lembut begitu juga dengan Raka memberikan ciuman ke Sisil dan tangannya M3r3m45 gunung kembarnya Sisil dengan lembut
" sayang jangan cemas ada aku akan melindungi kalian berdua dan menjamin pak Eriko enggak akan curiga" ucap Michel mencium bibirnya Sisil dan tangannya M3r3m45 gunung kembarnya Sisil dengan lembut begitu juga dengan Raka memberikan vitamin C buat Viona
" sudah tenang semuanya akan baik-baik saja bodyguard sudah membantu kita jadi aman yah sayang sayang ku" lanjut Michel merangkul bahu nya Viona dan Sisil bersamaan
bodyguard yang sudah selesai membelikan Snack di supermarket langsung memberikan nya ke sisil salah satu rayuan buat Elma supaya engga curiga, Sisil dan Viona langsung jalan ke unit apartemen nya ditemani sama Raka dan Michael mendorong kopernya beruntung bodyguard Eriko enggak ikut ke apartemen jadi semuanya lebih aman. saat sampai di unit apartemen nya Sisil, Viona, Michel,dan Raka mulai berakting seolah mereka baru sampai dari perjalanan dinas, Elma yang mendengar pintu terbuka langsung Jalan ke ruang tamu dan betapa kagetnya melihat anak anaknya baru pulang
" eh kalian sudah pulang dari mana" ucap Elma bahagia dan ajak anak anaknya masuk dan diikuti Raka dan Michael
" iyah bunda loh kok ada disini kenapa engga kasih kabar" ucap Sisil berusaha santai
__ADS_1
" handphone kalian mati kita hubungin enggak bisa kalian dari mana" lanjut Elma melihat empat koper
" maaf bunda kita mendadak lihat proyek di Makassar tiga hari pulang nya kebetulan bareng sama Raka dan Michael bunda" ucap Viona berusaha santai
" oh ya ini belanjaan kalian kita pamit dulu sampai ketemu nanti sisil dan Viona permisi Tante" ucap Michel santai dan sopan
" kok buru buru pulang makan dulu bareng kita ya disini, bunda tadi lihat isi kulkas penuh aneka bahan masakan jadinya tadi masak" lanjut Elma yang berharap sahabat anak anaknya mau makan bareng
" enggak apa apa kalian kan pasti cape hayo cepet ke dapur kita makan bareng" lanjut Elma yang langsung berdiri dan jalan diikuti Sisil, Viona, Michel dan Raka dibelakang
sejujurnya Sisil dan Viona enggak tega membohongi orang tuanya tapi kalo ketahuan nginep bareng habis lah mereka berdua di marahin tentunya Michel dan Raka akan babak belur
__ADS_1
Eriko yang melihat anak anaknya sudah pulang dan makan di dapur langsung gabung makan tentunya Michel dan Raka Salim bentuk sopan santun ke yang lebih tua
" kalian dari mana handphone mati dan apartemen kosong" ucap Eriko yang duduk disampingnya Elma
" kita habis mantau proyek pembangunan apartemen di Makassar pak kebetulan pulang nya bareng jadi kita anterin mereka kesini" ucap Michel bohong
" oh mantau proyek tapi sisil dan Viona sesibuk apapun kalian handphone harus aktif kalo ada apa apa sama kalian bagaimana walaupun kerja bareng sama Raka dan Michael tetap handphone engga boleh mati" ucap Eriko tegas
" iyah maaf ayah kita lupa" ucap Viona malu dimarahin didepan Michel dan Raka walaupun mantau proyek bohongan tapi engga seharusnya dimarahin membuat Michel dan Raka nahan ketawa
" lain kali kita akan kasih kabar deh" ucap Sisil pasrah dimarahin karena kebohongan sendiri
__ADS_1