
setelah pemakaman Sisil dan viona memutuskan untuk kembali karena waktu sudah terlalu malam, Michel yang merasakan kehilangan Miftah pun memutuskan untuk beli banyak minuman dan cemilan bodyguard langsung menjalankan perintah bosnya
" sayang yang kuat dan ikhlas ya kita akan kesini besok siang" ucap viona mengelus lembut wajahnya Raka
" sebelum jam makan siang kita ke sini yah sayang yang sabar yah" ucap Sisil pegang wajahnya Raka
" sayang jagain Raka ya" lanjut Sisil melihat Michel
" iyah sayang pasti kalian hati hati dijalan yah" ucap Michel ingin sekali mencium Sisil dan viona gantian tapi enggak jadi karena ada bodyguard yang menemaninya
Sisil dan Viona masuk kedalam mobil begitu juga dengan Raka dan Michel jalan ke gedung apartemen mewah, selama dijalan Raka setia dengan diamnya Michel yang melihatnya tanpa komentar apapun membiarkan Raka sibuk sama fikirannya sendiri setelah sampai dii unit apartemen nya Raka langsung duduk di kursi ruang tamu lagi lagi asik dengan lamunan nya membuat Michel prihatin melihatnya
" segitunya kamu mencintai Miftah sampai merasa begitu kehilangan Miftah" batin Michel heran
__ADS_1
" walaupun cara mencintai Miftah dengan kebebasan tapi ketulusan nya mampu membuat saya mencintainya dengan tulus" ucap Raka yang matanya tetap kedapan
" saya juga enggak menyangka Raka diakhir kehidupannya Miftah mau berubah demi orang lain, tapi kebaikan kamu juga yang merubahnya lebih baik sedangkan saya gagal merubahnya lebih mendekatkan ego saya membuang Miftah seenaknya" ucap Michel menyesal
"malam ini saya mau banyak minum Michel apa mau temani saya" lanjut Raka melihat Michel
" saya sudah beli banyak Raka pasti malam ini enggak bisa tidur karena memikirkan Miftah yang baru meninggal dunia" lanjut Michel menunjukkan botol botol yang sudah dibeli bodyguard tadi
Michel menemaninya Raka minum sampai jam tiga Subuh akhirnya Raka bisa tidur di kamarnya Miftah matanya Raka sembab kebanyakan nangis baru pertama kalinya Raka kehilangan orang yang berarti dalam hidupnya
kini kehilangan orang yang bener bener mengurus kebutuhan Raka tanpa ngeluh, Michel yang melihat anak buahnya melamun jadi kasihan akhirnya Michel mengajak Raka untuk ketemu Sisil dan viona. Viona menerima keinginan Michel menemani Raka di apartemen sedangkan Michel kerja di ruangannya Sisil beruntung hari ini Eriko lagi enggak enak badan jadi enggak bisa masuk kerja
" terimakasih ya kalian mau bantuin Raka yang lagi berduka baru kali ini melihat Raka kehilangan seperti ini" ucap Michel melihat Raka yang lebih banyak diam
__ADS_1
" iyah sama sama kita kan berteman jadi wajar saling membantu ya sudah aku ijinkan viona menemani Raka dari pagi sampai malam nanti aku nyusul" ucap Sisil melihat viona
" terimakasih yah sil, yuk Raka kita ke apartemen" ajak viona merangkul tangannya Raka dan pergi
Michel melanjutkan pekerjaan nya dari handphone nya begitu juga Sisil yang sama sama sibuk, karyawan Michel mengantarkan berkas berkas yang harus di tandatangani sama Michel walaupun aneh. melihat bosnya bekerja di perusahaan temennya tapi manajernya berusaha mengikuti perintah atasannya
" buat rapat sama Raka nanti saya yang menggantikan kasih tahu saja jam tempat dan nama klien yang harus saya temuin" perintah Michel melihat manajernya
" siap pak, nanti saya WhatsApp anda permisi" ucap manajernya membawa berkas berkas yang sudah di tandatangani dan langsung pergi
" maaf yah sil saya kerja disini males di kantor mendadak flashback kenangan aku bareng Miftah dulu" ucap Michel merasa engga enak
" aku mengerti sayang kamu dan Raka masih berduka dan kehilangan otomatis flashback masa lalu pasti muncul aku mengerti" ucap Sisil jalan mendekati Michel
__ADS_1
Sisil langsung mencium Michel dengan lembut tangannya menari dengan Indah dibadanya Michel membuat Michel m3r3m45 gunung kembarnya Sisil dengan lembut aksi panas mereka terhenti ketika mendengar suara ketukan pintu dan Sisil dengan cepat merapihkan bajunya