
Michel mengecet sendiri kamar anaknya yang berjenis kelamin laki-laki akhirnya keinginan nya tercapai juga Sisil nurut saja keinginan suaminya mewarnai tembok dan perabotan anaknya selama Michel bahagia Sisil enggak pernah protes, Michel setiap habis pulang kerja selalu menyempatkan waktu untuk cet sendiri kamar anaknya dan menempel kan wallpaper kamar dan barang barang anaknya, baby sister yang menemani anaknya diberikan kasur kecil kulkas beserta isinya dan CCTV Michel ingin setiap malam Sisil menghabiskan waktunya berdua tentunya tetap memantau keadaan anaknya, Sisil bener bener nurut keinginan Michel
" Sayang baby sister nya yang sudah punya anak kecil ya supaya bisa menami anak kita disini bolehkan" ucap Sisil meluk Michel yang menempel kan wallpaper
" Boleh sayang nanti aku Carikan ya, kamarnya isinya kartun kesukaan aku sayang dan warnanya juga akhirnya anak pertama laki laki supaya sudah sebelum lulus kuliah sudah disuruh mandiri seperti aku semester enam sudah disuruh bikin proposal kalo Berhasil jajan aku ditambah" ucap Michel flashback masa sulit kuliah sambil kerja
" Iyah sayang Alhamdulillah sesuai keinginan kamu ya" ucap Sisil bahagia yang memang ingin anak pertamanya laki laki
Dilain sisi, Raka menemani viona memilih wallpaper dan cat buat kamar buat anaknya, lemari, kasur,kulkas, dan sofa semuanya gambar kartun princess membuat Raka pasrah mengikuti keinginan nya karena keluarga nya enggak ada yang perempuan membuat Raka enggak mengerti sama sekali kartun kartun perempuan dan aksesoris perempuan. Viona seakan gelap mata saat membeli aksesoris buat anaknya yang masih lama lahiran.
" Sayang bandana ini kecil sekali dipakai umur berapa" ucap Raka bingung
" Baru lahir sayang aku sudah belikan banyak bandana sayang yang cocok sesuai usia anak kita aku sudah belikan jepitan rambut dan kunciran aku enggak sabar sayang" ucap Viona mengelus lembut perutnya yang sudah buncit
" Ya ampun memangnya harus ya baru lahir dibelikan begini astaga aku enggak mengerti sama sekali sayang" lanjut Raka heran
" Harus lah sayang biar terlihat cantik ah kaum cowok mana paham begini sudah bayar saja yuk sayang" ledek viona
" Kaum cowok bisanya bikinnya saja bu urusan begini mana mengerti" ledek ibu ibu yang nimbrung obrolan Raka dan viona
" Iyah bu hahaha" lanjut Viona tertawa membuat Raka emosi sama obrolan istrinya
Setelah bayar belanjaan Raka dan viona akhirnya kembali pulang ke rumahnya Viona yang mengatur barang barang dikamar anaknya sesuai keinginan viona
" Akhirnya selesai juga aksesoris harus di meja rias soalnya banyak duh princess mami cepet dong lahirnya sayang" ucap Viona mengelus perutnya
" Biar dirumah ini semakin rame sayang" ucap Raka mencium perutnya viona
" Sayang cctv-nya sudah dipasang" lanjut Viona melihat suaminya
" Sudah sayang tenang saja aman dan damai kita gulet bisa melihat box bayi kita sayang bisa mengawasi anak kita dimalam hari" lanjut Raka menunjukkan beberapa cctv-nya yang sudah dipasang
" Insyaallah aman yah sayang aku sudah beli pompa ASI pelancar ASI dot yang banyak sama plastik khusus ASI sama kompor kecil dan galon sayang jadi tengah malam anak kita enggak nunggu lama terus sama cemilan buat baby sister sayang" lanjut Viona yang mempersiapkan dengan matang buat dikamar anaknya
" Alhamdulillah sayang aku seneng kamu memikirkannya" lanjut Raka yang mencium bibirnya viona tangannya sambil menari dengan indah di gunung kembarnya viona dengan lembut
" Aaahhh papi sayang" desa han viona menikmati tangannya Raka
" Aku pengen sayang" bisik Raka membuat Viona setuju dengan keinginan suaminya
" aaahhh Tiga puluh menit ya sayang" desa han viona
__ADS_1
" Dengan senang hati sayang" lanjut Raka bahagia mendapatkan jatah
Dilain sisi, Michel dan Sisil mengecek laporan keuangan dari universitas cinta, kosan,dan ruko ruko. Sisil pegang perutnya dari pagi terasa mules dan kali ini sakitnya semakin sering membuat Sisil semakin enggak nyaman Michel yang melihat istrinya pegang perut karena kesakitan langsung panik melihatnya
" Bunda sayang kenapa" ucap Michel panik
" Semakin mules sayang seperti nya aku ingin melahirkan sekarang sayang auuu sakit sayang" ucap Sisil nahan rasa sakit diperut nya
Michel langsung gendong Sisil dan langsung ke rumah sakit perkiraan dokter hari ini Sisil akan melahirkan keperluan Sisil sudah disiapkan begitu juga dengan baju baju anaknya saat sampai di mobil bodyguard yang bawa tasnya Sisil langsung ikut masuk mobil dan perlahan mobil meninggalkan halaman rumahnya Michel
" Sayang perut aku sakit hufff" ucap Sisil menahan sakit
" Sabar ya sayang sekarang kita ke rumah sakit" ucap Michel berusaha tenang tangannya mengelap keringat diwajahnya Sisil dan tangan satunya mengelus perutnya Sisil
" Aaahhh sayang sakit" jeritan Sisil yang enggak kuat nahan sakitnya
Lima belas menit kemudian Sisil sampai di rumah sakit dan di bawa keruangan persalinan dan dokter siap siap melakukan tindakan membantu Sisil mengeluarkan bayi nya
" Hayo bu ngejen nya yang kuat supaya anaknya bisa keluar" ucap dokter memperhatikan bagian dalam kain yang menutupi sebagian badannya Sisil
" Sayang sakit" jeritan Sisil pegangan kuat tangannya Michel
" Ngejen sambil zikir sayang aku bantu zikir yah" ucap Michel mengelap keringat istrinya yang berjuang melahirkan anaknya
Oe
Oe oe
" Alhamdulillah selamat bapak ibu anaknya lahir dengan sehat jenis kelaminnya laki laki" ucap dokter kasih lihat bayi masih merah
" Alhamdulillah dokter" ucap Michel mencium keningnya Sisil
" Kami bersihkan anaknya dulu persiapkan ASI nya ya bu dirangsang supaya ASI keluar banyak" ucap suster merapihkan badannya Sisil
" Baik suster" ucap Sisil lemes dan lega akhirnya perjuangan mengandung sembilan bulan dan perjuangan melahirkan selesai juga dengan kehadiran buah hatinya
" Akhirnya sayang kita jadi orang tua, aku bantu supaya ASI nya keluar yah aku sudah siapkan pompa ASI sayang" ucap Michel pegang pompa ASI
" Iyah sayang" lanjut Sisil bahagia
Michel dengan perlahan membantu Sisil mengeluarkan ASI nya Michel memainkan dengan pelan pucuk gunung kembarnya Sisil perlahan air ASI pun keluar dengan cepat Michel membantu supaya ASI nya keluar banyak didalam pompa ASI
__ADS_1
" Alhamdulillah deres sayang ASI nya perjuangan setiap hari minum pelancar ASI keluar nya Banyak" lanjut Sisil bahagia melihat botol ASI nya terisi penuh
" Aku langsung kasih ke anak kita ya sayang mumpung masih baru keluar yah" lanjut Michel mencium keningnya Sisil
" Iyah sayang setelah selesai bawa anak kita kesini yah aku mau gendong" lanjut Sisil manja
" Iyah pasti sayang tunggu yah" lanjut Michel
Dilain Sisi, Raka dan viona mendapatkan kabar Sisil sudah melahirkan langsung bahagia dan menuntaskan gulet panas nya
" aahhh papi buruan aku mau lihat si kecil sayang" desa han Viona menikmati pergerakan pinggang yang diberikan Raka
" iyah sayang sebentar lagi tiga puluh menit sayang" ucap Raka semakin semangat memaju mundurkan pinggangnya dengan pelan dan semangat m3r3m45 gunung kembar nya Viona dengan lembut
" aahhh papi sayang" desa han Viona meluk Raka yang polos semangat menggerakkan pinggangnya
cairan pun akhirnya keluar dan dimasukkan kedalam pangkal pahanya Viona
" terimakasih sayang aku puas" ucap Raka mencium keningnya Viona
" sama sama sayang" ucap Viona lemes lemes luar biasa
dilain sisi, Michael menggendong anaknya yang tidur karena tadi minum ASI pertamanya, Sisil setelah melahirkan justru merasa laper langsung makan kue yang dibawa Michel
" ayah nama anak kita siapa" ucap Sisil pelan pelan gendong anaknya
" Eka Wijayanto bagaimana sayang" ucap Michel mengelus lembut rambutnya Sisil
" nama yang bagus sayang Eka Wijayanto anak bunda semoga besarnya seperti ayah bisa membanggakan keluarga besar dan sukses karir nya" lanjut Sisil mencium anaknya
" ponakan ganteng uncel sudah lahir" ucap Raka tiba tiba masuk keruangan rawat inap Sisil
" namanya siapa sil selamat ya Michel dan Sisil akhirnya anaknya lahir dengan selamat" ucap Viona bahagia
" namanya Eka Wijayanto vi terimakasih ya sudah kesini uncel dan aunty jenguk Eka" ucap Sisil bahagia
" vi kamu lahirannya kapan" ucap Michel melihat Viona
" tiga bulan lagi Michel mau dong gendong Eka" lanjut Viona bahagia
Sisil pelan pelan kasih Eka ke Viona
__ADS_1
" kalo sudah bisa jalan kita main bola bertiga akhirnya ada temen main juga" lanjut Michel bahagia
" bener Michel" lanjut Raka bahagia