TTM CEO Tampan

TTM CEO Tampan
bunda ingin kalian memiliki pendamping hidup


__ADS_3

Sisil dan viona masak buat Raka dan Michel sedangkan Miftah gelut panas sama Michel dan Raka setelah selesai Miftah membantu menyiapkan makan malam bareng


" sayang sayang ku jangan lupa cari apartemen yah biar lebih enak kita ketemunya ucap Michel duduk di kursi


" Iyah sayang kita cari apartemen nya baru bilang sama orang tua aku kalo kita mau mandiri" ucap Sisil melihat Michel lahap makan masakannya


" kita tunggu kabar baiknya sayang" lanjut Michel bahagia


" bagaimana kalo di apartemen Miftah saja disebelahnya kan lebih leluasa disana" ucap Raka sambil melihat Miftah


" boleh juga disamping kamar aku kosong" ucap Miftah


" Miftah kalo saya pengen lagi boleh enggak gaya. kamu selalu mantap" lanjut Michel melihat Miftah


" boleh saja Michel terserah kamu saja kapan pun kamu mau datang saja ke apartemen" lanjut Miftah pasrah sejujurnya Miftah sangat rindu gelut sama Michel yang tongkat saktinya jumbo


" walaupun bebas kok rasanya cemburu yah Miftah gelut sama Michel apa ini yah yang dirasakan Miftah kalo saya bahas gelut sama viona didepan Miftah selalu nahan rasa cemburunya" batin Raka bingung


" sayang kok ngelamun" ucap Sisil melihat Raka yang tibaa tiba melamun


" ah enggak kok sayang makan masakan kalian selalu enak" lanjut Raka gugup


setelah makan Sisil dan Viona pamit pulang diantar Raka ke parkiran mobil sekalian Raka mau beli makanan karena Miftah malam ini nginep di apartemen Michel tentunya Raka juga ingin ikut nginep walaupun akhirnya tidur sendirian nanti malam


" hati hati dijalan yah" ucap Raka mencium bibirnya Sisil tangannya m3r3m45 p4h4nya Sisil

__ADS_1


kamu juga bawa mobilnya pelan pelan ya sayang" ucap Raka mencium viona tangannya m3r3m45 p4h4nya viona dengan lembut


" masih mau gelut ya sayang makannya anterin kita ke parkiran" goda viona merasakan geli


" iyah sayang makannya kalian secepatnya tinggal di apartemen yah" lanjut Raka memelas


" oke deh" lanjut Sisil keluar dari mobil diikuti viona dan Raka


Viona membawa mobil sedangkan Sisil duduk disebelahnya viona sambil memainkan handphone nya mengecek email email yang masuk


" menurut kamu kita punya apartemen bagaimana" ucap Sisil bingung


" seneng sih kita lebih bebas ketemu sama Michel dan Raka dan mau kemana-mana enggak takut dimarahin bunda dan ayah tapi sedih ninggalin bunda sendirian di rumah kalo ayah juga kerja kan" ucap viona bingung


" ya sudah sampai di rumah kita bahas sama bunda" lanjut Sisil


" vi rasanya gelut sama Michel dan Raka enakan sama siapa dan serunya sama siapa tongkat saktinya kan Michel jumbo sedangkan Raka kecil" lanjut Sisil yang selalu nafsong melihat tongkat saktinya Michel dan Raka


" keduanya enak sil apa lagi kalo pergerakan pinggangnya terasa mantap lah, kalo Michel susah langsung masuk karena jumbo kalo Raka langsung masuk karena kecil rapi rasanya sama sama enak" lanjut viona membayang kan setiap gelut


" kenapa mau ya" goda viona terkekeh


" mau lah vi nafsong saya melihatnya apa lagi pas Megang bantuin mereka solo karir astaga tapi tetep mau melakukannya setelah halal" lanjut Sisil Bingung


" ya sudah nafsong kamu ditahan terus sil sampai keinginan kamu tercapai" lanjut viona nyindir Sisil yang munafik

__ADS_1


" dilema mau mundur sudah candu buat pegang tongkat sakitnya enak vi" lanjut Sisil asal


" apa lagi di masukin sil beh candu akut dan luar biasa sil" goda viona membuat Sisil semakin bingung


setibanya di rumah Sisil dan viona melihat Elma duduk di kursi makan sambil ngemil


" malam bunda sayang" ucap Sisil mencium pipi nya Elma


" malam bunda maaf ya kita terlambat soalnya anterin Michel ke rumahnya baru boleh pulang tadi" ucap viona duduk di kursi


" iyah enggak. masalah anak anak kalian sudah makan" ucap Elma melihat anak anaknya


" sudah bunda tadi bareng Michel" lanjut Sisil


" bunda ingin kalian fokus mencari pendamping hidup supaya ada yang menjaga kalian ingat kan kejadian satria waktu itu ke Sisil" lanjut Elma Tiba tiba kwartir sama anak anaknya


" mencari pendamping hidup enggak mudah bunda sabar yaa doain saja secepatnya kita mendapatkan pendamping hidup yang bisa melindungi kita dan menyayangi kita" lanjut Sisil baru ingat sama rencananya tiba tiba melirik Viona


" oh ya bunda kita mau tinggal di apartemen boleh enggak bunda mau belajar hidup mandiri" lanjut viona sebenarnya enggak tega meninggalkan Elma di rumah sendirian apa lagi kalo Eriko lagi kerja


" bunda tenang insyaallah kita bisa jaga diri boleh yah bunda" lanjut Sisil mengharapkan diijinkan


" boleh sayang kalian sudah besar tapi bunda harap kalian bisa jaga diri dan nama baik keluarga yah" lanjut Elma merangkul kedua anaknya


" Iyah bunda itu pasti terimakasih bunda sudah diberikan ijin sesekali kita akan kesini" lanjut viona bahagia akhirnya rencananya berhasil

__ADS_1


__ADS_2