TTM CEO Tampan

TTM CEO Tampan
sisil ngidam


__ADS_3

Michel memaju mundurkan pinggangnya dengan pelan sambil melihat istrinya mulai pucet membuat Michel mengelap keringat istrinya yang mulai membasahi badannya


" bunda sayang kenapa" ucap Michel lembut mengelap keringat Sisil


" aku mual sayang maaf ya" ucap Sisil membuat Michel dengan terpaksa menyelesaikan gulet yang nanggung dan membantu sisil menggendong istrinya yang polos ke kamar mandi Michel dengan pelan memijit lehernya Sisil dengan pelan membuat Sisil lebih lega mengeluarkan isi perutnya


" sayang maaf ya lagi nanggung ya aku justru muntah" ucap Sisil sedih selama hamil kadang Sisil enggak bisa memuaskan nafsong suaminya


" aku paham sayang diawal hamil perempuan pasti muntah muntah terus jangan merasa sedih dan bersalah ya sayang aku banyak baca tentang ibu hamil supaya faham sama kondisi bunda dan konsultasi bagaimana caranya jadii suami yang siaga" ucap Michel melihat wajah istrinya


" yang paling penting ibu hamil enggak boleh banyak nangis dan engga boleh stres apapun yang terjadi dibawa santai selama sembilan bulan bunda mengandung anak kita ya sayang" sambung Michel meluk istrinya


" terimakasih sayang atas pengertiannya" lanjut Sisil mulai tenang


" ya sudah mandi yuk katanya mau ke kantor lagi" lanjut Michel tangannya menari dengan indah di badannya Sisil


" Iyah sayang tapi aku mau jalan bosan pakai kursi roda" lanjut Sisil manja


" sabar ya sayang saat usia kandungan bunda lima bulan baru boleh usia sekarang rawan keguguran aku engga mau bunda terlalu capek berjalan sayang nurut yah" lanjut Michel membasahi badannya Sisil dengan air


" Iyah sayang aku akan sabar demi anak kita" lanjut Sisil sabunan begitu juga dengan Michel


Sisil merasa bahagia saat hamil lebih dimanja dan lebih diperhatikan sama Michel beruntung nya Sisil langsung hamil setelah suntik ****** dihentikan kecobongnya langsung topcer


dilain sisi, Viona menemani suaminya bekerja Viona kadang membantu Raka membuat proposal yang dibutuhkan sama Claint Raka merasa bahagia semenjak memimpin perusahaan waktu kebersamaan Bareng Viona jauh lebih banyak dan engga perlu bulak balik lagi ke perusahaan Michel


" akhirnya sayang lima proposal selesai juga lega aku tinggal dikirim ke email sayang" ucap Viona lega akhirnya pekerjaan nya selesai juga


" terimakasih calon istri aku mau cape cape buat aku" ucap Raka yang mencium l3h3rnya Viona dengan mesra


" aahh sayang masih jam kerja" desa han Viona menikmati sentu han yang diberikan Raka


tok


tok


tok

__ADS_1


" masuk" lanjut Raka mendengar suara pintu sambil merapihkan bajunya Viona yang sedikit kebuka


" hai adik ipar" ledek Michel sambil mendorong kursi rodanya Sisil


" ada apa nih kaka ipar kesini" ucap Raka usia Viona dibawah sisil dua tahun berkat Eriko membuat Sisil dan Viona satu angkatan saat kuliah membuat Viona harus lebih giat lagi belajar karena harus langsung mengikuti kuliah saat dirinya masih kelas dua SMU beruntung nya Sisil membantu Viona untuk belajar pelajaran kuliah di awal awal semester pas Viona sudah lulus SMU Viona langsung satu angkatan sama Sisil di semester empat dan tanpa harus ikutin tes masuk kuliah lagi beruntungnya Viona mampu dengan baik mengikuti pelajaran kuliahnya walaupun waktu bermain yang kurang membuat Viona mengikuti jam pelajaran kuliah di awal awal semester bareng Sisil tanpa mengeluh sama sekali begitu juga dengan sisil saat semester enam Sisil dan Viona lulus S1 lanjut S2 di Amerika mengambil jurusan bisnis dan diberikan materi untuk memahami tentang tanggung jawab seorang pemimpin perusahaan sedangkan Viona langsung belajar bagaimana menjadi asisten seorang CEO yang baik dan benar dengan profesional


" saya mau bikin proposal buat PT jaya makmur tapi ngerjain nya disini bareng kalian" ucap Sisil


" sudah selesai sil tadi dan sudah dikirim ke emailnya" lanjut Viona santai enggak mau membuat Sisil terlalu cape


" ya jadi hari ini sudah selesai dong pekerjaan buat saya" lanjut Sisil sedih


" pekerjaan buat bunda sayang melayani aku saja engga akan selesai sayang" lanjut Michel mencium keningnya Sisil


" gombal huh" protes Raka


" sayang aku laper lagi" lanjut Sisil manja dan malu


" mau makan apa sayang" lanjut Michel mengelus lembut rambutnya Sisil


" batagor terus aku mau mau es kelapa muda sama makan kamu" goda Sisil yang membuat Raka dan Viona kaget saat mendengar permintaan Sisil yang terakhir


" oke sayang aku suruh OB belikan yah sambil nunggu kita keruangan kamu sekarang ya" lanjut Michel bahagia walaupun tadi tertunda ternyata istrinya pengen


" ya sudah sana makan duluan biar saya yang pesan kan yang diinginkan bumil ini oke" ucap Viona


" terimakasih ya Viona" lanjut Sisil terkekeh


Michel langsung mendorong kursi rodanya Sisil sedangkan viona langsung telefon OB untuk belikan pesanan Sisil


" sayang kalo aku hamil saat kita sudah nikah apa kamu bakal memanjakan aku seperti Michel ke Sisil" ucap Viona manja


" tentu dong sayang selagi aku mampu dalam hal tenaga dan finansial aku akan selalu memanjakan apapun keinginan kamu ya sayang" ucap Raka mencium bibirnya Viona lembut


" terimakasih sayang" ucap Viona melanjutkan ciumannya tangan nya Raka masuk kedalam blazer m3r3m45 gunung kembarnya Viona dengan pelan


" sayang aku pengen yuk lanjut ke kamar" bisik Raka sambil m3r3m45 gunung kembarnya Viona dengan lembut

__ADS_1


" Iyah hayo sayang aku tunggu di dalam kamar ya" goda Viona


dilain sisi, Michel sangat bahagia gulet kali ini lancar lancar saja tanpa ada halangan apapun dan kondisinya Sisil sehat dan bisa menikmati pergerakan pinggangnya dengan pelan sambil m3r3m45 gunung kembarnya sisil dan menji lat l3h3rnya Sisil dengan pelan membuat sisil semakin mende sah menikmati setiap sentu han yang diberikan suaminya


" aaahh ayah akhirnya bisa lama juga ya tadi sempet tertunda ooohh sudah mau setengah jam sayang" desa han Sisil sambil meluk Michel


" Iyah sayang ini sudah keluar sayang" ucap Michel menciumi istrinya dengan lembut


cairan pun keluar dan dimasukan kedalam pangkal pahanya Sisil


" terimakasih bunda sayang aku puas" ucap Michel mencium keningnya Sisil


" sama sama sayang aku bahagia mendengarnya" ucap Sisil lemes lemes luar biasa


Sisil dan Michel langsung membersihkan diri dan setelah rapih langsung ke ruangannya Raka melanjutkan makan bareng


" sama sama basah nih rambutnya" goda Michel yang melihat rambutnya Raka dan Viona


" habisnya pengen Michel ya sudah langsung gulet mumpung pekerjaan juga sudah selesai" ucape Viona terkekeh


" ternyata yang pengen bukan mereka doang kita juga ya vi bisa juga hahaha" ucap Sisil dengan tertawa ternyata dirinya nafsong juga


" ya bagus dong biar pas gelut semakin luar biasa bukan cuma cowok doang" ledek Raka


OB yang sudah disuruh belikan batagor dan es kelapa akhirnya memberikan makanan nya ke Viona empat porsi saat OB mau pergi Sisil memanggilnya


" ada yang bisa saya bantu lagi Bu" ucap OB ramah


" saya mau makan asinan Bogor" ucap Sisil sambil melihat OB


" sayang yang jualan asinan kan jauh yang lain saja ya" ucap Michel kasihan sama OB yang harus jauh jauh


" tapi aku pengen saja sayang pilih mau ayah yang beli atau OB ini yang jalan pakai motor" lanjut Sisil merajuk


" OB saja yah sayang" lanjut Michel heran sama keinginan ngidam istrinya


" mau beli berapa bu kalo ada tambahan tinggal telepon saja bu sekalian saya diluar" lanjut OB dari pada harus bulak balik

__ADS_1


" sementara itu saja nih sekalian kamu juga beli ya sudah jauh jauh mssa cuma satu bungkus" lanjut Sisil sambil memberikan uang ke OB nya


" baik bu kalo begitu permisi" lanjut OB langsung pergi


__ADS_2