
Michel yang melihat dari jauh satria lagi makan dengan lauk sederhana membuat niat isengnya kambuh kembali, Michel memesan makanan online buat berempat diam diam tanpa sepengetahuan Sisil dan viona yang sibuk memasukan amplop kedalam plastik buah buahan nya, Michel ingin satria yang mengangkat pesanan nya membuat pengelola perkebunan bingung karena tadi satria marah karena pembeli seperti nya sangat dibenci satria
" maaf pak biarkan karyawan yang lain saja yang masukkan bungkusan ini ke mobil anda" tolak pengelola perkebunan
" tapi saya maunya satria pak" ucap Michel tegas
" baiklah pak tunggu sebentar" lanjut pengelola dengan pasrah
pengelola perkebunan jalan kearah satria sedang makan merasa diganggu satria memberikan pelotootan mautnya membuat pengelola perkebunan serba salah tapi karena pembeli yang ingin satria yang mengerjakan nya terpaksa sedikit memaksa satria
" haayo lah satria jangan seperti ini bersikap profesional lah sebenci apapun kamu sama mereka kan sudah beli banyak buah buahan kita" rayu pengelola perkebunan
" anda budek hah saya bilang enggak mau ya enggak mau jangan pancing saya emosi setelah hukuman saya berakhir anda akan kehilangan pekerjaan anda kalo memaksa saya terus menerus mengerti" bentak satria emosi dipaksa melayani pembeli paling dibencinya
" tapi mereka maunya anda pak maaf kan saya jangan pecat saya seenaknya" lanjut pengelola bingung
" angkat sana sesuka anda jangan nyuruh saya, saya lagi istirahat jangan belagu anda cuman karyawan saya mengerti" bentak satria mengepalkan tangannya
__ADS_1
" maafkan Michel satria yuk makan siang bareng" ucap viona tiba tiba datang membawa bungkusan makanan masakan Jepang
" mau menghina saya lagi kurang cukup kerjain saya kurang cukup bikin saya malu seperti ini vi" bentak satria menatap sinis melihat Viona
" satria jangan berfikir negatif kita kan berteman dari kecil mumpung ada disini kita mau makan siang bareng hayolah jangan nolak niat baik kita" bujuk viona. sebenarnya enggak enakan
" enggak sudi saya makan bareng Michel dia itu kerjain saya mempermalukan saya didepan kamu dan sisil sadar enggak sih kamu" bentak satria mengepalkan tangannya
" maafkan saya" lanjut Viona pasrah akhirnya memberikan bungkusan makanan ke pengelola perkebunan
" ini buat anda saja pak saya minta maaf atas ucapan temen saya permisi" sambung viona memberikan bungkusan ke pengelola
" berengsek pergi sana" bentak satria semakin kesel
" baik permisi satria" lanjut pengelola perkebunan pasrah
Michel yang melihat dari kejauhan tersenyum sinis dan puas merendahkan satria, sisil yang merasa Michel kerjain satria sedikit kasihan sama satria tapi laki laki itu keterlaluan harus dikerjakan seperti ini
__ADS_1
" terimakasih sayang aku tahu kamu iseng sama satria karena balas kan dendam dia ke aku" ucap Sisil melihat Michel
" sama sama sayang, biar lelaki itu enggak mudah lagi jahat sama kamu lagi apapun alasannya" ucap Michel meluk pinggangnya Sisil
" sudah yuk pulang masih dalam keadaan berduka kita cukup iseng sama satria" protes viona yang sudah kembali
" iyah iyah oke yuk pulang" lanjut Michel pasrah
Michel, Sisil,dan viona menghampiri satria yang masih makan dengan lauk sederhana ditemani pengelola perkebunan membuat satria emosi berfikir apa lagi yang akan diucapkan sama Michel
" mau apa lagi kalian kesini enggak puas menghina saya hah" bentak satria kesal
" kita kesini mau pamit pulang, buah buahan sudah kita masukan kedalam mobil" ucap Sisil berusaha Santai
" enggak profesional sekali menyasal saya borong banyak buah buahan pemiliknya enggak bisa profesional sama sekali" ledek Michel tersenyum sinis
" maafkan kami kurang profesional dan terimakasih sudah banyak beli barang kami" ucap pengelola perkebunan berusaha Santai
__ADS_1
" ya sudah permisi" ucap viona narik tangannya Michel dan sisil bersamaan