TTM CEO Tampan

TTM CEO Tampan
Miftah ketagihan


__ADS_3

Miftah jalan lemes keluar dari hotel menuju mobilnya, Miftah tersenyum bahagia setelah malam panas yang dilaluinya tadi, kini Miftah ke salon melakukan perawatan badannya sudah lama sekali Miftah enggak memanjakan badannya seperti ini, uang yang diterimanya cukup banyak membuat Miftah bahagia sama apa yang diterimanya


" duh jadi dilema deh mau melanjutkan seperti ini lagi atau enggak yah takut Raka mendadak pulang kan bahaya, bisa dapetin lebih dari ini dalam sehari bahagia sekali duh Raka adalah masa Depan ku tapi buat kebutuhan aku tentu kurang yang dikasih Raka walaupun sehari lima juta seperti sekarang Raka pergi sudah tujuh hari mana cukup yah, ah WhatsApp saja dulu kalo masih lama pulang yah kembali bebas kalo sebentar lagi yah setia saja deh dari pada kehilangan" ucap Miftah bahagia


Miftah langsung melanjutkan belanjanya, tanpa di sangka ada yang mendengar dan memperhatikan Miftah dan hasil ucapan Miftah di kirim ke seseorang tentu membuatnya kesal karena Miftah masih enggak bisa nahan keinginan nya


" sayang aku akan maafkan kamu dan berusaha menjaga kamu supaya enggak liar sayang kamu sudah bagus tobat kenapa harus begitu demi uang" batin Raka sedih dan memerintahkan anak buahnya buat ngerjain Miftah setiap kali Miftah ke caffe buat minum dan mengerjakan Miftah supaya mengalami kecelakaan kecil demi menjaga Miftah, kini hati Raka sudah sepenuhnya buat Miftah dan enggak biarkan Miftah jadi perempuan liar


" walaupun aku bekerja aku akan memantau apapun yang kamu lakukan sayang" batin Raka tersenyum kecut sedikit kesal sama Miftah

__ADS_1


dilain sisi, Viona Sisil dan Michel sarapan bareng kondisi sarapan sunyi enggak ada pembicaraan apapun diantar mereka Viona,Sisil, dan Michel sibuk sama fikiran masing-masing tiba tiba Raka datang ikut gabung sarapan


" hari ini hari Sabtu bagaimana kalo kita jalan jalan dari pada bosen" ajak Raka yang menikmati roti panggang buatan Sisil


" boleh tapi setelah kita beberes apartemen yah Raka bagaimana" ucap Sisil melihat Raka


" Halah sok soan mau bantu pasti ujung ujungnya saya juga yang mengerjakan semua sendiri heran cari mukanya" protes Raka dalam hati


" yah sudahh baju kalian mau kami cuci sekalian" ucap Viona melihat Raka dan Michel

__ADS_1


" apa tangan kalian enggak jadi kasar di laundry saja deh enggak tega" tolak Michel takut tangannya sisil dan Viona jadi kasar


" kan ada handbody Michel pekerjaan perempuan kalo bisa dikerjakan sendiri yah kenapa enggak lagian kita juga sudah biasa kok Michel nyuci dan gosok baju santai sendiri kalo baju kerja baru ART yang kerjakan" lanjut Sisil dengan lancar aksi bohongnya


" wowo pak Eriko hebat mendidik anaknya selain pinter, jadi wanita karir dan mau mengerjakan pekerjaan rumah yang biasa dikerjakan ART suatu saat yang jadi pendamping hidup kalian pasti bangga sama istri yang sempurna seperti kalian" puji Michel membuat Sisil dan Viona tersanjung dan bahagia mendapatkan pujian walaupun dalam kepalsuan


" amin Michel" lanjut Sisil singkat berharap Michel jodohnya yang tanpa ada embel embel DP sebelum nikah Sisil maunya di unboxing setelah menikah


" yah sudah kami rapihkan bekas sarapan dulu yaah" lanjut Viona bahagia mendengar ucapan Michel tadi

__ADS_1


__ADS_2