
Sisil, Viona, Michel,dan Raka yang mendengar alarm langsung bangun begitu mengganggu waktu istirahat yang baru mereka cicipi bunyi alarm dari segala sudut ruangan berbunyi dengan nyaring, Sisil, Viona, Michel,dan Raka yang lupa mereka sendiri menyalakan alarm protes karena keberisikan membuat mereka terpaksa bangun mencari sumber suara
" ganggu sekali sih suaranya enggak tahu apa masih pusing" protes Michel keluar dari kamar
" bunyi handphone siapa sih sayang bikin kesel berisik" protes Viona pegang kepalanya masih merasa pusing
dilain sisi, Sisil dan Raka yang terganggu pun akhirnya bangun tidur dengan terpaksa
" memangnya sekarang jam berapa sih" protes Raka melihat handphone nya
" astaga sudah jam setengah sebelas malam" sambung Raka kaget
" mana lihat Raka" ucap Sisil melihat handphone nya Raka
" gawat mereka pasti murka nih" panik Sisil
" yah sudah kita cuci muka dan bersiap pulang ke apartemen alasan pulang malam nanti kita fikirkan" ide Michel mendadak saat masuk ruang keluarga
__ADS_1
" baiklah kepala ku pusing sekali" lanjut Sisil
" aku pijitin sebentar sayang biar ayah kamu enggak curiga" lanjut Michel langsung memijit kepalanya Sisil
" ya sudah yuk Raka kita siap siap pulang" ajak Viona yang keluar kamar dengan keadaan polos
Michel memijit kepalanya Sisil sambil mencium bibirnya Sisil tangan kanan memijit kepalanya Sisil tangan kiri m3r3m45 gunung kembarnya Sisil dengan lembut membuat Sisil lebih rileksasi akibat tangannya Michel yang ada saja alasan menari dengan Indah di badan nya
" bagaimana sayang apa masih pusing" bisik Michel sambil men ji lat le hernya sisil dengan lembut, tangannya masih setia m3r3m45 gunung kembarnya sisil
" aaahhhh sayang iyah sudah enakan, yuk kita sikat gigi dan pulang terimakasih yah sudah enakan aku ooohhh" desa han Sisil semakin cetar menikmati setiap sentu han yang diberikan Michel padanya
Sisil yang mendapatkan perlakuan manis dari Michel membuatnya bahagia sekali ini kah yang dirasakan Viona selama didekat Michel dan Raka sangat manis dan indah
setelah rapih dan gosok gigi, Raka lagi lagi duduk didepan sendirian karena Michel masih mau modusin sisil dan Viona kini tangannya Michel menari dengan indah di pa ha nya Sisil dan Viona dengan lembut membuatnya mereka mende sah menikmati nya tangannya Michel naik keatas membuat suara merdu mereka semakin indah didengar nya
" sialan kamu Michel stop dong jadi pengen nih saya mendengar suara Sisil dan Viona" protes Raka kesel melihat kelakuan Michel dari kaca mobil
__ADS_1
" aaahhhh iyah nih Raka heran sama Michel enggak kasihan sama kamu" desa han Sisil enggak enakan
" aaahhh Iyah sayang kasian Raka, aku pindah ke depan saja yah kasihan kan cuman jadi penonton kita saja" ledek Viona mengalah mana berani suruh sisil duduk didepan
" baiklah sayang" lanjut Michel pasrah dan kesel
Sisil yang tahu teman kencannya marah langsung melanjutkan aksi panasnya mencium bibir Michel dengan lembut dan tangannya Sisil berani menari dengan indah di badannya Michel
" sudah enggak kesel lagi kan" goda Sisil sambil memainkan tongkat sakti yang terbungkus celana panjang Michel
" aaahhh sudah enggak sayang" desa han Michel yang merasakan tongkat saktinya berdiri
" alasan yang kita bilang ke pak Eriko dan bu Elma" ucap Raka yang tangannya menari dengan indah di badannya Viona
" aaahhh bilang saja kita jalan jalan ke pantai sayang ooohhh Raka jangan keatas sayang" desa han Viona sekaligus kesal karena Raka memainkan area sensitifnya dengan lembut
" abis candu aku sayang" goda Raka terkekeh
__ADS_1
" boleh juga alasannya Raka" lanjut Sisil tiduran di pahanya Michel