TTM CEO Tampan

TTM CEO Tampan
kecelakaan


__ADS_3

Sisil dan viona bersiap siap untuk pulang ke Jakarta Sisil telefon Michel tapi enggak ada jawaban sama sekali membuat Sisil cemas enggak biasanya Michel seperti ini sampai telefon ke lima pun Michel masih belum angkat telefon nya


" Michel kemana ya viona kok saya jadi cemas seperti ini" ucap Sisil bingung


" mungkin masih tidur sil coba telefon ayahnya Satria tanya sama dia" ucap viona berusaha berfikir positif


Sisil menelfon ayahnya Satria san dan langsung diangkat membuat Sisil lega langsung direspon cepat panggilan nya


" Michel sudah pergi sejam yang lalu dari rumah om sil" ucap ayahnya Satria disebar sana


" sejam yang lalu om kemana yah belum sampai juga om Michel nya" ucap Sisil mulai panik sudah pulang lama tapi enggak nyampe juga


" entahlah sil om juga enggak tahu apa mau dibantu mencari Michel" lanjut ayahnya Satria mulai panik


" ngapain sih ayah merepotkan diri enggak usah lah bukan urusan kita" ucap Satria puas karena yakin sekarang Michel sudah kecelakaan


" jangan sembarang kamu Satria" lanjut ayahnya Satria kesal


" yah sudah om nanti kabarin yah kalo ketemu sama Michel" lanjut Sisil tiba tiba nangis


" iyah sil" lanjut ayahnya Satria


dilain sisi, Raka mendapatkan telfon dari rumah sakit kalo Michel mengalami kecelakaan di kampungnya Sisil langsung kaget pantas saja dihubungi enggak diangkat, Raka memerintahkan bodyguard untuk mengecek penyebab kecelakaan Michel


" sayang kita sekarang ke kampungnya sisil Michel kecelakaan katanya remnya enggak bisa berfungsi dengan baik" ucap Raka panik


" kok bisa sayang enggak sayang aneh banget" ucap Miftah panik sambil memasukkan beberapa bajunya Raka kedalam koper

__ADS_1


" seperti nya ada yang berniat jahat sama Michel hayu sayang" lanjut Raka


Raka langsung menelepon sekretaris Michel bahwa Michel kecelakaan dan enggak bisa masuk kerja beberapa hari, bodyguard Michel sudah sampai duluan ke tempatnya Michel dirawat dan langsung mengecek mobil yang sekarang ditangani sama polisi


" sepertinya ada yang mencoba mencelakai korban" ucap polisi menunjukkan rem yang rusak


" ambil sidik jarinya dan secepatnya kasih tahu kami" perintah bodyguard nya Michel


" kalian siapa nya korban" tanya polisi penasaran


" kami bodyguard korban dan kami ingin bergerak cepat menangkap tersangka ini pasti disengaja" lanjut bodyguard dalam dunia bisnis pasti ada saja musuh yang akan siap saling menghancurkan dan para bodyguard pun menduga para musuh bosnya masa tahu bosnya ada disini


dilain sisi, Raka dan Miftah sudah sampai di rumahnya Sisil membuat Eriko dan Elma bingung kenapa temennya Sisil bisa di rumah neneknya dengan air matanya Miftah yang membasahi wajahnya


" ada apa kalian kesini" ucap Elma penasaran


" apa kecelakaan" ucap Sisil dan viona bersamaan


" iyah tadi Raka di telefon sama polisi makannya kita kesini tapi bodyguard sudah sampai duluan mengecek kondisi mobil dan kondisi Michel" ucap Miftah sedih walaupun Michel sudah membuangnya tapi Miftah ada rasa sayang dan peduli sama Michel


" astaghfirullah yuk kita sekarang ke rumah sakit" ucap Sisil panik


" kamu tunggu disini saja sil biar saya yang merapihkan baju kita" lanjut Viona berdiri


" om dan tante ikut kalian sekalian kita juga pulang ke Jakarta" ucap Eriko panik


saat orang tuanya Sisil pergi, Sisil menceritakan kalo sebelum kecelakaan Michel nginep di rumahnya Satria dan sudah pulang dari rumah Satria sejam yang lalu saat ditelepon Sisil membuat Raka curiga kecelakaan Michel pasti disengaja sama Satria tapi Raka enggak berani asal nuduh tanpa bukti

__ADS_1


" ada ucapan Michel yang menyakiti Satria enggak" ucap Raka pelan


" ada sih Michel selalu ngeledek Satria dan ngerjain Satria membuatnya emosi terus menerus" ucap Sisil mengingat ucapan Michel pertama kali ketemu Satria


" kenapa langsung nebak Satria sayang" ucap Miftah bingung


" Michel kan yang menggagalkan niat jahat Satria ke sisil dan selama disini katanya Michel selalu memancing emosi Satria kalo bener perkiraan aku Michel kecelakaan karena Satria kita tunggu hasil dari polisi sidik jarinya kalo bener kita tangkap saja Satria biar kapok" lanjut Raka membuat Sisil ngangguk ngerti


" bahaya sekali yah Satria bikin saya semakin takut" lanjut Sisil cemas


" tenang sil selama hasilnya belum keluar kita engga bisa nuduh tanpa bukti" lanjut Miftah menenangkan Sisil


Viona, Elma,dan Eriko keluar dari rumah dan langsung masuk kedalam mobilnya membiarkan anak anaknya satu mobil sama Raka dan Miftah


" kamu ajak Satria minum sampai setengah sadar jebak Satria dengan pertanyaan selama Michel di rumahnya dan terakhir bahas kecelakaan Michel sayang" ucap viona sedih enggak terima Michel kecelakaan tuduhan mereka berempat ke Satria


" iyah sayang sayang ku sabar dan tenang yah mending Sisil kasih kabar ke ayahnya Satria kalo Michel ketemu tapi di rumah sakit karena kecelakaan biar Satria datang ke rumah sakit biar aku yang menangani dia" perintah Raka


" iyah sayang" ucap Sisil langsung mengambil handphone nya didalam tas


Sisil langsung menghubungi ayahnya Satria dan kasih tahu kalo Michel ketemu tapi di rumah sakit setelah mengalami kecelakaan membuat Satria yang mendengar nya tersenyum puas rencana nya berhasil


" om dan Satria akan segera kesana sil" ucap ayahnya Satria panik saat saluran telepon terhubung


" iyah om kita juga lagi dijalan om mau kesana sekarang" ucap Sisil berusaha tenang


Sisil langsung mematikan telepon nya, Raka dan Miftah akan menjebak Satria yang berani nya mencari masalah sama Michel

__ADS_1


__ADS_2