TTM CEO Tampan

TTM CEO Tampan
Sisil pulang ke Jakarta


__ADS_3

Viona yang melihat sisil merapihkan kopernya bingung karena rencana yang ikut pulang ke Jakarta Viona bareng orang tuanya sisil kenapa tiba-tiba seperti ini, Viona bisa melihat wajah Sisil yang dari tadi diam saja selama merapihkan baju dan dokumen yang dibutuhkan


" sil kenapa kamu yang pulang apa kamu marah sama saya" ucap Viona pelan


" saya ingin fokus bekerja vi enggak mau terjebak terlalu lama sama hubungan diluar nikah saya tetap konsisten sama keinginan saya vi" tegas Sisil melihat Viona sebentar


" kenapa kamu bisa segois ini sil, kamu enggak kasihan sama saya sil sudah dirusak dan seenaknya ingin saya meninggalkan Michel begitu saja sil kita berteman dari kecil jadi saya mohon jangan terlalu egois jadi perempuan" ucap Viona sedih mendengar keinginan Sisil


" kamu masih bisa minum jamu Vi, tinggalkan Michel saat dia frustasi biarkan ayah saya datang menawarkan perjodohan, kamu kan selalu bilang selama kamu enggak ngisi kan ingat vi bulan depan akhiri hubungan kalian vi sebentar lagi saya ulang tahun" lanjut Sisil tegas melihat Viona yang duduk di meja rias


" baiklah sil kalo itu memang buat kamu bahagia akan saya turuti keinginan jahat kamu, saya enggak akan pergi dari keluarga kamu sil kita tetap berteman baik" lanjut Viona enggak berani meninggalkan Sisil begitu saja keinginan orang tuanya memberikan segala kemewahan ke Viona selalu menjadi orang kepercayaan sisil walaupun dihancurkan tetap mau berteman baik sama sisil salah satunya balas budi mengorbankan kebahagiaan nya, sisil pun enggak pernah pelit selalu berbagi ke Viona


" bagus vi saya suka ucapan kamu, maaf kalo saya kasar tapi kalo melibatkan hati bisa beda vi, terimakasih sudah mau berkorban kawan" lanjut Sisil memeluk Viona sambil nangis


Sisil dan Viona makan bareng kedua orang tuanya Sisil buat sarapan bareng setelah sarapan sisil dan Viona ke kamar sebelah ketemu sama Raka dan Michel yang sama sama siap siap buat pulang, Raka ditugaskan kembali mengurus perusahaan sedangkan Michel ingin memantau langsung pembangunan kampus dan apartemen yang sudah berjalan


" boleh enggak mendapatkan vitamin sebelum kamu pulang vi" ucap Raka pegang tangannya Viona


" boleh Raka yuk biar semakin rindu sama saya dan iri sama Michel" ledek Viona tapi matanya melirik sisil seolah nyindir sisil

__ADS_1


" iya iyah sayang hayo" lanjut Raka bahagia


saat di kamar Raka langsung melancarkan aksi panasnya mencium Viona dengan lembut tangannya m3r3m45 gunung kembarnya Viona dengan lembut dari bibir turun ke l3h3r Raka memainkan l3h3r Viona dengan lembut membuat Viona mende sah mengeluarkan suara merdunya tentu yang disukai Raka


" aaaahhh Raka jangan bikin lukisan yah" desa han Viona


" baik sayang" bisik Raka di telinga Viona lembut tangannya m3r3m45 gunung kembarnya Viona dengan lembut membuat Viona semakin melayang


Raka menggendong badan Viona yang polos keatas kasur dan langsung memasukkan rudalnya kedalam goa miliki Viona dengan pelan perlahan memaju mundur kan pinggangnya dengan lembut membuat Viona semakin melayang merasakan pergerakan pinggang, bibir dan tangannya Raka yang m3r3m45 gunung kembarnya


" aaaahhh sayang semakin cepat pinggangnya" desa han Viona menikmati setiap sentu han yang diberikan Raka padanya


" terimakasih sayang aku selalu puas" bisik Raka


dilain sisi, Sisil polos didepan Michel, Michel langsung mencium bibirnya Sisil dengan lembut tangannya m3r3m45 gunung kembarnya Sisil dengan lembut dari bibir turun ke l3h3r dan tangannya tetap betah m3r3m45 gunung kembarnya sisil dengan lembut


" aaahhh sayang halus sekali aku selalu suka menyen tuhnya" bisik Michel sambil mende sah


" aaahhh aku selalu merawat kulit aku sayang aku seneng kalo kamu suka pegangnya" desa han dan goda Sisil

__ADS_1


tangannya Michel semakin menari dengan indah di badan nya Sisil dari ujung kepala sampai ujung kaki dari depan dan belakang badannya membuat Sisil semakin mende sah, Michel memainkan area sensitifnya Sisil


" aaahhh sayang" ucap sisil bergerak seperti cacing kepanasan saat area sensitifnya dimainkan sama Michel


" arrgggghhh" ucap Michel frustasi


" sayang bantu aku solo karir yuk dan kita bersihkan badan masing-masing" ucap Michel lemes nafsong sudah di puncak tapi harus tertahan


" baiklah sayang aku bantu kamu" ucap Sisil mencium wajahnya Michel


Sisil membantu memainkan rudalnya Michel dengan lembut membuat Michel akhirnya merasa lega walaupun enggak selega masuk ke dalam goa


" terimakasih sayang aku sangat puas" ucap Michel memeluk badannya Sisil yang masih polos, Michel sengaja semakin rapat akibatnya tongkat saktinya berdiri dengan sempurna lagi


" yah dia berdiri lagi" ucap Michel semakin frustasi


" ya sudah aku bantu tapi habis ini mandi yah maaf sayang" ucap Sisil sedih


" iyah sayang enggak masalah kok aku seneng kamu bisa kuat menjaganya sebelum nikah dijaga terus yah sampai waktunya tiba" bisik Michel mencium keningnya Sisil lembut

__ADS_1


Michel menghargai keinginan Sisil dengan foreplay saja sudah cukup bagi Michel walaupun enggak sepenuhnya puas tapi bangga sisil masih kuat menjaga mahkotanya


__ADS_2