TTM CEO Tampan

TTM CEO Tampan
rindu


__ADS_3

Miftah beberapa hari enggak ketemu sama Raka menjadi sedih dan sepi rasanya, pekerjaan membuat Raka pergi lama, Miftah sesekali Vidio call sama Raka dan kasih lihat kegiatan barunya masak dan Miftah membeli mesin cuci belajar cuci baju sendiri dan bener bener hemat jauh sekali dari kebiasaan Miftah yang selama sepuluh tahun kerja dikantornya Michel, Raka yang melihat perubahan Miftah semakin hari semakin banyak membuatnya merasa bahagia dan bangga ternyata Miftah bisa berubah kalo sudah merasa terdesak. Miftah gelisah seperti biasanya sepi dan kangen sama setiap sentu han Raka


" duh kangen juga cari kucing liar kali kangen juga nahan sentu han lawan jenis tapi bagaimana kalo Raka tahu" ucap Miftah frustasi


Miftah memutuskan untuk pergi ke caffe buat minum sendirian saat lagi santai minum ada pria tua mendekati Miftah yang menikmati minuman nya seorang diri Miftah yang melihatnya cuman tersenyum saja melihat kehadiran nya


" minum kok sendirian saya temani yah" ucap pria tua kira kira usianya empat puluh tahun


" boleh silahkan saja" ucap Miftah ramah


laki laki tua membuka dompetnya dan memperlihatkan ke Miftah membuatnya ragu menerima beberapa lembar atau menolaknya memang pemberian dari Raka lebih dari cukup buat gaya hidupnya sekarang tapi melihat dua puluh lembar uang merah di mejanya membuatnya frustasi dan akhirnya pasrah menerimanya


" ya sudah hayo om" ucap Miftah pasrah


Miftah dan om tajir mencari restoran di hotel dan istirahat sebentar di kamar hotel, om tajir melihat Miftah yang masih muda dan seksi membuat nafsongnya semakin meningkat, om tajir membuka bajunya Miftah membuatnya Miftah kini polos dihadapannya


" olahraga malam yang menyenangkan" ucap om tajir bahagia

__ADS_1


om tajir langsung mencium bibirnya Miftah dengan lembut setelah puas om tajir mencium dan men ji lat le hernya Miftah dengan lembut dan tangannya m3r3m45 gunung kembarnya Miftah membuatnya Miftah mende sahh menikmati setiap sentu han yang diberikan nya


" aaahh om luar biasa" desa han Miftah


" yuk jangan lama lama" ajak om tajir


om tajir langsung memasukkan rudalnya kedalam goa nya Miftah dan perlahan memaju mundurkan pinggangnya dengan lembut membuat Miftah semakin mende sah lembut, tangannya m3r3m45 gunung kembarnya Miftah dengan lembut


" rasakan setiap pergerakan yang aku berikan cantik" goda om tajir


" aku sangat puas cantik, kita akan sampai pagi yah tenang warna merahnya akan saya tambahkan" goda om tajir istirahat sebentar


" iyah om" ucap Miftah pasrah


setelah istirahat Miftah langsung melanjutkan aksi panasnya sesuai keinginan om tajir


dilain sisi, tanpa sengaja Sisil melihat Viona lagi panjat pinang dikamar apartemen, Viona dan Michel langsung kaget kedatangan Sisil yang tiba-tiba padahal tadinya Sisil pergi sama Raka entah kenapa Sisil memilih pulang, Sisil yang melihatnya cuman tersenyum kecut melihat Viona dan Michel polos di atas kasur

__ADS_1


" maaf saya ganggu aksi panas kalian silahkan lanjutkan saja" ucap Sisil menahan rasa cemburunya dan langsung keluar dari kamarnya


" aku jadi enggak enak sayang ketahuan sama Sisil" ucap Michel sedih dan bingung


" ini yang dia perintahkan ya nikmati saja rasa sedih kamu sil" batin Viona kesel


" tanggung sayang kita lanjutkan saja yah" ucap Viona tersenyum manis


Michel melanjutkan memaju dan mundurkan pinggangnya dengan lembut membuat Viona kembali mende sah menikmati sentuhan yang diberikannya


dilain sisi, Sisil nangis bingung sama apa yang terjadi dan sisil bingung harus mundur atau melanjutkan keinginannya. Sisil memilih sibuk sama pekerjaan dikantornya melalui handphone nya, saat sibuk sama handphone Viona datang menghampiri Sisil yang lagi sibuk sedangkan Michel tidur dikamar nya karena lelah


" sil" ucap Viona singkat


" iyah Viona ada apa, cepet sekali mainnya maaf saya enggak tahu" ucap Sisil santai seolah enggak ada yang perlu dikwatirkan


" maafkan saya di jam kerja melakukan seperti tadi, sil bagaimana keputusan kamu masih sama atau mau berubah" ucap Viona semakin bingung dan enggak tega melihat Sisil kehilangan Michel walaupun dirinya mencintai Michel rela berbagi orang terkasih yang terpenting Sisil dan Viona enggak kehilangan Michel

__ADS_1


__ADS_2