
hari hari tanpa Miftah membuat Raka sedikit sedikit bisa melupakan dan mengikhlaskan kepergian Miftah untuk selamanya, Raka melihat viona begitu telaten mengurus kebutuhan Raka membuat Raka bahagia didekat viona, Raka melihat jam tangannya sebentar lagi menunjukkan jam makan siang, Raka merapihkan meja kerjanya dan jalan menuju ruangannya Michel yang ternyata masih sibuk sama pekerjanya cuman Raka Yang berani masuk ruangannya Michel tanpa ketuk pintu membuat Michel menatap kesal melihat Raka jalan santai kearahnya
" dasar karyawan kurang ajar mau apa kesini" maki Michel enggak suka karyawan nya seenaknya walaupun masuk kedalam ruangannya
" bos laknat sebentar lagi makan siang masih kerja saja mau ikut ke kantornya Sisil enggak makan bareng sama dapet vitamin dari mereka" ledek Raka yang pegang berkas berkas yang ada diatas meja
" mau lah Raka sebentar lagi deh tunggu disini jangan curang" protes Michel kesel padahal jam istirahat masih setengah jam lagi tapi Raka sudah muncul meninggalkan pekerjaannya
Raka yang melihat Michel kerja sengaja vidio call sama Sisil untungnya Eriko sudah pergi dari ruangannya Sisil
" sayang masih sibuk" ucap Raka saat saluran telepon nya terhubung
" sudah selesai sayang Barusan ayah dari sini kenapa kangen yah" goda Sisil diseberang telefon
" iyah kita mau makan siang di kantor kamu dan minta vitamin boleh kan" goda Raka yang mendapatkan tatapan maut dari Michel
" boleh sayang sini buruan terbang kalo telat engga kita kasih loh" ledek viona yang baru masuk ruangannya Sisil dan gabung bareng sisil
" jangan sayang nanti aku lemes kerjanya enggak mendapatkan Vitamin dari kalian" ucap Michel kesel
" duh CEO ganteng masih kerja kasihan nya buruan kesini, aku siapkan makan siangnya yah" ledek Sisil dengan terkekeh
" demi uang sayang kerja keras aku" sambung Michel yang enggak konsentrasi
__ADS_1
" aku tanda tangan di jalan saja deh" protes Michel menatap kesal ke Raka
" sayang aku dimarahin Michel karena telefon kalian" adu Raka yang terdengar menjijikkan di kupingnya Michel
Michel merapihkan meja kerjanya dan membawa sisa berkas yang belum di tanda tangani dan memasukan kedalam tasnya Michel membogem bahunya Raka karena kesal
" ampun bos jangan marah" ledek Raka mengikuti langkah panjang Michel meninggalkan ruangannya
" jam setengah dua kalo client telefon bilang saya tunggu di cafe pelangi didekat kantornya pak Eriko" ucap Michel melihat sekretaris nyaa
" baik pak" ucap sketaris singkat melihat bosnya pergi
" semenjak Deket sama bu Sisil mendadak kantor pindah kesana heran" batin sketaris
"Raka pasang alarm jam setengah dua kita rapat di cafe pelangi" perintah Michel merapihkan berkas berkasnya akhirnya selesai juga di periksa dan disetujui
" baik pak dengan senang hati dua jam kita disana bisa bermesraan uhuy" ucap Raka bahagia
mobil Raka dan Michel tiba di perusahaan nya sisil karyawan sisil yang melihat Michel dan Raka setiap hari datang membuat karyawan bergosip sama kedekatan atasannya sama CEO perusahaan lain
" selamat siang yang cerah sayang" goda Raka mengunci pintu ruangannya Sisil
" pak Eriko pulang atau disini" ucap Michel waspada
__ADS_1
" ayah bilang ayah ke kantor dari jam tujuh sampai jam sepuluh saja kasihan bunda sendiri di rumah setiap harinya" ucap Sisil merapihkan makanan yang sudah disiapkan
" ngapain bawa berkas berkas kesini" ucap viona bingung melihat Michel bawa banyak berkas
" nanti siang ada ada rapat terus nih gara gara Raka akhirnya enggak fokus kerja tandatangani berkas ini di mobil" protes Michel melihat Raka
"sayang vitamin dong" goda Raka melihat Viona yang asik menuangkan minuman nya
" ya sudah yuk sayang" ucap viona mengajak Raka ke dalam ruangan istirahat Sisil
" have fun kalian" ucap Sisil yang menerima serangan terindah dari Michel untungnya blazer Sisil dilepas jadi tangannya Michel dengan leluasa m3r3m45 gunung kembarnya Sisil dengan lembut tangan kirinya m3r3m45 p4h4nya sisil dengan lembut dan mencium bibir nya Sisil dengan perlahan membuat Sisil melayang merasakan setiap sentu han yang diberikan Michel padanya bosan di bibir turun di l3h3r membuat Sisil semakin mende sah menikmati sentu han han yang diberikan Michel
" aaahhh sayang enaknya" desa han Sisil merasakan gunung kembarnya dan p4h4nya di r3m45 dengan lembut sama Michel
" kenyal sayang" goda Michel merasakan sensasi luar biasa saat m3r3m45 gunung kembarnya Sisil
" aaahh sayang mau solo karir disini" lanjut Sisil melihat tongkat saktinya Michel
" boleh sayang di balik meja kamu yah" ajak Michel langsung jalan ke dalam meja kerjanya Sisil dan langsung melanjutkan solo karir Michel selalu senang dan puas selama solo karir bareng Sisil
" terimakasih sayang aku puas" ucap Michel lega
" sama sama sayang aku bahagia kalo kamu selalu puas" ucap Sisil membersihkan tongkat saktinya Michel dengan tissue basah
__ADS_1