
hari demi hari akhirnya persiapan lamaran pernikahan pun selesai dan hitungan jam acara lamaran pernikahan pun di gelar Eriko enggak menyangka menjadi wali hakim untuk Viona anak angkatnya karena Viona sudah dititipkan sama almarhum ayahnya untuk mengangkat Viona menjadi anak nya kalo usia ayahnya engga panjang, Viona merasa sedih di hari lamaran pernikahannya engga bisa dihadirkan kedua orang tuanya allah lebih sayang kedua orang tuanya dari pada Viona sedangkan adiknya Viona kecelakaan sampai meninggal dunia saat main sepeda dipinggir jalan waktu usiae lima tahun
" selamat nak akhirnya sekarang giliran Viona yang lamaran bunda bahagia sekali anak anak bunda mendapatkan pendamping hidup yang sukses sayang" ucap Elma melihat anak angkatnya
" iyah bunda Viona juga engga menyangka mendapatkan Raka bunda" ucap Viona bahagia
orang tuanya Raka akhirnya nurut sama keinginan Raka yang pernikahannya empat bulan lagi dari pada anaknya memakai orang lain untuk acara ijab kabul, Raka bahagia akhirnya orang tuanya luluh juga berbeda dengan orang tuanya Michel yang keras kepala membuat Michel kesal sama orang tuanya
" selamat malam semuanya bahagia sekali kedua putri sayang melangsungkan acara lamaran nya dengan pembisnis muda yang sukses saya harapan kebahagiaan untuk Viona bersama Raka begitu juga kebahagiaan Sisil dan Michel sampai maut memisahkan mereka" ucap Eriko bahagia
" sayang terimakasih kamu hadir dalam hidup ku terimakasih kamu yang menjadi penyemangat hidup ku kembali saat aku kehilangan Miftah dulu terimakasih kamu sudah memberikan aku kebahagiaan setiap ada di samping kamu mengajarkan aku sebuah keikhlasan, perjuangan, mengajar aku hidup sederhana dari mengurus apartemen sendiri masak makan di pinggir jalan dan pengalaman ngamen gadungan yang Pernah kita jalani terimakasih selalu membuat aku bahagia i love you sayangku" ucap Raka memakaikan kalung ke Viona dan mencium bibirnya Viona
" terimakasih sayang sudah memilih aku untuk menjadi pendamping hidup kamu dan menjadi ibu untuk anak kita kelak i love you too sayang" ucap Viona bahagia
acara lamaran dilanjutkan acara makan makan dan ramah tamah, Sisil dan Michel ngobrol sama orang tuanya Michel yang datang ke lamarannya Raka dan Viona
"sayang persiapan pernikahan sudah selesai tinggal nunggu harinya saja" ucap ayahnya Michel melihat anaknya yang tatapan dingin
" terserah dady saja merusak kebahagiaan michel dan Sisil awalnya kita mau merasakan ngurus semuanya sendiri bukan merintah orang lain untuk mengurus semuanya" bentak Michel kesal
" maaf ya mam dan dad Michel sudah biasa lebih banyak mengerjakan apapun sendirian dan sudah membiasakan hidup mandiri walaupun hidup dengan kemewahan" ucap Sisil sedih
" mami bangga dan bahagia Michel berubah tapi ijinkan kami membahagiakan kalian dengan cara kami" ucap mamahnya Michel sedih
" cara kalian tapi egois dan aku maunya semuanya sendiri itu baru membahagiakan membiarkan anak yang menyiapkan semuanya biar kompak sama sisil" lanjut Michel langsung narik tangan Sisil dan gabung sama Raka dan Viona
" anak kita sudah enggak semanja dulu mami yang apapun merintah orang lain tapi sekarang bisa menjalankan nya dengan tenaga sendiri mungkin kita yang enggak memperhatikan perkembangan anak kita" ucap ayahnya Michel menyesal
" jangan diambil hati tapi saran saya kalian lebih banyak meluangkan waktu untuk bisa bersama Michel dan Sisil luang kan waktu untuk bersantai bareng anak keras karena kesalahan diri kita yang kurang kasih sayang maaf ya" ucap Eriko enggak enak ikut campur tapi demi kebahagiaan menantu nya
__ADS_1
" iyah terimakasih sarannya" lanjut ayahnya Michel
dilain sisi, Michel minum banyak membuat Michel setengah sadar membuat sisil membawa Michel ke dalam kamar hotel supaya bisa istirahat Raka yang melihat Michel seperti ini menjadi kasihan semenjak orangtuanya ke Indonesia Michel justru engga merasa bahagia sama sekali
" om Dann Tante sama sekali engga mau ngalah sama Michel yang keras kepala" ucap Raka kesal karena orang tuanya Michel selalu mau nya ngatur sendiri
" kita di pihak Michel saja sayang karena Michel kurang kasih sayang jadinya begitu sma orang tuanya" ucap Viona meluk pinggangnya Raka
" kenapa acara lamaran ada keributan kecil sih sebel aku" protes Raka kesel
" sabar sayang yuk gabung sama orang tua kamu" ajak Viona
dilain Sisi, Michel yang sudah setengah sadar langsung memgunci pintu kamar langsung mencium bibir nya Sisil dengan lembut tangannya m3r3m45 gunung kembarnya Sisil dengan lembut
" aaaahhh sayang" desa han Sisil menikmati sentu han yang diberikan Michel
" sayang segala sesuatu apapun ide kamu jangan seperti orang tua aku ya yang seenaknya sendiri mengatur yang meraka ingin kan aku mengundang mereka karena tanggung jawab orang tua sebagai tamu kehormatan bukan orang yang penting bagi hidup ku seenaknya mengatur pernikahan kita selama ini mereka membuang aku demi harta" ucap Michel sedih sambil memaju mundurkan pinggangnya
" terimakasih sayang kamu engga seperti mami aku sayang aku nyaman didekat kamu sayang" lanjut Michel yang memaju mundurkan pinggang nya dan m3r3m45 gunung kembarnya Sisil
" aaaahhh Iyah sayang aku akan selalu membuat kamu bahagia dan nyaman didekat aku ooohhh" desa han Sisil yang semakin memeluk Michel
cairan pun akhirnya keluar dan dimasukkan ke dalam pangkal pahanya Sisil
" terimakasih sayang aku puas" ucap Michel yang akhirnya tidur disampingnya Sisil karena kebanyakan minum tadi
" sama sama sayang" ucap Sisil mencium keningnya Michel
Sisil membersihkan dirii didalam kamar mandi setelah selesai perlahan membersihkan badannya Michel dengan handuk
__ADS_1
dilain Sisi, Raka dan Viona ngobrol santai sama orang tuanya Raka dan Eriko sedangkan Elma ngobrol santai sama orang tuanya Michel
" jeng kapan kapan ke Jepang ya ada bunga sakura indah loh" ucap mamahnya Michel ramah
" insyaallah saya akan kesana bareng anak anak kalo mereka ada waktu luang soalnya mereka sibuk banget" ucap Elma sedih waktu bersama anaknya berkurang
" jeng Michel selama disini emangnya pernah ngamen memalukan sekali" lanjut mamahnya Michel kesal
" saya tahunya pas anak anak siap mau ngamen itu karena melihat anak jalanan mereka taruhan berempat dan diawasi sama bodyguard katanya dalam sehari saja" lanjut Elma terus terang
" saya engga menyangka Michel mau melakukan pekerjaan hina seperti itu memalukan sekali seorang CEO ganteng dan sukses ngamen" ledek mamahnya Michel dengan angkuh
" jiwa sosial anak anak yang membuat mereka ingin melakukan itu jeng saya enggak pernah melarang apapun yang mereka lakukan asalkan engga melanggar hukum saya bebaskan" lanjut Elma bijaksana
" itu cara jeng mendidik beda sama saya jeng engga ada jiwa sosial jeng bikin malu" sindir mamahnya Michel dengan egois
" ya terserah anggapan jeng saja lagian sudah terjadi dan cuman sekali saja kok" lanjut Elma pasrah percuma berdebat yang sudah lewat fikir Elma
dilain sisi, Viona dan Raka melihat lihat rumah di katalog online Viona ingin punya rumah sendiri tapi enggak jauh jauh dari rumahnya Eriko dan Elma karena enggak tega terlalu jauh meninggalkan Elma dan Eriko
" sayang setelah acara lamaran ini kita cari rumah yah selama persiapan pernikahan kita" ucap Viona semangat
" Iyah sayang daerah Jakarta jangan terlalu jauh sama rumah ayah dan bunda" ucap Raka mengelus rambutnya Viona pelan dan mencium l3h3rnya Viona pelan
" terimakasih sayang sudah pengertian" lanjut Viona bahagia
" aku tahu kamu dan Sisil mau hidup mandiri tapi engga mau terlalu jauh dari orang tua kata Michel aku juga" lanjut Raka terkekeh
" beda kali yah anak perempuan dan laki-laki yang hidup mandiri tapi enggak mau terlalu jauh kalo laki laki hidup mandiri bisa tinggal jauh dari orang tua" lanjut Viona dengan percaya diri
__ADS_1
" sok tahu sayang" lanjut Raka mencubit bibirnya Viona pelan
" sakit sayang dari pada di cubit mending dicium sayang lebih enak" goda Viona