
Sisil melihat Eriko serius berbeda dari biasanya, Sisil mendengarkan yang disampaikan Eriko padanya membuat Sisil kaget mendengar bahwa dirinya diminta dijodohkan bukan sama pria yang dicintainya.
" ayah maaf Sisil enggak mau dijodohkan Sisil juga baru merintis jadi perempuan sukses biarkan sisil jomblo dulu" penolakan halusnya Sisil
" cowok yang dikenalkan ke kamu ganteng, baik dan sangat kaya raya sil dia punya anak cabang dan masih muda tapi sudah sukses haayo lah jangan menolak kesempatan" bujuk Eriko
" maaf ayah sisil enggak butuh cowok terlalu kaya Sisil mau menjalankan kehidupan seperti ini dulu sampai jodoh datang dengan sendirinya, lagian sekarang Sisil lagi deket sama Raka dan Michel biarkan hati sisil menetap ke salah satunya seiring berjalannya waktu pasti salah satu dari mereka nyaman sama Sisil" lanjut Sisil optimis
" tapi mereka masih mau bebas mau nunggu sampai kapan sil" bentak Eriko kesel
" kita saja baru kenal beberapa hari ayah sedekat ini biarkan waktu yang menetapkan hati" lanjut Sisil kesel
" apa kamu mencintai salah satu dari mereka" lanjut Eriko penasaran
" iyah ayah biarkan hati dan waktu yang menentukan pilihannya biarkan berjalan dengan sewajarnya saja" lanjut Sisil malu
" baiklah ayah enggak akan maksa kamu jadian tapi berteman enggak masalah kan seperti kamu ke Michel dan Raka
" baiklah ayah asal berteman biasa enggak meksa untuk menikah" lanjut Sisil pasrah
Eriko langsung menghubungi temannya dan meminta anaknya berteman sama Sisil dan mereka setuju sama keinginannya Eriko membuat Eriko tersenyum
__ADS_1
" semakin banyak pilihan semoga diantara mereka bertiga bisa menjadi pendamping hidup kamu sil" ucap Eriko optimis
" amin ayah" lanjut Sisil pasrah
dilain sisi, Viona dan Michel makan siang bareng, Viona memakai tengtop dan bagian bawahnya polos berkat keinginannya Michel akhirnya Viona pasrah nurut
" sayang bagaimana masakan aku" goda viona sambil tangannya memainkan rudalnya Michel terbungkus celana panjang
" aaahh enak sayang aku suka masakan kamu dan memakan kamu lebih enak" desa Han dan goda Michel tangannya m3r3m45 p4h4 Viona dengan lembut
" aku bahagia selalu membuat kamu kenyang" goda viona terkekeh
" baik sayang aku juga dapet banyak email masuk"lanjut Viona menghabiskan makanannya
setelah makan Michel membantu Viona merapihkan bekas makan mereka dan langsung jalan ke dalam kamar untuk sibuk sama ponsel masing masing
" Raka memang bisa selalu dibanggakan" ucap Michel bahagia
" iyah sayang Raka emang hebat dia" ucap Viona memuji Raka
" hey kok berani muji cowok lain didepan aku" protes Michel kesal
__ADS_1
" kalian kan sama sama teman kencannya aku jadi enggak masalah kan aku memuji kalian bersamaan" goda Viona membuat Michel mencubit pucuk gunung kembarnya Viona
" aduh sakit sayang" protes Viona sebenarnya menikmati
" lagian kamu bikin aku cemburu" pura pura Michel merajuk
" maaf sayang" lanjut Viona mencium bibirnya Michel dengan lembut
" maaf diterima" lanjut Michel puas
Viona dan Michel kembali fokus sama handphone masing-masing dan tanpa ada suara apapun cuman tangannya mereka saling pegang badan masing masing ditengah kesibukannya, Viona menerima banyak email dari Eriko dan Sisil membuat Viona berdengus sudah dipastikan super sibuk berbeda-beda sama Michel yang sudah selesai memantau perusahaan membantu Viona membalas email tentunya persetujuan sama viona
" hebat proyek proyek Sisil banyak yang nerimanya" puji Michel saat menerima balasan email
" katanya enggak boleh memuji orang lain" protes Viona pura pura kesel
" maaf sayang aku muji sisil tapi aku akui dia bener bener cerdas menjalankan perusahaan sayang dia kan baru terjun langsung" lanjut Michel merasa bersalah
" aku bercanda sayang, memang Sisil cerdas sayang dia mau cepet sukses seperti om Eriko jadi aku enggak akan pernah marah kamu muji Sisil yah" lanjut Viona mencium bibirnya Michel
" oke sayang dengan senang hati" lanjut Michel bahagia memiliki teman kencan yang jenius seperti Viona dan Sisil mampu menjalankan perusahaan dengan maksimal
__ADS_1