TTM CEO Tampan

TTM CEO Tampan
akhirnya pulang


__ADS_3

Michel di periksa dokter beberapa hari mendapatkan penanganan medis membuat kondisinya semakin membaik dan diijinkan untuk pulang membuat Michel bahagia akhirnya terbebas juga dari bau bau obat rumah sakit dan terbebas dari makanan yang paling enggak enak, viona dan Sisil membantu Michel merapihkan baju baju nya Raka yang baru menyelesaikan biaya administrasi langsung masuk ke kamar rawatnya Michel ditemani sama Miftah yang sudah membawa barang bawaan mereka


" sudah siap pulang pak" ucap Raka melihat Michel yang lagi dibantuin pakai jaketnya


" sudah yuk pulang saya enggak betah disini lama lama" ucap Michel


" saat di apartemen kita akan masak makanan kesukaan nya Michel tersayang" goda Sisil setelah selesai memakaikan jaket


" oh Michel doang nih aku nya enggak" Rajuk Raka pura pura sedih


" iyah deh ayang beb juga" lanjut Sisil terkekeh


Michel duduk di kursi roda didorong sama Sisil sedangkan Viona membawa barang bawaannya Michel dan barang bawaannya juga, saat di mobil Michel duduk ditengah tengah Sisil dan viona tentunya Michel menjalankan aksinya walaupun kondisi badan masih lemes tapi nafsong engga membuatnya lemes


" aaahhh sayangnya aku kan masih lemes tangannya bisa bertenaga seperti ini" goda Viona sambil mende sah menikmati tangannya Michel memainkan p4h4 nya


" aaahhh biasanya orang baru pulang dari rumah sakit lemes dan males ngapa-ngapain ini kebalikan nya oooh sayang jangan terlalu keatas sayang" desa haan Sisil merasakan p4h4 nya di r3m45 semakin keatas semakin ke area sensitifnya

__ADS_1


" sial kamu Michel balas dendam waktu itu yah" protes Raka melihat spion mobil melihat kelakuan Michel


" iyah lah Raka memangnya kamu saja yang bisa ini lebih leluasa uuuu mantap" ucap Michel semakin semangat m3r3m45 p4h4 nya Sisil dan Viona bersamaan


" bearti setelah sampai di apartemen bertempur sama siapa dulu" lanjut Raka melihat Michel yang enggak ada capeknya


" sisil, viona dan terakhir Miftah sampai pagi no debat karena seminggu liburan bikin rugi perusahaan kamu enggak kerja tapi gaji tetap masuk" lanjut Michel tersenyum licik


" cuman hari ini saja sayang seterusnya kan sama kamu" ucap Miftah pegang tangannya Raka


" Iyah sayang tapi malam ini aku tidurnya sama guling sayang bukan sama guling hidup kamu atau viona" lanjut Raka sedih


" bener sih kita belum siap tinggal tanpa orang tua buat saat ini" lanjut Sisil sedih dan iri sama Miftah yang bisa bebas


" ya kita main cantik saja yah" lanjut Michel berusaha mengerti


Sisil mencium bibirnya Michel sedangkan tangan Michel m3r3m45 gunung kembarnya Sisil sedangkan Viona yang melihatnya memainkan handphone nya mengecek email yang masuk sedangkan Miftah merasakan yang dirasakan Sisil saat ini Viona yang melihat kelakuan Michel dan Raka cuma bisa diam tanpa komentar apapun walaupun cemburu dan iri Viona enggak mau merusak kebahagiaan Sisil

__ADS_1


setelah sampai apartemen Sisil mendorong kursi rodanya Michel sampai kamarnya sedangkan Viona, Raka dan Miftah jalan dibelakang.


sayang disini engga apa apa kan" ucap Raka melihat Miftah duduk di ruang tamu apartemen


" iyah sayang enggak apa apa have fun sama viona dan Michel have fun sama Sisil" ucap Miftah yang selalu bersabar saat seperti ini


" yah sudah yuk Miftah kita duluan yah" ucap Michel bahagia


Michel langsung membuat Sisil polos didepannya saat masuk kedalam kamar tangannya Sisil menari dengan Indah dibadanny Michel begitu juga dengan Michel tangannya menari dengan Indah dibadanny Sisil dari ujung kepala sampai ujung kaki badan Depan dan belakang membuat sisil mende sah menikmati sentu han yang diberikan Michel dan rasa geli yang dirasakannya


" aaahhh sayang aku rindu sayang" desa han Sisil menikmati gunung kembarnya di r3m45 dengan lembut sama Michel


" rindu sayang aku sama ini ookhhh luar biasa" desa han Michel menikmati pergerakan tangannya di gunung kembarnya Sisil


Sisil melihat tongkat saktinya Michel bener bener membuatnya nafsong melihatnya rasanya ingin merasakan sensasi luar biasa dari tongkat saktinya Michel tapi Sisil sadar belum halal enggak berani melakukannya walaupun selalu nafsong melihatnya


" sayang yuk aku bantu solo karir yah" goda Sisil sambil memainkan tongkat sakti Michel

__ADS_1


" aaahhh baik sayang hayu sayang" desa han Michel merasakan tongkat saktinya dimainkan sama Sisil dengan lembut


__ADS_2