
Raka, Miftah, Sisil, Viona, Elma, dan Eriko langsung masuk keruangan perawatan Michel, bodyguard yang menjaganya menjelaskan kalo Michel mengalami kecelakaan karena remnya enggak berfungsi dengan baik Michel mengalami pendarahan di bagian jidatnya karena terbentur keras stir mobilnya, Miftah Sisil dan viona nangis melihat keadaannya Michel beruntungnya enggak ada luka serius
" kawal terus hasil dari kepolisian jangan biarkan ada yang berani mengambil hasilnya perintah kan anak buah kamu berjaga di rumah sakit sampai hasilnya keluar" perintah Raka melihat bodyguard
" sudah ada yang menjaga di rumah sakit empat orang pak atas persetujuan polisi" ucap kepala bodyguard
" terus kondisi mobil yang ditabraknya Michel bagaimana orang nya" ucap Viona penasaran
" kakinya sedikit lecet tapi engga parah kondisinya biaya nya sudah di tanggung dan mobilnya sudah diperbaiki tinggal tagihannya anda ganti ke saya pak" lanjut kepala bodyguard memberikan dua struk pembayaran
" gampang nanti saya transfer terimakasih kalian bergerak lebih cepet sampai disini" puji Raka
" sama sama pak, kami bawa motor juga jadi lebih cepet pak" lanjut kepala bodyguard
" syukurlah Michel sudah ditangani tangkap siapapun yang berani mencelakai Michel" perintah Eriko enggak rela sahabat anaknya luka seperti ini
Satria yang baru datang sedikit takut mendengar ucapan Eriko berusaha bersikap tenang dan memasang wajah sedihnya tentunya membuat Raka menahan emosinya
" enggak disangka Michel ada disini padahal tadi baik baik saja dari rumah saya" ucap ayah nya Satria menyesal
" Iyah om, kata polisi penyebab kecelakaan Michel rem mobil nya enggak berfungsi dengan baik kabelnya putus om" ucap Sisil menahan amarahnya
" masa sih sil siapa ya yang tega mencelakai Michel" ucap Satria basa basi
" rasakan pembalasan saya Michel sudah beraninya mengerjai saya" batin Satria puas
__ADS_1
oh yah Satria mau enggak temani saya minum haus sekali kita baru kembali dari jalan jalan" lanjut Raka merangkul bahunya Miftah
Satria yang melihat Miftah langsung tersenyum licik mengingat malam panas yang mereka lakukan akibat obat perang sang waktu itu
" boleh Raka mari" lanjut Satria bahagia
" kalo begitu kita pergi sebentar semuanya" pamit Raka dan langsung pergi diikuti sama Satria dan Miftah
selama jalan menuju mobilnya Raka, mata nya Satria enggak pernah lepas memperhatikan gunung kembarnya Miftah yang membuatnya nafsong melihatnya sungguh besar membuat Satria enggak sabar ingin m3rEm45 nya lagi, Raka sengaja minta Miftah bawa mobil dan disampingnya Satria karena ingin merebahkan badannya yang masih merasakan lelah karena baru datang langsung pergi lagi
Raka langsung tiduran di jok belakang sedangkan Satria berusaha menggoda Miftah tangannya Satria diam diam m3rEm45 p4h4, nya Miftah dengan lembut membuat Miftah melotot melihatnya
" saya kangen saat kamu setengah sadar permainan kamu luar biasa memuaskan saya mau enggak pas minum nanti kita lakukan lagi" ucap Satria pelan takut membangunkan Raka
" tapi kan ada Raka takut ah saya kita kan cuma minum saja" ucap Miftah berusaha enggak mende sah merasakan p4h4 nya di r3m45 dengan lembut sama Satria
" lihat nanti sajja yah Satria" lanjut Miftah sebenarnya males mengijinkan Satria panjat pinang sama dirinya kalo bukan ide gilanya Raka menjebak Satria Demi Michel sedangkan Raka yang mendengar ucapan Satria dan miftha langsung tersenyum puas
setelah sampai cafe Raka sengaja memesan minuman yang dosisnya tinggi dan memasukkan obat perang sang ke dalam minumannya Satria, Raka membiarkan miftha di goda sama Satria Demi rencananya
" yuk minum guys seger" ucap Raka membawa dua botol dan gelas
" terimakasih sayang" ucap miftha mencium pipinya Raka
Satria yang kebetulan sangat haus langsung minum banyak minuman yang dibaawa Raka membuat Raka dan miftha tersenyum melihatnya Satria mulai setengah sadar dan merasa panas diseluruh badannya
__ADS_1
" Satria kenapa" ucap miftha sengaja pegang tangannya Satria
" saya setengah sadar cantik dan merasakan panas di badan saya" ucap Satria yang mulai keringetan
Raka memperhatikan ekspresi wajah Satria dan meyakini kalo Satria enggak lagi pura pura setengah sadar apa lagi efek obat tadi
" kasihan yah Michel habis pulang dari rumah kamu eh ternyata kecelakaan setelah hilang sejam" ucap Raka tetap melihat ekspresi Raka
" hahahaha Michel memang pantas kecelakaan untungnya engga mati dia" ucap satria tertawa puas efek setengah sadar
" kok kamu bicara seperti itu sih" lanjut miftha yang menggoda Satria tangan nya menari dengan Indah dipunggung belakangnya Satria
" karena saya kesal sama Michel baru ketemu sudah menghina saya terus menerus dan berlaga mau membantu ayah saya, ya sudah saya lepaskan saja kabel remnya supaya Michel mati karena cowok sialan itu rencana saya unboxing Sisil sebelum nikah jadi gagal kalian tahu enggak saya menerima perjodohan buat jadikan Sisil teman kencan saya kalo sudah puas saya buang begitu saja dan pernikahan enggak akan terjadi hahaha" lanjut Satria semakin merasakan sengatan dari tangannya miftha
" cantik mau enggak meredakan badan saya yang panas ini" sambung Satria sambil m3rEm45 gunung kembarnya miftha dan mencium bibirnya
" maaf enggak bisa saya Carikan perempuan lain saja" tolak miftha langsung mencari perempuan yang lagi santai dan memberikannya uang
" tolong temani lelaki itu sampai kesadaran nya kembali apa cukup uang yang saya kasih" ucap miftha memberikan sepuluh lembar uang dari dompetnya
" cukup bu baik saya akan membantunya" ucap wanita baik hati
miftha membawa perempuan itu ke Satria yang melihatnya langsung mengajak kedalam kamar dan langsung ajak gelut membuat miftha dan Raka tersenyum puas
" sayang lebih baik sekarang kita kembali" ucap Raka bahagia dan lega
__ADS_1
" hayo sayang" ucap miftha lega karena Raka enggak jadi mengorbankan diri nya dan Raka merasa cemburu melihat wanitanya di gelut sampai pagi