TTM CEO Tampan

TTM CEO Tampan
persiapan pernikahan Michel dan sisil


__ADS_3

Michel dan Sisil melihat gaun pernikahan yang sudah dibeli orang tuanya Michel, Elma dan Eriko yang melihat pesta pernikahan anaknya sudah disiapkan sama besannya cuma bisa menerima yang sudah disiapkan berusaha untuk engga komentar karena Michel sudah emosi sama orang tuanya


" gaun dan jas nya bagus kan son kalian bakal terlihat seperti raja dan ratu dalam sehari" ucap mamahnya Michel bahagia


" yah bagus mam, yah sudah saya anterin ayah bunda dan sisil pulang dulu buat istirahat buat besok" ucap Michel kesel sama orang tuanya seenaknya


" ya sudah mam kita pamit dulu besok pagi kita ketemu di masjid yah terimakasih mam dan dad yang sudah mempersiapkan semuanya" ucap Sisil meluk calon mertuanya


" baju buat kita terimakasih" ucap Eriko ramah


Michel yang males basa basi sama orang tuanya langsung pergi sambil narik tangannya Sisil yang akhirnya pasrah ikut pergi begitu juga dengan Eriko dan Elma orang tuanya Michel yang melihat sikap anaknya menjadi kesel karena enggak menghargai yang sudah disiapkan anaknya tinggal duduk manis di pelaminan tanpa harus cape cape fikir orang tuanya Michel uang bisa melakukan apapun dengan cepat


" Michel kenapa engga bisa menghargai yang kita siapkan yah padahal uang yang kita siapkan tiga kali lipat supaya jadi semuanya dalam seminggu" ucap mamahnya Michel sedih dan kesal


" niat kita memang baik mam meringankan anak dan menantu kita belum tentu membuat mereka bahagia menerima nya mereka punya konsep sendiri salah kita enggak nanya sama mereka tiba tiba sudah siap tentu membuat mereka pasti kesel" ucap ayahnya Michel menyesal


" Dasarnya anak yang enggak tahu terimakasih sudah dimanja orang tua justru emosi bikin malu sama besan kan" lanjut mamahnya Michel semakin kesal


" Ya sudahlah jangan diperpanjang besok hari pernikahannya dan kita akan segera kembali bekerja kan" lanjut ayahnya Michel yang iri sama Eriko yang bisa meluangkan waktu buat anak


Dilain sisi, Michel dan Sisil sudah sampai di rumahnya Sisil membuat Eriko dan Elma langsung masuk kamar, viona yang baru selesai mengerjakan pekerjaannya langsung menghampiri Sisil dan Michel di ruang tamu yang wajahnya pada ditekuk


" Calon pengantin kok pada lemes begitu kenapa bukannya bahagia besok akhirnya halal" ucap viona bingung dan ikutan duduk disofa

__ADS_1


" Michel kesel sama orang tuanya gaun pernikahan disiapkan sama orang tuanya kita bener bener dimanja tapi Michel maunya semua sesuai selera kita bukan selera calon mertua" ucap Sisil merangkul bahunya Michel


" Jangan begitu Michel orang tua kamu pasti mau manjain kalian tanpa harus kalian cape mempersiapkan semuanya kan jadi dibawa santai saja jangan emosi terus mau nikah emosi terus" lanjut Viona melihat Michel seharusnya beruntung masih ada orang tua yang peduli bukan seperti ini fikir Viona heran


" Tapi mereka enggak kasih kabar sama saya itu yang bikin kesel heran sama mereka selalu seenak nya saja" protes Michel semakin kesel


" Ya sudah ke apartemen aku buat kamu engga emosi lagi tapi janji besok harus bahagia di hari spesial kita bagaimana" bisik Sisil dengan manja


" Ya sudah yuk sayang" lanjut Michel akhirnya mau nurut sama calon istri


" Jangan lama lama ya saya bilang kalian cari makan jadi pulang nya bawa makan oke" idenya viona yang tahu Eriko pasti tanya Sisil kemana


" Terimakasih viona baiklah kalo begitu kita pergi dulu" lanjut Sisil menggandeng tangan nya Michel dan meninggalkan rumahnya sisil


" Ternyata pilihan orang tua belum tentu sesuai keinginan anak buat pernikahan kasihan Michel jadi enggak bersyukur masih punya orang tua utuh" batin viona sedih


" Aaahhh sayang aku bahagia kamu sudah enggak kesel lagi seperti tadi"******* Sisil memeluk Michel yang polos


" Terimakasih sayang karena kamu bisa memuaskan nafsong aku dan bisa bikin aku bahagia sayang" ucap Michel semakin semangat memaju mundurkan pinggangnya, m3r3m45 gunung kembarnya Sisil dan semakin pelan menji lat l3h3rnya Sisil membuat Sisil geli geli luar biasa suara merdu pun selalu keluar


" Aaahhh sayang geli" desa han Sisil semakin menikmati gulet panas yang diberikan Michel padanya


" Geli geli mantap kan" goda Michel melihat sisil yang selalu menikmati setiap pergerakan dan sentu han yang diberikan dengan lembut

__ADS_1


" Aaahhh iyah sayang bener bener mantap" desa han Sisil menikmati semakin lama pergerakan pinggangnya Michel semakin mantap


Cairan pun akhirnya keluar dan dimasukkan kedalam pangkal pahanya Sisil


" Terimakasih calon istri ku yang selalu bisa memuaskan nafsong aku" ucap Michel mencium keningnya Sisil


" Sama sama sayang" ucap Sisil lemes akhirnya gulet panas yang panjang pun selesai juga


Dilain sisi, Raka membantu asisten orang tuanya Michel melihat acra pernikahan Michel dan sisil besok Raka yang kangen sama Sisil saat masih bebas membuat nya kangen sama apapun yang dilakukan Sisil padanya dalam segala hal selalu menyenangkan


" Ah andai enggak ada masa depan sekarang pasti masih bebas berempat kangen aku sama kamu sil" batin Raka sedih tapi sadar cinta sejatinya Sisil memang buat Michel


" Raka bagaimana buku nikahnya sudah siap kan" ucap mamahnya Michel


" Sudah siap bu besok tinggal kasih saja sama Sisil dan Michel setelah ijab kabul sama penghulunya" ucap Raka ramah


" Saya mau tanya memangnya Michel sudah punya konsep pernikahan sendiri? Membuat Michel begitu enggak menerima yang sudah saya siapkan" lanjut mamahnya Michel kesel


" Sejujurnya sudah direncanakan bu rencana nya setelah lamaran baru saya proses pembelian dan perijinan tempat buat nikah Bu, yang milih konsep pernikahan Sisil dan sovenir pernikahan Michel dan undangan Michel yang desain sendiri bu tinggal diserahkan sebenernya makanannya Michel semarah itu sama anda tapi sisil berusaha kasih penjelasan tetep saja Michel enggak mau mendengarkan nasehatnya Sisil" penjelasan Raka terus terang


" Memang..ini semua salah saya niat mau kasih surprise supaya Michel dan Sisil bisa saya manjakan ternyata salah bahkan kehadiran saya dan suami saya enggak diharapkan Michel selain menjadi wali nikahnya" lanjut mamahnya Michel semakin sedih


" Michel selalu rindu sama anda dan suami anda yah rindu pada umumnya anak rindu sama orang tua tapi ucapan kalian yang bilang saat lamaran pernikahan kalo pernikahan Michel seminggu lagi karena kalian enggak bisa seenaknya bulak balik Jepang Indonesia itu yang membuat Michel semakin marah jujur Michel selalu iri sama ayah dan bunda maksudnya pak Eriko dan bu Elma yang selalu berusaha punya waktu buat anak sesibuk apapun bukan melihat anak perempuan atau laki-laki tapi kepedulian ke anak yang membuat Michel selalu iri dan kesel sama kalian" penjelasan Raka panjang kali lebar

__ADS_1


Mamahnya Michel yang memderkan penjelasan Raka membuatnya sedih dan menyesal karena pekerjaan diatas segalanya dan sampai enggak punya waktu untuk Michel dari kecil sampai sekarang


" Maafkan mami Michel yang gila bekerja mengejar supaya punya banyak uang membuat kamu selalu sedih dan iri" batin mamahnya Michel sedih


__ADS_2