TTM CEO Tampan

TTM CEO Tampan
membangun toko


__ADS_3

sisil dan Viona mendesain toko yang cocok untuk membantu mahasiswa nya untuk meringankan pengeluaran mahasiswa yang ingin jualan, desain Sisil mirip seperti mall yang ada ruko didalam nya Sisil menyediakan dua puluh ruko Desai seperti mall sedangkan Viona mendesain ruko lima lantai buat mahasiswa nyaa yang mau jualan


" kalian sukanya yang mana" ucap Sisil dan Viona melihat hasil desainnya


" sepertinya unik punya Sisil maaf ya Viona desain kamu sudah biasa" tolak Michel merasa sedih


" enggak masalah sayang" ucap Viona berusaha cuek


" pembangunan nya butuh berapa lama ini mau kolaborasi lagi sama kita" ucap Raka antusias


" boleh boleh dari modal yang mereka pinjem pastinya untuk sewa ruko dan pengembalian modal kan seiring berjalannya waktu, waktu pembangunan dua tahun lagi kita harus cari tanah yang luas dan modal kolaborasi ini 50% 50% bagaimana adilkan" lanjut Sisil yang selalu punya ide demi mengembangkan karirnya


" deal dengan senang hati Viona dan Raka tolong Carikan yang mau jual tanah dan urus semuanya yah" perintah Michel antusias dan bahagia


" siap pak bos" lanjut Raka bahagia


setelah ngobrol berempat kini Sisil dan Viona gabung sama Eriko dan Elma sedangkan Michel dan Raka kembali ke unit apartemen nya. Eriko yang mendengar kan proyek selanjutnya yang dijalankan anaknya tentunya mendukung penuh dan sangat bahagia karena anaknya selalu bisa melihat peluang yang bisa menghasilkan uang


" saya cuma mendengarkan Viona membantu mahasiswa dan sepertinya menarik kalo semuanya dibantu dalam program kampus tentunya bisa menjadi keuntungan buat kita juga ada pemasukan buat perusahaan dan pemasukan dimasa depan dari proyek ini kedepannya dan beruntung nya lagi lagi Michel bersedia mau kerjasama dan peminjaman modal ke mahasiswa maksimalnya lima puluh juta dengan jaminan bentuk tanggung jawab mahasiswa" penjelasan Sisil bahagia selalu ada ide buat kerjasama dan sukses bareng Michel

__ADS_1


" jiwa sosial yang membawa keberuntungan buat kalian selamat ya anak anak dan semangat buat proyek barunya" puji Elma yang selalu bangga sama anaknya bisa sukses dan membagi waktu


dilain Sisi, Raka dan Michel diem diem ke mall membeli perhiasan untuk menjalankan misinya berkomitmen sama hubungannya dan mulai memikirkan mau tinggal dimana setelah menikah


" sisil atau Viona pasti suka sama cincin ini untuk komitmen dan kalung ini tanda terimakasih sudah mau bebas bersama selama dua tahun tanpa keributan apapun selalu bermesraan" ucap Michel bahagia akhirnya bisa memikirkan masa depan


" boleh juga buat kenang kenangan mau juga deh beli dua siapapun pasangan kita nanti Sisil atau Viona mereka sudah memberikan warna yang indah buat kehidupan kita dan sukses bersama" ucap Raka yang memilih cincin dan kalung


" kita kasih pas sudah di Jakarta setelah persiapan yang romantis baru kita kasih tahu rencana kita buat masa Depan bersama sisil ataupun viona" lanjut Michel bahagia karena mendapatkan jodoh dengan cara seperti ini


setelah puas mencari perhiasan Sisil dan Viona nyusul Raka dan Michel yang ternyata diajak jalan jalan dan gulet Bareng selama ada Eriko dan Elma waktu untuk gulet enggak bisa bebas bisa bisa Eriko ngamuk semua rencana bisa gagal, beruntung nya Michel punya unit apartemen sendiri lumayan jauh dari tempatnya Sisil


" rektor kampus antusias sama ide kita sayang besok kita mengadakan rapat besar sama mereka buat menyimpan dana di kampus dan membahas semuanya sama mereka" ucap Raka yang m3r3m45 gunung kembarnya Sisil dengan pelan


" sayang ku memang cerdas"puji Michel yang m3r3m45 p4h4nya Viona


" aaah sayang selalu saja semakin lama semakin naik jadi pengen Aku" desa han Viona


" sikat lah gulet di kamar" lanjut Raka yang ingin gulet sama Sisil pertama begitu juga dengan Michel yang lagi ingin sama Viona

__ADS_1


keesokan nya Sisil, Viona, Michel, dan Raka mengadakan rapat untuk membahas program terbaru kampus nya saat dijelaskan konsep peminjaman modal usaha tentunya diterima dengan baik sama rektor dan dosen yang menghadiri rapat tentunya membantu ekonomi mahasiswa selama kuliah


" maaf bapak Michel dan bu Sisil bagaimana kalo kita mendapatkan keuntungan sepuluh persen dari setiap mahasiswa yang kita bantu untuk biaya operasional jangan dari uang pribadi kalian" ucap rektor kampus enggak enak


" baiklah kita setuju pak, kita membangun ruko untuk mahasiswa yang mau sewa disana dan harga sewanya kita buat murah mengingat mahasiswa baru merintis usahanya" ucap Michel


" bantuan modal maksimal diberikan lima puluh juta pinjaman yang besar tentunya ada jaminan BPKB supaya mahasiswa ada rasa tanggung jawab yang lebih yang modalnya sedikit cukup di tagih tanpa harus ada jaminan tetap modal dikembalikan bentuk tanggung jawab" ucap Sisil memberikan gagasan nya


" kita simpan dana disini sebanyak empat ratus juta tolong teliti dan profesional nya buat dosen yang mau dibantu boleh mengajukan juga ke tim khusus modal usaha" ucap Raka yang mau membantu mahasiswa begitu juga dengan viona


" lalu program nya kapan mau dimulai" ucap bendahara kampus


" dua bulan lagi kalian bikin yang kami siapkan dan data mahasiswa yang minjem modal harus jelas nama nomor handphone jurusan dan alamat rumah" ucap Viona antusias


" baik kalo begitu kami permisi pulang dulu dan kasih laporan setelah mahasiswa mau minjem" perintah Michel yang berdiri


Michel yang menyimpan uang di kampus tentu enggak sepenuhnya melepaskan begitu saja Michel memerintahkan dua bodyguard nya membantu rektor untuk menjalankan program nya beruntung nya sejauh ini bodyguard enggak ada yang membuat masalah terutama dalam mengawasi uang


setelah rapat Michel, Sisil, Raka, viona, Elma dan Eriko kembali ke Jakarta dan melanjutkan perusahaan masing-masing, didalam pesawat Raka duduk sama Sisil sedangkan Michel sama. Viona yang sibuk sama pekerjaannya lewat handphone nya Michel yang melihat Viona sibuk langsung merebut handphone nya viona dan langsung mencium bibirnya Viona dengan lembut sedangkan tangannya m3r3m45 p4h4nya viona dengan pelan

__ADS_1


"aaahhh sayang" desa han Viona pelan menikmati p4h4nya di r3m45 sama Michel pelan beruntung nya viona pakai selimut jadi aksi panasnya enggak terlalu terlihat


Elma dan Eriko tidur di dalam pesawat jadi enggak melihat aksi panas anak anaknya disampingnya dengan pelan pelan, sesampainya di bandara internasional Soekarno Hatta Eriko dan Michel di jemput sama bodyguard masing-masing Sisil dan viona yang harus pulang sendiri sendiri langsung lemes enggak jadi olahraga bareng Michel dan Raka begitu juga yang dirasakan Michel dan Raka pasrah selama belum ada komitmen mereka enggak bisa seenaknya


__ADS_2