TTM CEO Tampan

TTM CEO Tampan
lamaran Sisil dan Michel


__ADS_3

Michel membantu Sisil cuci baju di apartemen Sisil kehidupan mandiri yang dijalankan Michel setelah kenal lebih dekat dengan Sisil walaupun awalnya berbohong seiring berjalannya waktu Sisil jadi terbiasa mengurus semuanya sendiri ditemani Michel begitu juga dengan Viona semenjak orangtuanya meninggal dunia Viona menjadi anak dimanja sama Eriko dan Elma. Raka membantu Viona sapu dan pel apartemen kegiatan hari libur yang sering dilakukan bersama dan pastinya Michel dan Raka minta jatah gulet setelah beberes apartemen selesai tentunya Sisil dan Viona dengan senang hati nurutin nya


" sayang cape ya nyuci banyak baju" ucap Michel mengelap keringat yang basahi badannya Sisil


" lumayan sayang tapi ya ini memang tugas perempuan mandiri sayang aaahh sayang kamu selalu bisa modus" desa han Sisil yang merasakan gunung kembarnya di r3m45 Michel dengan pelan


" aku kan cuman bantu sayang menghilangkan keringat sayang disini sayang tapi jadi licin yah" goda Michel yang semakin semangat m3r3m45 gunung kembarnya Sisil dengan pelan


Sisil mencium bibirnya Michel dengan pelan tangannya Sisil menari dengan indah di badan nya Michel sama seperti Michel semangat m3r3m45 gunung kembarnya Sisil dan tangannya menari dengan indah di badan nya sisil


perlahan Michel membaringkan badannya Sisil perlahan Michel memasukkan rudalnya kedalam goa favoritnya dengan pelan memaju mundurkan pinggang nya dengan pelan membuat sisil menikmati sentu han indah yang diberikan calon suami? ya sekarang status Sisil dan Michel sudah jelas untuk berkomitmen bersama semenjak malam itu Michel dan Raka sudah enggak minta gulet gantian tentunya membuat sisil lebih bahagia bisa memberikan kepuasan nafsong seutuhnya buat Michel seorang begitu juga dengan Raka ke Viona


" aaahh sayang" desa han Sisil menikmati pergerakan yang diberikan Michel begitu manis


" terus sayang aku suka mendengarkan nya sayang merdua sekali uuuu keringat nya sayang semakin banyak" goda Michel yang menghapus keringetnya Sisil tanpa berhenti memaju mundurkan pinggang nya


" keringat aku bikin luar biasa yah sayang" godaan Sisil terkekeh menikmati setiap pergerakan yang dilakukan Michel


" licin licin" goda Michel yang semakin semangat memaju mundurkan pinggang nya, m3r3m45 gunung kembarnya Sisil dan menji lat lehernya Sisil dengan lembut


" aaahh sayang luar biasa" desa han Sisil semakin menikmati gulet panasnya


cairan pun akhirnya keluar dan dimasukkan kedalam pangkal pahanya Sisil


" terimakasih sayang aku selalu puas" ucap Michel mencium keningnya Sisil


" sama sama sayang" ucap Sisil lemes


dilain sisi, Raka dan Viona ngepel dapur bersama, viona yang tahu calon suaminya kecapean langsung memijit bahunya karena buat cowok jarang melakukan pekerjaan perempuan seperti ini


" sayang enak pijitan nya terimakasih ya" ucap Raka langsung meluk pinggang nya Viona


" sama sama sayang kamu kan sudah cape bekerja harus cape juga beberes seperti aku sih" lanjut Viona melingkari tangannya dilehernya Raka


" sayang mandi yuk gerah nih badan aku" lanjut Raka yang enggak nyaman


Viona dan Raka memutuskan mandi bareng sekaligus gulet panas didalam bathub nya setelah puas Viona dan Raka gabung sama Sisil dan Michel yang bahas lamaran pernikahannya di balkon

__ADS_1


" bro dicariin ada di sini" ucap Raka yang sembarangan masuk kamar


" kita pindah ke ruang tamu yuk" ucap Sisil yang membiasakan enggak panggil sayang lagi ke Raka begitu juga dengan Michel Raka dan Viona berusaha untuk enjoy status baru mereka walaupun canggung tapi berusaha membiasakan nya setelah sampai di ruang tamu Sisil ingin lamarannya simpel tapi elegan begitu juga dengan konsep pernikahannya yang simpel dan elegan makanan pun masakan Indonesia dan gaun pernikahan pun nuansa Indonesia walaupun orang tuanya Michel tinggal di Jepang tapi Michel ingin nuansa tempat tinggalnya enggak mengikuti orang tuanya


" sayang vidio call yuk sama mam dan dad aku mau kenalan sama mereka" ucap Sisil yang berusaha untuk akrab sama mertua nya sebelum lamaran


" jam segini mereka sibuk kerja sayang" ucap Michel males


" yaa sudah aku WhatsApp saja makanan Indonesia apa yang mereka mau buat acara lamaran biar aku masakin" lanjut Sisil yang ingin Masakin mertuanya


" enggak usah cape cape sayang beli saja" tolak Michel tegas


" setelah lamaran kita selesaikan suntik ****** dan cek kesehatan kita berempat biar kecebong kita jadi" ucap Raka melihat Viona Sisil dan Michel


" oh ya saat saya sudah nikah Viona mau kerja atau mau jadi ibu rumah tangga biasa" ucap Sisil melihat Viona


" kerja saja deh sil soalnya kan kita baru dua tahun mengurus perusahaan kan kwartir ayah sedih kita lepas tangan" lanjut Viona enggak menyangka bisa lebih cepat nikah


" saya setuju kalian tetep kerja tapi enggak melupakan tanggung jawab kalian sebagai istri dan setelah punya anak biarkan saya dan Raka yang mengurus perusahaan kalian" lanjut Michel tegas karenaa enggak ingin istrinya sibuk kerja menelantarkan anaknya seperti orang tuanya sampai detik ini


" sayang kamu juga harus jadi ibu rumah tangga biasa ya aku mau waktu dan tenaga kamu buat aku dan anak kita yah"lanjut Raka melihat Viona


" Iyah sayang aku nurut apa kata suami" lanjut Viona


hari berganti hari akhir nya hari yang ditunggu datang juga acara lamaran pernikahan Sisil dan Michel selama mengurus persiapan lamaran Raka dan Viona masing-masing menghendel perusahaan kadang Raka membantu Viona


" akhirnya sayang hari yang ditunggu tunggu" Ucap Elma bahagia akhirnya anaknya lamaran juga


" Iyah bunda akhirnya keinginan bunda tercapai juga" ucap Sisil bahagia Sisil memakai kebaya membuat Sisil terlihat lebih cantik


" terimakasih Sisil sudah mau menjadi pendamping hidup anak mami" ucap mamah nya Michel


" sama sama mami" ucap Sisil bahagia akhirnya bisa ketemu sama mertuanya


" acra pernikahan kalian Minggu depan ya sekalian resepsi nya juga karena kita enggak bisa bulak balik Jepang Indonesia" ucap ayahnya Michel dingin


" pekerjaan yang kalian penting kan acara kebahagiaan anak kalian tentukan kenapa seegois itu mam dan dad jujur saya iri sama orang tuanya Sisil yang sukses sama pekerjaan nya tapi masih punya banyak waktu untuk anaknya melihat aktifitas anaknya dan enggak mengatur jadwal seperti kalian" ucap Michel sedih membuat Sisil menepuk bahunya Michel

__ADS_1


" kita kerja keras buat kehidupan yang baik dan layak buat kamu son jangan bicara sembarangan di hari bahagia kamu" bentak ayahnya Michel kesal


" sudah sudah kita bahas nanti saja yah enggak enak sama tamu undangan" ucap Eriko yang berusaha perdebatan Michel dan orang tuanya selesai


" iyah ayah" ucap Michel melihat Eriko


Michel yang melihat Eriko sosok ayah yang tegas dan melindungi anaknya terbukti dulu Sisil pernah diikuti sama bodyguard walaupun cuman sehari digagalkan sama Sisil tapi Eriko selalu hadir setiap momentum yang dilakukan Sisil membuat Michel iri dengan Eriko yang sibuk tapi bisa menyempatkan waktu untuk anak enggak seperti orang tuanya mengejar harta mengabaikan anak


sambutan demi sambutan disampaikan Eriko dan ayahnya Michel dan kini pemasangan cincin sebagai simbol lamaran pernikahan


" terimakasih sayang telah hadir dalam hidup ku memberikan aku kehidupan yang baru aku bangga memiliki calon istri seperti kamu wanita karir tapi mau mengurus rumah sendiri mau cape dan mengajar kan aku untuk hidup sederhana ngajak aku makan dipinggir jalan ngamen dan mengajar kan aku untuk peduli sama rumah sendiri terimakasih dan aku bahagia kini kita dalam ikatan sayang i love You honey" penjelasan Michel memakaikan cincin Kejari manisnya Sisil dan mencium bibirnya Sisil dengan mesra didepan tamu undangan


" acra pernikahan Sisil dan Michel akan dilaksanakan seminggu lagi di hotel milik kami semoga rekan rekan dan saudara semuanya bisa hadir dihari bahagia nya Sisil dan Michel" ucap ayahnya Michel egois


doa doa pun dipanjatkan dan tamu undangan dipersilahkan makan dan ngobrol ngobrol santai, Michel yang masih kesal sama orang tuanya lebih memilih gabung sama Raka dan Viona yang curi curi kesempatan bermesraan didepan gedung


" astaga kalian" ucap Sisil kaget melihat Viona dan Raka ciuman


" ah ganggu saja kalian" protes Raka kesel


" maaf ya nih Raka katanya males didalam mau bermesraan disini" ucap Viona malu


" kenapa kalian diluar" lanjut Raka bingung


" kesel sama mam dan dad" ucap Michel kesel


" kenapa" lanjut Viona bingung


" rencana pernikahan kita dipercepat karena mam dan dad enggak bisa lama lama disini karena harus lanjut bekerja dan enggak bisa seenaknya bulak balik Jepang Indonesia makannya Michel kesel sama mereka" lanjut Sisil sedih acara lamarannya membuat Michel berantem sama orang tuanya


" sama saja Michel orang tua saya juga begitu tapi saya ancam sih waktu pernikahan empat bulan setelah lamaran kalo enggak bisa hadir saya akan pakai wali hakim dan mereka sekarang bingung maksa Nikah tapi meluangkan waktu enggak bisa kan bikin kesel" lanjut Raka yang senasip seperti Michel


" sabar dan ikhlas ya sayang aku yakin kok suatu saat mereka akan menyerah mengejar harta terlalu berlebih-lebihan walaupun menyesal tapi mereka akan ikut kamu kesini mengurus cucu jadi ikhlas ya" ucap Viona merangkul bahunya Raka


" iyah sayang" lanjut Raka mencium keningnya viona


" ya sudah masuk saja yuk enggak enak sama ayah dan bunda" lanjut Sisil dianggukan sama Michel Raka dan Viona

__ADS_1


__ADS_2