
Setelah puas jalan jalan masing-masing, Sisil, Viona, Michel,dan Raka mencari keberadaan Eriko dan Elma. Sisil dan Viona membaca WhatsApp yang dikasih Elma langsung menyusulnya, bodyguard memberitahu kalo Majikan mereka lagi menikmati masa tua berdua didalam dan kalo mau masuk kedalam kamar penginapan harus ketuk dulu
" Ternyata mereka masih semangat panjat pinang nanti kalo kita sudah tua kita seperti pak Eriko kuat panjat pinang sama istri" Michel melihat Sisil dan Miftah bersamaan
" Enggak bayangin diusia mereka bagi perempuan kuat atau enggaknya yah" ucap Sisil lemes
" Kalo fisik sehat mau digempur berkali kali tetep kuat sil tapi negosiasi dulu sama suami dan kalo egois tentu bakal berantem" ucap Raka terkekeh
" Kalian kenapa jadi bahas panjat pinang sih heran deh" protes Viona kesal sama pembahasan Sisil, Michel,dan Raka
" Kamu sudah di unboxing duluan jangan lemes diusia empat puluh tahun" batin sisil senyum lecik ke Viona
Setelah ngobrol Sisil ketuk pintu kamar dan langsung dibuka sama Eriko yang rambutnya basah sedangkan Elma tidur diatas ranjang untungnya sudah rapih setelah aksi panasnya
" Sudah malam kita pulang anak anak" ucap Eriko melihat Sisil dan Viona bersama
" Iyah ayah bangun kan bunda biar kita pulang bareng" ucap Sisil
" Ayah maafkan kita jalan jalan tanpa kalian kalian" ucap Viona merasa enggak enak hati
__ADS_1
" Enggak masalah nak kita ngerti kok kalian pasti butuh jalan jalan setelah sibuk bekerja" lanjut Eriko berusaha bijaksana
Eriko langsung membangun istrinya dan rombongan Eriko akhirnya kembali ke apartemen mereka melepaskan rasa lelah dikasur emmpuk di kamar apartemen, Michel dan Raka yang harus terpaksa pisah apartmen merasa sepi enggak ada Viona yang bisa diajak olahraga malam sebelum tidur dan Michel mau ciuman panas sama sisil sebelum tidur juga
" Mereka lagi ngapain yah Michel sekarang" ucap Raka kesel enggak mendapatkan olahraga malam
" Entahlah Raka mungkin lagi kumpul sama pak Eriko dan bu Elma, kita harus sabar Raka dua malam seperti ini lagi" ucap Michel sedih dan kesel
" bener Michel dari pada nekat harus bersabar kita" lanjut Raka frustasi
Dilain sisi, Elma, Eriko, Sisil,dan Viona membuat proposal buat kerjaan kantor, Elma yang sudah lama engga bantuin suaminya akhirnya ikutin bantuin bareng anak anak kesayangannya yang sekarang menjadi wanita karir dan super sibuk
" baik ayah akan saya masukin ke empat perusahaan" ucap Viona santai sambil melihat handphone nya
" sisil disini berapa hari ayah" ucap Sisil melihat ayahnya
" seminggu sepertinya cukup buat memantau kampus kalian tetap harus kembali ke kantor, sepertinya Michel juga enggak akan lama disini juga" lanjut Eriko
" kalo di ACC bunda mau jalan jalan ke Bali sama kalian yah Sisil dan Viona jangan ajak temen temen kalian bunda mau quality time sama keluarga" ucap Elma tegas
__ADS_1
" siap bunda dengan senang hati" lanjut Sisil senyum terpaksa
" seenggaknya selama bareng mereka kehidupan saya normal enggak ada teman kencan segala" batin Viona lama lama merasa jenuh
setelah ngobrol santai Sisil dan Viona masuk kedalam kamarnya mereka melakukan vidio call sama Michel dan Raka lagi asik main games dari handphone nya
" malam sayang sayang aku" goda Viona saat sambungan telepon terhubung
" malam sayang malam ini sepi tanpa kamu dan Sisil sayang" ucap Michel sedih diseberang telefon
" apa lagi enggak mendapatkan olahraga malam tidurnya pasti enggak nyenyak" ucap Raka kesel
" sabar kan masih ada kesempatan lain, masih ada ayah dan bunda memangnya kalian berani nekat" ledek sisil melihat Michel dan Raka yang frustasi
" aku masih mau jadi orang sukses sayang dari pada dimusnahkan karena nafsong enggak rela aku" ucap Michel frustasi
" kasihan sekali kalian" ledek Viona terkekeh
" kalo enggak ada pak Eriko kamu sudah mendapatkan sepuluh ronde hukuman terindah akibat ledek kami" ancam Raka kesel
__ADS_1